Sementara Alika kembali ke sekolah sedangkan Lucas pergi meninggalkannya sementara waktu untuk menumpas para aliansi black dog yang mengincar dirinya.
Saat ini Lucas sedang memainkan trik tarik ulur membuat jebakan untuk Johan dan Raiden demi untuk melumpuhkannya. Tidak segan-segan dia bersama CIA menjatuhkan dua bidak di dasar hutan penuh semak-semak. Abigail mengatur seluruh strategi untuk menjebak Raiden dan Johan dengan alat tembak bius sebelum ia meloloskan diri. Mereka mulai menyalakan monitor untuk saling komunikasi dan memantau musuh agar tidak terjebak trik kotor dua bidak itu.
“Tes 1,2,3,..monitor, monitor”, coba Abigail untuk memeriksa monitor.
“Apakah alat monitor sudah bisa untuk digunakan?”, tanya Abigail.
“Sudah, Mr.”, ucap salah satu anak buah.
“Lucas!”, panggil Abigail. Lalu Lucas berlari menghampiri Abigail.
“Bagaimana, semua sudah siap?”,
“Yes, sir”, ucap Beni yang sejak tadi bersama dengan Abigail.
“Kali ini kita harus berusaha menekan nyawanya agar tidak banyak terjerumus perangkap mereka. Raiden dan Johan sudah merugikan banyak pengusaha kecil. Apalagi mereka selalu menjual barang ilegal lewat jalur pelabuhan. Kali ini kita tidak boleh terinjak kedua kalinya dengan otak licik bidak itu”, ucap Abigail yang sudah siap dengan pengaman anti peluru juga alat tembaknya.
“Ya, kamu benar. Sebelum dapat rajanya kita harus mematikan bidaknya”, ucap Lucas sambil berkacak pinggang.
“Semuanya sudah siap?”, tanya Abigail
“Yes, sir”, ucap seluruh anak buah aliansi gabungan milik Lucas dan Abigail.
“Kalian hanya perlu melumpuhkan, jika kalian terpojokkan, semua bisa kalian bunuh tanpa dikata”, perintah Abigail
“Baik sir”, ucap para aliansi gabungan bersamaan.
Lucas bersiap mengambil tempat persembunyian barang-barang ilegal bersama lima anak buah dan satu kaki tangannya. Sedangkan Abigail dengan bawahannya mengambil sayap kiri dekat bekas box truk yang ditingglkan. Kemudian lainnya mengambil sayap yang telah ditentukan.
Ketika Lucas sedang menghadapi bahaya, saat ini Alika sedang bersenda gurau dengan teman-temannya di tempat nongkrong cafe.
“Min kamu mau pesan apa?”, tanya Raina.
“Aku mau pesan yang manis saja seperti Axel”, goda Aminah menatap Axel yang dibalas hanya senyuman saja.
“Tahu ah”, kesal Raina, “mbak saya pesan kopi latte dan cheese cake”, pesan Raina
“Kalau saya capuccino sama bread cheese”, pesan Alika
“ Aku samain aja dengan Axel, apa aja aku pasti menyukai kok”, dengan mengedipkan dua matanya
“pletak”,pukulan Raina untuk kepala Aminah, “auchh”,mengadu sakit membuat orang disekitarnya tertawa, “wah tawamu menawan Axel mengalihkan duniaku, jika aku beri kesempatan bersamamu pasti sudah aku bawa pulang dan kupeluk”, ucap Aminah terus menggoda
“iuhhhh”, ejek dua teman Aminah.
“Jangan Axel dengan Aminah, nanti hari-harimu terasa tersiksa. Karena yang meluk bukan Aminah saja simbahnya juga suka meluk”, ejek Raina dengan kekehan bersama
“Yak, jangan bawa mbahku dong. Kasihan dia meskipun tidak dipungkiri..”, ucap Aminah
Gilang tiba-tiba datang belakangan lalu ikut menimbrung, “halo gaes!”, ucapnya, “sorry telat, aku harus menjemput adikku dahulu ini”, ucap kembali sambil mencubit kedua pipi dengan gemas.
“Hallo”, sapa semuanya.
“Siapa ini adik gemas cantik?”, tanya Aminah
“Dia Farhana”, ucap Gilang
“Ayo duduk”, ajak Gilang dengan menarik tangannya.
“Kak, aku tidak suka disini. Sudah kubilang aku ingin makan steak”, kesal Farhana.
“Besok lagi steaknya, Farhana”, ucap Gilang sambil membujuk adiknya agar tidak cemberut terus.
