Episode 2

Suara bel pertanda berakhirnya pelajaran berbunyi, para siswa berbondong membereskan buku-buku berserakan dan keluar dari kelas ada yang berlari,ada juga yang masih duduk-duduk dengan bergosip atau menunggu jemputan.

Aminah dan Raina menghampiri Alika mengajak pulang bersama.

“Alika kita pulang bareng yuk, sambil nongkrong di kafe”, Ajak Aminah.

“Atau kamu dijemput oleh kak Denis. Yah, padahal sudah lama kita gak nongkrong dan pulang bersama sejak libur semester satu. Aku kangen ni Alika”, ucap Raina dengan memegang lengan Alika layaknya anak kecil.

“Baiklah kita pulang bersama dan nongkrong di kafe. Tapi aku menghubungi kak Denis dulu agar dia tidak menjemputku”,kata Alika dengan mengambil ponsel dan menghubungi Denis.

Bunyi ponsel dari kantong Denis terus bergetar pada saat sedang mengerjakan tugas kelompok. Denis mengambil ponsel dari balik saku celana dan melihat nama yang tertera pada layar ponsel. Ketika melihat nama Alika di layar ponsel Denis lansung menepuk jidat dan mengangkat panggilan dari Alika karena ia lupa mengabari jika dirinya tidak bisa menjemputnya.

“Hallo, Alika!”

“Hallo, Kak! Aku mau bilang kak Denis tidak usah menjemput soalnya aku mau jalan bareng dengan teman sekalian mau minta ijin untuk pulang telat”.

“Baiklah, kebetulan kakak juga tidak bisa menjemputmu soalnya harus mengerjakan buat presentasi besok dan kamu jika mau main jangan pulang sampai kesorean”, kata Denis diseberang sana dengan masih berkutat laptopnya.

“Ya, kak! Aku tutup dulu ponselnya takut ngeganggu tugas kelompok kak Denis”, ucapnya di balik ponsel dengan sedikit tertawa

“Kak! Semangat! Paighting” teriak Aminah dengan suara cemprengnya ikut menimbrung obrolan Alika dan Denis dari ponsel. Membuat telinga yang berdekatan dengan suara Aminah sedikit berdengung.

Alika dan Raina yang berada disisinya berteriak bersama, “Alika!” mendapatkan sorotan mata tajam. Sedangkan di balij ponsel telinganya juga berdengung dan sedikit tersenyum mendengar pertengkaran mereka.

Aminah yang mendapatkan sorotan mata tajam hanya cengar cengir dan menggaruk tengkuk yang tidak gatal dengan mengatakan, “Sorry”.

Alika melanjutkan obrolan dengan berpamitan dengan Denis, “Sudah ya kak, aku tutup ponselnya”, ucapnya dengan mematikan ponsel.

Denis melanjutkan tugas kelompoknya setelah menutup ponselnya sedangkan Alika dan dua sahabatnya keluar dari sekolah dengan beriringan dengan obrolan yang gak berfaedah karena Aminah.

“Tadi kamu saat memberi semangat kak Denis itu lho...”

“Sangat terkeshima ya Rain”, kata Aminah yang memotong kalimat perkataan Raina dengan percaya diri.

“Bukan itu..”, membuat Raina gemas dengan tingkah Aminah

“atau terlalu berlebihan...” tebak Amina yang masih mengunyah camilan cokelatnya.

“Paighting” tebak Alika

“ya!” teriak Raina

“Itu paighting artinya apaan sih, itu bahasa apaan? ”, senggol lengan Rania

“Yaampun Ranian itu bahasa inggris, kayak orang korea saat memberi semangat pada temannya”, kata Aminah yang sok korean stayle.

“Itu bukan paighting Aminah, tapi faighting”, kata Alika yang sebal.

“Emang salah”, garuk tengkuk tidak gatal

“Ya salah, Aminah” kata Raina

“Ok, gak papa yang penting suaraku yang menggelegar dan membahana memberi semangat untuk kakak kamu, ya kan Alika” ucap Aminah dengan percaya diri sambil menggandeng lengan Alika.

“Iya, tapi buat gendang pecah”, omel Raina

“Apaan sih syirik! Blee”, ucap Aminah dengan menjulurkan lidah.

Obrolan mereka yang tak berfaedah tidak terasa berjalan hingga ke halte lalu mencari angkutan umum.

“Kenapa angkutannya lama sih, panas nih. Apa abang-abangnya lagi banya uang ya”, omel Amina dengan mengusap keringat.

“Iya, apa abang-abangnya takut di godaain kamu min?” tanya Raina

“mungkin...”, dengan jari telunjuk tempelkan ke dagu, “Aku kan cantik dan suara membahana kayak syahrini”, dengan percaya diri.

Raina mendengus sebal dengan percaya diri Aminah yang hampir muntah di depannya. “ueee” ejek Raina

dan diikuti Alika yang sejak tadi mendengar omongan Amina yang tingkat dewa gesreknya.

“Kenapa kalian, masuk angin ya. Aku kasih minyak angin” kata Amina dengan mengambilkan minyak telon dalam tas

“Ini pasti gara-gara abangnya yang gak datang-datang mereka jadi masuk angin deh”, omel Aminah

“Masuk angin bukan karena abangnya tapi karena kamu”, batin Alika dan Raina bersamaan.

“Kita naik taxi ajak yuk, biar cepet”, kata Aminah yang meminum susunya.

“emang kamu mau bayarin”, sindir Raina

“Nah itu angkutnya datang”, ucap Alika sambil tangannya melambai kiri.

Mereka akhirnya masuk angkutan dengan nafas lega. Aminah mengambil tisu mengusap keringat. Rania dan Alika meminta tisunya untuk mengusap keringat juga.

“Bang kok lama sih, kasiha temenku ini. Sejak tadi uaa uee nungguin abang lama jadi masuk angin nih. Harus kasih diskon ya bang”, marah Amina dengan suara cemprengnya . Abangnya yang mendengar itu hanya diam dan menggeleng kepala.

“kalau gak kasih no ponselnya dong bang. Biar gak kelamaan nunggunya”, omel Aminah yang sejak tadi diliati orang tanpa malu. Alika dan Raina berpura-pura tidak mengenalnya meski seragamnya sama dan ada ibu-ibu bertanya pada Raina dan Alika.

“Itu temennya ya neng, wah suaranya bagus loh neng kalau buat manggil maling”, kata si ibu-ibu

Alika dan Raina tertawa dengan terbahak-bahak membuat perutnya sakit dan diakhiri turunnya ibu-ibu tadi.

Aminah yang sejak tadi ngobrol yang diangguki sang sopir tidak memperhatikan ibu-ibu yang mengatainya dan tawaan Alika dan Raina.

Aminah yang melihat tawaan mereka heran karena ia tidak ikut bercanda dengan mereka.

Akhirnya mereka berhenti depan kafe dan membayar uang angkutan. Mereka berjalan beriringan masuk kafe dengan wajah kepanasan dan dehidrasi karena menunggu angkuta lama. Mereka langsung memesan minuman dan makanan.

Tidak berselang lama makanan dan minuman datang dan mereka menyatap seperti orang kelaparan tanpa ada obrolan dengan diakhiri dua gelas minuman tandas habis yang di pesan Aminah. Lalu mereka membayar tagihan tanpa sempat bercanda dan bergurau karena mereka ingin cepat pulang membersihkan badan.

“Ayo kita bayar!”, ajak Alika

“Ni uangnya”, kata Raina

“Ini punyaku juga, tapi yang satu aku boleh minjem dulu gak Rain, please” mohon Aminah

“Ya, udah aku aja yang minjemin buat bayarin satu gelas minumannya”, kata Alika yang tidak ingin nunggu lama

“Thank you, kamu terbaik lik!” teriak Aminah yang membuat Raina menutup telinga.

Mereka akhirnya berpamitan kembali kerumah masing-masing.

....................................................................................

Setelah seharian beraktifitas, Alika masuk ke kamar mandi membersihkan diri kemudian bergegas turun ke bawah membantu bibi aisyah menyiapkan makan malam. Ketika akan membantu Alika melihat tante Liana yang menata meja lalu Alika menghampirinya.

Liana yang melihat Alika memberikan senyuman hangat dan Alika langsung ikut membantu membawakan piring juga lauk ke meja dengan diakhiri duduk di meja makan sambil mengobrol menunggu Abraham dan Denis keluar dari kamar.

lika, bagaimana dengan sekolah kamu setelah masuk semester dua?” tanya Alina untuk membuka obrolan.

“Baik tante sangat baik. Apalagi ada temen Alika yang benar-benar gila gesreknya tapi dia selalu memberikan warna pada obrolan kami meski absurd”, ucap Alika dengan mata berbinar-binar.

Liana yang mendengarkan cerita Alika yang panjang lebar membuatnya tertawa karena temannya yang lordnya tingkat dewa. Suara tertawa mereka terdengar oleh Denis dan diikuti oleh Abraham yang baru saja keluar dari kamar.

Alika menyelingi makan malam dengan penuh obrolan dengan canda tawa mulai dari temennya hingga suasana sekolah pertama masuk semester dua. Hingga makan malam selesai dengan diakhiri aktivitas istirahat di kamar masing-masing.

Di balik pintu kamar tamu ada seseorang yang memperhatikan Alika dengan mata elang yang menyorotinya. Lucas yang sejak tadi berada di ruang kamar tamu milik Abraham merasa senang karena esok dia menemui gadisnya setelah sekian lama menunggu.

Alika yang berada di kamar sedang asyik berkirim pesan lewat chat dengan banyak obrolan absurd dari kedua sahabatnya.

Selesai obrolan dengan temannya Alika menutup ponsel dan tidur. Ia tertidur pulas hingga tidak menyadari ada seseorang yang masuk dengan mengendap-endap tanpa sepengetahuannya. Kemudian Lucas mendekati wajahnya yang ia rindukan selama ini sejak mengenalnya ketika dia berumur sepuluh tahun dan meminta tolong padanya untuk menolong neneknya yang sakitan hingga sekarang berubah menjadi remaja yang ceria. Ia adalah cinta pertama yang menyentuh hatinya.

Lucas membelai wajahnya, mata, hidung dan bibirnya yang sangat manis baginya. Kemudian Lucas membisikkan ditelinga Alika,” good night, have a sweet dream”. Lalu Lucas ikut merebahkan badannya di samping Alika dengan mengecup bibirnya yang dirindukan dengan mencium bau wangi di tubuh Alika.

Keesokan paginya Alika terbangun dan merasakan sesuatu yang nyata namun wajahnya tidak terlihat saat membisikkan dirinya. Alika ingin mengabaikan namun rasa dihatinya mengatakan bahwa itu bukan mimpi karena bau parfum begitu menyeruak di hidungnya apalagi bau wangian itu menempel pada tubuhnya saat bangun karena seolah-olah ada yang memeluk erat saat dirinya tertidur.

Terpopuler

Comments

Andayani Ahmat

Andayani Ahmat

sumph deh Aminah mmng smplk abs orang nya.

2021-12-03

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 pengumuman
96 Episode 95
97 Episode 96
98 Episode 97
99 Episode 98
100 Episode 99
101 Episode 100
102 Episode 101
103 Episode 102
104 Episode 103
105 Episode 104
106 Episode 105
107 Episode 106
108 Episode 107
109 Episode 108
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
pengumuman
96
Episode 95
97
Episode 96
98
Episode 97
99
Episode 98
100
Episode 99
101
Episode 100
102
Episode 101
103
Episode 102
104
Episode 103
105
Episode 104
106
Episode 105
107
Episode 106
108
Episode 107
109
Episode 108

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!