Episode 6

"tok.. tok.. tok, Aminah bangun!", panggil maminya

"Amin! bangun..!", teriak maminya.

"Anak ini susah kalau dibangunin, bikin jengkel", kesal Wulan terhadap anak bungsunya.

Wulan pergi mencari kunci serep kamar Aminah lalu kembali membuka pintu kamarnya yang di kunci dari dalam. Ketika saat masuk, Wulan menggeleng kepala melihat kamarnya seperti kapal pecah.

"Anak gadis begini, kenapa tidak pernah bantu orang tuanya paling tidak kamarnya dibuat rapi itu sudah cukup ngebantu orang tua. Dasar anak malas selalu di banggain embahnya", gerutu Wulan dengan kesal. Kemudian Wulan teriak di telinga anaknya, "Bangun!" dengan memukul pantatnya. Namun Aminah tetap tidak bangun, "Auchh..sebentar lagi mi", ucap Aminah dengan mata masih menutup. Wulan kemudian langsung mengambil air satu gayung lalu menyiramkan di kepalanya.

"Auchhh mami! Kasurnya jadi basah", ucap Aminah dengan marah

"Syukurin, siapa suruh dibangunin dari tadi gak bangun-bangun. Tuh kamu di cariin Raina sama Alika mau diajak olahraga", kesal Wulan dan meninggalkan Aminah dengan basah kuyup.

Sedangkan Alika dan Raina masih menunggu di luar dengan di temani simbahnya Aminah yang lagi menginang dan memberi senyuman.

Alika dan Raina berbisik-bisik. "Rain, simbahnya Aminah ternyata rocker ya?" tanya Alika.

"Dia itu bukan Rocker, tapi dia dulunya ingin jadi Rocker namun tidak kesampaian. Tapi uniknya ada laki-laki penyanyi rocker menyukai simbahnya Aminah yang lucunya juga suka suara nyanyiannya yang cempreng kayak toah sambil menginang gitu Lik waktu mudah"

"Kamu gak ngarang cerita kan?"

"enggak kan dulu simbahku temenan ama simbahnya Aminah, tetanggaan gitu. Sekarang aja masih tetanggaan satu kompleks".

"unik ya, hehe"

Pada saat sedang bisik-bisik Wulan maminya Aminah datang dan membawa nampan juga camilan.

"Maaf ya nak, Aminah itu kalau dibangunin susah. Tadi malam habis bergadang ama abangnya", ucap Wulan dengan gak enak hati sambil terkekeh.

"Iya, tante gak apa-apa", ucap Alika dengan memberikan senyuman.

"Ouwhh kalau begitu di minum dan makan camilannya sambil menunggu Aminah", ucap Wulan

"Oh ya, Rain mamah kamu di rumah",

"Iya tante"

"Baiklah, tante tinggal dulu ya mau ke rumahnya Raina. Biasa ibu-ibu nak" kata Wulan sambil terkekeh

"mbah jangan nunjukin bakat lagi ya, untuk teman-temannya Aminah. Duduk anteng aja ya mbah", ucap Wulan sambil berlalu.

"ck mantu durhaka, untung kamu kesayangan anak aku. Jika tidak sudah ku buat kamu kayak mie", gerutu simbah Nela. Alika dan Raina yang mendengarkan omelan mbah Nela hanya terkekeh. Simbah Nela lalu menyusur mbako kembali. Kemudian mulai percakapan dengan mengintip menantunya sudah pergi atau belum dengan mengendap-ngendap sedangkan Alika melihat tingkah simbahnya Aminah terkekeh. Simbah Nela kembali ke ruang tamu setelah melihat menantunya tidak ada dan mulai percakapan.

