Penyerangan

...🌷SELAMAT MEMBACA🌷...

...----------------...

Di kediaman keluarga Smith, seorang pria paruh baya terlihat sedang memarahi beberapa anak buahnya karena tidak menemukan keberadaan putra sulungnya.

"begitu saja kalian tidak becus! saya tidak mau tau kalian harus mencari sampai ketemu putra saya!" bentak pria paruh baya itu yang tidak lain ialah Reynand Smith.

"baik tuan" patuh mereka serempak.

"terus bagaimana dengan pencarian tuan muda Rafa? apa masih perlu dilanjutkan tuan?"

tanya salah satu dari mereka.

"lanjutkan saja tapi sekarang lebih utama kan dulu mencari Wiliam" perintah Reynand suara tegas nya.

"baik tuan. kalo begitu kami permisi dulu tuan" sambil menundukkan sedikit kepala, mereka langsung pergi dari hadapan tuan Smith.

Reynand sendiri hanya mengangguk saja sambil mengusap kasar wajah nya.

"ya tuhan, kenapa engkau harus menghukum saya dengan cara seperti ini? Rafa saja belum ketemu sampai sekarang dan sekarang malah Wiliam yang menghilang entah kemana, huhh..." keluh Reynand.

Alina yang mendengar keluhan suaminya itu juga ikutan sedih.

Lalu ia berjalan mendekati sang suami dan mengusap lembut bahu suaminya itu.

"mas yang sabar aja, semoga Wiliam cepat ketemu, aku juga berharap dia juga mendapat informasi tentang Rafa" ujar Alina berusaha menenangkan suaminya itu.

Reynand hanya tersenyum lemah dan mengangguk kan kepala nya karena ia juga berharap seperti itu.

"ya sudah yuk kita makan, Angel sama Daniel udah nungguin" ajak Alina untuk makan malam pada suaminya itu.

Reynand hanya mengangguk dan pergi ke ruangan makan bersama istri nya itu.

🌿🌿🌿

Di apartemen, tepat nya diruangan tamu terlihat seorang gadis sedang menatap kearah pintu dengan wajah khawatirnya.

Biasanya ia tidak terlalu khawatir seperti itu, karena ia tau siapa suaminya itu yang punya banyak tempat tinggal dimana-mana. Tapi entah kenapa sekarang ia tiba-tiba saja merasa khawatir sekali dengan suaminya itu.

"apa yang terjadi sebenarnya? kenapa aku jadi begitu khawatir sama mas Axel?" cemas Bianca.

Apalagi setelah ia tau suaminya itu seorang Mafia yang selalu berhubungan dengan darah dan kejahatan. Bianca jadi berpikiran buruk.

Jauh dari sana ditempat keberadaan Axel, lebih tepatnya di mansion miliknya, Axel terlihat sedang melamun di balkon kamarnya. Tatapan mata nya yang biasa nya selalu tajam sekarang tak sudah tak terlihat lagi, hanya tatapan sendu yang terlihat.

"apa gue harus tetap melanjutkan pembalasan ini? tapi kenapa rasanya sangat sulit?" pikir Axel.

"Tapi mereka sudah terlalu dalam menyakiti gue, rasanya sangat sangat menyakinkan sekali. Mengingat nya saja gue gak sanggup" ujar Axel dengan mata sudah memerah menahan air matanya mengingat masa lalunya.

drrt...drrt...

Saat mendengar getaran handphone nya, Axel melihat ternyata dari Rion salah satu tangan kanannya di yang berada di London.

"hm...ada apa?" tegas Axel kembali ke mode dingin nya.

"bos, gawat. markas kita disini diserang oleh mafia lion. mereka terlalu banyak bos. Saya sangat sulit melawan nya" panik Rion dari sana.

"kau tunggu disana, saya akan membawa pasukan kesana"

"siap bos"

Setelah itu, Axel langsung mengakhiri panggilan nya. Raut wajah nya sudah berubah menjadi merah padam karena amarah.

"berani berani nya mereka mencari masalah dengan ku" Geram Axel sambil mengepal kuat tangannya.

Lalu langsung menghubungi Marsel yang sekarang masih berada di markas.

"siap kan pasukan dan jet pribadi kita langsung berangkat ke London" perintah Axel setelah diangkat Marsel.

Dari Marsel hanya kebingungan karena mendapat perintah mendadak dari bosnya itu.

Tapi ia tetap melaksanakan dengan patuh.

"baik bos" jawab Marsel dari sana.

Dan Axel langsung mematikan panggilan dan langsung bersiap siap untuk pergi ke markas.

