Lucas terbangun setelah mendengarkan suara deritan ponsel di nakas samping ranjang. Ia mengambil ponsel sambil membenarkan tububnya dengan duduk bersandar di kepala ranjang lalu men deal up.
“Hallo, ada apa?”
“Mohon maaf tuan jika saya mengganggu. Saya mendapatkan informasi bahwa anggot blackdog bertindak. Ia memanipulasi seluruh data dengan gila-gilaan. Ada beberapa perusahaan yang mendapatkan kebocoran dan milik tuan di cabang resort Canada. Tetapi syukurnya ada yang bisa menghandle dan membalikkan kekacauan dengan memancingnya terus kami mendapatkan data dari mereka ada foto tuan juga dengan banyak bercak merah. Silahkan dicek tuan informasinya sudah saya kirim lewat email”, ucap Derry dari seberang sana dengan wajah khawatir. Sedangkan Lucas hanya memijat kening karena penat.
“Oh ya, ada sesuatu penting tetapi tidak bisa saya kirimkan. Mohon tuan bertemu dengan tuan Abraham di rumahnya saya serahkan padanya. Itu saja yang daya informasikan tuan”, lanjut Derry
“Baiklah, nanti saya coba cari tahu. Thank you”, ucap Lucas lalu terbaring memeluk Alika dan mencium pipi kirinya. Alika merasa terganggu lalu dia menggeliat merasakan tubuhnya tertindih benda berat lalu membelalak matanya, “Lucas”, lirih Alika menyebut namanya.
Lucas tersenyum tipis dan memberikan kecupan singkat di bibirnya lalu Alika mendorong tubuh besar Lucas dengan wajah marahnya.
“Lepaskan dan minggirkan kaki juga lenganmu. Aku masih benci kamu yang egois”, marah Alika dengan gigi mengetat.
Tetapi Lucas masih tetap kekeh untuk memeluk walaupun harus melepaskan tubuh istrinya. Saat Alika beranjak berdiri Lucas mengancamnya, “ jika pernikahan dan hubungan kita masih tidak ingin terungkap sampai kamu ujian jangan lupa kamu tidak boleh berhubungan dengan laki-laki lain. Kamu harus melayani suami kamu karena itu kewajiban istri”, dengan wajah dingin. Alika mengeluarkan tetesan air mata saat tubuhnya masih membelakangi Lucas lalu beranjak melangkah ke kamar mandi dengan menutup tubuhnya yang tanpa sehelai kain.
Alika menangis dengan merosot di bawah air mancur dengan mengumpat, “Kamu licik, jahat, ba**ngan, iblis”, sambil isak tangis dengan menggenggam lengan begitu erat. Lalu ia pingsan di bawah guyuran shower dengan wajah pucat.
Sudah lebih dari setengah jam Alika tidak kunjung keluar membuat Lucas resah lalu pergi ke kamar mandi ternyata ia pingsan dan Lucas panik dengan menyelimuti tubuhnya dengan bathrobe. Kemudian ia memanggil dokter secepatnya. Sebenarnya dalam hati mendalam Lucas merasa bersalah dengan istrinya. Namun setan apa yang terus merasukinya sehingga ia egois melakukan pada Alika istrinya.
Dokter telah tiba, lalu memeriksa tubuh Alika dan dokter mengatakan bahwa ia sedang hamil muda. Membuat Lucas terkejut anatara senang dan sedih karena belum saatnya Alika mengandung benihnya sebab ia harus menyelesaikan sekolahnya dalam kurun waktu satu setengah bulan. Dokter juga mengatakan untuk menjaganya dan jangan terlalu berolahraga berlebihan. Ia memberikan resep untuk ibu hamil. Lalu mengundurkan diri dokter itu.
Lucas tidak bisa memungkiri karena itu rezeki Tuhan dan hasil perbuatannya. Lucas sedang berpikir untuk mengatakan pada Alika pelan-pelan. Dia harus cari tahu caranya. Lalu dia menghubungi seseorang di sana dan Abraham.
