Tak sanggup

...🌷SELAMAT MEMBACA🌷...

...----------------...

Axel yang sudah sampai di Indonesia tidak langsung pergi ke apartemen tapi ia pergi ke markas terlebih dahulu.

Untuk Marsel tidak ikut karena dia dapat telpon dari orangtuanya untuk segera pulang.

Sampai di markas ia langsung melangkahkan kakinya menuju ruangan atau lebih tepatnya tempat Wiliam disekap.

"kalian pergi lah beristirahat" perintah Axel kepada mereka yang menjaga pintu itu.

"baik bos" Lalu mereka pergi dari sana untuk beristirahat karena memang hari sudah larut malam.

Ceklek, saat masuk Axel melihat Wiliam sedang terlelap di atas ranjang.

Sebenarnya didalam lubuk hatinya, ia tidak tega melakukan ini terhadap Wiliam, tapi dendamnya lebih kuat dari pada rasa kasihan nya.

Wiliam juga bertambah kurus karena terlalu banyak pikiran dan makan pun hanya di kasih satu kali sehari.

Walaupun Axel jarang kesini tapi ia tetap melihat semua yang dilakukan Wiliam lewat cctv. Bukan itu saja, selama ini ia juga selalu mengawasi mantan keluarga kandungnya itu. Makanya ia tau apa yang terjadi dengan keluarga itu.

Axel yang sudah mendudukkan bokongnya ditepi ranjang itu hanya menatap dingin kearah Wiliam yang masih tak mengetahui keberadaan Axel.

"sial ! kenapa gue malah merasa tidak tega melihat wajah damainya saat sedang tidur begini" umpat Axel masih mode dingin nya.

"tidak. seorang Axel tidak boleh merasa kasihan," batin Axel sambil menggeleng kan kepala nya.

"harus gue apakan dia! apa gue bunuh saja, mungkin menyenangkan juga" pikir Axel dengan seringai nya.

Wiliam yang seperti mendengar suara seseorang mencoba membuka matanya.

Saat matanya sudah terbuka sempurna, ia melihat Axel yang sedang duduk di tepi ranjang.

"kau!..." Marsel langsung bangun dari tidur nya. Matanya menatap tajam ke arah Axel.

Axel yang awalnya sedang berpikir langsung menatap dingin kearah Wiliam.

"apa kau ingin baku hantam dengan ku?" ketus Axel yang terdengar dingin seperti es batu.

"kau harus ingat! sekarang kau berada di markas ku jadi jangan coba macam macam!" Axel kembali menyeringai penuh kemenangan.

"apa maksud mu, menyekap ku seperti ini, hah...? kenapa tidak kau bunuh saja aku sialan! " Geram Wiliam yang terlihat sudah putus asa.

Melihat keputusasaan Wiliam, Axel hanya menyeringai iblis rasanya sangat menyenangkan sekali.

Lalu dengan santai Axel mengeluarkan pistol kesayangan nya dari dalam saku jasnya dan mengarahkan tepat pada kepala Wiliam.

Wiliam yang melihat itu terlihat pasrah saja, tidak melawan sama sekali.

"sialan ! kenapa gue malah gak sanggup membidik nya?" umpat Axel dalam hatinya.

Rahang Axel sudah mengeras, tangannya yang memegang pistol juga bergetar karena tak tak sanggup melakukan nya.

Wiliam sendiri entah mengapa tiba-tiba saja merasakan sesuatu saat menatap kearah mata tajam Axel yang sudah memerah seperti menahan sesuatu.

"siapa sebenarnya Axel ini? apa mungkin dia benar Rafa" pikir Wiliam dengan mata sayu nya.

"apa kau bisa melepaskan ku? mungkin keluarga kandung ku sedang mengkhawatirkan ku. Dan setelah ini aku tidak akan mencari masalah lagi dengan mu. Aku tidak akan bermusuhan dengan mu lagi. Itu janji ku" mohon Wiliam karena sebenarnya ia masih punya misi untuk mencari sang adik.

Axel yang mendengarnya langsung tertawa mengejek.

Dia seorang Axel, seorang mafia kejam yang tak punya belas kasih dan sekarang Wiliam malah memohon minta dilepaskan.

"saya tidak peduli. Seperti nya membiarkan kau mati kebosanan disini menyenangkan juga, hihihi..."

Mengingat hari sudah larut malam, Axel pergi dari sana tanpa menghiraukan teriakan dan umpatan Wiliam padanya.

