Episode 16

Saat ini Lucas sedang bingung dan khawatir keadaan Alika yang selalu mengabaikannya. Di setiap detik, menit, jam dan hari-hari yang terus berganti keadaan rumah bagaikan neraka bagi Lucas. Lalu ia mencoba menawarkan kepada Alika untuk kembali ke Indonesia. Namun Alika hanya diam dan langsung mengepak barang ketika Lucas mengatakan akan mengantarnya kembali ke Indonesia tanpa sepatah kata yang ia ucapkan. Lucas mengetahui jika dirinyalah yang bersalah. Kali ini Lucas akan menyerah dahulu untuk kebaikan Alika. Ia tidak ingin sakit hati kepadanya terlalu mendalam. Karena Lucas masih ingin bersama Alika. Saat ini Lucas sedang menuruti apa maunya Alika meski keadaan ekspresi seperti layaknya robot tetapi Lucas tidak masalah dan akan lebih pengertian juga memahami perasaannya.

“Tok..,tok..,tok..,”, ketukan dari pintu luar didengar olehnya tetapi ia tidak menggubrisnya malah asyik membaca majalah yang ia pegang. Lalu Lucas berinisiatif membuka pintu, “krek”, dan masuk ke kamar kemudian duduk di pinggir ranjang samping Alika. Sebelum ia mengeluarkan suara, Lucas melirik ekspresi Alika dan mulai pelan-pelan ia membuka suara.

“Sweety..,”Lucas menjeda dan melirik reaksi Alika namun tetap saja diabaikan olehnya, “Alika, I’m sorry, aku telah memaksamu sesuai keinginanku. Aku.., aku tidak tahu harus bagaimana agar kau tetap berada disisiku selamanya. Setiap kali kamu berdekatan dengan pria lain hatiku terasa sesak. Sehingga keegoisanku menyelimuti seluruh pikiran dan hatiku. Sekali lagi aku minta maaf kepadamu. Namun percayalah aku mencintaimu seluruh jiwa dan ragaku. Aku tidak bisa memungkiri jika aku sebagai pria bre***ek”, ucap Lucas dari lubuk hati terdalam untuk istrinya.

“Aku mau mengembalikan ponselmu..,” ucap Lucas sambil menyerahkan ponselnya kepada Alika. Kemudian Alika merebut ponsel itu dari tangan Lucas.

“Aku juga akan mengantar kamu ke Indonesia dan kembali ke sekolah”, ucap Lucas sambil melihat ekspresi dari wanita itu dan Lucas memahami ekspresi juga hatinya di balik terdiamnya. Lalu Lucas turun dari pinggir ranjang dan keluar dari kamar. Setelah kepergian Lucas, Alika bergegas mengepak barang dengan hati senang namun hampa setelah mendengarkan penjelasan dari bibir Lucas.

Keesokannya Alika menurunkan koper yang dibantu oleh Mrs. Margareth, lalu diletakkan di jok mobil yang diangkuti oleh pengawal Lucas dan kaki tangannya yang telah di perintahkan oleh Lucas sebagai tuannya. Sedangkan Alika menikmati sarapan pagi dengan suasana hening bersama Lucas. Keheningan di ruang meja makan sangat mencengkam bagi Lucas. Ia tidak tahu harus bagaimana untuk mendapatkan maaf darinya meskipun kejadian itu tak dapat untuk mengembalikan kembali.

“Sweety, ayo kita segerah berangkat”, ajak Lucas dengan berjalan duluan ke depan dan diikuti Alika yang sudah siap.

“Mari tuan dan nona”, ucap pengawal Lucas dengan sopan dan membukakan pintu mobil lalu menutupnya.

Kini di dalam mobil mereka terlihat seperti orang bermusuhan dengan saling mendiamkan satu sama lain. Suasana keheningan juga dirasakan kaki tangan Lucas dan sopirnya. Mereka di dalam mobil bergelut dengan pikiran masing-masing. Alika saat ini yang berada di samping Lucas diam tanpa sepatah kata ia lontarkan dan hanya asyik memainkan ponsel juga memandang jalanan lewat jendela sampingnya. Sedangkan Lucas hanya berkutat dengan tab nya untuk menghilangkan kebosanan. Hingga sampailah di bandara. Perjalanan cukup panjang dan waktunya sangat lama karena suasana yang disuguhkan sangat tidak mengenakan bagi orang yang berada di mobil. Setelah sampai di bandara mereka langsung bergegas naik pesawat pribadi menuju ke Indonesia. Alika merasa bahagia akhirnya, ia akan menikmati suasana di sekolah juga kebersamaan dengan teman-temannya yang mengisi banyak waktu untuknya.