"Neng, sering main kemana jika lagi libur atau pulang sekolah?" tanya mbah Nela

"Kami cuman sering nongkrong ke cafe shop mbah", ucap Alika dengan sopan

"Seperti mbah dulu. Dahulu waktu mbah masih mudah kayak neng Raina juga suka nongkrong di warkop dan nyanyi. Semua pada suka", membanggakan diri

"Apalagi mbahnya Raina sering banget dengerin mbah nyanyi. Mbah itu bangga dengan cik Ramlan mbahnya Raina hingga sekarang kita masih tetanggaan", ucap mbah Nela

Raina membisikkan pada Alika, "Mbahku itu sebenarnya kasihan ama mbah Nela jadi dia itu cuman pura-pura dengerin, soalnya telinga mbahku waktu muda tuli,hehe"

Alika ingin tertawa namun tidak enak dengan simbahnya Aminah yang sedang cerita tetapi di sisi lain tidak bisa nahan tawa jadi Alika hanya pasrah mendengar cerita dari Raina saat membisikkan di telinganya dengan menahan perut sakit.

"Mbah, akan tunjukin bakat untuk kalian gimana suara rocker", ucapnya.

Ketika akan beraksi Aminah turun dari tangga dan menghampiri teman-temannya.

"sorry gaes nungguin lama ya", ucap Aminah tanpa penyesalan.

"Jika begitu kita berangkat, nanti kita kesiangan buat car free day", ucap Raina dengan terburu-buru

"Mbah kami pamit dulu", ucap Raina yang langsung bersalaman dan menarik lengan Aminah yang diikuti oleh Alika.

Alika, Raina, dan Aminah pergi meninggalkan mbah Nela yang sedang kecewa karena tidak bisa nunjukin aksinya. Raina menghembuskan nafas lega ketika sampai pada pangkalan ojek.

"Yuk kita naik ojek biar sampai ke alun-alun nanti malah sepi", ajak Raina

"Baiklah, Bang antar kami ke alun-alun", ucap Aminah

"Okayy, Aminah manis", goda abang ojek teman abangnya Aminah.

Mereka pergi ke alun-alun menikmati weekend dan diajak Aminah buat godain abang-abang di pinggir area alun-alun hingga orang banci ia godain sampai ditanggapi.

"Aminah kamu beneran gila orang banci pun kamu godain", bisik Alika.

"ustt diam..aku kan lagi wawancara siapa tahu setelah ini aku memiliki banyak cerita untuk di ceritain ke mbahku", ucap Aminah berbisik.

"Biarin aja Lik, biar buat hiburan", kata Raina.

"Tante setiap pagi kalau ngamen sudah dapat berapa?" tanya Aminah

"Ya.. tergantung mbak, kadang ni yah saya itu dapat hingga 300.000 setiap hari, kan lumayan mbok", ucap mbak waria

"Oh ya kita belum kenalan namaku Aminah yang cantik membahenol dan tidak ada duanya. Kalau tante namanya siapa?", ucap Aminah yang mulai akrab dengan mbak waria.

"Namaku ya sis aku tuh Rahma", ucapnya dengan kemayu ala-ala waria.

"ohh, berarti kalau di rumah pasti nama panggilannya Rahman dong?" tanya Aminah

"Lho kok tahu, kamu pengalaman ya sis", jawab Rahma dengan terkekeh

"hahaha", gelak tawa dari dua sahabatnya.

"Mereka teman kamu ya sis?" kata Rahma sambil mengunyah siomay.

"Iya tan, kenalin yang berjaket merah namanya Alika dan berjaket hitam namanya Raina", ucap Aminah

"hallo..", sapa Rahma dengan gaya ngondeknya.

"Hallo..", sapa kembali Raina dan Alika bersamaan

"tan..kalau malam sering godain gak?", tanya Aminah sambil meminum jus jeruk.

"Tergantung sis, kadang aku suka malas aja uangnya tu sering gak cucok di banding ngamen sis", jawab Rahma

"Jika tante ingin dapat uang dengan cucok ya mbok, aku saranin deh godainnya harus berbeda. Jika mau tahu aku bisikin", ucap Aminah yang diangguki oleh seorang waria.

Aminah membisikan sesuatu buat Rahma agar selalu dapat laris dan menghasilkan uang banyak. Setelah selesai makan mereka pamit pada mbak Rahma lalu pergi ke halte dan pulang.

Ketika Alika sampai di rumah langsung disuguhkan dengan tatapan dari temannya aunty Liana yaitu Lucas. Alika dengan canggung menyapa, "Hai..uncle", dengan melambaikan tangan.

