Episode 20

Sekarang hari minggu, Denis sedang asyik tidur karena free dari tugas kuliah dan pekerjaan kantor. Ketika masih bergelung dalam selimut tiba-tiba ada yang mengetuk pintu,”tok, tok, tok”, namun Denis tidak merespon orang yang berada di luar. Lalu mengetuk sambil memanggil namanya, “tok, tok, tok, kak Denis!, kak Denis!”, teriak suara dari Alika.

Kemudian Denis terbangun dan beranjak dari ranjang dengan rasa malas dan menguap sambil menggaruk kepala.

“Ada apa?”, tanya Denis dengan mata masih sayu sambil menguap terus.

“Kak, di luar ada yang mencari kakak”, ucap Alika

“Siapa, kok pagi-pagi sudah ada yang mencariku?”, tanya Denis dengan wajah bantalnya.

“Orang itu perempuan, terus dia bilang jika tuan putri mencari pangeran untuk menambatkan hatinya ke hati pangeran itu”, ucap Alika

“Tapi kak teman perempuan kakak itu mirip dengan temanku Aminah”,bisik Alika.

Denis yang masih mengantuk langsung kembali ke kamar tanpa kata dengan menutup pintu,setelah kembali sadar dari rasa kantuk yang setengah dia kembali membuka pintu sampai Alika terkejut ketika akan mengetuk pintu kembali.

“Tadi siapa yang mencariku?”, tanya Denis dengan mata membelalak.

“Namanya..,”jeda Alika menggaruk pipi yang tidak gatal.

“Tasya”, lanjut Denis dengan lirih dan Alika mengangguk kepala.

“Whats?!”, terial Denis depan wajah Alika.

“Pokonya kakak temui dia, katanya dia merindukan sang pujaan hatinya”, bisik Alika dengan menggoda sambil menggerakkan dua alis mata, “Dia sedang mengobrol dengan aunty Liana, dan cepatlah turun”, ucap Alika dengan mengusap pundak Denis kemudian meninggalkan Denis yang masih bengong.

Alika lalu ikut bergabung dengan aunty Liana dan Tasya yang asyik mengobrol. Saat Alika duduk di sofa, aunty Liana menanyakan Denis.

“Alika, mana Denis?”, tanya Liana

“Oh, kak Denis sebentar lagi turun, aunty”, ucap Alika.

“Nama kamu Alika?”, tanya Tasya.

“Iya, kk,” ucap Alika dengan tersenyum hangat.

“Semoga kita bisa berteman”, ucap Tasya.

“Kalau bisa kita jadi saudara”,lanjut Tasya dengan kekehan sedangkan Alika belum maksud dengan ucapan Tasya.

Ketika akan melontarkan kalimat Denis datang dan Tasya menghampiri juga langsung merangkul lengannya.

“Kak Denis”, suara keras Tasya.

“Kamu mengapa pagi-pagi sudah mengganggu?”, tanya Denis

“Aku kesini ingin mengenal calon mertua dan adik ipar”, ucap Tasya

Denis malah melepaskan tangan Tasya lalu duduk di sofa dan Tasya mengikuti Denis. Ketika mereka sedang akan mengeluarkan obrolan kembali tiba-tiba ada suara teriakan suara cempreng dari Aminah dari luar, “Alika!Alika”, berlari seperti anak kecil dengan menggandeng lengan Raina.

“Tambah dua perempuan yang unik”, batin Denis sambil mengusap wajahnya yang terasa gatal dengan menghembuskan nafas kasar.

“Ou, o.., kak Tasya”, ucap Aminah ketika telah sampai di ruang tengah.

“Aminah!”, teriak Tasya sambil memeluk dan berjingkrak di depan pemilik rumah, membuat Liana terkekeh.

“Min, kenapa kamu ke sini?”, tanya Tasya dengan heran

“Justru aku yang tanya dengan kakak, kalau aku sih mau menemui Alika”, ucap Aminah

“Aku itu sedang berusaha menaklukan sang pujaan hatiku”, sambil melirik Denis. Aminah melirik kak Denis lalu ia mangut-mangut.

