...🌷SELAMAT MEMBACA🌷...
...----------------...
Wiliam yang telah sadar beberapa menit yang lalu langsung menengok kearah pintu saat mendengar seseorang masuk.
Saat melihat siapa orangnya, ia tidak terlalu kaget tapi yang bikin ia bingung adalah kenapa dia bisa berada di dalam sebuah kamar sangat mewah. Rasanya bukan seperti di sekap tapi dimanjakan, itu lah ada pikiran Wiliam sekarang.
Axel yang melihat Wiliam telah sadar langsung mendudukkan bokongnya diatas sofa.
"bagaimana rasanya? apa masih sakit?" tanya Axel masih terdengar dingin. Tapi tatapan matanya tidak setajam sebelumnya.
Wiliam sedikit kebingungan mendengar pertanyaan Axel, dia tak mengerti maksud Axel.
Melihat kebingungan Wiliam, Axel hanya menghela nafas panjang dan kembali bertanya,
"apa kepala kau masih sakit?"
Wiliam yang awalnya masih bingung mulai mengerti maksud Axel. Tapi Wiliam masih bingung dengan sikap Axel padanya, entah apa maksudnya?
"eh, kau kenapa seperti perhatian pada ku? apa kau mulai merasa kasihan dengan musuh mu ini, dan juga ini kenapa kau membawa ku kesini? sebenarnya apa maksud mu?" Wiliam terlihat sangat muak sekali, rasanya sangat aneh sekali dengan sikap Axel. Apa mungkin musuhnya itu ingin membuat dirinya merasa kesenangan dulu dan setelah itu baru membunuh nya.
Axel yang mendengarnya hanya mengusap kasar wajah nya, ingin mengakui semuanya tapi entah kenapa ia masih merasa berat.
Setelah menghela nafas panjang nya, Axel kembali bersuara,
"kau mau tau kenapa saya melakukan ini?" tekan Axel nada dingin nya sambil berdiri dan berjalan kearah jendela.
"tapi sebelum itu kau harus tau dengan keadaan dirimu. sebenarnya kau mengidap kanker otak stadium awal karena itu lah kepala kau terasa menyakitkan sampai mengeluarkan darah dari hidung"
jelas Axel sambil menatap lurus keluar lewat kaca jendela.
Wiliam yang mendengar penjelasan Axel langsung terdiam kaku, dia sangat syok sekali mendengar semua yang keluar dari mulut Axel.
"apa maksudnya?" batin Wiliam yang masih belum mengerti.
Axel sangat kesal sekali karena tau Wiliam masih belum mengerti, apa mungkin karena sakit otak dia jadi bodoh?.
Setelah berbalik menghadap kearah Wiliam, Axel kembali menjelaskan dengan sedikit jengkel.
"kau itu penyakitan makanya otak kau sakit. kalau tidak percaya ni liat!" jengkel Axel sambil berjalan kearah Wiliam dan menyodorkan sebuah kertas.
Dengan gemetaran Wiliam mengambil kertas itu lalu membaca isi yang tertulis di dalam nya.
'kanker otak stadium awal' itulah yang tertulis disana atas nama dirinya. Wiliam langsung terbelalak melihat semuanya.
"kenapa bisa seperti ini? gu-e..." lemas Wiliam yang tak terima semua kenyataan itu.
Melihat kesedihan Wiliam, Axel juga ikutan sedih tapi dia tetap menyembunyikannya dan masih memasang wajah datarnya.
"apa kau ingin bertemu dengan adik mu?"
Mendengar pertanyaan Axel, Wiliam langsung menatap bingung, "maksud kau?"
"Rafasya Fernan Smith" tekan Axel.
Mendengar nama adiknya disebut, Wiliam langsung mengerti dan menatap lekat Axel.
"apa kau tau dimana keberadaan nya?" Wiliam kembali bersemangat karena sudah tak sabaran ingin bertemu sang adik.
"sangat tau" acuh Axel tanpa mempedulikan reaksi Wiliam.
"cepat kau bilang dimana adik ku!" desak Wiliam.
"heii...kau sudah bertemu dengan nya, apa kau tidak menyadari nya, dia didepan mata mu" jelas Axel mulai jengah dengan reaksi Wiliam.
"eh, apa maksudmu? kapan aku bertemu dengan nya, siapa yang kau maksud?" bingung Wiliam.
"sudah lah, coba kau pikirkan lagi siapa yang ku maksud?" setelah itu, Axel pergi keluar untuk menemui istrinya.
Melihat Axel pergi, Wiliam tampak berpikir keras, "siapa yang dia maksud? tadi dia bilang ada didepan mataku tapi siapa?"