"Aunty Liana kemana? Kok cuman ada uncle", ucap Alika yang menengok ke kanan dan ke kiri

"Apa kamu suka menggoda laki-laki dengan gampangnya?"tanya Lucas dengan datar sambil tangannya di masukkan ke dalam kantong celana.

"Ma..masuk uncle apa?" tanya Alika balik

Lucas berjalan melangkah mendekat pada Alika, "Lihatlah, wajah kamu begitu bersemangat telah dapat menggoda laki-laki sembarangan", dengan mengelus pipi kanan Alika.

"Tu..tunggu uncle kok bisa tahu. Jangan-jangan uncle menguntit aku ya?" Alika memincingkan matanya.

Lucas yang sudah tidak tahan dengan amarahnya ingin mengetahui gadisnya sedang melakukan apa malah dia yang menjadi bersalah karena tidak percaya gadis kecilnya.

"Ooo jadi uncle menguntit kami. Uncle bisa jadi penjahat lho karena suka menguntit dan dipidana jika orang itu tidak mau diikuti", ucap Alika

Lucas akhirnya malah malu sendiri dengan pintarnya Alika mengalihkan ucapan.

"It's ok, aku salah. Sweety kenapa bibir kamu dalam mengucapkan pintar humm", ucap Lucas dengan menyentuh bibir Alika. Sedangkan Alika ketika di sentuh olehnya merasa malu dan pipinya mulai merona.

Sudah beberapa menit Alika terpaku dengan tatapan Lucas kemudian menetralkan kembali ekspresi gugupnya.

"uncle aunty Liana ada dimana?", tanya Alika

"Dia sedang arisan bersama temannya", ucap Lucas yang masih bertahan menatap wajah Alika.

"kalau yang lainnya?",

"Abraham masih di kantor sedangkan Denis entahlah saya tidak tahu. Hei lebih baik kamu membersihkan tubuh kamu. Apa kamu tidak merasa lengket dan bau?" ucap Lucas yang masih asyik menyentuh pipi Alika.

"ternyata tubuhku bau kecut", sambil terkekeh dan mencium bau badannya sendiri lalu Alika langsung melesat pergi dengan pipi meronanya. Ketika sudah sampai di kamarnya Alika mencoba menenangkan detak jantungnya yang hampir copot, "dag dig dug", dan mencoba untuk menetralkan ekspresi gugupnya dengan tarik nafas panjang,"uhhh... Ahh.. ", sampai benar-benar tenang. Kemudian ia beranjak ke kamar mandi membersihkan diri.

Pada saat Alika sedang menikmati berendam di air, Lucas menghubungi kaki kanannya untuk membantunya menyiapkan pernikahan di Jerman ketika Alika mulai libur sekolahnya. Dia ingin semua rencana berjalan lancar setelah mengikatnya setelah itu Lucas baru akan membersihkan para krucul-krucul anggota mafia black cat.

Pada malam hari Alika diajak dinner oleh Lucas ke hotel bintang lima dan menghabiskan waktu berdua dengannya.

"Alika apa kamu suka?", tanya Lucas

"ya..aku suka tapi kenapa kita harus ke tempat yang mahal sih uncle?", tanya balik Alika. Lucas tidak menjawab pertanyaaan Alika namun dia memberikan usapan pada kepalanya dan memberikan senyuman.

"Sweety kamu mau pesan apa?"

"aku ingin steak sapi, kentangky, sama jus alpukat"

"baiklah, saya pesan steak saja dan wine anggur"

"baik tuan, silahkan tunggu", ucap sang pelayan dengan sopan.

Alika membuka percakapan dengan beberapa pertanyaan yang sudah ingin dia mencari tahu bahkan begitu lama.

"Uncle.."panggil Alika

"ya.."

"uncle sudah mengenal aunty Liana dan uncle Abraham sejak kapan?"

"Kami mengenalnya sebagai rekan bisnis sejak masih saya mudah"

"Apa uncle sering ke Indonesia?"

"Tidak..saya ke Indonesia cuman ada beberapa perihal saja mengenai bisnis dan ketika berlibur aku hanya mengunjungi ke bali. Di sana saya memiliki bisnis resort jika nanti kamu libur sekolah atau liburan panjang berliburlah kesana bersama teman-teman kamu dengan paket free. Aku yang akan bertanggung jawab biaya adminnya".