"kalian perketat penjagaan dan jangan sampai pria itu keluar" perintah Axel kepada anak buahnya itu.

"baik bos" patuh mereka.

Setelah itu, Axel pergi dari sana menuju apartemennya.

Selepas kepergian Axel, mereka terlihat saling tatap keheranan.

"kenapa bos tidak langsung membunuh pria itu saja ya?" bingung si A yang dianggukan oleh si B.

"entahlah, mungkin bos punya rencana lain. kalian kan tau bos itu sangat licik" jawab si C.

"bisa aja bos ingin menyiksanya dengan cara seperti itu. Gua yakin lama lama dia bisa gila dan putus asa yang akhirnya mati dengan bunuh diri" tebak si D.

Yang hanya mengangguk saja karena kemungkinan juga seperti itu.

Mereka juga belum mengetahui tentang Wiliam yang sebenarnya saudara kandung Axel. Yang mereka tau Wiliam itu musuh bebuyutan mereka dalam dunia Mafia.

🌿🌿🌿

Setelah sampai di apartemen, Axel memasuki apartemen masih dengan mode datar dan dingin nya.

Di atas sofa terlihat Bianca sedang tertidur pulas tanpa menyadari kepulangan Axel.

"ngapain dia tidur di sini"

Karena sedikit tak tega melihat Bianca tiduran di sana. Axel mencoba membangunkan nya.

"bangun" panggil Axel sedikit mengeras suaranya.

Bianca yang mendengar suara Axel langsung membuka matanya.

"umm...udah pulang mas" serak Bianca yang sudah membuka matanya dengan sempurna.

Lalu Bianca dengan cepat berdiri ingin mencium tangan sang suami.

Axel yang melihat tampak kebingungan,

"salim mas" kata Bianca saat melihat kebingungan Axel.

Dengan ogah ogahan Axel menyodorkan tangan kanannya kearah Bianca.

"kamu udah makan mas?" tanya Bianca setelah selesai mencium tangan suaminya itu.

"sudah" jawab Axel singkat dan melangkahkan kakinya pergi ke kamar.

Melihat Axel sudah memasuki kamar, Bianca juga pergi kekamar nya untuk melanjutkan tidurnya.

...

Pagi harinya, Bianca terlihat sedang menghidangkan sarapan pagi untuk dirinya dan sang suami.

"sarapan dulu mas" ujar Bianca saat melihat Axel keluar dari kamar yang telah rapi dengan setelan kantor nya.

Axel hanya berdeham dan melangkahkan kakinya mendekati meja makan.

Walaupun Axel masih datar dan dingin padanya, tapi saat melihat Axel masih ingin memakan masakan nya Bianca sudah merasa senang.

Beberapa saat kemudian, Axel telah sarapan. Ia kembali berdiri akan berangkat kekantor.

Bianca yang masih belum selesai, dengan cepat mengantarkan suaminya itu ke luar.

"mas salim" pinta Bianca saat suami itu akan memasuki mobilnya.

"hm..." Axel langsung menyodorkan tangan kanannya.

Dengan lembut Bianca menyambut dan mencium tangan Axel.

"enak benar tangan gue, pulang berangkat kena cium terus" batin Axel yang menatap sekilas kearah punggung tangannya yang dicium Bianca barusan.

Bianca yang melihat apa yang dilakukan suami itu hanya mengerutkan dahi nya.

"kenapa mas?" bingung Bianca.

Axel yang sadar dengan cepat memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya menuju kantor.

"hati hati dijalan mas, jangan ngebut" sorak Bianca saat melihat mobil Axel sudah jalan.

Axel yang masih mendengarnya hanya diam bodoh amat.

Bianca kembali masuk kedalam melanjutkan sarapannya yang sempat tertunda tadi.

"huff...kapan ya, mas Axel berubah nya? tiap hari cuman muka datar dan dingin nya yang aku liat. Gak pernah berubah, huh..." ucap Bianca sambil menghela nafas panjang nya.

BERSAMBUNG...

...🌷Bagi yang suka ceritanya jangan lupa like, komen, vote and favorit ya guys 🙏😁🌷...

Salam hangat dari author 😘😘

Terpopuler

Comments

angelina aidah

angelina aidah

baru baca nie, Axel tiga bangat sih

2022-06-13

1

Novianti Ratnasari

Novianti Ratnasari

sakit hati ini.

