Merasa takut

...🌷SELAMAT MEMBACA🌷...

...----------------...

Dari arah kamar Bianca terlihat sedang menguping percakapan papa tirinya bersama seorang pria yang tak ia kenali.

Tak lama setelah itu, kedua anak buah Denis langsung memasuki kamar Bianca tanpa permisi dan dengan paksa menarik Bianca keluar.

"lepasin, kalian mau bawa aku kemana?" tolak Bianca yang mencoba berusaha melepaskan dirinya.

"Diam. jangan banyak tingkah nona," bentak salah satu dari mereka.

Sampai dekat Papa tirinya yang lagi bersama pria tadi, mereka langsung mendorong pelan Bianca dekat pria asing itu.

"Silahkan tuan membawanya"

kata Denis dengan wajah senangnya pada pria itu.

"baiklah, karena semuanya sudah selesai, saya permisi dulu. ayo nona ikut dengan saya?"

Bianca seperti orang linglung saja saat dirinya dibawa dengan orang asing itu.

Berbeda dengan Denis, ia langsung tersenyum lebar karena berhasil mendapatkan uang miliaran hanya dengan menjual anak tirinya itu.

"Waktu nya bersenang senang, hahaha..." sorak Denis sambil memegang ransel yang berisikan uang itu.

Kedua anak buahnya juga ikutan senang karena dia juga akan dapat bonus.

Bianca yang dibawa dekat mobil sport mewah hanya diam tapi air matanya terlihat mengalir membasahi pipinya.

"Silahkan masuk nona" suruh pria itu dengan ramah.

"Saya mau dibawa kemana?"

tanya Bianca suara seraknya.

Pikiran Bianca langsung mengarah ke negatif, apakah ia akan dijadikan sebagai pemuas nafsu pria belang diluar sana karena itu sudah sering terjadi.

"lebih nona masuk dulu saja, karena kita akan ketempat tuan besar"

Akhirnya, Bianca menurut saja, kalo mau menghindar tidak bisa karena sudah terlanjur. Seharusnya ia kabur kemarin dari rumah tapi tidak bisa karena selalu diawasi sama anak buah papa tirinya.

Selama dalam perjalanan, Bianca hanya melamun, entah bagaimana kehidupannya setelah ini, belum lagi masalah kuliahnya rasanya tak rela berhenti setengah jalan.

Tak lama setelah itu, mobilnya berhenti didepan sebuah rumah mewah.

Saat akan diminta keluar, Bianca merasa takut sekali.

"Nona?"

"ya, hmm... apakah disini tempat tuan mu?"

"benar nona"

"ayoo nona"

Akhirnya, Bianca keluar dan mengikuti pria itu, dan dibelakang Bianca juga ada 2 pria berpakaian hitam mengawasi nya.

Di ruangan tengah, terlihat seorang kakek sedang bercakap dengan seorang pemuda, mereka tidak lain adalah kakek Leon dan cucunya Axel.

"Kek, apa tidak bisa kakek saja yang menikahi gadis itu"

rengek Axel yang masih belum bisa menerima permintaan kakeknya itu.

Leon yang mendengar perkataan cucunya itu hanya terkekeh geli.

"Kau ini benar benar cucu gak ada akhlak, masa kakek sendiri disuruh menikahi gadis yang seharusnya cocok jadi cucu kakek, ckckck"

"kan kakek yang membelinya, atau jadikan pembantu saja cocokkan"

"no,no, pokoknya kau harus menikahi nya karena itu impian kakek, kalau tidak kapan kau akan menikah, kakek sudah terlanjur tua"

Leon langsung memperlihatkan wajah sedihnya.

Axel hanya menatap malas kakeknya itu.

"ck, menyebalkan" gumam Axel.

"aku bisa mencari sendiri kek, bukan dengan cara seperti..." belum selesai berbicara tapi langsung dipotong kakeknya itu.

"Naah tu Fino datang" seru kakek Leon saat melihat asistennya, tanpa mempedulikan perkataan Axel lagi.

Tidak bagi Axel, ia tak peduli sama sekali. Raut wajahnya masih terlihat jengkel pada sang kakek.

Berbeda dengan Bianca, ia tampak kaget saat melihat kakek tua yang dipanggil tuan.

"kenapa nasib ku harus begini, apa benar kakek ini yang membeli ku" batin Bianca.

Kakek Leon yang melihat wajah kaget Bianca hanya tertawa kecil.

"tidak usah kaget begitu, emng kakek tua ini yang melakukan nya, ya udah kamu silahkan duduk dulu, anggap seperti keluarga sendiri saja"

Bianca yang melihat keramahan kakek itu hanya tersenyum paksa. Entah mengapa ia merasa aneh, sekarang ia tidak jadi takut saat melihat keramahan kakek itu.