Wiliam sudah seperti orang bodoh padahal sangat mudah sekali menebaknya tapi entah kenapa sekarang otaknya jadi susah berpikir.
Beberapa menit setelah berpikir, Wiliam baru mengerti matanya langsung terbelalak karena kaget.
"jadi mak-sud nya..."
"gak, ini gak mungkin...jadi selama ini gue musuhan sama adik gue sendiri. Padahal gue udah susah payah mencari nya ternyata dia didepan mata gue...sial!" setelah bosan mengoceh sendiri lalu dia pergi keluar menemui Axel.
🌿🌿🌿
Di taman belakang Bianca sedang duduk nyantai diatas bangku taman sambil tersenyum senang melihat pemandangan indah di depan matanya.
"sangat indah" saat melihat taman bunga didepannya, disana juga ada seorang pelayan sedang merawat bunga bunga itu.
"ternyata mas Axel juga suka bunga" Bianca tidak menyangka seorang dingin dan kejam seperti Axel juga menyukai taman begitu.
Lalu Bianca pergi mendekati pelayan itu, "bik, mau Bianca bantuin" tawar Bianca sambil berjongkok disebelah wanita itu.
"gak usah non" tolak wanita itu sambil tersenyum hangat pada Bianca. Dia tau Bianca itu istri majikan nya dari Marsel asisten majikan nya.
"ya udah, Bianca liat bibi aja deh" ucap Bianca.
Didalam Axel terlihat sedang mencari istrinya,
"kemana dia?"
"apa kalian melihat wanita itu?" tanya Axel pada para pelayan disana. mereka yang mengerti siapa maksud tuannya langsung menjawab,
"nona di taman belakang tuan"
Setelah tau Axel pergi ketaman belakang menemui istrinya.
"aku gak nyangka ternyata tuan udah menikah tanpa sepengetahuan kita" bisik salah satu pelayan disana pada temannya.
"iya. cantik lagi, cocok banget dengan tuan"
Kenapa mereka bisa tau?, sebab Marsel yang mengatakan beberapa menit yang lalu pada mereka semua tanpa sepengetahuan Axel.
Wiliam yang telah sampai dilantai bawah melihat beberapa maid langsung bertanya,
"apa kalian melihat Axel?"
"tuan Axel di taman belakang tuan" jawab salah satu maid itu.
Setelah itu, Wiliam bergegas pergi kesana menemui Axel.
"apa kalian mengenal tuan itu?" tanya wanita tadi pada yang lain.
"gak, tapi kalau gak salah dia kan yang dibawa tuan Marsel sebelumnya" ucap salah satu nya.
"coba deh kalian ingat wajah nya, kayak ada mirip-mirip gitu sama tuan" mendengar ucapan itu yang lain juga mengiyakan nya karena memang ada kemiripan nya.
...
Axel yang telah berada di taman langsung memanggil Bianca yang terlihat masih asyik ngobrol dengan pelayan disana.
"heii...apa kau tak mendengar ku?" kesal Axel karena panggilan nya tak dihiraukan oleh Bianca.
"iya mas, ada apa?" sambil berjalan mendekati Axel.
Saat Axel akan menjawab terdengar suara Wiliam memanggil nya.
"Axel, apa benar kau adik ku Rafa"
Tapi Axel hanya diam tak ingin menjawab pertanyaan Wiliam.
"xel, jawab...benar kan kau adik Rafa yang selama ini aku cari, xel...jawab..." desak Wiliam dengan mata yang sudah memerah antara sedih dan senang.
"apa benar kau masih menganggap ku adik mu? apa kau lupa hah...kau sendiri yang mengatakan tidak menganggap ku sebagai adik lagi, hahaha... sangat menyedihkan"
Wiliam langsung terduduk lemas setelah mendengar semua yang keluar dari mulu Axel,
"maaf..." hanya itu yang dapat dia katakan.
Bianca yang melihat dari tadi terlihat kebingungan, "mereka ada masalah apa sih"
"mas ini ada apa sih?" bingung Bianca bertanya pada Axel.
"bukan urusan mu" ketus Axel lalu langsung pergi dari sana meninggalkan Wiliam dan Bianca.
"ketus amat sih" kesal Bianca dalam hatinya.
BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
Imam Sutoto Suro
excellent story'thor lanjutkan seruuuu banget
2023-01-30
1
Corinne Corinne
si Alex ketus amet jdi suami
nnti bucin BRu Tao rsa😂
2022-04-05
1
RyuuHae
jadilah penenang dlm hubungan klg smith bi, lunakkan hati axel jgn biarkan dia terbelenggu masa lalu yg menyakitkan raihlah n genggam tangan ny utk membuka lembaran baru yg lbh Indah n bahagia bersama bi
2022-02-11
2