Sementara persiapan pernikahan sedang dibuat untuk hari H. Sembari menunggu Lucas saat ini sedang bersama gadisnya untuk membujuknya agar memaafkan kesalahan di episode sebelumnya.
“Ha Alika, kapan kamu tiba?”, tanya Lucas yang habis pulang dari kerjanya namun tidak di jawab.
Lucas mencoba mendekati Alika yang sedang membaca majalah dengan wajah kesalnya.
“Apa kamu masih memendam amarah gara-gara waktu itu? Jika begitu aku minta maaf”, ucap Lucas dengan menyentuh tangan mungilnya lalu mengecup membuat gadisnya mendelik.
“Ayolah jawab sweety, jika kamu cemberut terus aku tidak akan mengajak kamu menikmati pemandangan di kota Berlin”, tambah Lucas sambil mengusap tangan kirinya semabari menunggu bibir mungilnya berbicara. Alika masih berpikir untuk memaafkan Lucas dan menghilangkan kekesalan terhadap aunty-nya yang tiba-tiba saja menghilang saat telah sampai di negara asing yang tidak begitu ia ketahui. Namun untungnya Lucas menyuruh pengawalnya menjemput.
“Baiklah, aku akan menyetujui ajakan kamu namun tidak untuk kelancangan kamu. Dari pada aku di sini seharian membuatku jenuh lebih baik jalan-jalan. Aku juga belum tentu menikmati suasana di sini seumur hidupku”, ucap Alika dengan menutup majalah.
“No sweety kamu akan menikmati seumur hidupmu bersamaku. Aku tidak sependapat dengan kamu”, batin Lucas dengan sambil memberikan sunyuman hangat untuk gadisnya.
“Kalau begitu aku akan ganti baj dan kamu barsiaplah untuk berangkat”, ucap Lucas dengan mencium tangan kembali sembari berjalan menuju tangga untuk ke kamarnya mengganti pakaian. Sedangkan Alika hanya mengambil tas selempangan di kamar yang di sediakan. Sebenarnya Lucas ingin menjadi satu dengan gadisnya di kamar utama namun ia urungkan agar sebelum hari H dia tidak melarikan diri meski rencana dia licik tetapi baginya tidak peduli bagaimanapun gadisnya itu adalah miliknya.
Alika menunggu sambil duduk di sofa ruang tengah hingga Lucas keluar dengan berganti pakaiannya. Meski membutuhkan waktu lama menunggu Lucas akhirnya ia keluar dengan berpakain kasula dan terlihat tampan di mata Alika.
“Waoo.., dia sangat tampan dibandingkan teman-teman kelasku meski dia sudah cukup umur namun dia tidak seperti seorang paman umumnya. Balitan pakaiannya sangat cocok layaknya seperti para remaja umunya”, batin Alika dengan wajah bengongnya saat Lucas dihadapannya.
“Hai sweety, sweety”, panggil Lucas dua kali sambil melambaikan tangannya di wajah. Alika kemudian kembali dari euforianya setelah dua kali panggilan dari Lucaa dan menetralkan ekspresinya.
“Sweety, apa kamu sedang mengaggumiku hingga kamu sampai bengong? Jika benar ternyata aku tidak kalah keren dengan para remaja umumnya”, ucap Lucas dengan kepedean sambil terkekeh.
“Dasar kepedean”, kesal Alika sambil melangkah berjalan untuk menutupi ekspresi merah meronanya dari Lucas. Dia mengikuti langkah Alika yang tiba-tiba dengan jalan cepat.
Setelah sampai di pelataran mansion Lucas bergegas membukakkna pintu mobil lamborghini untuk kekasihnya yang dia anggap sendiri.
“C’mon sweety” ajak Lucas yang membukakan pintunya dan Alika menaikinya lalu Lucas menyusul setelah menutup pintu mobil sebelahnya.
Lucas menghidupkan mobilnya “ brumm..brumm”, terdengar suara lamborghini yang segera melesat. Pada saat mengemudi Lucas membuka suara agar suasana di dalam mobil tidak canggung dan hening.
“Sweety, bagaimana liburan kamu selama tiga hari yang lalu? Apakah menyenangkan?”, tanya Lucas walaupun dia sudah tahu dari info anak buahnya di Indonesia dengan fokus mengemudi meski sekali-kali melirik gadisnya.
“Uhmm itu menyenangkan karena aku sering di temani dua sahabat yang seringkali dalam obrolan ada bumbu-bumbu bar-barnya yang keluar dan bahkan membuatku sering tidak tahu arti kata yang mereka ucapkan. Mereka sangat unik meski sering berantem tapi membuat hariku tertawa”, cerita Alika sambil membayangkan dua sahabtnya yang sering aneh.
“ Aku ikut senang, sweety”, ucap Lucas dengan tulus.
Ketika Lucas memancing sedikit obrolan Alika akan mrnjawab panjang lebar dengan senyuman bahagia membuat Lucas ikut merasa bahagia meski Alika juga membicarakan laki-laki lain seperti tentang Denis maupun Adit. Entah persetan apa Lucas selalu cemburu. Pada akhirnya telah sampai di tempat yang penuh dengan gambar mural di east side galery.
(Alamy. com)
Ketika saat turun dan menyusuri jalanan di area mural wajah kagum milik Alika tidak berhenti terkagum-kagum dan mencoba menyentuh. Dia juga tidak lupa meminta Lucas untuk memfotokannya dan memamerkan fotonya kepada kedua temannya juga lainnya.
