Episode 5

Bel pulang sekolah berbunyi para siswa berbondong-bondong mengemaskan buku dan berbondong-bondong keluar dari kelas. Banyak siswa yang berlalu lalang untuk pulang, ada yang masih di kelas, ada yang bersiap-siap melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler, dan ada pula yang masih dikelas sekedar bergosip atau menuju ke kantin untuk menunggu jemputan maupun untuk sekedar nongkrong.

Aminah langsung menghampiri meja Alika untuk mengajaknya keluar main bareng ke mall. Alika menganggukan kepala menandakan ia setuju ajakan Aminah.

Alika beranjak berdiri dan mencangklonhkan tasnya di bahu lalu berjalan bersama dengan suka ria bersama dua temannya yang selalu bar-bar jika diajak ngobrol.

“Lik kita nonton dulu yuk”, ucap Aminah yang memakan kuaci sambil berjalan dan membuang kulit ke sembarang tempat.

“Ide bagus tu min”, kata Raina dengan memakan kuaci milik Aminah

“Baiklah kalau begitu let’s go!”, ajak Alika

Ketika sedang berjalan beriringan tiba-tiba ada yang menarik telinga Aminah dan Raina.

“Aduh..duh..duh” teriak Aminah dan Raina bersamaan.

“Siapa sih yang narik telingaku? Aduh sakit!”, ucap Aminah

“Iya nih”,

Alika yang mendengar teriakan dan lengan di tarik Aminah kaget saat menengok ke belakang yang ternyata guru BP. Alika tidak jadi kesal karena Aminah namun malah takut sama Bu Ningsih killer . Alika memberikan salam dan sedikit menyengir dengan memegang tengkuk yang merinding.

“Aduh... Siapa sih lik?!” ucap Aminah yang langsung menghempaskan tangan dengan kasar dan kuaci jatuh berserakan. Ketika telah mengetahui Aminah hanya menyengir saja, “hehe ternyata ibu Ningsih cantik yang membahenol”, sambil mengusap telinga yang panas karena di tarik oleh guru BP yang killer.

Sedangkan Raina masih bertahan dari tarikan guru BP.

“ampun bu jangan tarik terus, lama-lama telinga saya copot”, ucap Raina yang menahan sakit.

Guru BP itu melototi Raina, Alika, dan Aminah yang sudah sedikit takut. Bu Ningsing menceramahi dengan air liur yang mencuat ke wajah ketiga muridnya yang tidak menjaga kebersihan dan makan sambil berjalan.

“Kalian tidak diajarin etika oleh sekolahan! Saya sebagai guru BP di sini sangatlah malu tau gak. Kalian sering kali saya beri tahu tata tertib dan estetika makan yang baik tapi omongan saya kalian dengar hanya masuk dari telinga kanan keluar telinga kiri! Orang tua kalian itu menitipkan kalian ke sini agar jadi murid yang baik, tau etika, dan mengerti apa arti kebersihan mengerti!” dengan wajah sedikit merah dan tongkat menunjuk-nunjuk pada dada mereka.

Ketika guru BP itu sedang ceramah Aminah malah berbisik pada ke dua sahabatnya, “Lihat gunungnya sudah meletus tinggal abunya yang ada di wajah kita”

Raina menanggapi bisikan Aminah, “iya, apa darahnya gak bakal naik jika terus-terusan marah. Kok bisa suaminya betah.

“hehe iya juga ya! Aku kasihan pada suami bu Ningsih lama-lama ia struk. Mending suaminya buat aku aja”, bisik Aminah yang mulai bar-bar.

“Emang kamu mau, dia kan sudah tua”, bisik Alika

“Ya.. Mau-mau aja, soalnya gak lama aku dapat warisan dari suaminya hehehe”, bisik Aminah yang cengengesan dan terdengar oleh Bu Ningsih.

“Aminah!”, teriak Bu ningsih dengan menarik telinga Aminah.

“Eh. .bushet deh kayak toah suaranya”, batin Raina yang mengelus-elus telinganya. “Untung gak copot, eh.. bukan copot deh.. Untung gak pecah gendang telingaku”, suara batin Raina.

“Sekarang kalian bersihkan seluruh latar ini! Jika sudah kalian buat surat pernyataan lima puluh kalimat secara berulang-ulang bahwa kalian berjanji tidak akan mengilangi kembali dan akan menjaga kebersihan sekolah, mengerti!” ucap bu ningsih sambil memegang tongkat lidi dengan berjalan mengelilingi ke tiga muridnya.

“Underground bu!” teriak Aminah yang salah ucap

“bukan Underground Mimin! Tapi Understand!”, teriak Raina dan Alika yang jengah dengan bibir bar-bar Aminah.

