Episode 17

Ketika Aminah dan Raina sedang mengobrol sambil berjalan beriringan tiba-tiba di kagetkan, “Baa”, oleh Alika dari belakang. Membuat mereka hampir jantungan lalu berteriak, Alika!”, kemudian berpelukan.

“Kamu kemana saja?”, tanya Raina.

“Aku itu berlibur ikut aunty”, jawab Alika dengan menutupi semua masalah yang terjadi.

“Berlibur kok sampai ponselnya tidak aktif, melewati batas libur sekolah yang hampir mau satu bulan, terus kak Denis itu.. “,omelan Aminah dipotong oleh Raina dan mengajak Alika masuk ke kelas dengan menarik lengannya. Aminah cemberut saat sedang mengeluarkan unek-unek malah dipotong oleh Raina. “uhh..ahh”, desah Aminah dan menyembul rambut poninya dengan mengikuti mereka dari belakang.

Tasya yang asyik menyeruput kopi saat berjalan melihat Denis lalu berteriak memanggilnya, “Denis! Denis!”, sambil berlari dan langsung merangkul lengannya. Teman disebelahnya menyapa Tasya, “Pagi Sya”, sapa balik dari Tasya, “Pagi juga kak Harry”, dengan senyum.

“Kak Denis nanti ada ulangan tidak?”, tanya Tasya.

“Tidak”, jawab Denis dengan malas sambil berjalan menuju kelas.

“Kalau begitu kita jalan-jalan mengulang moment kemarin, yuk”, ajak Tasya. Teman disebelahnya menggoda, “ciee.., jangan-jangan kalian sudah akur nih”, dengan kekehan. Denis mengumpat teman sebelahnya, “Bre**sek”, dan Harry ikut-ikutan menggoda, “Wahh, berarti nanti minta traktiran dong”, ucapnya sambil pamit, “Kami pergi dahulu, takut mengganggu”, tawa dua teman Denis dengan berlari.

“Kamu itu apaan sih Sya, yang kemarin itu hanya kebetulan saja. Karena aku kasihan saja saat melihat wanita menangis. So, kamu jangan kegeeran”, ucap Denis dengan melepaskan rangkulan lengan milik Tasya dan meninggalkannya.

“Tidak apa-apa Tasya, kamu harus berjuang mendapatkan pangeran pujaan hati. Kamu pasti bisa menaklukan. Dahulu saja bisa menaklukan monyet masa pangeran tidak bisa”, batin Tasya dengan menyemangati diri sendiri.

Jam istirahat berbunyi Alika, Aminah, dan Raina sedang duduk menunggu makanan yang di pesannya datang dengan sambil mengobrol dengan penuh kerinduan dengan Alika.

“Lik, kamu harus menceritakan liburan kamu dan kenapa tidak bisa dihubungi. Kasihan lho si kapten basket selalu nyariin kamu”, ucap Aminah

“Iya lik, dia datang selalu saja tidak dapat info apa-apa hanya adanya kamu pergi keluar negeri dengan aunty Liana”, nimbrung Riana.

“Baiklah akan aku ceritakan, pada zaman dahulu kala ada seorang putri cantik..”, cerita Alika yang akan dilontarkan terpotong dengan suara teriakan kedua temannya, “Alika!”, di telinga kanan dan kiri membuat keduanya berdengung gara-gara teriakan mereka.

“Kalian jangan teriak dekat telinga dong, telingaku jadi berdengung”, kesal Alika

“Salahkan diri kamu”, ucap Aminah tidak terima.

“Ceritakan Alika manis dan serius”, geram Aminah

Pada saat diselingan obrolan makanan datang dan mereka menyicipi kuah bakso dan dilanjutkan cerita yang belum terlontar satu kata pun dari Alika.

“ Apa tidak bisakah ditunda dahulu. Kita nikmati maknannya mumpung masih anget”

“Tidak bisa”, bantah Aminah sambil mengunyah bakso.

“Ayo Alika”, bujuk Raina

“Kan sambil makan bisa”, ucap Aminah.

“Iya, iya, aku itu diajak aunty Liana ke luar negeri di kota Berlin ke rumah milik Lucas. Rumahnya besar dan mewah seperti hampir kayak mall pokoknya. Di sana ponselku sengaja aku matikan karena aku ingin menikmati indahnya kota Berlin di setaip penghujung liburan..”, jeda Alika kembali makan baksonya.

“Berarti kamu di sana bertemu terus dong dengan bule ganteng”, ucap Aminah lalu diangguki oleh Alika sambil menyeruput es teh.

“Kota Berlin apakah sangat indah seperti di informasikan dalam pencarian internet kayak artikel gitu?”, tanya Raina dengan penasaran.

“Iya, kota Berlin itu indah aku diajak Lucas mengunjungi taman bermain, naik kincir angin, ke pusat mural dan lain-lain”, ucap Alika

“Jika kau ceritakan sangat panjang Min, Rain”, lanjut Alika.

“Aku senang mendengarnya, yang penting kamu selamat dan masih sehat”, ucap Raina berpelukan dan diikuti oleh Aminah untuk melepaskan rindu. Anisa yang berada di meja sebelahnya mengatakan dengan suara lirih, “alay”, dengan wajah sinis dan beranjak pergi bersama dua krucunya.