Suasana di sekolah saat ini sedang ramai karena kedatangan Daniel suami Aminah yang sedang menunggu istrinya keluar dari kelas. Ketika dalam keramaian Aminah, Raina, Gilang, dan Axel mencoba cari tahu info dengan mendekat arena parkir. Aminah terkejut saat menghampiri arena parkir melihat Daniel. Lalu Aminah secara mengendap-endap ia berjalan mundur dan mengajak Raina dan lainnya segerah pergi meninggalkan sebelum Daniel melihatnya.

“Wahh, ada cogan di depan gerbang sekolah”, ucap salah satu siswi yang memakai tas selempang batik.

“Ada apa sih kok ramai di depan gerbang sekolah?”, tanya Aminah pada lainnya.

“Iya Min, ramai”, ucap Raina.

“Bagaimana kita intip? Kali aja ada wangsit cogan baru yang datang”, ajak Gilang dengan berlalu berjalan menghampiri kerumunan yang diikuti oleh Aminah, Raina, dan Axel. Saat telah sampai di sekitar kerumunan Aminah terkejut dan langsung menarik lengan Raina dengan dua teman cowoknya untuk segerah meninggalkan arena itu sebelum Daniel menyadarinya.

“Aminah, kenapa kamu tidak menghampirinya”, tanya Raina di dalam mobil Axel yang telah melihat Daniel di tengah kerumunan.

“Aku tidak bisa”, jawab Aminah. Lalu Raina masih perlu jawaban spesifik dengan jelas.

“Pokoknya aku tidak bisa, Raina”, ucap Aminah penuh penekanan.

Axel ikut menimpali percakapan yang dilakukan oleh Raina.

“Apa kalian mengenalnya?”, tanya Axel.

“Kami mengenal dan kalian juga pernah melihat pria itu di resto swalayan saat Aminah habis dari toilet”, ucap Raina

“Oh, aku baru ingat. Dia itu kakak kamu kan Min”, ucap Gilang ikut menimbrung.

Aminah menganggukkan kepala.

“Kenapa kamu..”, ucapan Gilang terpotong oleh suara deringan ponsel Aminah.

“Panjang umur dia”, batin Aminah. Lalu mengangkat ponselnya.

“Hallo”, sapa Aminah.

“Kamu dimana sekarang?”, geram Daniel yang telah mengetahui jika ia berani kabur secara diam-diam.

“A..a.. aku sedang jalan-jalan ama Raina kak, aku kan mau refreshing habis menghadapi ulangan harian sejarah bikin kepalaku pusing tujuh keliling. Tapi aku akan segerah pulang jangan khawatir. Kakak mau dibawain aku oleh-oleh?”, ucap Aminah yang tidak sadar jika di ujung sana matanya sedang menyalang seperti api.

“Pulang.. Sekarang atau aku cari dengan menyeret kamu bersama pengawal”, ucap Daniel.

Saat Aminah akan menjawab Daniel langsung mematikan ponsel dan langsung melesat pulang. Sedangkan Aminah saat ini sangat kesal. Raina yang disebelahnya melihat ekspresi Aminah itu lalu langsung menanyakan.

“Ada apa dengan ekspresi kamu?”, tanya Raina

“Aku sedang kesal dengan pria iblis itu. Kapan ya aku bisa bebas menjelajahi para pria cogan sebelum janur melengkung tanpa di hantui? Dia itu benar-benar hantu yang selalu getayangin aku kemana-mana di sekitarku. Sungguh nasib sang putri angsa kayak aku ini Rain”, keluh Aminah

“Aduh cup cup cup, putri ansa yang malang. Lebih baik kamu tetap harus pulang sebelum baginda kamu mengeluarkan banyak sengatan”, jawab Raina ikut memerankan drama sambil mengusap kepalanya.