“hehe maaf, namanya juga masih sekolah kurang pinter juga gak apa-apa kali jangan terlalu di bawa emosi”, ucap Aminah yang cengar cengir kayak orang bodoh dengan menggaruk kepalanya.

“You stupid”, bisik Bu Ningsih sambil berlalu meninggalkan mereka.

“Lik you sumpit itu apa?” ucap Aminah yang membuat mood ke dua temannya buruk

Alika yang ditanya pun tidak menggubris dan Aminah beralih ke Raina namun sudah di cegah oleh Raina saat Aminah akan mengeluarkan kalimat.

Ketika sedang membersihkan latar di depan kelas tiba-tiba suara ponsel milikny berdering, “drrt..drrt..drtt”, Alika mengambil ponsel dari saku roknya dan melihat layar ponsel siapa yang menghubunginya namun tidak ada nama seperti nomor baru.

Alika mengangkat panggilan, “hallo”

“Hallo Alika, kenapa kamu lama saya sejak tadi menunggu kamu di depan gerbang sekolah dan saya melihat dari balik kemudi namun kamu tidak muncul-muncul”, ucap seseorang di seberang sana yang sudah turun dari mobil setelah mulai sedikit sepi.

“Anda siapa? Kamu kok tahu namaku?” tanya Alika dengan heran, bingung dan mengernyit.

“Hai. .sweety aku Lucas yang kemarin pagi mengantar kamu. Apakah kamu lupa suaraku?”tanya Lucas.

“I’m sorry uncle, saya akan segera keluar”, kata Alika dan menutup ponsel sepihak.

“Hei Lik kamu telfonan sama kak Denis ya?” tanya Aminah dengan kepo.

“ Bukan, sepertinya kita hari ini di pending dulu deh jalan-jalannya kita jua cepat pulang setelah pelataran ini bersih. Karena aku sudah di jemput”, ucap Alika dengan sedikit menyesal.

“Okay”, yang diangguki kedua sahabatnya.

“Lik siapa yang menjemput kamu. Jangan-jang kamu diam-diam udah memiliki kekasih ya?” kepo Raina

“Bukan, dia itu temannya aunty aku dari Jerman jika tidak salah”, ucap Alika

Mereka berdua hanya beroh-ria tanpa bertanya kembali karena mereka ingin cepat menyelesaikan tugas dari guru BP. Setelah lima belas menit mereka keluar dari gerbang sekolah sambil berpamitan dengan pak satpam. Lalu Alika menghampiri Lucas di balik pengemudi dengan stayle informal dan wajahnya terbingkai kacamata hitam.

“Maaf uncle pasti menunggu lama ya, tadi aku..” obrolan Alika di potong oleh suara teriakan Aminah.

“Woww. .ganteng banget! Dek dek gemes mau pisang” sambil menggeser tubuh Alika dengan wajah caim dan suara cempreng yang alay.

Raina membenarkan kata-kata Aminah dengan suara menggerutu, “ Pingsan kali”.

Namun Lucas tidak menggubris hanya menaikkan satu alis kanannya karena tidak mengerti bahasa yang di gunakan teman Alika. Alika yang sejak tadi sudah jengah tingkah Aminah menggeser tubuhnya lalu langsung masuk ke mobil.

“I’m so sorry, dengan tingkah temanku yang bar-bar. Sebenarnya dia baik kok”, ucap Alika yang sedikit takut dengan wajah dominan Lucas karena takut jika ia marah.

“No, no, no, kenapa harus minta maaf, sweety. Aku senang melihat kamu memiliki teman baik”, senyum tipis Lucas yang membuat Alika sedikit lega.

“Lik apa kamu mau meninggalkan kami. Kamu sungguh tega ya mentang punya cowok bule”, ucap Aminah yang berpura-pura kesal.

“Aminah kamu jangan mengganggu mereka”, ucap Raina yang menarik lengan Aminah yang dari tadi menempel pada mobil.

Alika menatap Lucas dengan canggung. Lucas yang di tatap mengerti arti kode dari Alika. Ketika Lucas akan mengucap kalimat pada Alika sudah terlebih dahulu di potong oleh Raina.

“Mr. Kami tidak akan mengganggu kalian kok. Kami akan pulang sambil mau main sekalian ke mall. Hehehe”, ucap Raina yang mengerti sambil membekap mulut Aminah yang akan melontarkan kalimat.

“You can take me home,Come on”, ucap Lucas

Aminah lalu menggigit tangan Raina dan masuk ke mobil yang sudah di beri ijin oleh Lucas. Sedangkan Raina menggeleng kepala dengan tingkah Aminah.

“Rain ayo masuk!”, ajak Aminah

Raina pun masuk ke dalam mobil dengan rasa sungkan pada Lucas. Kemudian Alika membuka percakapan agar tidak canggung di dalam mobil.

