“Pagi aunty”, panggil Alika dengan tatapan bingung melihat sosok pria asing yang berada di meja makan bersama keluarga Abraham selayaknya sudah mengenal sangat lama.
“Pagi sayang”, sapa kembali Liana yang sedang membawa dua kopi cangkir yang diletakkan di meja Abraham dan Lucas.
“Siapa dia? Sebelumnya aku tidak pernah lihat dan keluarga ini juga tidak pernah memperkenalkan sosok laki-laki ini. Eh... tunggu dia itu apakah saudara jauh uncle Abraham tapi kok tidak mirip atau aunty Liana tapi juga tidak mirip. Pasti sahabat jauh mereka karena dari wajahnya hampir sama mendekati umur aunty Liana”, batin Alika dengan terus menelisik dengan canggung ia menggeser bangku disebelahnya dan memberikan anggukan juga senyuman tipis sebagai tanda hormat.
“Alika kamu bangun kesiangan lagi, apakah semalam kamu bergadang mengerjakan tugas?” tanya Abraham sambil menyesap kopi.
“Tidak kok uncle, semalam Alika awal entah kenapa tidur Alika sangat nyenyak. Maaf Alika kesiangan dan tidak bisa bantu aunty sama bik Aisyah”, kata Alika dengan seidikit menyesal.
“tidak apa-apa nak, itu wajar terkadang kita sama Tuhan di beri istirahat yang nyaman dan terkadang kita diberi istirahat kurang nyaman hahaha”, ucap Liana sambil tertawa untuk mencairkan suasana.
Ketika Alika sedang mengoleskan selai diatas roti tawar tiba-tiba Liana membuka kembali percakapan dengan memperkenalkan sosok pria di sampingnya.
“Oh ya aunty lupa belum memperkenalkan dengan sahabat jauh sekali dari negara New york dia adalah Lucas dan Lucas perkenalkan gadis manis ini adalah Alika”.
Alika memberikan sambut dengan berjabat tangan, saling memperkenalkan diri yang disambut hangat oleh Lucas. Kemudian Alika kembali mengunyah dan meminum susu lalu pamit untuk berangkat ke sekolah dengan mengajak Denis untuk pergi bersama yang sejak tadi mengamati interaksi Lucas yang menatap Alika penuh gairah dan Denis menggeleng kepala saja melihat tingkah laku pengusaha terkenal yang sifatnya yang sering di sebut seperti mafia tampan yang akan menjadi bosnya setelah ia lulus perkuliahan.
Alika menggeser bangku yang diikuti oleh Abraham dan Denis untuk segera berangkat menunaikan kewajiban masing-masing.
“Aunty aku berangkat dulu, takut telat. Ayo kak!” pamit Alika dan ajakan untuk Denis.
“Alika kamu mending diantar oleh Lucas biar sambil berdekatan nak. Udah gak usah banyak mikir karena Denis juga hampir terlambat ke kampus di jam pagi. Ya, kan Denis”, ucap Liana dengan melirik Denis dengan sorot penekanan.
“Menuru uncle kata aunty Liana benar nak”, kata Abraham yang ikut menimbrung.
Alika masih bingung yang tiba-tiba minta diantar oleh orang yang tidak dikenal apalagi ia tamu di sini. Alika melirik ke arah Denis.
Denis yang merasa mendapatkan kode dari beberapa arah hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“Iya, kata momy benar Alika. Hari ini aku harus menyiapkan untuk presentasi takutnya kelompok kak Denis tak terima jika nanti dapat nilai D jadi kamu berangkatlah bersama Lucas”, ucap Denis yang masih jantungan.
“Ayo cepat Lucas antar Alika dan jangan sampai terlambat”, kata Liana yang terus mendorong.
“It’s okay, come on Alika. Biar saya antar kamu kebetulan searah karena saya juga akan ke kantor bertemu teman”, ucap Lucas
Alika mengikuti langkah Lucas dengan sedikit ragu. Lucas yang sedang memperhatikan Alika yang ragu dengannya menyambut dengan tatapan hangat untuknya agar ia tidak takut dengannya. Lucas membukakan pintu mobil untuk Alika dengan diberi kode, “C’mon, nanti kamu terlambat”.
Alika yang tadinya ragu dia terpaksa ikut dengan Lucas yang sejak tadi menunggu.
Ketika di dalam mobil Alika merasa canggung begitupun dengan Lucas yang masih diam memperhatikan jalan. Kemudian Lucas memecahkan suasana kecanggungan dengan bertanya, “Bagaimana dengan sekolah kamu? Apakah ada kendala atau lainnua mungkin?”
Alika menjawab dengan sedikit ragu, “uhmm...sangat menyenangkan, kacau, dan saat ini belum ada kendala”
“apa yang kacau Alika? Bolehkah saya tahu?”