"Woaah uncle baik banget", dengan memberi senyum

Ketika mereka sedang asyik mengobrol sang pelayan laki-laki datang membawa menu makanan yang mereka pesan lalu pelayan laki-laki itu pergi setelah mempersilahkan tamunya untuk menikmati santapan yang mereka pesan.

Alika mulai menyantap steak kesukaannya dengan menikmati bumbu yang di campurkan dalam steak. Lucas yang sedang mengamati wajah Alika dan bibir yang sedang menguyah merasa senang telah mewujudkan mimpinya. Setelah selesai menikmati makan malam romantis Lucas membawa Alika ke dalam hotel VIP yang sudah ia pesan. Alika yang mengikuti langkah Lucas dengan bergandeng tangan merasa bingung.

"Uncle kenapa kita ke hotel?", tanya Alika

"Aku ingin menghabiskan waktu bersama kamu karena sebentar lagi saya pergi terbang ke Mahattam"

" Tapi kita bisa menghabiskan bersama di kediaman uncle Abraham".

"No sweety, saya ingin hanya bersamamu untuk malam romantis Ini"

"Kita..", pada saat akan mengeluarkan pendapat kembali Lucas tanpa ijin mencium bibir Alika yang membuatnya terkejut lalu Alika memukul-mukul dada bidang Lucas. Namun Lucas mengabaikan pukulan kecil di dadanya malah memperdalam ciuman dengan mengangkat tubuh Alika yang mungil hingga hampir kehabisan nafas. Lucas memberi jeda dengan mengamati wajah Alika yang sedang mengambil oksigen. Lucas masih betah mengangkat tubuh Alika dengan menyelipkan rambut ke belakang.

"Uncle apa-apaan sih", kesal Alika dengan meminta turun. Lucas yang melihat Alika kesal membuatnya gemas.

"maafkan saya...,saya tidak bisa mengontrol", ucap Lucas dengan menyesal

"Sekarang uncle turunin aku",

"Baiklah saya akan menurunkan kamu namun dengan syarat",

"Aku tidak mau syarat dari uncle..., uncle itu mesum", dengan memborantak walaupun tenaganya tidak besar dari laki-laki di hadapannya yang masih betah mengangkat tububnya.

"Jika begitu saya tidak akan menurunkanmu. Tapi aku akan mengukung kamu diatas ranjang hingga kamu mendesah"

Alika yang mendengarkan perkataan Lucas pipinya langsung memanas dan menyerah karena dia tidak ingin melakukan hal mesum sebelum selesai sekolahnya dan melanjutkan karier yang ingin dia bangun.

"Dasar uncle mesum!", kesal Alika

"Apa syaratnya?", tanya Alika yang masih di gendongan Lucas.

"Syaratnya, temani saya tidur di sini. Aku tidak akan melakukan apapun tanpa seizin kamu", kata Lucas penuh yakin.

"Tapi.. tadi uncle berani menyentuhku tanpa seizin dariku",

"I'm sorry, saya akan jaga sikap jika kamu mau menuruti syarat saya"

"Baiklah, tapi turunin saya", ucap Alika

Lucas kemudian menurunkan tubuh Alika ke ranjang lalu ia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Alika yang masih duduk di ranjang hanya ada tatapan kosong setelah di tinggal oleh Lucas dengan menyentuh bibir ranumnya yang bengkak. Alika merasakan ada kupu-kupu terbang dalam perutnya. Sengatan aliran panas terasa di tubuhnya seperti dalam mimpi sebelumnya. Alika jadi teringat siapa laki-laki dalam mimpinya yang selalu mencium bibirnya. "Apakah Lucas", batin Alika. Alika masih berkecamuk dengan pikirannya hingga tidak menyadari Lucas keluar dari kamar mandi.

"Sweety..., sweety..,!" panggil Lucas dengan menyentuh pipinya.

"Oh.., uncle sudah keluar dari tadi", ucapnya

"Hei kenapa kamu bengong. Sekarang mandilah bersihkan badan kamu", perintah Lucas

"Oh..ya", kata Alika berlari ke kamar mandi.

