Saat ini Alika sedang berada di kamar sedang mengepak baju dan beberapa barang untuk dibawa pulang ke Indonesia di negara ia di lahirkan. Ketika sedang mengepak tiba-tiba tubuhnya terasa aneh, panas, pusing, dan bergetar.
“Kenapa tubuhku menjadi aneh, panas, pusing dan bergetar. Tadi baik-baik saja”, gerutu Alika dengan menghentikan acara mengepak barang dan duduk di pinggir ranjang.
Lucas yang berada di meja makan, tersenyum menyeringai di wajahnya setelah menunggu reaksi obat di tubuh Alika sambil mematikan ponsel kemudian jari mengetuk di meja tiga kalj dengan menatap tangga yang akan dilewati menuju kamar. Beberapa menit kemudian lucas beranjak dari duduknya, lalu menaiki tangga menuju kamar dengan membuka pintu tanpa mengetuk.
Lucas masuk ke kamar dengan pura-pura tidak tahu apa yang terjadi pada Alika.
“Alika!”, panggil Lucas dengan mendekati Alika. “Kamu sedang apa sayang?”, tanya Lucas sambil melihat tubuhnya sudah bercucuran air keringat dan bergoyang. “Kenapa dengan kamu, sweetheart?”, ucap Lucas dengan pura-pura khawatir dan Alika menatap Lucas dengan wajah yang penuh dengan pilu.
Lucas ikut duduk di samping Alika, lalu mengusap pipi dan menempelkan telapaknya ke kening. “Are you ok?”, tanya kembali Lucas. Alika menggelengkan kepala. “Kamu kenapa sweety?”, tanya kembali namun tidak di jawab Aliak malah terus bergoyang dan tiba-tiba mencium bibir Lucas dengan mendalam. Lucas tersenyum dibalik ciuman dan membalas ciuman dari Alika. Mereka terus menikmati sensasi bermadu kasih hingga menjelang sepertiga malam dan tertidur hingga pagi hari.
Matahari menelisik di sela-sela jendela, menerangi dua sejoli yang masih asyik tertidur dengan berpelukan. Pada pukul 10.00 tepat, Lucas terbangun dari alam bawah sadar dan membuka mata, lalu matanya yang tajam menatap yang tadi gadisnya sekarang berubah menjadi wanita miliknya dengan seutuhnya. Tangannya yang kekar mengusap pipi putih dan mengecup keningnya.
“Sweetheart, kamu terlihat cantik saat tertidur terlelap. Kamu juga sexy saat malam pertama kita beradu di ranjang”, ucap Lucas sambil memandang wajahnya dan mengecup bibir mungilnya yang manis menurutnya.
Alika terbangun dan merasa terganggu dalam tidurnya karena ada seseorang yang menciumi dirinya dengan mendalam, membuatnya melenguh. Lucas kemudian menghentikan ciumannya ketika sudah melihat mata Alika yang terbuka dengan penuh amarah.
“Hai sweety, good morning”, sapa Lucas dengan lembut dan mengecup bibirnya dengan berkilah, “itu morning kiss, baby”, sambil tersenyum.
“Apa yang kau lakukan, Lucas?”, tanya Alika.
“Aku hanya ingin menciumimu, sweety”, ucap Lucas.
Alika merasakan tubuhnya seperti terkena terpaan angin di dalam selimut padahal memakai pakaian. Namun ketika melihat dibalik selimut, Alika terkejut, lalu berteriak,”arghhhh”, Lucas yang berada disamping menutup telinga sebelahnya.
“Apa yang telah uncle lakukan?”, tanya Alika dengan tangisan pecah.
“Sweety, jangan menangis”, ucap Lucas mengusap air mata yang menetes di wajahnya namun Alika menghempaskan tangan kekarnya.
“Uncle jahat!”, amarah Alika meluap dengan beranjak dari tempat tidur dan menyeret selimut untuk menutupi tubuhnya. Pada saat melangkah, terasa nyeri di antara ke dua kaki, “auchh”, rintih Alika. Lalu terjatuh karena kakinya lemas dan Lucas menghampiri langsung terperanjat dari ranjang kemudian menggendong.
“Aku benci! Benci!”, amarah Alika yang tak tertahankan, dengan memukul di dada Lucas dan menangis di dalam gendongannya. Namun Lucas tidak memperdulikannya.
Saat ini Lucas sedang berada di kamar mandi bersama istri kecilnya yang sedang menangis di bath up. Lucas membersihkan tubuh milik istrinya yang sedang marah dengan menjahilinya menyentuh area sensitif, membuat Alika membentak, “uncle!”, tetapi Lucas tetap melakukan aksinya dengan terus menggoda hingga terbawa suasana untuk melakukan bermadu kasih di dalam kamar mandi. Alika yang tadinya menangis berganti dengan sesuatu yang menurutnya sedang menikmati. Lalu beberapa lama kemudian Lucas dan Alika keluar dari kamar mandi dengan handuk menutupi tubuhnya masing-masing.
Alika di dudukkan oleh Lucas di pinggir ranjang lalu mengambilkan beberapa helaian kain untuk diberikan padanya. Sedangkan Lucas berlanjut mengenakan beberapa helai kain untuk menutupi tubuhnya yang atletis. Lalu menghubungi Margareth dengan mengambil ponsel diatas meja rias.
“Hallo tua”, sapa Margareth
“Hallo, tolong antarkan makan kami untuk sarapan dan aku beri waktu sepuluh menit”, perintah tegas dari Lucas lalu langsung mematikan ponsel sepihak.
Lucas mendekati Alika yang menunduk di pinggir ranjang dengan air mata mengalir.