Tapi berbeda saat ia tak segaja melihat kearah seorang pemuda tampan dekat kakek itu, bulu kuduknya jadi merinding saat melihat wajah datar dan tatapan tajamnya yang tajam seperti elang.

Dan satu lagi yang Bianca baru ingat wajah pemuda itu mirip dengan pemilik perusahaan terbesar yang selama ini sering masuk tv yang bernama Axel Alexander.

"Oiya, nama kamu Bianca kan?"

Mendengar pertanyaan kakek itu, Bianca langsung menganggukkan kepalanya.

"ok, kamu panggil kakek Leon saja dan ini cucu kakek kamu pasti tau kan siapa dia?"

Bianca kembali mengangguk.

"Maaf ya, kakek tua ini sudah menukar mu dengan uang yang diminta Denis papamu, hahh...kau harus tau kakek ini dulu kenal dekat dengan kedua orang tuamu, dulu mereka sering bermain kerumah kakek.

Tapi semenjak Ayah mu meninggal, ibumu jarang kesini, apalagi setelah menikah lagi dengan Denis si mata duitan itu"

Bianca hanya terdiam mendengarkan penjelasan kakek Leon.

"Makanya saat kakek tau ia akan menjual mu untuk uang, kakek dengan cepat menerima nya karena kakek tidak mau kau tinggal dengan pria gila itu lagi, sebenarnya dari dulu kakek bisa membawa mu kesini tapi ya kakek gak bisa seenaknya saja dan sekarang sudah berbeda"

Bianca tidak tahan lagi, ia langsung menangis sejadi jadinya. Ternyata kakek Leon yang dulu sering diceritakan ibunya.

"tidak usah menangis lagi, mulai sekarang kau tidak akan terkekang lagi, oke"

Axel yang dari tadi cuman menjadi pendengar saja tampak mulai jengkel melihatnya.

drrtt... drrtt...

Mendengar hpnya berdering, Axel langsung melihatnya dan terpampang nama 'Marsel'.

"hmm... ada apa?"

"bos lupa ya satu jam lagi ada meeting dengan klien"

"iya bentar saya kesana?"

"oke bos,.kalo gitu saya tutup y bos"

"hmm"

Setelah panggilannya ditutup, Axel melihat kembali kearah kakeknya dan gadis yang bernama Bianca itu.

Kedua terlihat sudah mulai akrab sampai tertawa segala.

"ekhaam..." deham Axel agak keras.

Keduanya yang mendengarnya langsung melihat kearah Axel.

"kenapa? kau masih belum menyetujui nya?" tanya Kakek Leon lagi.

"Hmm, Axel harus balik kekantor lagi soalnya ada meeting kek"

"ya udah, nanti balik kesini lagi"

Bukannya menjawab tapi Axel hanya memasang wajah datarnya dan langsung pergi dari sana.

"Dasar cucu menyebalkan" gumam Kakel Leon.

Setelah itu, Kakek Leon memanggil salah satu pelayan untuk mengantarkan Bianca kekamar.

🌿🌿🌿

Dikantor, Axel baru keluar dari ruangan meeting bersama Marsel dibelakangnya.

"Sel, sekarang kau pergilah ke markas, kau cek mereka disana, jangan sampai ada yang membuat masalah lagi"

perintah Axel dengan tegas dan mode dinginnya.

"baik bos, kalo gitu saya pamit dulu ya bos"

"hmm"

Setelah mendapatkan jawaban dari bosnya, Marsel langsung pergi dari sana.

Begitupun dengan Axel, ia langsung pergi keruangan nya.

Axel yang sudah berada dalam ruangannya kerjanya langsung membuka laptopnya.

Tiba tiba saja, Axel teringat kembali kejadian masa lalunya.

"Aaarrghh...sialan! kenapa gue harus teringat kejadian itu lagi,"

Teriak Axel sambil meremas kasar rambutnya.

"Dan sekarang harus menuruti keinginan kakek, hahh... menyebalkan"

"untung sayang, kalo tidak mungkin udah gue kuliti hidup hidup"

kesal Axel yang terdengar sedikit sadis.

BERSAMBUNG...

...🌷 Bagi yang suka ceritanya jangan lupa like, komen dan vote ya guys 🙏😁 🌷...

Terpopuler

Comments

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

good luck thor lanjutkan

2023-01-30

1

❄️ sin rui ❄️

❄️ sin rui ❄️

bukan lepasin aku , tapi lepaskan aku, bukan ada meeting sama klien tapi ada meeting dengan klien , jadi tolong di perbaikin bahasa nya,

2022-05-19

4

Mogu

Mogu

critanya Rungan ga sbrat crita novel2 genre mafia yg udh ku bca msh biasa z😁😁😁

2022-05-11

0

lihat semua
Episodes
1 Bianca & Axel
2 Merasa takut
3 Pernikahan
4 Di bentak
5 kekejaman Axel
6 Sebuah penyesalan
7 Bianca malu
8 Ketakutan
9 Kesedihan Keluarga Smith
10 Dinda kaget
11 Apa kau yakin?
12 Penyerangan
13 Tentang perasaan
14 Tak sanggup
15 Apa dia mulai gila?
16 Kanker otak stadium awal
17 Flashback
18 Gak mungkin
19 Asisten matre
20 Astaghfirullah
21 Kakek Leon minta cicit
22 Penyesalan sang mantan
23 Dicuekin
24 Dijemput suami
25 Liana sang mantan
26 Kemarahan Axel
27 Kaget
28 Cerewet
29 Masih perawan
30 Di ajak suami
31 Seperti kerbau
32 Yang penting nona bahagia
33 Meminta warisan
34 Eric Sanjaya
35 Tuduhan Bianca
36 Mengerjai istri
37 Berita heboh
38 Membantu keluarga Smith
39 Kakek Leon merajuk
40 Merasa bersalah
41 Apa dia marah padaku!!
42 Apa kau tuli!
43 Jaga ucapanmu!!
44 Malam pertama yang tertunda
45 Kekesalan Faisal
46 Kekhawatiran Axel
47 Pertanyaan konyol sang kakek
48 Lepasin!
49 Bianca kesal
50 Aneh
51 Cengeng
52 Axel jengah
53 Dasar Omes!
54 Bangga
55 Daniel Cengeng
56 Kagak! cari aja sendiri!
57 Hamil
58 Apa yang terjadi!
59 Maaf
60 Karena kau bajingan!
61 Kabar buruk
62 Memaafkan
63 Wiliam iri
64 Harus Sekarang
65 Penyiksaan Raditya
66 Dicurigai Istri Sendiri
67 Mantan Mafia Tapi Penakut
68 Rencana Liana
69 Hilang Sudah
70 Bimo
71 Tangisan Bianca
72 Marah
73 Minuman spesial
74 Bianca kecelakaan
75 Penyesalan Liana
76 Wiliam si perjaka tua
77 Arkansa Leon Alexander (END)
78 Pengumuman
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bianca & Axel
2
Merasa takut
3
Pernikahan
4
Di bentak
5
kekejaman Axel
6
Sebuah penyesalan
7
Bianca malu
8
Ketakutan
9
Kesedihan Keluarga Smith
10
Dinda kaget
11
Apa kau yakin?
12
Penyerangan
13
Tentang perasaan
14
Tak sanggup
15
Apa dia mulai gila?
16
Kanker otak stadium awal
17
Flashback
18
Gak mungkin
19
Asisten matre
20
Astaghfirullah
21
Kakek Leon minta cicit
22
Penyesalan sang mantan
23
Dicuekin
24
Dijemput suami
25
Liana sang mantan
26
Kemarahan Axel
27
Kaget
28
Cerewet
29
Masih perawan
30
Di ajak suami
31
Seperti kerbau
32
Yang penting nona bahagia
33
Meminta warisan
34
Eric Sanjaya
35
Tuduhan Bianca
36
Mengerjai istri
37
Berita heboh
38
Membantu keluarga Smith
39
Kakek Leon merajuk
40
Merasa bersalah
41
Apa dia marah padaku!!
42
Apa kau tuli!
43
Jaga ucapanmu!!
44
Malam pertama yang tertunda
45
Kekesalan Faisal
46
Kekhawatiran Axel
47
Pertanyaan konyol sang kakek
48
Lepasin!
49
Bianca kesal
50
Aneh
51
Cengeng
52
Axel jengah
53
Dasar Omes!
54
Bangga
55
Daniel Cengeng
56
Kagak! cari aja sendiri!
57
Hamil
58
Apa yang terjadi!
59
Maaf
60
Karena kau bajingan!
61
Kabar buruk
62
Memaafkan
63
Wiliam iri
64
Harus Sekarang
65
Penyiksaan Raditya
66
Dicurigai Istri Sendiri
67
Mantan Mafia Tapi Penakut
68
Rencana Liana
69
Hilang Sudah
70
Bimo
71
Tangisan Bianca
72
Marah
73
Minuman spesial
74
Bianca kecelakaan
75
Penyesalan Liana
76
Wiliam si perjaka tua
77
Arkansa Leon Alexander (END)
78
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!