kekejaman Axel

...🌷SELAMAT MEMBACA🌷...

...----------------...

Malam harinya,

Axel sudah berada di markas mafianya dengan pakaian hitam dan topi hitamnya.

"hmm... berangkat"

perintah Axel dengan tegas.

Setelah itu, anggota yang ikut misi langsung berangkat ketempat tujuan dengan senjata lengkap.

Axel sebelum pergi mengambil samurai kesayangannya dan pistol yang ia selipkan di kantong celananya.

Marsel juga ikutan tapi hanya membawa pistol.

Lalu mereka langsung berangkat menyusul para anggota nya yang sudah duluan.

Sesampai di depan sebuah rumah atau lebih tepatnya markas dari mafia musuh bebuyutan Axel.

Axel memang tidak pernah main main dan dengan kejamnya ia memerintahkan semua anggota nya menyerang markas itu.

"Bunuh mereka semua nya tanpa ampun"

"Sel, kau ambil alih tangan kanannya tapi jangan langsung dibunuh"

Marsel dengan patuh melaksanakan perintah Bosnya itu.

Dan untuk Axel sendiri ia akan langsung menyerang ketua mafianya karena memang itu tujuan utama nya.

Didalam markas mereka yang tiba-tiba saja mendapatkan serangan tentu sangat marah dan langsung melawan nya.

Di sebuah ruangan terlihat seorang pria yaitu ketuanya sendiri.

"Siapa yang berani menyerang markas ku?" marah Pria itu sambil melemparkan gelas yang ia pegang.

Dan tiba-tiba saja pintu nya sudah ditendang seseorang dan siapa lagi kalo bukan Axel.

Melihat siapa yang datang ia langsung kaget.

"Kau...jadi ini ulah kau sialan!"

marah Pria itu sudah tak tertahankan lagi.

"kenapa?hmm...kau marah, hahaha..."

ejek Axel sambil tertawa dingin.

"Kau liat samurai kesayangan ku sudah tak sabaran mencicipi darah segarmu"

Kata Axel sambil membuka sarung samurai nya.

Pria itu juga tak tinggal diam, ia juga mengambil pedang nya.

Dan triing, keduanya langsung saling menyerang.

Untuk Axel ia segaja hanya melukai kaki, tangan lawannya itu.

Saat melihat lawannya sudah kelelahan dengan lincah Axel melempar pedang pria itu.

"begini saja kau sudah kelelahan, Ckck...kau tidak cocok menjadi mafia terkuat seperti ku"

ejek Axel sambil menendang perut pria itu dengan kuat.

"Aaaakkh...sialan kau!"

Mendengar teriakkan dan umpatan pria itu Axel hanya tersenyum iblis.

Pria itu sangat kesusahan berdiri karena kakinya sangat sakit, darahnya juga sudah berceceran di lantai.

"Ini semua karma untuk mu karena sudah berani mencari masalah dengan seorang Axel Alexander, hihihi..."

Pria itu bernama William dia berusia 30 tahun.

Mendengar nada suara dan tawa Axel ia merasa merinding.

Doorr...

"aakkhh..." teriak Wiliam kesakitan ditangan kanannya yang ditembak Axel.

Mendengar teriak kesakitan Wiliam, Axel menjadi semakin

senang.

Wiliam hanya pasrah, sekarang ia sendiri merasakan kekejaman seorang Axel, apalagi nanti tidak tau penyiksaan seperti apa ia rasakan dari musuhnya itu.

"kalian cepat bawa dia?"

perintah Axel pada anggota nya yang sudah selesai mengerjakan tugas nya.

"baik bos"

dua orang anggotanya langsung membawa Wiliam keluar.

"Dan kalian ambil semua senjata yang ada disini"

perintah Axel kepada yang lainnya.

Untuk Marsel sendiri ia sudah berada dekat mobil bersama tangan kanan Wiliam yang sudah hampir sekarat.

Setelah semuanya selesai, Axel langsung meledakkan markas itu dengan beberapa bom yang sudah ia pasang disana.

Lalu mereka langsung pergi kembali ke markas.

🌿🌿🌿

Di apartemen Bianca terlihat sedang menonton tv, ia belum bisa tidur karena belum melihat suaminya pulang.

"mas Axel kok belum pulang ya?apa dia masih kerja?"

cemas Bianca, walaupun sikap Axel tak baik padanya tapi ia tetap akan menjadi istri yang baik, karena ia juga yakin suaminya itu pasti bakalan berubah.

Beberapa jam kemudian, Bianca kembali melihat jam didinding disana sudah menunjukkan pukul 01.00 malam tapi suaminya itu masih tak terlihat batang hidungnya.