2022-04-18

1

💠⃟⃝♠Yeyen

💠⃟⃝♠Yeyen

sabar Bi

2022-04-01

2

lihat semua
Episodes
1 Bianca & Axel
2 Merasa takut
3 Pernikahan
4 Di bentak
5 kekejaman Axel
6 Sebuah penyesalan
7 Bianca malu
8 Ketakutan
9 Kesedihan Keluarga Smith
10 Dinda kaget
11 Apa kau yakin?
12 Penyerangan
13 Tentang perasaan
14 Tak sanggup
15 Apa dia mulai gila?
16 Kanker otak stadium awal
17 Flashback
18 Gak mungkin
19 Asisten matre
20 Astaghfirullah
21 Kakek Leon minta cicit
22 Penyesalan sang mantan
23 Dicuekin
24 Dijemput suami
25 Liana sang mantan
26 Kemarahan Axel
27 Kaget
28 Cerewet
29 Masih perawan
30 Di ajak suami
31 Seperti kerbau
32 Yang penting nona bahagia
33 Meminta warisan
34 Eric Sanjaya
35 Tuduhan Bianca
36 Mengerjai istri
37 Berita heboh
38 Membantu keluarga Smith
39 Kakek Leon merajuk
40 Merasa bersalah
41 Apa dia marah padaku!!
42 Apa kau tuli!
43 Jaga ucapanmu!!
44 Malam pertama yang tertunda
45 Kekesalan Faisal
46 Kekhawatiran Axel
47 Pertanyaan konyol sang kakek
48 Lepasin!
49 Bianca kesal
50 Aneh
51 Cengeng
52 Axel jengah
53 Dasar Omes!
54 Bangga
55 Daniel Cengeng
56 Kagak! cari aja sendiri!
57 Hamil
58 Apa yang terjadi!
59 Maaf
60 Karena kau bajingan!
61 Kabar buruk
62 Memaafkan
63 Wiliam iri
64 Harus Sekarang
65 Penyiksaan Raditya
66 Dicurigai Istri Sendiri
67 Mantan Mafia Tapi Penakut
68 Rencana Liana
69 Hilang Sudah
70 Bimo
71 Tangisan Bianca
72 Marah
73 Minuman spesial
74 Bianca kecelakaan
75 Penyesalan Liana
76 Wiliam si perjaka tua
77 Arkansa Leon Alexander (END)
78 Pengumuman
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bianca & Axel
2
Merasa takut
3
Pernikahan
4
Di bentak
5
kekejaman Axel
6
Sebuah penyesalan
7
Bianca malu
8
Ketakutan
9
Kesedihan Keluarga Smith
10
Dinda kaget
11
Apa kau yakin?
12
Penyerangan
13
Tentang perasaan
14
Tak sanggup
15
Apa dia mulai gila?
16
Kanker otak stadium awal
17
Flashback
18
Gak mungkin
19
Asisten matre
20
Astaghfirullah
21
Kakek Leon minta cicit
22
Penyesalan sang mantan
23
Dicuekin
24
Dijemput suami
25
Liana sang mantan
26
Kemarahan Axel
27
Kaget
28
Cerewet
29
Masih perawan
30
Di ajak suami
31
Seperti kerbau
32
Yang penting nona bahagia
33
Meminta warisan
34
Eric Sanjaya
35
Tuduhan Bianca
36
Mengerjai istri
37
Berita heboh
38
Membantu keluarga Smith
39
Kakek Leon merajuk
40
Merasa bersalah
41
Apa dia marah padaku!!
42
Apa kau tuli!
43
Jaga ucapanmu!!
44
Malam pertama yang tertunda
45
Kekesalan Faisal
46
Kekhawatiran Axel
47
Pertanyaan konyol sang kakek
48
Lepasin!
49
Bianca kesal
50
Aneh
51
Cengeng
52
Axel jengah
53
Dasar Omes!
54
Bangga
55
Daniel Cengeng
56
Kagak! cari aja sendiri!
57
Hamil
58
Apa yang terjadi!
59
Maaf
60
Karena kau bajingan!
61
Kabar buruk
62
Memaafkan
63
Wiliam iri
64
Harus Sekarang
65
Penyiksaan Raditya
66
Dicurigai Istri Sendiri
67
Mantan Mafia Tapi Penakut
68
Rencana Liana
69
Hilang Sudah
70
Bimo
71
Tangisan Bianca
72
Marah
73
Minuman spesial
74
Bianca kecelakaan
75
Penyesalan Liana
76
Wiliam si perjaka tua
77
Arkansa Leon Alexander (END)
78
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!