Ketika berendam cukup lama Alika baru menyadari jika dia tidak membawa baju ganti. Alika langsung panik dan mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya yang telanjang. Pada saat ingin memakai kembali gaunnya tapi sudah basah dan mau tidak mau Alika meminta tolong Lucas untuk meminjamkan kemejanya.

"Uncle..!uncle!", teriak Alika.

Lucas yang sedang berkutat dengan tab dan bersandar di pinggir ranjang mendengar suara panggilan Alika lalu menghampiri ke closet yang masih terkunci.

"Sweety!" panggil Lucas

"Uncle tolongin aku.. Tolong pinjamkan kemeja uncle. Aku tadi lupa.., jika aku tidak bawa baju ganti".

Lucas yang mendengarkan gadisnya langsung membawakan baju tidur dan dalaman yang sudah ia siapkan.

"Pakailah itu", sambil menyerahkan baju tidurnya.

Alika yang masih di dalam kamar mandi terkejut dan curiga dengan Lucas. Saat ini wajah Alika mulai memanas karena Lucas tahu ukuran dalaman yang sering dipakainya. Alika menggerutu, "Dasar mesum".

Alika keluar dengan memakai dress malam yang diberikan Lucas dengan pertanyaan bertubi-tubi. Alika duduk di pinggir ranjang sebelah Lucas.

"Uncle!"

"ya.. "

"Kenapa uncle bisa tahu ukuran pakaian dalam aku?" dengan pipi merah merona

Lucas menghentikan pekerjaannya dan menggeser tubuhnya untuk lebih dekat dengan Alika. Lucas memegang tangan kanan Alika dan mencium tanpa ijin, membuat Alika terkejut.

"Uncle!"

"Aku tahu ukuran tubuhmu dari hanya menatap saja sweety",

"ta..tapi.. " kalimatnya terpotong karena telunjuk Lucas dibibirnya

"sssttt" dengan meletakkan telunjuk di bibir Alika.

"Kita sekarang tidur karena sudah malam. Saya janji tidak akan menyentuh apapun. Hanya berpegang tangan"

Alika menelisik dalam matanya, apakah ia dapat di percaya atau tidak. Lucas yang merasa diintimidasi mengucapkan kembali, " saya janji Alika, C'mon. Hanya memeluk tubuh kamu dan mencium kening kamu selebihnya saya tidak akan menyentuh kamu saat tidur",

"Aku masih tidak percaya"

"Bagaimana agar kamu percaya"

"Aku akan memberikan pembatas bantal guling dan dalam tidur kita hanya berpegangan tangan"

"Baiklah, jika itu keputusan kamu"

Mereka lalu berbaring dan Lucas mematikan lampunya. Kemudian Alika mulai terlelap dalam tidurnya sedangkan Lucas masih berjaga dengan menatap wajah Alika yang tertidur. Ketika sudah di rasa Alika memasuki alam bawah sadar, Lucas menyingkirkan bantal gulingnya lalu mendekat dan mencium kening Alika dengan cukup lama. Entah persetan apa Lucas mulai aksinya dengan mencumbu Alika dalam tidur lalu ikut terlelap setelah membuat karya pada tubuh gadisnya persekian menit. Lucas merasakan kebahagiaan karena dapat menikmati dan mencium bau tubuh yang selama ini hanya dalam bayangan saja hingga akhirnya mimpi itu tercapai.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Typo TANGAN KANAN=ORANG KEPERCAYAAN..😃😃

2024-12-26

0

Bennetta Sheena

Bennetta Sheena

kaki kanan ngga tuh😂😂😂🤣🤣

2022-10-08

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 pengumuman
96 Episode 95
97 Episode 96
98 Episode 97
99 Episode 98
100 Episode 99
101 Episode 100
102 Episode 101
103 Episode 102
104 Episode 103
105 Episode 104
106 Episode 105
107 Episode 106
108 Episode 107
109 Episode 108
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
pengumuman
96
Episode 95
97
Episode 96
98
Episode 97
99
Episode 98
100
Episode 99
101
Episode 100
102
Episode 101
103
Episode 102
104
Episode 103
105
Episode 104
106
Episode 105
107
Episode 106
108
Episode 107
109
Episode 108

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!