“Jadi pujaan hati yang selama ini kakak ceritakan denganku, ternyata Kak Denis”, ucap Aminah sambil duduk di sisi Denis dan Tasya tidak mau kalah langsung duduk sebelah kiri Denis.

Denis yang terapit dua cewek unik hanya mampu pasrah apalagi mereka saling cekcok dan membuat Denis marah lalu meninggalkan mereka.

Raina, Alika dan Liana hanya terkekeh melihatnya. Apalagi Liana baru pertama melihat Denis meledak membuat Liana bertambah untuk semangat menggoda dengan teriakan.

Malam harinya Alika sedang mengerjakan tugas matematika linguistik namun tiba-tiba perutnya terasa mual terus Alika pergi ke kamar mandi memuntahkan isi perut. Akhir-akhir ini dia terus merindukan sentuhan Lucas dalam hatinya tetapi dipikirannya dia sangat membenci karena ia egois dan licik.

Ketika keluar Alika dikejutkan ke datangan Lucas sejak ia menghilan dua minggu lalu. Kemudian Lucas mencoba mrnghampiri, menatap, mengusap bibir ranum Alika dengan intens. Alika yang merasa di tatap mencoba menenangkan degup jantungnya yang dag, dig, dug namun sulit.

“Sweety aku merindukanmu”, bisik Lucas dengan lansung mengangkat dagu dan mencium bibir Alika tanpa pemberontakan. Lucas tersenyum dibalik ciuman bibir. Lalu dia memperdalam ciuman sambil mengangkat tubuh Alika yang terbawa euforianya dan mengalungkan tangannya di pundak Lucas. Mereka menikmati dan melepas kerinduan.

Entah setan apa yang merasuki Alika atau karena terhipnotis dengan sentuhan dan tatapan Lucas. Namun Alika tidak memperdulikan semua itu. Lucas terus memberi sentuhan yang di terima lapang dada oleh Alika hingga ia mengeluh seperti rasa nikmat tapi geli. Di balik bercinta Lucas menyuarakan isi hati, “ syukurlah dia menerima tanpa harus memaksanya”, sambil mencium perutnya yang masih datar dan mengucapkan terima kasih pada calon anaknya yang telah membantu ayahnya untuk menyatukan kembali istrinya tanpa Alika ketahui.

Mereka menikmati semua euforianya dengan nikmat dan terdengar suara lenguhan di kamar Alika tanpa diketahui siapa pun.

Setelah mereka mencapai puncak kenikmatan beberapa kali mereka terbaring dengan rasa kantuk. Dan tidak lupa Lucas memberikan kecupan pada keningnya. Mereka berpelukan dengan nafas tersengal-sengal.

Keesokan paginya Alika terbangun dengan mencium bau tubuh Lucas khas pria dalam pelukannya. Lalu menatap intens wajah milik suaminya dan Lucas memergoki istrinya yang menyentuh bibir juga menatap wajah dirinya.

“Sweety, kamu sekarang berani menyentuh dan menatapku hm”, ucap Lucas dengan suara seraknya.

Alika berbicara tergagap, “si..siapa?”, dengan beranjak dari ranjang namun lupa menutup tubuhnya tanpa sehelai kain.Lalu berteriak, “arghhh”,Lucas yang berada di ranjang terkekeh. Kemudian beranjak dan menggendongnya untuk membersihkan tubuh bersama.

Setelah selesai Alika dan Lucas turun dari tidur panjangnya. Alika merasa terheran tanpa ada orang di rumah apalagi tidak ada salah satu orang membangunkan Alika ke sekolah. Saat Alika sedang bingung, Lucas menyadarinya dengan menarik lengannya untuk duduk di pangkuannya.

“Sweety”,panggil Lucas dengan lembut.

