Episode 18

Lucas terbangun setelah mendengarkan suara deritan ponsel di nakas samping ranjang. Ia mengambil ponsel sambil membenarkan tububnya dengan duduk bersandar di kepala ranjang lalu men deal up.

“Hallo, ada apa?”

“Mohon maaf tuan jika saya mengganggu. Saya mendapatkan informasi bahwa anggot blackdog bertindak. Ia memanipulasi seluruh data dengan gila-gilaan. Ada beberapa perusahaan yang mendapatkan kebocoran dan milik tuan di cabang resort Canada. Tetapi syukurnya ada yang bisa menghandle dan membalikkan kekacauan dengan memancingnya terus kami mendapatkan data dari mereka ada foto tuan juga dengan banyak bercak merah. Silahkan dicek tuan informasinya sudah saya kirim lewat email”, ucap Derry dari seberang sana dengan wajah khawatir. Sedangkan Lucas hanya memijat kening karena penat.

“Oh ya, ada sesuatu penting tetapi tidak bisa saya kirimkan. Mohon tuan bertemu dengan tuan Abraham di rumahnya saya serahkan padanya. Itu saja yang daya informasikan tuan”, lanjut Derry

“Baiklah, nanti saya coba cari tahu. Thank you”, ucap Lucas lalu terbaring memeluk Alika dan mencium pipi kirinya. Alika merasa terganggu lalu dia menggeliat merasakan tubuhnya tertindih benda berat lalu membelalak matanya, “Lucas”, lirih Alika menyebut namanya.

Lucas tersenyum tipis dan memberikan kecupan singkat di bibirnya lalu Alika mendorong tubuh besar Lucas dengan wajah marahnya.

“Lepaskan dan minggirkan kaki juga lenganmu. Aku masih benci kamu yang egois”, marah Alika dengan gigi mengetat.

Tetapi Lucas masih tetap kekeh untuk memeluk walaupun harus melepaskan tubuh istrinya. Saat Alika beranjak berdiri Lucas mengancamnya, “ jika pernikahan dan hubungan kita masih tidak ingin terungkap sampai kamu ujian jangan lupa kamu tidak boleh berhubungan dengan laki-laki lain. Kamu harus melayani suami kamu karena itu kewajiban istri”, dengan wajah dingin. Alika mengeluarkan tetesan air mata saat tubuhnya masih membelakangi Lucas lalu beranjak melangkah ke kamar mandi dengan menutup tubuhnya yang tanpa sehelai kain.

Alika menangis dengan merosot di bawah air mancur dengan mengumpat, “Kamu licik, jahat, ba**ngan, iblis”, sambil isak tangis dengan menggenggam lengan begitu erat. Lalu ia pingsan di bawah guyuran shower dengan wajah pucat.

Sudah lebih dari setengah jam Alika tidak kunjung keluar membuat Lucas resah lalu pergi ke kamar mandi ternyata ia pingsan dan Lucas panik dengan menyelimuti tubuhnya dengan bathrobe. Kemudian ia memanggil dokter secepatnya. Sebenarnya dalam hati mendalam Lucas merasa bersalah dengan istrinya. Namun setan apa yang terus merasukinya sehingga ia egois melakukan pada Alika istrinya.

Dokter telah tiba, lalu memeriksa tubuh Alika dan dokter mengatakan bahwa ia sedang hamil muda. Membuat Lucas terkejut anatara senang dan sedih karena belum saatnya Alika mengandung benihnya sebab ia harus menyelesaikan sekolahnya dalam kurun waktu satu setengah bulan. Dokter juga mengatakan untuk menjaganya dan jangan terlalu berolahraga berlebihan. Ia memberikan resep untuk ibu hamil. Lalu mengundurkan diri dokter itu.

Lucas tidak bisa memungkiri karena itu rezeki Tuhan dan hasil perbuatannya. Lucas sedang berpikir untuk mengatakan pada Alika pelan-pelan. Dia harus cari tahu caranya. Lalu dia menghubungi seseorang di sana dan Abraham.

“Hallo Abraham”, panggil Lucas

“Ada apa?”, tanya Abraham

“Pulanglah, aku perlu berbicara serius dengamu”

“Baiklah”

Sesampainya di rumah Lucas menaruh Alika di ranjang dan meninggalkannya. Kemudian Lucas bergegas ke ruang kerja Abraham yang sudah di tunggu Liana bersama suaminya.

“Ada apa, Lucas?”, tanya Abraham.