Ketika pulang Axel menghampiri Alika ke kelas. Dengan meminta waktunya untuk mengobrol di luar dan diangguki oleh Alika.

“Alika, syukurlah kamu sudah kembali.., apa kamu ada waktu untuk kita mengobrol?”, ucap Adit dan bertanya.

“Ya, tentu”, ucap Alika.

“Bagaimana kalau ke cafe”, tawar Axel yang diangguki Alika sambil menggendong tas ransel.

Kedua temannya yang di samping Alika menggoda, “cieee”.

“Ada orang yang rindu nih”, ucap Aminah dengan menggoda dan menaik turunkan kedua alisnya.

“Diamlah, Min”, ancam Alika sambil pergi berjalan dengan diikuti Axel dari belakang. Namun sayang, Alika dicegah oleh kedatangan Lucas membuat Axel bingung. Sedangkan Anisa yang berada di ujung tersenyum sinis dan mendekati Axel dengan menyuruh dua kruculnya untuk kembali duluan.

“Itu Alika, sedang berjalan beriringan dengan pria. Oh shit”, batin Lucas sambil memukul setir mobil lalu turun mencekal lengan Alika. Raina dan Aminah mengikuti dari belakang terkejut.

“Masuklah”, ajak Lucas. Namun Alika menghempaskan tangan Lucas yang mencekal lengannya.

“Anda siapa?”, tanya Axel dengan heran.

Entah persetan apa, Lucas mulai geram dan membentak Alika, “Masuk!”, perintahnya. Axel masih kekeh untuk meminta pria dewasa itu melepaskan cekalan dari lengan Alika yang terus memberontak. “Lepaskan tuan”, geram Axel. Mereka menjadi pusat perhatian para siswa di area parkir. Namun Lucas tidak pedulikan.

“Kamu jangan ikut campur”, geram Lucas dengan mata menyalang.

“Maaf tuan tolong lepaskan tangan pacar saya”, Anisa ikut menimbrung seperti pahlawan.

Raina dan Aminah tidak bisa berkutat apapun. Mereka malah saling berbisik di tengah perseteruan mereka.

“Rain sepertinya ada perang dunia ke dua deh”

“Iya, kita harus bagaiman nih?”

“Coba pikirkan, sebelum ada guru genit datang”, rasa khawatir Raina.

Pada saat Aminah dan Raina berbisik tiba-tiba Daniel datang ikut membantu Lucas. Itupun lebih mengejutkan bagi Aminah sama Raina.

“Maaf bukannya saya ikut campur tolong anda mengalah. Biarkan dia ikut bersama Mr. Lucas. Lihatlah kalian jadi pusat perhatian, apa tidak malu”, bela Daniel untuk Lucas. Perlahan tangan milik Axel terlepas dari lengan Alika dan Lucas. Kemudian Lucas menyeret Alika masuk dengan tatapan marah dan kosong.

Semua murid bubar kecuali siswi-siswi kecentilan mengerubungi Daniel untuk minta foto. Ia hari ini terlihat menawan dengan kemeja hitam menggulung di lengannya. Sedangkan Aminah tidak pedulikan dan berjalan menuju depan gerbang sekolah dengan disusul Daniel yang terlepas dari kerumunan para gadis SMU.

Di dalam mobil Alika menumpahkan semua marahnya dengan berteriak namun Lucas tidak mempedulikan dan tetap fokus menyetir.

“Arghhhh, aku sudah bilang padamu kalau aku membencimu, benci, benci!”, sambil memukul lengan Lucas dengan tangisan menderai. Isakan tangisan Alika membuat Lucas tidak tahan lalu ia membawa Alika ke hotel dengan memakaikakan jas untuk menutupi seragam sekolahnya lalu menggendong seperti karung dan terus meronta juga memukul punggung Lucas.

Saat tiba di kamar hotel Lucas melemparkan tubuh Alika di ranjang king size dengan sedikit merintih. Lalu Lucas mendekati dengan mengurung Alika di bawahnya dan menciumi ditengah isak tangis dengan dalam. Isakan tangisan berubah menjadi suatu lenguhan karena sentuhan Lucas di setiap tubuhnya. Lucas merasa puas dan tidak peduli dengan kemarahan Alika nantinya. Dia terus memberikan sentuhan-sentuhan geli membuat Alika bergerak tak karuan. Kenikmatan surga dunia dirasakan oleh dua sejoli yang tadi berantem menjadi sesuatu yang nikmat untuk mereka dengan macam gaya hingga terkulai lemas diatas ranjang. Lucas tidak lupa mengecup kening sebelum ikut terbaring. Mereka tertidur lelap di alam bawah sadar karena lelah berhubungan.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 pengumuman
96 Episode 95
97 Episode 96
98 Episode 97
99 Episode 98
100 Episode 99
101 Episode 100
102 Episode 101
103 Episode 102
104 Episode 103
105 Episode 104
106 Episode 105
107 Episode 106
108 Episode 107
109 Episode 108
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
pengumuman
96
Episode 95
97
Episode 96
98
Episode 97
99
Episode 98
100
Episode 99
101
Episode 100
102
Episode 101
103
Episode 102
104
Episode 103
105
Episode 104
106
Episode 105
107
Episode 106
108
Episode 107
109
Episode 108

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!