“Kalian itu sedang apaan sih”, ucap Gilang yang sangat risih dengan pembicaraan Aminah dan Raina.

“Dia itu disuruh melesat pulang dengan kakaknya”, ucap Raina dengan mencengir.

“Sudahlah, kamu jangan sedih kayak mau kiamat aja. Kamu bisa jalan-jalan tanpa persetujuan kakak kamu. Kamu bilang aja kata simbah kamu refresing penting untuk meningkatkan daya imun bagi anak remaja seperti kami. Dia pasti tidak akan memarahi kamu”, ucap Gilang tanpa tahu situasi Aminah saat ini.

“Itu betul juga, kata Gilang. Kamu kan perlu kebebasan. Masa remaja perlu kebebasan”, ucap Axel sambil mengemudikan mobil.

“Wah, itu ide bagus..,” Aminah sedikit girang lalu lesu, “Tapi tidak akan mungkin, itu pasti hanya mimpi saja. Karena kakakku tahu tabiat aku”, ucap Aminah langsung menyenderkan kepalanya di bahu Raina.

“Kalau itu DL sih Min”, ucap Gilang dengan kekehan.

Axel mulai bingung ketika muncul kata baru lalau bertanya, “DL itu apaan sih Lang”, tanya Axel.

Gilang menjawab karena memaklumi bahwa dirinya itu bule belum tahu bahasa gaul orang Indonesia. “DL itu adalah Derita Elo”, ucap Gilang.

“Sekarang tolong anterin aku pulang sampai di gang saja”, ucap Aminah.

“Ok”, ucap Axel.

Aminah turun dari mobil tanpa Raina. Karena ia maaih ingin jalan-jalan dan melihat tongkrongan Axel dan Gilang.

“Thanks ya, Xel”, ucap Aminah lalu ditinggalkan oleh mereka. Aminah lalu mencari taxi namun tiba-tiba ada sebuah mobil toyota berhenti di depannya dan sang sopir turun dari mobil.

“Maaf nona Aminah, saya di suruh menjemput anda oleh tuan Daniel”, ucap tukang sopir itu.

Aminah kemudian menaiki mobil toyotadud toyota duduk di depan samping sopir pengemudi. Mobil itu langsung melesat ke kediaman Daniel. Setelah sampai di pelataran Aminah langsung membuka pintu dan berjalan masuk dengan di suguhi tatapan mata menyalang. Aminah menjadi sedikit merinding tatapan itu. Lalu Aminah mencoba mendekat dan berbicara berbagai alibi agar Daniel mau memaafkannya.

“Kak Daniel..,” jeda Aminah untuk meralat panggilan, “Maksud aku daddy, daddy aku bukannya bermaksud meningglkanmu tapi aku tidak mau bahwa nona cantik ini terekspos oleh banyak orang..,” ucap Aminah sambil melihat ekspresi Daniel di depannya. Namun ekspresi itu masih datar layaknya seperti robot. Kemudian Aminah mencari cara lain dengan menghampiri lebih dekat dan menaruh tas rangselnya di sofa lalu duduk dipaha Daniel dan menggodanya.

“Sayang jangan marah dong. Putri cantik ini ketakutan..,uhmm”, ucap Aminah masih terus menjalankan aksinya. Lalu ia mencium bibir Daniel namun tidak ada balasan darinya. Kemudian tangan mungil Aminah menyentuh dada bidang Daniel dengan nakal membuatnya mengerang. Suhu tubuh Daniel mulai bereaksi dan matanya mulai menggelap dan langsung menarik tengkuk Aminah dengan menciumi bibirnya mendalam hingga ia mengerang. Kemudian Daniel menggendong Aminah seperti bayi koala dan membawanya ke kamar. Ciuman itu membuat Aminah tidak bisa bernafas terus ia memukul-mukul dada bidang Daniel lalu ciuman itu terlepas untuk mengambil oksigen.

“Sweety, aku tidak akan mentolerir kamu lagi. Kini kamu akan beranjak dewasa. Jadilah wanitaku seutuhnya”, bisik Daniel dengan menggigit telinga milik Aminah membuatnya mengerang.