“Atau kamu mau membahas soal...,”ucapan Abraham di potong oleh Lucas dengan mengkode menggunakan telapak tangan,“itu kita kesampingkan saja dahulu..”.

Lucas menarik nafas dahulu untuk menenangkan pikiran dan hatinya yang sedang berkecamuk. Kemudian ia mengangkat obrolan seputar Alika istri sahnya.

“Aku perlu bantuan kalian.., “ Lucas menatap sorot mata dan ekspresi mereka

“Dia saat ini mengandung..”, potong Liana dengan ekspresi terkejut

“Apa?!”,

“Ja..jadi dia mengandung benih kamu. Ka.. kamu katanya ingin menunda”, ucap Abraham dengan sama-sama terkejut.

“Iya, aku berharap kalian merahasiakannya hingga ia lulus sekolah dan jagalah dia saat aku sedang wara wiri ke luar untuk urusan pekerjaan. Aku akan mengatakan meski nanti Alika tidak menerimanya. Aku akan disampingnya”, ucap Lucas dengan sedikit memijat kening kepala.

“Baiklah, jika itu keputusan kamu”, ucap Liana masih memegang tangan Abraham disampingnya.

“Kamu juga sudah janji untuk selalu di sampingnya. Aku akan membantumu”, ucap Abraham. Setelah itu Liana pergi menemui Alika dan meninggalkan mereka di ruang kerja.

Alika terbangun dari alam bawah sadar dengan memegang kepala yang pening. Liana yang tiba-tiba masuk dan melihat Alika terbangun, ia berlari menghampirinya dan membantu dia untuk duduk bersandar di kepala ranjang. Kemudian memanggil pembantunya.

“Bi!Bi!Bi!”, panggil tiga kali suara teriakan Liana. Lalu ia datang dengan terbirit birit, “Ya, nyonya”, ucapnya

“Tolong ambilkan air putih dan buatkan bubur, cepat ya bi”, ucap Liana.

“Eh tunggu dahulu bi, air putihnya diantar sekarang. No Alika butuh minum untuk membasahi tenggorokannya”, lanjutnya lalu pembantunya pergi ke dapur bergegas mengambil air putih beserta teko dan di bawa ke atas dengan mengetuk pintu yang terbuka, “tok!, ok!,” Liana menoleh dan melambaikan tangannya untuk masuk. Setela meminum air Alika merasa lega.

“Aunty, kapan Alika bisa sampai di ranjang kamar Alika sendiri?”, tanyanya dengan suara sedikit serak.

“Setengah jam lalu sayang, dan kamu digendong oleh Lucas”, ucap Liana dan Alika mangguk-mangguk.

“Apakah ada yang sakit, sayang? “, khawatir Liana sambil memegang tangan kanannya dam Alika menggeleng kepala.

“Syukurlah, lebih baik kamu makan dahulu. Bibi sudah membawakan kamu bubur untuk tenaga kamu”, ucap Liana dengan senyum hangat. Alika pun menerima suapan dari Liana karena cacing di perutnya butuh asupan. Sedangkan Lucas bersembunyi di balik tembok tersenyum puas karena Alika mau makan walaupun tadi bersitegang dan hampir mencelalai mereka. Lucas bersyukur, mungkin dengan Alika mengandung bisa memberikan mereka untuk akur nantinya. Lalu Lucas masih menatap dengan senyuman hangat di balik tembok.

Setelah beberapa menit memandang wajah istrinya, Lucas pergi meninggalkan Alika di rumah milik Abraham setelah mendapatkan notif mengenai musuh.

Sebelum berangkat, Lucas menitipkan Alika kepada Abraham untuk menjaganya dan Abraham mengiyakan permintaan Lucas. Walaupun tidak di mintai pun Abraham akan tetap menjaga Alika seperti layaknya orang tuanya.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 pengumuman
96 Episode 95
97 Episode 96
98 Episode 97
99 Episode 98
100 Episode 99
101 Episode 100
102 Episode 101
103 Episode 102
104 Episode 103
105 Episode 104
106 Episode 105
107 Episode 106
108 Episode 107
109 Episode 108
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
pengumuman
96
Episode 95
97
Episode 96
98
Episode 97
99
Episode 98
100
Episode 99
101
Episode 100
102
Episode 101
103
Episode 102
104
Episode 103
105
Episode 104
106
Episode 105
107
Episode 106
108
Episode 107
109
Episode 108

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!