Bianca juga sudah sangat mengantuk sekali.

Dan akhirnya, Bianca langsung ketiduran diatas sofa itu.

Axel kini sudah berada di rumahnya, habis dari markas tadi ia langsung pergi kerumahnya bersama Marsel.

Dia sedang santai sambil mengisap rokok. Disebelah nya juga ada Marsel yang juga lagi merokok.

"Bos gak balik ke apartemen?"

tanya Marsel.

"gk" cuek Axel.

"gitu amat bos, nanti kalo istri bos diculik gimana? kan bos juga yang susah"

kata Marsel mencoba membujuk sibos.

"kau ini cerewet sekali"

jengkel Axel yang sudah membuang rokoknya, lalu berdiri dari duduknya.

"eh, mau kemana bos?"

Tapi sibos tidak menjawab sama sekali yang sudah berjalan memasuki lift menuju lantai atas.

Marsel yang sudah melihat nya hanya mendesah, ia pikir sibos akan pergi ke apartemen tempat nona Bianca.

"begini amat punya bos, hahhh.."

Setelah itu, Marsel pergi ke kamar nya yang berada di lantai bawah.

Belum sampai memasuki kamar nya, sibos memanggil lagi yang ternyata sudah berada di bawah.

"apa bos?"

"apa kau ada punya no hp dia?"

Marsel tidak mengerti maksud bos nya itu.

"siapa sih bos?" tanya Marsel kebingungan.

"Bianca" jawab Axel padat dan jelas.

Marsel langsung tepok jidat mendengar pertanyaan si bos.

Rasanya pengen menampar wajah menyebalkan sibos.

"Astaga bos, nona bianca kan istri bos ngapain tanya saya, mana saya tau bos"

kesal Marsel.

"kau terlihat kesal, apa mau gajimu saya potong dua kali lipat"

ancam Axel karena tak suka melihat wajah kesal Marsel terhadap dirinya.

"ehehe...kagak bos, mana ada saya kesal cuman heran aja gitu, masak bos tanya no istri bos sama saya,"

jawab Marsel agak kikuk karena takut ancaman sibos.

"hmm..."

acuh Axel, lalu melangkah kan kakinya keluar.

Marsel sudah tau sibos akan kemana hanya tersenyum meledek.

"banyak gaya sibos, ckckck..."

Setelah berkata seperti itu, Marsel berbalik memasuki kamar nya.

...

Bianca yang terbangun dari tidurnya langsung tersadar dan langsung berjalan mendekati kamar sang suami.

"apa mas Axel udah pulang?"

tanya Bianca pada dirinya sendiri.

Lalu ia melihat kearah rak sepatu dan disana tidak ada sepatu yang dipakai suaminya tadi, berarti suaminya itu belum kembali.

"oke, sadar bi, suami kamu itu kan orang kaya raya bisa jadi dia lagi dirumahnya sekarang"

ucap Bianca pada dirinya sendiri.

Setelah itu, Bianca pergi kekamar nya dan merebahkan dirinya diatas ranjang.

"Ayah, ibu, aku kangen sama kalian? kenapa kalian meninggalkan Bianca sendirian, hiks, hiks..."

Bianca terus menatap keatas dengan air mata terus mengalir bagaikan air mancur.

Ia tidak tau kapan ia bisa meluluhkan hati suaminya dan mendapatkan cinta dan kasih sayang sang suami.

Walaupun baru beberapa hari setelah menikah, Bianca sudah menetapkan hatinya hanya untuk suaminya dan anak anaknya kelak.

Tetapi kalau ia sudah tidak ditakdirkan untuk bersama dengan sang suami lagi, ia akan merelakan nya.

Tapi ia juga melihat kakek Leon sangat berharap dirinya bisa merubah dan meluluhkan suaminya itu.

Satu lagi yang bikin Bianca penasaran yaitu tentang kedua orangtua suaminya itu karena ia tidak pernah melihat mereka.

Apa mungkin mereka juga sudah tiada atau tidak berada di kota ini?

Setelah bosan melamun dan berpikir Bianca akhirnya terlelap kembali dengan air mata sudah mengering di pipinya.

Belum lama Bianca terlelap terdengar pintu apartemen nya dibuka dan pelaku nya Axel.

"apa dia sudah tidur?" pikir Axel.

Karena ia yakin Bianca sudah tidur, Axel pergi memasuki kamar nya.

BERSAMBUNG...

...🌷Bagi yang suka ceritanya jangan lupa like, komen dan vote ya guys 🙏😁🌷...