Pria itu kemudian memulai aksinya yang selama ini ia pendam dengan menciumi setiap inci di wajahnya lalu memberikan kiss mark di berbagai anggota tubuhnya hingga ia menikmati meski tadinya ia meronta-ronta sekarang ia lemah di bawahnya dan hanya pasrah. Aminah terus mengeluarkan suara aneh dibibir mungilnya dengan menggelengkan kepala karena ada sesuatu yang harus dia keluarkan sampai membuat Daniel puas dengan aksinya. Hubungan itu terus berlanjut seperti suami istri hingga hampir menjelang malam dan di lanjutkan istirahat bersama dengan berpelukkan.

Malamnya Aminah terbangun dari mimpi alam bawah sadar sambil menggerakkan tubuhnya ke kanan-kiri untuk merenggangkan otot yang hampir remuk namun pinggangnya terasa berat. Ternyata saat Aminah menengok di sampingnya ada Daniel lalu ia menyingkirkan tangan kokohnya dan merasakan sesuatu di tubuhnya seperti tak ada pakaian sehelaipun menutupi tubuhnya. Ketika saat mengintip pelan-pelan Aminah terkejut, “arghh”, teriak Aminah dengan suara cemprengnya membuat Daniel terbangun dari tidurnya.

Kemudian Aminah mengingat kembali membuat wajahnya memerah karena malu dengan aksinya yang bodoh.

“Bushett aku sudah tidak lagi gadis.., bagimana ini. Aku sungguh bodoh menggoda singa jantan pada akhirnya aku diterkam juga. Huhu mbah kasihan cucumu ini. Apalah daya aku harus kuat menghadapi pria ini”, batin Aminah dengan suara hati berteriak tanpa di dengar olehnya.

“Minah!”, bentak Daniel sambil telinganya ia usap, “kenapa kamu teriak-teriak sih?”, tanya Daniel namun Aminah mengabaikan dengan beranjak dari tempat tidur dengan membawa selimut untuk di balutkan ke dalam tubuh tanpa helaian kain. Ketika melangkah sesuatu diantara dua kaki terasa nyeri dan membuatnya jatuh merintih. Lalu Daniel tertawa, “hahaha, are you ok sweety”, ucap suaminya.

Aminah berusaha bangun namun tiba-tiba tubuhnya melayang dalam gendongan Daniel dan langsung membawa Aminah ke kamar mandi. Ketika Aminah di taruh di bath tub Daniel juga ikut berendam di belakangnya Aminah. Saat ini ia pasrah yang di lakukan oleh suaminya yang terasa geli dan membuat bibirnya bersuara aneh namun juga menikmatinya. Hingga ia mengomel kembali setelah selesai ritual mandi ala suami istri.

“Aduh punggungku sakit sekali, apalagi bagian sensitif. Semua ini gara-gara kamu pria gila. Kamu memiliki wajah malaikat tapi dibalik itu semua, kamu seperti iblis yang suka menyiksa”, omel Aminah. Daniel yang mendengarkan omelan itu hanya tersenyum karena ia mendapatkan sesuatu yang sudah ia tahan sejak lama. Akhirnya tersampaikan meski dengan omelan Aminah tiada henti.

Pagi hari Alika berangkat ke sekolah tanpa sarapan meski sudah ditawarin oleh Liana dan Lucas namun ia masih terap kekeh untuk tidak sarapan dengan lewat begitu saja tanpa kata dengan balutan wajah datarnya seperti robot. Liana yang berada di sana merasa bersalah karena ia tidak jujur. Salahkan dirinya harus memenuhi perintah dari tuannya dan tak bisa ia tolak.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 pengumuman
96 Episode 95
97 Episode 96
98 Episode 97
99 Episode 98
100 Episode 99
101 Episode 100
102 Episode 101
103 Episode 102
104 Episode 103
105 Episode 104
106 Episode 105
107 Episode 106
108 Episode 107
109 Episode 108
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
pengumuman
96
Episode 95
97
Episode 96
98
Episode 97
99
Episode 98
100
Episode 99
101
Episode 100
102
Episode 101
103
Episode 102
104
Episode 103
105
Episode 104
106
Episode 105
107
Episode 106
108
Episode 107
109
Episode 108

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!