“Uncle, ini sungguh mengagumkan”, puji Alika
“Of Chrouse, Apa kamu suka?” ucap Lucas
“Ya, Apa aku boleh minta di fotokan untuk aku pamerkan kepada teman-temanku?”, tanyanya
“Ya tentu, kamu cobalah berdiri di situ”, ucap Lucas lalu ia memotretnya. Kemudian Lucas ikut berfoto ketika ada orang lewat untuk meminta tolong kepadanya lalu mengucapkan terima kasih.
Setelah selesai mereka melanjutkan perjalan dan Lucas berinisiatif menggandeng tangannya juga tanpa penolakan dari Alika.
“Uncle kita akan pergi kemana lagi?”, tanyanya sambil memakan es krim yang dibelinya saat menenelusuri tiap jalanan.
“Kita akan pergi melihat pemandangan dan mengunjungi restoran”, ucap Lucas
Alika menganggukkan kepala. Mereka menikmati momen-momen bersama dengan berfoto hingga menjelang malam. Kemudian mereka kembali ke manshion dengan wajah lelah Alika yang terlelap tidur di sebelahnya. Lucas menghentikan mobilnya karena lampu merah dan kemudian Lucas menoleh melihat wajah Alika yang sesang terlelap di sebelahnya dengan mengecup bibir, mata, juga kening lalu kembali mengecup bibir dengan sesikit menjilat. Lucas merasa bahagia saat ini tanpa henti.
Beberapa lama kemudian mobil lamborghini telah berhenti di pelataran manshionnya. Tanpa niat untuk membangunkan Alika, Lucas menggendongnya ala briday stayle. Sesampainya di kamar Lucas menurunkannya dengan pelan agar gadisnya tidak terbangun lalu mengusap pipi dan ******* bibir mungilnya kemudian terdengar sedikit lenguhan dari bibir Alika dan Lucas menghentikan agar tidak membangunkannya. Setelah itu Lucas pergi keluar sebelum melewati batas dan membersihkan badannya yang lengket setelah seharian jala-jalan.
Axel yang berada di kamarnya masih gelisah karena teman-temannya yang dihubungi tidak tahu kemana Alika pergi. Keesokan harinya Axel menghampiri rumah Alika yang dikirimkan alamatnya oleh Raina. Lalu ia mengetuk pintu setelah sampai di kediaman Alika.
“tok..,tok..,tok..,” tiga kali ketukan akhirnya pintu terbuka dan yang membukanya asisten rumah tangga.
“Cari siapa ya?”, tanya asisten rumah tangga.
“Saya mencari Alika. Apakah benar ini rumah Alika Azhara?” ucap Axel dengan sopan.
“Iya benar, aden siapa?”, tanya asisten rumah tangga dengan menelisik
“Saya temannya Alika satu SMA”
“Oo, Non Alika sedang pergi berlibur dengan auntynya”
“Kemana ya bi? Kalau bisa saya tahu”
“Di luar negeri den. Bibi juga kurang tahu”, ucap asisten rumah tangga sambil tersenyum
“Baik bi, makasih” ucapnya sambil berpamitan dan berlalu membawa motornya ke cafe tempat nongkrong biasanya.
Sesampainya di cafe tidak sengaja Axel melihat Raina masuk ke cafe lalu ia menyusulnya.
“Rain! Rain!”, panggilan dua kali dari Adit lalu Raina menoleh ke belakan dan menyapanya, “Hai Axel, kenapa pagi-pagi ke cafe?” tanya Raina heran.
“Iya, aku mau nongkrong aja. Bosan di rumah sendirian”, ucap Axel dengan terkekeh
“Ngomong-ngomong teman kamu Gilang mana? Biasanya kalian selalu bersama”
“Dia hari ini lagi nemenin adiknya bermain katena kedua orang tuanya sedang kerja dinas ke luar kota. Sedangkan kamu?”, ucap Axel
“Aku ke sini mau bantu orang tuaku karena cafe ini milik keluargaku. Ayo masuk Xel”, ucap Raina
Axel lalu masuk dan duduk di temani oleh Raina.
“Habis darimana axel?”
“Aku tadi habis ke rumah Alika. Ingin mencari tahu aja Alika pergi kemana? Karena dihubungi tidak diangkat”,
“Iya juga y.Apa kamu sudah tahu ia pergi kemana?”
“Iya tapi tidak signifikan”
“Signifikan segala kayak hitung-hitungan aja xel” sambil terkekeh
“ iya, aku hanya dapat info saat ini Alika sedang berada di luar negeri”
“Kalau itu kami tahu”
“Kenapa kamu tidak memberitahuku? Di luar negeri bagian mana?”
“Kalau bagian mananya kami gak tahu karrna kak Denis hanya memberitahukan kalau dia bersama mamanya di luar negeri. Aminah aja sampai kesal karena tidak detail memberi tahukan kami sebab kak Denis langsung menutup ponselnya katanya sedang ada party di rumah temannya dan tidak bisa di ganggu”
Axel menganggukkan kepala. Saat di sela-sela mereka sedang mengobrol minuman datang dan Axel menyeruput kopi capuccinonya.
Alika masih terlelap dalam tidurnya dan terbangun kesiangan dengan mengulet. Lalu ia bergegas ke kamar mandi membersihkan bau badan sisa semalam karena tidak mandi setelah berjalan-jalan seharian bersama Lucas.
Sedangkan Lucas berkutat dokumen di ruang kerja yang tersedia di mansion sembari menunggu Alika turun dari kamarnya untuk mengajaknya photo prewedding persiapan pernikahan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Makin bikin aku penasaran gimana ceritanya Lucas bisa memutuskan sendiri pernikahannya dengan Alika,Sedangkan Alika langsung gak tau apa2 tentang siapa Lucas,juga ttg pernikahannya..🤔🤔
2024-12-26
0