Di markas setelah mendapat perintah dari Axel, Marsel langsung mengumpulkan beberapa pasukan untuk berangkat dan menyiapkan jet pribadi seperti perintah Axel.

Tak lama setelah itu, Axel sampai di markas dan langsung memerintahkan untuk berangkat.

"bos sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Marsel yang masih belum mengerti.

"markas di serang oleh mafia lion" jelas Axel dengan nada dingin nya.

Marsel yang mendengarnya langsung berubah dingin karena ia tau mafia lion itu dari dulu tidak pernah mau mengalah selalu saja mencari masalah dengan bos nya.

"rasanya sudah tidak sabar menguliti sialan itu!" seringai Marsel dalam hatinya.

Beberapa jam kemudian, mereka baru sampai di London, dan langsung pergi ke lokasi markas yang ada disana.

Saat sampai didepan gerbang, Axel langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam.

Amarah Axel langsung meledak saat melihat nasib para anak buahnya karena banyak yang mati dan masih ada sebagian yang hanya luka.

Rion sendiri juga mengalami nasib yang sama, saat melihat bos nya datang Rion langsung mendekat walaupun sedikit susah melangkahkan kakinya yang terluka.

"kalian sebagian obati mereka dan yang lain kita pergi ke markas lion" perintah Axel dengan dingin.

"Rion kau tetap disini, obati luka mu" tegas Axel pada Rion.

"baik bos" patuh Rion.

"Sel " panggil Axel.

Marsel yang sudah mengerti langsung berangkat mengikuti bos nya itu.

Begitu juga dengan sebagian anak buahnya mereka langsung bersemangat untuk membantai mafia lion.

Tak lama setelah itu, saat sampai di depan markas lion, Axel langsung memerintahkan semuanya untuk menyerang.

"habisin mereka jangan biarkan satu pun hidup" perintah Axel.

Mereka yang mendengar perintah Axel langsung melakukan nya dengan penuh semangat.

"ini lah akibat nya kalian mencari masalah dengan seorang Axel Alexander, hihihi" seringai Axel.

"sel waktunya kita beraksi, habiskan mereka" lalu Axel melangkahkan kakinya dengan menuju ruangan ketuanya yang diikuti oleh Marsel.

Braaak...

Axel langsung menendang sebuah pintu sampai roboh.

Dua insan didalamnya yang sedang berhubungan intim langsung kaget.

Axel yang melihat apa yang dilakukan musuhnya itu tampak jijik.

"dasar bajingan" umpat Axel.

"setelah membuat masalah di markas ku, malah enakan bersenang-senang, ciih..." geram Axel sambil meludah jijik.

"sialan! mau apa kau hahh..." geram pria itu karena tidak mengetahui siapa Axel karena Axel memakai topeng.

"ck,dasar bodoh. Apa kau tidak ingat beberapa jam yang lalu? kau dengan berani nya membuat masalah di markas ku"

Pria itu yang sudah ingat langsung tertawa mengejek.

"hahaha... jadi kau dari markas sialan itu?"

Axel yang mendengar ejekan musuh nya terlihat sangat marah sekali dan tanpa aba aba ia langsung menembak kaki kanan pria itu.

Dor...

"aakkhh...sialan kau!" umpat pria itu sambil meringis menahan sakit.

"kau akan merasakan kekejaman seorang Axel" ujar Axel dengan suara dingin nya.

Pria itu yang mendengar nama Axel langsung terbelalak kaget.

"ka-u!" pria itu sedikit merasa takut karena ia tau kekejaman seorang Axel. Tapi ia juga membenci nya karena selama ini ia tidak pernah menang melawan Axel. Padahal ia ingin mafianya menjadi yang terkuat tapi malah dikalahkan oleh Axel.

"sel habiskan dia" perintah Axel pada Marsel karena ia sedang males membunuh orang.

"dengan senang hati bos"

Dengan penuh semangat Marsel menyerang pria itu.

Pria itu juga tidak tinggal diam, walaupun sebelah kakinya terluka.

Dan terjadilah baku hantam diantara keduanya.

Wanita yang bermain bersama pria tadi terlihat ketakutan.

Axel yang merasa jijik langsung menembak mati wanita ****** itu karena wanita itu tak berpakaian busana satu pun.

Dan setelah itu, Axel duduk santai melihat pergulatan kedua pria itu.

BERSAMBUNG...

...🌷Bagi yang suka ceritanya jangan lupa like, komen dan vote ya guys 🙏😁🌷...

Salam hangat dari author untuk para readers semua 😘😘😘

Terpopuler

Comments

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

wooow amazing story

2023-01-30

1

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

good luck thor lanjutkan seruuuu banget

2023-01-30

0

Eni Purwanti

Eni Purwanti

hhmmm lanjut....