“Sweety, I’m sorry”, sesal Lucas dengan mengusap kepala milik istrinya namun di hempaskan tangan kekar itu.
“Aku benci uncle!, kamu egois!, kejam!, dan mesum!”, umpat Alika dengan meluapkan seluruh emosi yang tak tertahankan dengan tangisan pecah.
Ketika Lucas sedang menenangkan Alika tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari luar, “tok, tok, tok”, lalu Lucas beranjak dan membuka pintu.
“Maaf tuan, mengganggu”, ucap Margareth. Lalu Margareth memberikan hidangan yang dibawa olehnya kepada Lucas dan dia mengundurkan diri kemudian Lucas menutup pintu.
Setelah menerima hidangan Lucas mendekati ranjang Alika untuk mengajaknya makan.
“Sweety, kita makan, uhmm”, ajak Lucas dengan suara lembut dengan mengecup kepala dan mengusap.
“Aku mau pulang ke Indonesia”, ucap Alika dibalik kepala menunduk.
“Aku akan antar kamu pulang, tapi sekarang makan dahulu”, ucap Lucas kembali mengajak
“Aku mau pulang ke Indonesia”, ucapnya kembali
“Aku mau pulang!”, bentak Alika dengan isakan tangisan. Lalu berbaring ke ranjang dengan menaikkan selimut.
“Terserah!”, bentak Lucas dengan melempar piring di atas sofa hingga tumpah dan mengusap wajahnya yang kasar.
“Menagislah sepuasnya!”, bentak kembali Lucas, “s setelah itu kamu harus makan”, perintah Lucas dengan emosi dan meninggalkan Alika di bawah selimut yang sedang meratapi kemalangannya.
Beberapa jam kemudian Lucas kembali dengan membawakan hidangan baru untuk istrinya. Saat membuka pintu, Lucas melihat Alika masih dibawah dalam selimut. Lalu Lucas menghampiri Alika dengan duduk dipinggir ranjang dan membuka selimut, melihat Alika memejamkan mata dengan mata membengkak. Kemudian Lucas tetap membangunkan Alika untuk makan agar ada asupan dan tidak sakit.
“Alika, bangunlah. Makan dahulu”, ucal Lucas sambil mengusap pipinya.
“Alika!”, panggil Lucas
“Alika!”, panggil kembali.
Selah dua kali panggilan Alika terbangun dengan mengucek kedua mata yang bengkak karena menangis. Alika kemudian duduk setelah mendengarkan panggilan Lucas dan mencium bau makanan yang membuat perutnya keroncongan dengan meronta karena kelaparan yang dihabiskan untuk meluapkan amarah. Kali ini Alika menyimpan sifat keras kepala dengan mematuhi Lucas untuk makan.
“Sweety, biar aku yang suapi kamu”, ucap Lucas penuh kasih sayang yang daingguki oleh Alika karena saat ini dia juga sudah tidak bertenaga.
“Apa kau mau minum”, tawar Lucas yang diangguki oleh Alika.
Setelah selesai makan Alika terbaring kembali karena pusing akibat menangis seharian. Lalu Lucas ikut berbaring di sampingnya hingga terlelap sampai malam.
Alika terbangun dengan menyingkirkan tangan kokoh yang menindih pinggangnya dengan perlahan agar tidak membangunkannya. Namun Lucas tetap terusik dan terbangun dari tidurnya.
“Sweety, ternyata kamu sudah bangun”, ucap Lucas dengan suara seraknya khas bangun tidur yang terlihat seksi.
“Apa kau lapar kembali?”, tanya Lucas yang diabaikan oleh Alika pergi ke kamar mandi.
Alika yang berada di kamar mandi sedang membasuh muka dan bercermin melihat wajah yang kusut juga mata bengkak yang penuh amarah karena drama kebohongan Lucas dan keluarga Abraham yang sealku dianggapnya di percaya. Walaupun sepenuhnya mereka tidak mengikuti permainan rencana Lucas.
Alika pergi ke shower membersihkan diri. Sedangkan Lucas beranjak dari kamar pergi ke ruang kerja mengecek email, meski sudah di serahkan kepada sang sekretarisnya dan kaki kanannya. Namun Lucas tetap akan memantau semua kinerja karyawannya dan musuh-musuhnya.
Usai setengah jam Alika keluar mencari makanan dengan wajah dingin dan datar. Saat membuka kulkas, Mrs.Magareth datang.
“Apakah ada yang bisa saya bantu, nona?’, tanya Margareth dengan sopan tetapi diabaikan Alika dengan mengambil buah-buahan juga susu kotak untul mengisi perutnya yang lapar.
“Nona, saya akan buatkan makanan. Tunggulah sebentar”, ucap Margareth
Lucas kemudian keluar melihat Alika yang sedang duduk di meja makan dengan makan apel, dan dua susu kotak. Lucas menghampiri Alika.
“Sweety, jika kamu lapar bilanglah pada Margareth”, ucap Lucas namun Alika masih diam. Ketika hidangan yang dibutakan Margareth sudah siap Alika memakannya dalam diam tanpa sepatah kata seperti orang sedang kerasukan.
Lucas yang melihat terdiamnya Alika hanya metasa khawatir meski dia sudah mau makan. Dia menatap istrinya merasa nana karena kesalahan Lucas yang terlalu egois.
Lucas hanya mampu menghembuskan nafas kasar,”uhhh..ahhh!”, setelah Alika pergi meninggalkan meja makan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Lha udah MP aja ternyata?? Kapan?? 🤔🤔😄😄
2024-12-26
0