...🌷SELAMAT MEMBACA🌷...
...----------------...
Dalam sebuah gedung yang bernama Xander Grup, Axel terlihat berjalan dengan cool dan tak lupa muka papan datarnya menuju ruangan CEO yang diikuti oleh Marsel.
Para karyawan karyawati disana langsung menunduk hormat dan menyapa ramah saat melihat bos mereka datang.
Axel sendiri hanya membalasnya dengan mengangguk kan sedikit kepala nya.
"pagi bos" sapa resepsionis dengan ramah dan sopan.
Dan balasan nya tetap sama seperti sebelumnya.
Axel yang telah sampai dalam ruangan nya langsung mendudukkan bokongnya diatas singgasananya alias kursi kerja nya.
"sel, apakah ada meeting nanti?" tanya Axel yang telah membuka laptopnya.
"ada bos, nanti pukul 10.30" jawab Marsel.
"ya sudah, kau pergi lah keruangan mu" suruh Axel tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas berkas dokumen yang ada di meja kerjanya.
"baik bos" lalu Marsel keluar dari ruangan itu dan pergi ke ruangan kerjanya yang berada di sebelah kanan ruangan bos nya.
Tak lama setelah Marsel keluar, pintu nya di ketok dari luar.
'tok, tok' bunyi ketokan pintu.
Axel yang mendengar langsung bersuara,
"Masuk" tegas Axel.
Setelah itu, masuk lah seorang wanita membawa sebuah berkas dan melangkahkan kakinya mendekat kearah meja kerja Axel.
Axel yang sudah mengerti langsung meminta berkas yang dipegang wanita itu dan langsung mentanda tangani.
"terimakasih bos, kalau begitu saya permisi dulu" ucap wanita tersenyum sok manis.
Axel hanya acuh tanpa melihat kearah wanita itu. Karena memang sifatnya begitu.
Setelah keluar dari ruangan bosnya, Wanita langsung mengumpat dalam hatinya.
"dasar es batu,"
Lalu pergi ke ruangan kerjanya dengan raut kesalnya.
...
Di apartemen, Bianca terlihat sedang beres beres akan pergi ke kampus.
Diluar juga telah ditunggu oleh Dinda karena jadwal kuliah mereka sama.
Beberapa saat kemudian, Bianca pergi keluar setelah menutup dan mengunci pintu nya.
"yuk berangkat" kata Bianca setelah berada dekat Dinda.
Lalu kedua masuk kedalam mobil, dan langsung tancap pergi ke kampus.
Setelah sejam menempuh perjalanan mereka sampai di kampus.
"bii, temanin aku kekantin dulu yuk, belum sarapan soalnya" ajak Dinda yang merasa lapar karena belum sarapan pagi.
"kamu mah kebiasaan banget, pagi pagi itu sarapan dulu baru berangkat" ucap Bianca yang sudah tau kebiasaan sahabat nya itu.
"hehehe...lupa bii" cengir Dinda yang langsung menarik Bianca pergi ke kantin.
Setelah sampai di kantin, Dinda langsung memesan makanan nya dan mendudukkan bokongnya di tempat kosong bersama Bianca.
Saat pesanan Dinda telah datang, ia langsung memakannya dengan lahap karena merasa lapar sekali.
Beberapa menit setelah itu, mereka pergi memasuki ruangan mereka karena sudah waktunya masuk.
Benar saja baru saja duduk, dosen yang mengajar juga masuk.
Bagian pojok belakang terlihat seorang pemuda yang menatap terus kearah Bianca duduk.
"makin lama lo makin cantik aja bii, gue makin cinta sama lo" gumam pemuda itu sambil senyum senyum sendiri.
Pak dosen yang tak sengaja melihat kearah pemuda itu langsung berteriak dan memarahi nya.
"Faisal...apa yang kau pikirkan? perhatikan saya bukan teman kamu" karena ia melihat Faisal menatap kearah samping kanannya.
Faisal yang tersadar hanya cengengesan dan kembali menatap kedepan.
Mahasiswa lain disana hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Faisal.
🌿🌿🌿
Di kantor, Axel sekarang terlihat sedang melakukan meeting bersama para klien nya yang didampingi oleh Marsel.
Beberapa saat setelah selesai melakukan meeting, Axel kembali keruangan nya yang diikuti oleh Marsel.
"sel, apa kau bisa pergi ke markas?"
Marsel tentu saja dengan cepat mengangguk.
"hmm...kau bawa Wiliam ke mansion pribadi ku tapi sebelum itu buat dia tak sadarkan diri dan kau awasi dia sampai saya kesana nanti"
Tanpa bertanya Marsel melaksanakan perintah bosnya dan pergi ke markas.