2022-04-17

2

lihat semua
Episodes
1 Bianca & Axel
2 Merasa takut
3 Pernikahan
4 Di bentak
5 kekejaman Axel
6 Sebuah penyesalan
7 Bianca malu
8 Ketakutan
9 Kesedihan Keluarga Smith
10 Dinda kaget
11 Apa kau yakin?
12 Penyerangan
13 Tentang perasaan
14 Tak sanggup
15 Apa dia mulai gila?
16 Kanker otak stadium awal
17 Flashback
18 Gak mungkin
19 Asisten matre
20 Astaghfirullah
21 Kakek Leon minta cicit
22 Penyesalan sang mantan
23 Dicuekin
24 Dijemput suami
25 Liana sang mantan
26 Kemarahan Axel
27 Kaget
28 Cerewet
29 Masih perawan
30 Di ajak suami
31 Seperti kerbau
32 Yang penting nona bahagia
33 Meminta warisan
34 Eric Sanjaya
35 Tuduhan Bianca
36 Mengerjai istri
37 Berita heboh
38 Membantu keluarga Smith
39 Kakek Leon merajuk
40 Merasa bersalah
41 Apa dia marah padaku!!
42 Apa kau tuli!
43 Jaga ucapanmu!!
44 Malam pertama yang tertunda
45 Kekesalan Faisal
46 Kekhawatiran Axel
47 Pertanyaan konyol sang kakek
48 Lepasin!
49 Bianca kesal
50 Aneh
51 Cengeng
52 Axel jengah
53 Dasar Omes!
54 Bangga
55 Daniel Cengeng
56 Kagak! cari aja sendiri!
57 Hamil
58 Apa yang terjadi!
59 Maaf
60 Karena kau bajingan!
61 Kabar buruk
62 Memaafkan
63 Wiliam iri
64 Harus Sekarang
65 Penyiksaan Raditya
66 Dicurigai Istri Sendiri
67 Mantan Mafia Tapi Penakut
68 Rencana Liana
69 Hilang Sudah
70 Bimo
71 Tangisan Bianca
72 Marah
73 Minuman spesial
74 Bianca kecelakaan
75 Penyesalan Liana
76 Wiliam si perjaka tua
77 Arkansa Leon Alexander (END)
78 Pengumuman
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bianca & Axel
2
Merasa takut
3
Pernikahan
4
Di bentak
5
kekejaman Axel
6
Sebuah penyesalan
7
Bianca malu
8
Ketakutan
9
Kesedihan Keluarga Smith
10
Dinda kaget
11
Apa kau yakin?
12
Penyerangan
13
Tentang perasaan
14
Tak sanggup
15
Apa dia mulai gila?
16
Kanker otak stadium awal
17
Flashback
18
Gak mungkin
19
Asisten matre
20
Astaghfirullah
21
Kakek Leon minta cicit
22
Penyesalan sang mantan
23
Dicuekin
24
Dijemput suami
25
Liana sang mantan
26
Kemarahan Axel
27
Kaget
28
Cerewet
29
Masih perawan
30
Di ajak suami
31
Seperti kerbau
32
Yang penting nona bahagia
33
Meminta warisan
34
Eric Sanjaya
35
Tuduhan Bianca
36
Mengerjai istri
37
Berita heboh
38
Membantu keluarga Smith
39
Kakek Leon merajuk
40
Merasa bersalah
41
Apa dia marah padaku!!
42
Apa kau tuli!
43
Jaga ucapanmu!!
44
Malam pertama yang tertunda
45
Kekesalan Faisal
46
Kekhawatiran Axel
47
Pertanyaan konyol sang kakek
48
Lepasin!
49
Bianca kesal
50
Aneh
51
Cengeng
52
Axel jengah
53
Dasar Omes!
54
Bangga
55
Daniel Cengeng
56
Kagak! cari aja sendiri!
57
Hamil
58
Apa yang terjadi!
59
Maaf
60
Karena kau bajingan!
61
Kabar buruk
62
Memaafkan
63
Wiliam iri
64
Harus Sekarang
65
Penyiksaan Raditya
66
Dicurigai Istri Sendiri
67
Mantan Mafia Tapi Penakut
68
Rencana Liana
69
Hilang Sudah
70
Bimo
71
Tangisan Bianca
72
Marah
73
Minuman spesial
74
Bianca kecelakaan
75
Penyesalan Liana
76
Wiliam si perjaka tua
77
Arkansa Leon Alexander (END)
78
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!