“Min, emang tadi kamu tahu Lucas ngomong apa?”tanya Alika

“Gak tahu”, ucap Aminah dengan mengangkat bahu.

“Pletak!” pukul Raina di kepala Aminah. “Auch..sakit Rain!” teriak Aminah.

“Kenapa jika kamu tidak tahu, malah main nyelonong masuk ke dalam mobil. Emang Mr.ini ngasih ijin kamu masuk”, kata Raina

“Walau aku tidak tahu artinya, tapi feeling aku mengatakan jika bule ganteng ini menyuruh kita masuk”, jawab Aminah

“Oh ya,..”, Ragu Alika dengan tingkah soaknya

“Coba Mr. Suruh berbicara aku pasti tahu. Karena iktan batin pertama bertemu sudah mengikat”, ucap Aminah dengan percaya diri membuat kedua temannya muntah.

Alika pun mencoba menyuruh Lucas untuk memulai percakapan dengan bahasa inggris. Lucas mengiyakan apa yang diminta gadisnya.

“How old are you?”

“Coba min kamu jawab”, ucap Raina

“Seventeen”

“Your Hobbie?”

“My hobby eat, godain mas cogang, dan nungguin embah memberi saya uang”, kata Aminah asal membuat Lucas terkejut apa yang di katakan temannya Alika.

“Mr.jangan kasih kendor terus kalau bisa kasih dia percakapan susah di mengerti”, ucap Raina

“Kamu kok tega sih Rain, aku salah apa sih. Eneng kan selalu baik dengan kamu atau jangan-jangan kamu cemburu ya. Tenang aku selalu bersama kamu kok. Aminah cantik ini selalu..”, perkataan Aminah langsung dibekap dengan tangan Raina yang membuat muntah. Raina membisikan, “jangan buat muntah”. Aminah meronta dengan menggigit tangan Raina, “Lepasin!”

Alika yang sejak tadi melihat adegan kedua sahabatnya hanya pasrah apalagi Lucas yang sejak tadi hanya menggelengkan kepala.

“Ayo, Mr.bercakap lagi siapa tahu kita cocok”, ucap Aminah yang kepedaan

“Maaf Mr.kami diturunkan di pojokan sana saja. Rumah kami hampir dekat kok karena satu perumahan kecuali dengan Alika”, ucap Raina

“Kok gak sampai rumah sih Rain. Aku kan ingin ngenalin Mr.bule tampan ini ke simbah”,kata Aminah

“Sudahlah Min kita bisa sambil cari abang-abang lewat buat kamu bawa pulang kasihan Mr.bule ini Min nanti pipinya banyak kena bibir mbahmu. Kan simbah kamu suka menginang”, kata Raina

Lucas menghentikan kendaraan mobil tepat atas permintaan Raina. Raina turun dengan menarik lengan Aminah.

“Thank you Mr”, ucap Raina yang diangguki oleh Lucas dengan wajah datar.

“Sampai besok Lik”, lambaian tangan Aminah yang di balas Alika. Kemudian Lucas langsung menancapkan gasnya.

Suasana dalam mobil mulai hening kembali. Alika dan Lucas sibuk dengan pikiran masing-masing. Tanpa terasa tempat tujuan yang direncanakan oleh Lucas telah sampai tujuan tanpa memberi tahukan kepada Alika. Alika yang sejak tadi bengong baru menyadari jika dia bukan kembali ke rumah namun ke tempat area butik baju. Alika mulai heran dan bertanya dengan Lucas. Pada saat Alika akan mengajukan pertanyaan Lucas terlebih dahulu keluar dan membukakkan pintu untuk gadisnya.

“Uncle..”

“It’s oke sweety, aku ingin mengajak kamu untuk membeli beberapa gaun dan kita pergi jalan-jalan setelah mencoba gaun itu dalam butik, so..aku ingin membawa kamu ke suatu tempat yang setiap kali kau impikan”

Alika pun turun dari mobil dan mengikuti langkah Lucas yang menggandeng tangannya. Mereka memasuki area butik yang di pesan oleh Lucas dan di sambut oleh pelayan pemilik butik teman dari Liana.

“Apakah ada yang bisa saya bantu tuan?” tanya sang pemilik butik

“Saya ingin dia mencoba beberapa baju pengantin dan gaun yang cocok untuknya”, ucap Lucas dengan wajah datar dana dingin

Alika yang sedang melihat-lihat pun kagum dengan gaun-gaun yang ada di butik. Baginya gaun yang ia impikan sekarang berada di depan mata sangat indah. Lucas yang sejak tadi mengamati wajah dan mata yang berbinar milik Alika ikut bahagia. Ketika sedang menikmati keindahan gaun tiba-tiba sang pelayan menghampirinya.