Setelah melihat Marsel pergi, Axel memasuki kamar nya, karena dalam ruangan nya itu juga ada kamar pribadi nya.
Baru saja akan merebahkan badannya di atas tempat tidur, tiba tiba saja handphone nya berdering.
Saat melihat ternyata dari salah satu Anggota mafianya.
"hm...ada apa?" dingin Axel.
"bos, ini gawat sekali. Pria yang kita sekap tiba tiba saja mengeluarkan darah dari hidung nya dan berteriak kencang mengatakan kepalanya sakit sekali" jelas pria itu mulai panik.
"apa dia mulai gila" sinis Axel tanpa menghiraukan persoalan hidung berdarah.
"tidak tau bos, tapi bisa jadi bos"
"biarkan saja, yang terpenting kau awasi saja sampai Marsel datang"
"baik bos"
Setelah mengakhiri panggilan nya, Axel terlihat mulai berpikir.
"apa mungkin ya dia jadi gila" pikir Axel.
Lalu ia menghubungi marsel,
"ya bos?" jawab Marsel dari sana.
"nanti kau panggil dokter untuk memeriksa Wiliam"
Walaupun Marsel sedikit kebingungan tapi tetap mengiyakan nya.
Setelah selesai menghubungi marsel, Axel langsung keluar dari ruangan nya.
"nanti kalau ada yang mencari saya bilang saja saya lagi pergi" pesan Axel nada tegas nya pada resepsionis disana.
"baik bos"
Setelah itu, Axel melanjutkan langkahnya keluar.
Kembali ketempat Bianca yang masih berada di kampus, sekarang ia sama Dinda lagi nyantai di taman.
Saat asyik ngobrol datang Faisal bersama salah satu teman nya yang bernama Agil.
"ngobrol apaan kalian, kita boleh gabung gak" ujar Faisal sedikit kepo.
"ck, ganggu aja lo" ketus Dinda yang tak sudah obrolan nya diganggu oleh Faisal.
"ya elah, gitu amat lo sama gue. ingat Din, gue ini sepupu lo" kesal Faisal karena di ketusin oleh Dinda.
"pms kali sal" celetuk Agil sambil ketawa meledek.
Dinda hanya memutar matanya melas mendengarnya,
"mau ngapain kalian kesini? mendingan pergi sana, ganggu aja" usir Dinda.
"udah biarin aja Din" lerai Bianca.
Tapi Dinda tetap kesal, lalu langsung berdiri dari duduknya dan mengajak Bianca pergi dari sana. Bianca mengiyakan saja dan mengikuti Dinda.
"Benar kan kata gue, tu anak pasti lagi pms" kata Agil.
"gak tau gue. ck, padahal kan gue cuman mau dekat Bianca doang"
"lo juga sih, kalau mau dekatin Bianca jangan saat ada Dinda. atau lo ajak aja Bianca jalan jalan biar gak ada yang gangguin"
Faisal hanya mengangguk saja tapi sebenarnya ia pernah ngajak Bianca jalan jalan atau ketemuan tapi Bianca langsung nolak.
"udah, lo sabar aja dulu. atau lo pacaran aja sana sama Yola dia kan juga cantik" saran Agil.
"ck, gak minat gue" tolak Faisal mentah mentah, karena ia gak ada tertarik sedikitpun dengan Yola, walau cantik tapi ia tak tertarik sama sekali.
"tapikan dia suka tuh sama lo, emng dari mana salah nya sih, dia kan juga cantik, anak orang kaya lagi" bingung Agil.
"tapi kan gue nya yang kagak suka tolol!" Geram Faisal karena temannya itu gak mengerti juga.
"lagian gue juga gak suka tuh sama sikap nya" sambung Faisal.
Agil yang tau hanya manggut-manggut saja. Karena Yola itu orang nya suka sombong dan merendahkan orang lain, ditambah lagi dia suka banget membully mahasiswi tak disukainya.
Dan untuk Bianca sebenarnya pernah hampir di bully karena dia tak terima Faisal menyukai Bianca, tapi untung saja Faisal dengan cepat membantu dan memarahi dan memaki Yola. Sejak saat itu Yola tak berani membully Bianca karena takut Faisal makin benci padanya.
BERSAMBUNG...
...🌷Bagi yang suka ceritanya jangan lupa like, komen, vote and favorit ya guys 🙏😁🌷...
Salam hangat dari author 😘😘 semoga kalian suka😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
Imam Sutoto Suro
excellent story'thor lanjutkan seruuuu banget
2023-01-30
1
Wulan
Faisal dekati terus Jo Bianca,biar Jo Alex cemburu
2022-07-28
0
Kenzi Kenzi
kasian jg william.......sakit berbahaya tuh
2022-03-14
2