“Kamu tidak usah bingung, mereka sibuk bekerja dan bibi di rumah ini sedang izin. Jadi kita bisa berduaan”, ucap Lucas sambil mengusap kepalanya.

“Tapi aku jadi tidak izin ke sekolah, uncle”, ucap Alika.

“Tenang saja, semua terkendali sweety”,

“Ayo kita sarapan dahulu”,ajak Lucas.

Sementara Aminah sedang berseteru dengan Anisa si cewek centil dan sok cantik.

“Kalian itu kenapa selalu mengusik Axel sih, padahal sudah jelas dia itu milikku”, ucap Anisa

“Oh ya!”, ucap Aminah di depan wajah cewek centil

“Iya, terus bilangin pada Alika, jangan terus godain Axel. Sudah punya om-om malah dekati gebetan orang”, ucap Anisa dengan menyindir.

“Suka-suka Axel dan Alika, mereka yang jalanin, kamunya kok rempong”, ucap Raina ikut membela.

“Kalian ya..,” geram Anisa sambil geregetan lalu menjabak rambut Aminah bersama dua pengikut Anisa dan Raina ikut membantu hingga guru BP itu datang.

“Berhenti! !!!!!!”, teriaknya hingga hampir mengguncang gedung semolah dan gendang telinga hampir kandas mendengar suara teriakan dari bu Ningsih.

Mereka lalu berhenti bertengkar dan mendapatkan tarikan telinga dari bu Ningsih milik Aminah dan Anisa.

“Kalian ikut saya”, perintah Bu Ningsih berjalan ke ruang BK.

“Duduk!”, tegasnya.

“Nilai etika dan setiakawan kalian mana”, sambil membawa tongkat lidi dengan di pukulkan pada meja dekat, “plakk”, suara pecutan dari tongkat lidi itu terlihat ngeri.

“Apa bagusnya kalian berkelahi?.., Kalian sebentar lagi ujian malah jam istirahat buat berkelahi Terus yang kalian ributkan itu masalah apa?!,” tanya Bu Ningsih dengan nada tegasnya.

Mereka hanya terdiam tanpa menjawab.

“Jawab!”, teriaknya.

“A..xel”, lirih Winda.

“Si.a.pa”, dengan mengetatkan giginya sambil menggebrak meja dan membuat mereka terkejut.

“Axel, bu”, ucap Lisa.

“Whatts!”, dengan mata mendelik, “cuman gara-gara satu cowok kaluan sampai berkelahi. Ck, ck”, geleng Bu Ningsih.

“Sekarang kalian tidak usah ikut pelajaran bersihkan semua kamar mandi di sekolah ini hingga pulang sekolah berbunyi”

“What!”, ucap kelima siswi bersamaan.

“Iya, cepetan laksanakan!”, air liur muncrat dan membuat para siswi ngeri juga jijik.

Aminah membisikkan pada Raina, “lebih baik kita ikuti sebelum lavanya muncrat di wajah kita”

“Iya, mana bau lagi”, bisik Raina

Raina dan Aminah beranjak perdgi dengan diikuti tiga musuh centil itu. Mereka melaksanakan dengan hati gundah. Sedangkan Aminah malah menikmati sambil bernyanyi dengan suara cempreng membuat seisi di kamar mandi keluar dan pergi. Sedangkan Raina langsung membekap mulut Aminah dan kena tendangan ember dari Anisa lalu mengajak dua pengikutnya pergi membersihkan ke toilet lain.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 pengumuman
96 Episode 95
97 Episode 96
98 Episode 97
99 Episode 98
100 Episode 99
101 Episode 100
102 Episode 101
103 Episode 102
104 Episode 103
105 Episode 104
106 Episode 105
107 Episode 106
108 Episode 107
109 Episode 108
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
pengumuman
96
Episode 95
97
Episode 96
98
Episode 97
99
Episode 98
100
Episode 99
101
Episode 100
102
Episode 101
103
Episode 102
104
Episode 103
105
Episode 104
106
Episode 105
107
Episode 106
108
Episode 107
109
Episode 108

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!