“Maaf nona silahkan ikut saya, untuk mencoba gaun yang sudah kami siapkan”, kata pelayan dengan sopan.

“What..”,Alika bingung

“Hei sweety, kamu tidak perlu bingung. Tadi sudah aku jelaskan”, kata Lucas

“Tapi..”,

“Ikutlah dengan pelayan dan coba gaun yang ada jika ada yang kamu suka ambillah”, kata Lucas sambil mengusap pipi milik Alika.

Alika mengikuti sang pelayan butik masuk ke dalam untuk mencoba beberapa gaun namun yang membuat Alika bingung kenapa juga harus gaun pengantin. Dia terus mencerna maksud dari Lucas padahal Alika belum ingin menikah dan harus meniti karier dahulu juga dirinya belum memiliki calon membuat Alika tambah bingung.

Alika menghempaskan pikiran buruk dia akan menuruti kemauan sang pelayan, baru meminta penjelasan kepada Lucas. Alika memakai beberapa gaun yang sudah dipilihkan oleh Lucas untuk di cobanya.

(sebagai gambaran saja😊)

Lucas merasa puas dengan penampilan cantik Alika setelah mencoba beberapa gaun yang ia pilihkan dan Lucas menyuruh Alika memakai dress berwarna maroon setelah itu Lucas membayar dan menyuruhnya untuk mengantarkan ke tempat mansionnya yang ada pada kartu alamat yang tertera agar Alika tidak memulai banyak curiga dan bertubi-tubi bertanya. Lucas ingin melakukan sesuai dengan strategi yang sudah ia rencanakan.

Alika mengikuti langkah Lucas keluar dari area butik dan masuk ke dalam mobil dengan berbagai pertanyaan bertubi-tubi dalam pikirannya. Alika mulai untuk mengajukan pertayaan pada Lucas yang sedang mengemudi.

“Uncle, kenapa kamu menyutuhku untuk mencoba banyak gaun apalagi gaun pengantin?”

“Saya hanya ingin kamu mencoba saja”

“Oh ya”, kata Alika yang menatap Lucas penuh curiga.

“Apa tidak ada alasan lain uncle?” tanya kembali Alika yang masih belum puas dengan alasan Lucas yang tidak masuk akal.

“Tidak, sweety”, ucap Lucas.

Alika pun menyerah dan menghembuskan nafas kasar”ahh”Lucas yang mendengarkan nafas kasar dari bibir manisnya hanya tersenyum tipis.

Beberapa lama kemudian Lucas dan Alika sampai pada arena yang diimpika oleh Alika yaitu menaiki kincir angin yang terlihat mewah di dalamnya. Alika terkagum-kagum dengan komidi putar yang berada di dalam yang sudah ada meja dan makanan yang sudah di pesan.

“Apa kamu menyukai sweety?”, tanya Lucas dengan hangat

“Iya, aku menyukai uncle”, denagan mata berbinar

“Uncle kok bisa tahu apa yang ku inginkan?” tanya Alika dengan heran

“Padahal kita baru bertemu tiga hari lalu”, katanya dengan masih takjub

“Aku mengetahui apa isi hatimu sweety karena aku sangat mencintaimu waktu dulu maupun sekarang”, batin Lucas dengan menatap mulut mengaga Alika yang begitu menggoda.

Lucas merasakan kehangatan di malam hari di dalam komidi putar yang menyerupai kincir angin yang sudah ia siapkan untuk membahagiakan gadisnya. Setelah selesai menikmati makan malam romantis Alika dan Lucas kemudian kembali ke rumah.

Ketika Lucas sedang fokus menyetir tiba-tiba Alika mencium pipi kiri Lucas dan mengucapkan terima kasih membuat Lucas terkejut. Rasa hangat yang di salurkan kepadanya membuat Lucas bahagia setelah sekian lama menunggu momen baik dari gadisnya.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Thor aku pengen tau awal cerita pertemuan Lucas dengan Alika itu di mana? Dan gimana ceritanya Lucas bisa suka sama Alika? kan umur mereka beda jauh lho..

2024-12-26

0

Atun

Atun

Makasih kk🙏

2022-11-02

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 pengumuman
96 Episode 95
97 Episode 96
98 Episode 97
99 Episode 98
100 Episode 99
101 Episode 100
102 Episode 101
103 Episode 102
104 Episode 103
105 Episode 104
106 Episode 105
107 Episode 106
108 Episode 107
109 Episode 108
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
pengumuman
96
Episode 95
97
Episode 96
98
Episode 97
99
Episode 98
100
Episode 99
101
Episode 100
102
Episode 101
103
Episode 102
104
Episode 103
105
Episode 104
106
Episode 105
107
Episode 106
108
Episode 107
109
Episode 108

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!