“Lik, aku boleh tahu gak dua hari yang lalu om-om bule itu siapa sih?”, tanya Gilang mengunyah macaron
“Di..dia itu..”, ragu Alika
“Dia itu uncle nya Alika gitu deh”, sahut Aminah
“Kayak possesive gitu, masak iya uncle nya”, ucap Gilang apa adanya
“uhuk huk”, batuk Alika saat mendengar ucapan Gilang.
“Ya wajar saja, Alika kan sejak kecil tidak dapat perhatian orang tua. Jadi uncle itu yang sering memperhatikannya. Meski possesive tapi dia itu cool kayak ayang Axel”, sahut Aminah membantu menjawabnya
“Sudahlah, lupakan masa lalu. Kita harus menengok ke depan iya kan Axel”, ucap Aminah sambil melirik Axel yang sedang berkecamuk pikirannya.
Setelah selesai mereka makan, mereka kembali ke rumah masing-masing dengan diantar oleh Axel. Ketika tiba di kamar, Alika merasa ada yang aneh dengan dirinya entah perasaan apa yang mengganggu hatinya. Alika lalu mengenyahkan semua pikiran buruk dengan pergi ke kamar mandi membersihkan badannya.
Saat ini Lucas sedang berseteru dengan dua bidak black dog, “dor..., dor.., dor..”, tembakan melesat di dada bidangnya musuh hingga ia tergeletak. Mereka terus mengejar Raiden dan Johan yang berpencar.
Pada saat sedang berlari Lucas terkena tembakan dari anak buah Raiden dan Johan bagian bahunya. Membuat Lucas terjatuh dan merintih kesakitan,” auchh..,” adunya. Ia memegang bahunya yang tertembak sedangkan musuh yang telah menembak Lucas dihempaskan oleh Beny dan membantu Lucas berdiri.
Abigail yang berada di sayap kanan berhasil meringkus Johan dengan sekali tembak menggunakan obat bis setelah kakinya tertembak oleh komplotan milik Lucas. Mereka mengakhiri pengejaran setelah banyak anak buahnya tertembak, walaupun hanya menangkap Johan itu sudah luar biasa meski tidak mendapatkan Raiden.
Seluruh aliansi gabungan bubar dan menuntun teman-temannya yang terluka untuk segerah diobati begitu dengan Abigail dan Lucas.
Raiden yang berhasil melarikan diri saat ini berada di markas milik Ozzie. Saat masuk ia mendapatkan hantaman dari Christoper membuat Raiden tersungkur.
“Uhuk..uhuk.., Maaf sir kami telah ceroboh”, permintaan maaf dari Raiden sambil mengusap ujung bibir yang berdarah dan memegang perut.
“Baiklah, akan aku maafkan, lain kali hati-hati”, ucap Ozxid yang duduk dengan dua kaki diatas meja sambil memijat pelipis.
“Gara-gara bocor data kita dihabisi aliansi gabungan. Saat ini kita hentikan terlebih dahulu. Mungkin satu sampai tiga bulan baru kita buka kembali. Jangan sampai jajaran kita di ketahui polisi ataupun CIA”, jelas Ozzie sambil menurunkan kakinya.
“Saat ini yang perlu kita pikirkan yaitu menghabisi Johan yang telah tertangkap”, perintah Ozzie.
“Jangan sir”, suara keras dari Raiden untuk melindungi Johan sahabat kecilnya, “kita masih membutuhkannya,kecerdasan dia kita bisa sampai disini”,ucap Raiden dengan rasa takut
“Baiklah, kita akan menyuruh anak buah kita yang menyelundup menjadi mata-mata di CIA. Jika dia pengkhianat aku akan musnahkan”, ucap tegas dari Ozzie sambil berlalu meninggalkan Raiden.
Raiden hanya mampu menunduk saat Ozzie menepuk pundaknya. Saat ini Raiden diambang kegalauan karena Johan yang tertangkap. Ia hanya berharap bahwa Johan bisa melarikan diri dengan bantuan mata-mata dari Ozzie. Raiden pergi mengikuti Ozzie kembali ke kediaman miliknya bersama anak buah lainnya.
Sementara menginterogasi Johan belum menemukan info apa-apa saking setianya terhadap Ozzie yang tidak di ketahui oleh siapa pun. Lucas dan Abigail sangat marah namun mereka akan segerah mencari tahu dalang semua keributan terjadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
pat_pat
aku mampir❤️
2021-09-10
1