Terpopuler

Comments

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

keren thor lanjutkan

2023-01-30

1

Mr.VANO

Mr.VANO

sabar bi,kesabaramu suatu saat nanti membuahkan asil

2022-04-17

0

Eni Purwanti

Eni Purwanti

sabar bi....

2022-04-10

0

lihat semua
Episodes
1 Bianca & Axel
2 Merasa takut
3 Pernikahan
4 Di bentak
5 kekejaman Axel
6 Sebuah penyesalan
7 Bianca malu
8 Ketakutan
9 Kesedihan Keluarga Smith
10 Dinda kaget
11 Apa kau yakin?
12 Penyerangan
13 Tentang perasaan
14 Tak sanggup
15 Apa dia mulai gila?
16 Kanker otak stadium awal
17 Flashback
18 Gak mungkin
19 Asisten matre
20 Astaghfirullah
21 Kakek Leon minta cicit
22 Penyesalan sang mantan
23 Dicuekin
24 Dijemput suami
25 Liana sang mantan
26 Kemarahan Axel
27 Kaget
28 Cerewet
29 Masih perawan
30 Di ajak suami
31 Seperti kerbau
32 Yang penting nona bahagia
33 Meminta warisan
34 Eric Sanjaya
35 Tuduhan Bianca
36 Mengerjai istri
37 Berita heboh
38 Membantu keluarga Smith
39 Kakek Leon merajuk
40 Merasa bersalah
41 Apa dia marah padaku!!
42 Apa kau tuli!
43 Jaga ucapanmu!!
44 Malam pertama yang tertunda
45 Kekesalan Faisal
46 Kekhawatiran Axel
47 Pertanyaan konyol sang kakek
48 Lepasin!
49 Bianca kesal
50 Aneh
51 Cengeng
52 Axel jengah
53 Dasar Omes!
54 Bangga
55 Daniel Cengeng
56 Kagak! cari aja sendiri!
57 Hamil
58 Apa yang terjadi!
59 Maaf
60 Karena kau bajingan!
61 Kabar buruk
62 Memaafkan
63 Wiliam iri
64 Harus Sekarang
65 Penyiksaan Raditya
66 Dicurigai Istri Sendiri
67 Mantan Mafia Tapi Penakut
68 Rencana Liana
69 Hilang Sudah
70 Bimo
71 Tangisan Bianca
72 Marah
73 Minuman spesial
74 Bianca kecelakaan
75 Penyesalan Liana
76 Wiliam si perjaka tua
77 Arkansa Leon Alexander (END)
78 Pengumuman
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bianca & Axel
2
Merasa takut
3
Pernikahan
4
Di bentak
5
kekejaman Axel
6
Sebuah penyesalan
7
Bianca malu
8
Ketakutan
9
Kesedihan Keluarga Smith
10
Dinda kaget
11
Apa kau yakin?
12
Penyerangan
13
Tentang perasaan
14
Tak sanggup
15
Apa dia mulai gila?
16
Kanker otak stadium awal
17
Flashback
18
Gak mungkin
19
Asisten matre
20
Astaghfirullah
21
Kakek Leon minta cicit
22
Penyesalan sang mantan
23
Dicuekin
24
Dijemput suami
25
Liana sang mantan
26
Kemarahan Axel
27
Kaget
28
Cerewet
29
Masih perawan
30
Di ajak suami
31
Seperti kerbau
32
Yang penting nona bahagia
33
Meminta warisan
34
Eric Sanjaya
35
Tuduhan Bianca
36
Mengerjai istri
37
Berita heboh
38
Membantu keluarga Smith
39
Kakek Leon merajuk
40
Merasa bersalah
41
Apa dia marah padaku!!
42
Apa kau tuli!
43
Jaga ucapanmu!!
44
Malam pertama yang tertunda
45
Kekesalan Faisal
46
Kekhawatiran Axel
47
Pertanyaan konyol sang kakek
48
Lepasin!
49
Bianca kesal
50
Aneh
51
Cengeng
52
Axel jengah
53
Dasar Omes!
54
Bangga
55
Daniel Cengeng
56
Kagak! cari aja sendiri!
57
Hamil
58
Apa yang terjadi!
59
Maaf
60
Karena kau bajingan!
61
Kabar buruk
62
Memaafkan
63
Wiliam iri
64
Harus Sekarang
65
Penyiksaan Raditya
66
Dicurigai Istri Sendiri
67
Mantan Mafia Tapi Penakut
68
Rencana Liana
69
Hilang Sudah
70
Bimo
71
Tangisan Bianca
72
Marah
73
Minuman spesial
74
Bianca kecelakaan
75
Penyesalan Liana
76
Wiliam si perjaka tua
77
Arkansa Leon Alexander (END)
78
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!