“Hanya kacau pada temanku yang selalu kelewat gila. Tapi dia juga nyenengin buat mecahin suasana. Jadi kami miliki banyak yang di tanggapi. Orangnya itu gembil, pendek dan suaranya bikin gendang telinga hampir pecah”
Lucas yang mendengarkan cerita Alika hanya mampu tersenyum. Ternyata gadisnya begitu bahagia bersama teman-temannya. Lucas pun melirik sekilas ketika melihat senyuman manis miljk Alika dan bibirnya yang bergerak membuatnya ingin mencicipinya sekarang. Alika yang sejak tadi bercerita tanpa sadar mobilnya telah berhenti di depan gerbang sekolah. Kemudian Alika membuka pintu mobil dengan mengucapkan terimakasih kepada Lucas. Lucas membalasnya dengan senyuman hangat.
....................................................................................
Alika berjalan sendirian masuk ke kelas. Ketika tiba di kelas Alika di suguhkan suara cempreng milik Aminah.
“Lik aku mau memberi tahu mu, bahwa ada murid baru di kelas kita dia itu ganteng banget. Tadi banyak cewek yang menatap seperti hewan buas” ucap Aminah yanh antusias
“Seperti kamu” ejek Raina
“Apaan sih Rain, kamu kalo omong suka bener” ucap Aminah sambil mencomot camilan yang ia bawa.
“kring... Kring... Kringg...” suara bel masuk kelas.
“Nanti kita lanjutin lagi” bisik Aminah
Sedangkan Lucas setelah mengantar Alika ke sekolah ia menemui Abraham dan Adam ke kantor cabangnya. Setelah perjalanan cukup panjang yang ramai dan macet Lucas akhirnya tiba ke kantor pusat perkembangan resort classic wooden hut. Ia turun dari mobil ferari dengan tatapan mata yang tajam dan wajah yang dominan. Ketika ia berjalan banyak wanita yang terpesona dan mengagumi Lucas dengan tatapan lapar dan menggoda.
Namun Lucas tetap berjalan tanpa memperdulikan tatapan karyawan kantor yang mengagumi dirinya dan tersenyum untuknya. Ia tetap mempertahankan wajahnya yang dominan, dingin, dan terlihat bengis. Lalu ia memencet lift naik ke lantai paling atas dan akhirnya sampai pada ruangan yang duduki oleh Abraham dan ditunggu oleh Adam.
Lucas membuka pintu tanpa mengetuk dan Abraham mempersilahkan Lucas untuk duduk di sofa. Mereka membicarakan bisnis dan musuh yang sering kali ingin menghancurkan bisnis-bisnis sahabatnya dengan licik. Musuh yang sering kali menjadi was-was yaitu Willy, Aslan, dan Mirza.
“bagaimana kabarnya, bro?” tanya Adam dengan sok akrab.
“It’s okay” jawab Lucas sambil merokok dengan mata yang tajam seperti dulu ketika Adam mengenalnya.
“Bagaimana resort ini apa ada kendala di Indonesia?” tanya Lucas dengan serius
“yap, ada sedikit. Kami kesulitan karena si gundul tua yang sudah terhubung dengan mafia tengil Willy. Ia memasuki dunia politik seluruhnya yang ada di wilayahnya sulit untuk di dapat” jawab Abraham
“Kita bisa menyingkirkannya, dia memiliki sisi kelemahannya dengan sang asisten di rumahnya. Ia terus di peloroti oleh asiatennya. Dia juga memiliki dana gelap untuk kesenangan dalam perutnya”, ucap Adam
“Bagus, kamu Abraham hubungi Beni untuk menyelidiki si tua gundul itu di area yang sering ia datangi dan juga suruh Kana untuk masuk sebagai penggoda dirinya”
“Baiklah Lucas, aku akan hubungi mereka dan memberi info ke kamu paling tidak lima hari”, kata Abraham
“Bagaimana dengan istrimu Adam, apa dia masih sering menyiksamu?” tanya Abraham
“Ya, dia sangat susah untuk aku kendalikan. Sekarang ia hamil memasuki enam bulan dan Charlotte sering ingin minta yang susah aku dapatkan Abraham”, jawab Adam dengan lesu. Adam juga menceritakan hal-hal aneh yang membuat dirinya kerepotan kepada ke dua temannya dan Lucas yang mendengarkan itu hanya tersenyum tipis sedangkan Abraham malah mengejek.
“hahahahaha” tawa Abraham
Ketika tawaan Abraham belum berhenti ada suara ponsel berbunyi dari saku Adam.
“Hallo sweety, how are you?”
“Adam cepatlah pulang, aku ingin kamu kembali ke rumah sekarang juga dedek kangen sama kamu”
“jangan terlambat uncle”
Adam langsung mematikan ponselnya dengan sedikit menarik nafas keras kemudian ia pamit kepada Abraham dan Lucas. Lalu Adam langsung melesat pulang ke rumahnya yang ia bangun ketika saat berkunjung sudah memiliki penginapan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Andayani Ahmat
adam pusng tjh kelling sma ulh istri nya...
2021-12-03
0