“Hallo Abraham”, panggil Lucas
“Ada apa?”, tanya Abraham
“Pulanglah, aku perlu berbicara serius dengamu”
“Baiklah”
Sesampainya di rumah Lucas menaruh Alika di ranjang dan meninggalkannya. Kemudian Lucas bergegas ke ruang kerja Abraham yang sudah di tunggu Liana bersama suaminya.
“Ada apa, Lucas?”, tanya Abraham.
“Atau kamu mau membahas soal...,”ucapan Abraham di potong oleh Lucas dengan mengkode menggunakan telapak tangan,“itu kita kesampingkan saja dahulu..”.
Lucas menarik nafas dahulu untuk menenangkan pikiran dan hatinya yang sedang berkecamuk. Kemudian ia mengangkat obrolan seputar Alika istri sahnya.
“Aku perlu bantuan kalian.., “ Lucas menatap sorot mata dan ekspresi mereka
“Dia saat ini mengandung..”, potong Liana dengan ekspresi terkejut
“Apa?!”,
“Ja..jadi dia mengandung benih kamu. Ka.. kamu katanya ingin menunda”, ucap Abraham dengan sama-sama terkejut.
“Iya, aku berharap kalian merahasiakannya hingga ia lulus sekolah dan jagalah dia saat aku sedang wara wiri ke luar untuk urusan pekerjaan. Aku akan mengatakan meski nanti Alika tidak menerimanya. Aku akan disampingnya”, ucap Lucas dengan sedikit memijat kening kepala.
“Baiklah, jika itu keputusan kamu”, ucap Liana masih memegang tangan Abraham disampingnya.
“Kamu juga sudah janji untuk selalu di sampingnya. Aku akan membantumu”, ucap Abraham. Setelah itu Liana pergi menemui Alika dan meninggalkan mereka di ruang kerja.
Alika terbangun dari alam bawah sadar dengan memegang kepala yang pening. Liana yang tiba-tiba masuk dan melihat Alika terbangun, ia berlari menghampirinya dan membantu dia untuk duduk bersandar di kepala ranjang. Kemudian memanggil pembantunya.
“Bi!Bi!Bi!”, panggil tiga kali suara teriakan Liana. Lalu ia datang dengan terbirit birit, “Ya, nyonya”, ucapnya
“Tolong ambilkan air putih dan buatkan bubur, cepat ya bi”, ucap Liana.
“Eh tunggu dahulu bi, air putihnya diantar sekarang. No Alika butuh minum untuk membasahi tenggorokannya”, lanjutnya lalu pembantunya pergi ke dapur bergegas mengambil air putih beserta teko dan di bawa ke atas dengan mengetuk pintu yang terbuka, “tok!, ok!,” Liana menoleh dan melambaikan tangannya untuk masuk. Setela meminum air Alika merasa lega.
“Aunty, kapan Alika bisa sampai di ranjang kamar Alika sendiri?”, tanyanya dengan suara sedikit serak.
“Setengah jam lalu sayang, dan kamu digendong oleh Lucas”, ucap Liana dan Alika mangguk-mangguk.
“Apakah ada yang sakit, sayang? “, khawatir Liana sambil memegang tangan kanannya dam Alika menggeleng kepala.
“Syukurlah, lebih baik kamu makan dahulu. Bibi sudah membawakan kamu bubur untuk tenaga kamu”, ucap Liana dengan senyum hangat. Alika pun menerima suapan dari Liana karena cacing di perutnya butuh asupan. Sedangkan Lucas bersembunyi di balik tembok tersenyum puas karena Alika mau makan walaupun tadi bersitegang dan hampir mencelalai mereka. Lucas bersyukur, mungkin dengan Alika mengandung bisa memberikan mereka untuk akur nantinya. Lalu Lucas masih menatap dengan senyuman hangat di balik tembok.
Setelah beberapa menit memandang wajah istrinya, Lucas pergi meninggalkan Alika di rumah milik Abraham setelah mendapatkan notif mengenai musuh.
Sebelum berangkat, Lucas menitipkan Alika kepada Abraham untuk menjaganya dan Abraham mengiyakan permintaan Lucas. Walaupun tidak di mintai pun Abraham akan tetap menjaga Alika seperti layaknya orang tuanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments