Alika terbangun dari tidurnya karena terganggu oleh sorotan cahanya yang lewat dari sela-sela jendela. Dia mengucek matanya untuk menyesuaikan dengan cahaya. Saat ini mata Alika bengkak dan sedikit pegal karena habis menangis semalam. Alika baru menyadari saat ini dia sudah berganti gaun menjadi baju tidur.
“Siapa yang menggantikan gaun menjadi baju tidur”, batin Alika mencoba mengingat-ingat. Saat sedang mengingat-ingat tiba-tiba ada seorang pembantu datang.
“Maaf nona saya mengganggu istrirahat anda. Saya kesini mau memastikan nona sudah bangu apa belum? Karena saya di perintahkan tuan untuk menyiapkan air mandi dan pakaian. Sekarang nona sudah bangun saya siapkan terlebih dahulu. Nona tetaplah di sini”, ucap pembantu itu dengan melangkah ke kamar mandi meninggalkan Alika. Tidak butuh waktu lama pembantu itu keluar dan menemuj Alika.
“Sudah selesai nona, silahkan membersihkan badan”, ucap pembantu itu dengan hormat.
“Maaf nama anda siapa?”, tanya Alika ingin tahu sebab nanti dia akan meminta tolong kepadanya.
“Nama saya Magareth, nona”, jawabnya.
“Apa semalam anda yang mengganti baju saya?” tanya Alika
“Iya nona. Tuan yang memerintahkan saya”, jawab Magareth.
“Jika nona sudah selesai menanyakan silahkan bersihkan badan dahulu. Nanti saya akan bawakan makanannya keatas”, ucap Magareth sambil berlalu.
Alika termangu sebentar lalu beranjak pergi membersihkan badan yang sudah di siapkan oleh Magareth. Ia menikmati berendamnya lalu seelah setengah jam ia beranjak ke arah shower kemudian memakai gaun yang disiapkan dan suguhan berbagai hidangan yang tertata rapi di meja tempat tidurnya. Alika menyantap sambil melihat sekelilingnya.
Usai berlibur sekolah satu minggu Aminah dan Raina berangkat diantar oleh Daniel dengan memaksa.
“Ayo, biar aku antar”, ajak Daniel.
“Tidak u..usah. Aku biasanya juga diantar pak sopir angkut”, ucap Aminah
“Mulai sekarang akan aku antar kamu ke sekolah”, ucap Daniel tanpa bantahan.
“Ihh nyebelin, dasar pria berwajah malaikat tapi seperti iblis sikapnya”, umpat Aminah dalam batin
Ketika keluar rumah Aminah melihat Raina yang sesang keluar dan mengunci gerbangnya lalu memanggilnya, “Rain! Raina!” dengan melambaikan tangan. Raina yang masih berjarak jauh menoleh dengan menggeleng kepala dan lari menghampiri.
“Rain kita berangkat bareng yuk”, ajak Aminah dengan menggadeng lengan milik Raina
“Kan biasanya kita berangkat bareng”, ucap Raina yang tidak mengerti.
Pada saat mereka sedang berjalan dihentikan Daniel keluar dari mobil.
“Aminah sudah aku bilang biar aku antar. Ayo masuk”, ucap Daniel
“Iya, iya deh”, ucap Aminah dengan patuh sambil menarik tangan Raina.
Aminah duduk di belakang bersama Raina membuat Daniel marah.
“Min! Aminah.., aku hitung tiga nanti selesai pulang sekolah aku hukum”, kesal Daniel
“Sa...”, saat Daniel akan memulai hitungan, Aminah keluar dengan wajah marahnya dan duduk di sebelah Daniel sedankan Raina hanya menggeleng kepala melihat pertengkaran dua sejoli.
Suasana hening di dalam mobil hingga sesampai di sekolah begitu lama untuk Raina yang sejak tadi resah dalam keheningan yang biasanya mendengarkan ocehan dari Aminah. Raina menghembuskan nafas kasar nan lega saat turun dari mobil Daniel, “uh... ahhhh”. “Lega akhirnya sampai”, batin Raina dengan berjalan beriringan bersama Aminah yang sejak tadi nyemil kuaci.
Beberapa hari Alika tidak pernah melihat batang hidung Lucas setelah pernikahannya. Alika merasa antara merindukan dan kesal. Alika bertanya pada pembantu yang bekerja di manshion nan megah ini.
“Mrs. Magareth!”, panggil Alika
“Ya, nona ada apa?”, tanya Magareth.
“Apa kamu tahu tuan kalian tidak pulang beberapa hari ini?”, tanya Alika dengan penasaran.
“Tuan hanya mengatakan pada saya untuk menjaga nona karena beberapa hari ini tuan sedang menyelesaikan tugas. Begitu katanya”
“Makasih ya Mrs. Magareth” , ucap Alika sambil berlalu ke ruang tengah.
“Dia itu nyebelin, kejam, mesum, sekarang dia tidak pulang tanpa memeberikan pertanggung jawaban”, batin Alika dengan kesal dan mengumpat.
Lucas sedang melihat photo istrinya yang di rindukan di dalam ruang bawah tanah setelah menghabisi pengkhianatan dari anak buah yang ikut andil bekerja sama dengan Al-Faruk sepupunya sendiri yang terbuang, dengan tangannya dipenuhi darah milik ba*****n.
“Aku merindukan kamu. Tunggulah sebentar lagi”, suara hati Lucas dengan senyum lembut untum gambar Alika di ponselnya.
Tiba-tiba anak buahnya datang dengan membawa beberapa bukti untuk melenyapkan musuh.
“Maaf tuan, ini bukti yang harus anda cek untuk kebenarannya”, ucap Derry kaki tangannya.
“Baik, kerja bagus”, puji Lucas untuk Derry. “Sekarang kita kembali ke kantor untuk rapat hari ini”, ucap Lucas berjalan ke mobil BMW 7 warna putih dengan melesat ke apartemen lalu di lanjutkan pergi ke kantor.
Saat Lucas telah tiba sekretaris bernama Lucy menghampirinya dan membacakan beberapa jadwal yang harus dihadiri olehnya.
"Maaf tuan, setelah jadwal ulang saat tuan meminta untuk cuti. Hari ini ada tiga jadwal yang harus tuan lakukan. Pertama tuan harus melakasanakan rapat untuk resort yang dibangun ulang sesuai deadline yang tuan rencanakan. Kedua tuan harus menemui Mr.Kendric mengenai kerja sama tentang iklan. Ketiga tuan menemui gadis anda yang sudah menunggu beberapa hari di masion anda", ucap sekretaris dengan senyum dan begitupun Lucas.
"Kerja bagus, Lucy", puji Lucas untuk sekretarisnya yang sudah di percaya. Ia juga cukup handal dalam pekerjaan yang diberikan oleh Lucas. Membuat Lucas selalu puas dalam pekerjaannya.
Alika yang tengah berada di mansion hanya berjalan di setiap sudut ruangan untuk mengaggumi setiap interior ruangan yang saat ini dirinya tinggali.
Alika pergi kebelakang halaman untuk melihat pemandangan yang di suguhkan untuk menghilangkan kebosanannya di dalam mansion.
Lalu mencoba menceburkan kakinya ke dalam kolam renang sambil menikmati suasana terik matahari dengan bersenandung. Beberapa lama kemudian, Alika merasakan kebosanan kemudian beranjak dari tempat duduk pinggir kolam dan masuk untuk menonton televisi.
Mrs. Magareth yang mendapatkan tanggung jawab untuk menjaga Alika, dia menghampiri ke ruang tengah untuk menawarkan camilan dan minuman untuknya.
"Permisi nona, apakah kamu perlu camilan dan minuman untuk menemanimu menonton televisi?", tanya Margareth.
"Uhmm.. aku mau camilan keripik dan orange juice saja Mrs.", ucap Alika.
"Baiklah, biar saya ambilkan", ucap Margareth.
"Thank you Mrs.", senyum Alika.
"Itu sudah menjadi tugas saya nona", ucap Margareth.
Kemudian Margareth menyiapkan camilan dan minuman untuk Alika di dapur. Setelah berselang lama, Margareth mengantarkan hidangan tersebut ke ruang tengah dan diletakkan diatas meja lalu Margareth berpamitan.
"Silahkan dinikmati nona, saya ke dapur dahulu", ucap Margareth.
"Thank you", ucap Alika dengan dibalas senyuman lembut dari Margareth.
Waktu masih pagi, Alika masih di rundung kebosanan lalu kembali ke pekarang melihat-lihat bunga setelah mematikan televisi di ruang tengah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments