Laura dan Sinta part 2

Sinta tengah duduk di sebuah kursi makan yang empuk berwarna merah, sebuah restoran khas Italia yang sangat mewah telah menjadi pilihan teman kencannya siang ini.

Lampu-lampu neon besar bercahaya coklat keemasan yang tergantung di langit-langit menambah aura romantis tempat ini. Pencahayaan yang dramatis membuat apa pun yang menjadi pantulan sinar lampu warna coklat keemasan itu menjadi sangat indah.

Gaun hitam polos tanpa lengan dan panjangnya yang tak menutupi paha mulusnya telah didapuknya untuk menjadi busananya siang ini. Sinta harus tampil semengoda mungkin, pria bule di depannya harus dia buat puas. Puas mata, dan kepuasan lainnya harus dia berikan siang ini untuk pria berwajah melankolis di depannya.

Kendala bahasa tak membuat Sinta menyurutkan niatnya untuk mengambil hati pria gagah perkasa di depannya. Sinta hanya bisa mengatakan beberapa patah kata berbahasa Inggris, tapi kelihatannya kedua insan berbeda budaya dan kultur ini terlihat nyambung ketika mengobrol.

Nyambung bukan karena bahasa yang pasti, tapi karena ***** yang terlihat sudah bergejolak di dada pria berkebangsaan Italia ini membuatnya seakan tau semua kata-kata yang diucapkan Sinta.

Tapi perhatian Sinta seketika tersita saat dia menyergap sebuah wajah yang amat sangat dia kenal. Sinta melihat Lukas Herlambang tengah duduk sendirian di meja lain yang terletak tak jauh dari tempat duduknya kini. Sinta masih mencoba berlagak biasa saja.

Tak banyak berubah dari diri Lukas di mata Sinta, lelaki dengan tinggi 170 cm itu masih berwajah teduh yang mengayomi. Senyum manisnya dan juga tatapan matanya yang mengetarkan dadanya ketika muda bahkan masih bisa dia rasakan saat ini. Hanya saat ini Lukas mengenakan kaca mata bening yang menambah kesan bahwa dia adalah pria yang baik.

Apa dia mau menipu wanita lagi, pikir Sinta.

Tapi saat seorang wanita dengan dua orang anak kecil menghampiri meja Lukas, seketika Sinta langsung bisa menebak. Insting wanitanya segera memprediksi, siapa gerangan wanita yang mendatangai Lukas.

Tapi ini adalah situasi yang tak bisa Sinta kuasai. Saat ini Sinta bisa menebak, kedua anak wanita yang kini bersama Lukas mempunyai usia di bawah Laura. Itu artinya wanita yang terlihat lebih tua dari Lukas itu adalah tunangan Lukas 9 tahun yang lalu. Wanita yang telah membuat Lukas meninggalkan Sinta padahal kala itu Sinta tengah hamil.

Tanpa pikir panjang, kaki jenjang Sinta yang dibalut oleh sepasang heels merah itu melangkah ke arah meja Lukas.

Sinta tak lagi peduli dengan pria Italia tampan yang berharap dipuaskan olehnya. Bagi Sinta ini adalah kesempatan satu-satunya baginya untuk membalas apa yang telah dia terima. Sinta juga ingin menghancurkan Lukas, sama seperti Lukas yang telah menghancurkan hidupnya.

Kita melakukan S.e.x tanpa pernikahan atas dasar suka sama suka, apakah adil jika hanya aku yang hancur. 'Bukankah jika memang kita ditakdirkan hancur harusnya kita hancur bersama-sama' Hanya itu yang ada di pikiran Sinta saat ini.

Mari kita hancur bersama Lukas

"Permisi, Pak Lukas Herlambang?!" kata Sinta dengan nada genit andalannya. Bahkan Sinta masih ingat nama panjang pria yang dulu pernah dia rindukan itu.

Ekspresi wajah yang sama telah dilihat oleh Sinta. Ekspresi kaget Lukas 9 tahun yang lalu saat dirinya mengatakan bahwa dia tengah mengandung anak Lukas. Ekspresi yang sama telah terlukis di wajah Lukas saat lelaki itu memandang Sinta yang berdiri di tepi meja dengan gaya yang sangat seksi.

Mungkin Lukas tak akan menyangka bisa bertemu Sinta di restoran mewah ini, apa lagi dengan penampilan Sinta yang sangat mengoda iman, imun dan imron para lelaki seperti ini. Gadis polos yang pendiam, Lukas tak menyangka jika Sinta yang dia kenal bisa berubah seliar sekarang.

Ada secerca rasa bahagia di hati Sinta saat melihat Lukas juga tampak terguncang melihat Sinta. Entah takut, bersalah, apa jatuh cinta pada Sinta lagi. Sinta tak peduli.

Sinta hanya berfikir, akhirnya setelah sekian lama dia menderita dia bisa bertemu dengan Lukas dan Sinta akan membalasnya.

"Mbak siapa ya?! Kok kenal sama suami saya?" wanita yang lebih pantas penjadi kakak Lukas itu bertanya pada Sinta.

"Ya ampun! Mbak ini istrinya Pak Lukas?! Maaf!!!" tatapan mata Sinta kini mendapat bidikan tajam dari mata Lukas. Tapi Sinta malah menatap bidikan jajam mata Lukas dengan wajah sok imutnya.

"Mbak ini siapa!!!" istri Lukas mulai menaikkan nada suaranya. Rencana Sinta berhasil, dia akan membuat gonjang-ganjing rumah tangga Lukas. Jika dia harus menjadi bayangan, Sinta akan setuju asal dia bisa menghancurkan hidup Lukas juga.

"Kayaknya saya salah orang, dechhhh!" desah Sinta manja. Tapi tatapan nakalnya pada Lukas berhasil ditangkap oleh istri Lukas. "Ohhhhh, saya hanya wanita penghibur mbak! Menghibur lelaki yang kesepian tentunya!" lanjut Sinta.

Senyuman kemenagan kini tersunging indah di wajah cantiknya, ini pertama kalinya bagi Sinta merasa bangga menjadi p.e.l.a.c.u.r. Rasanya Sinta ingin terbang ke angkasa, saat mendengar teriakkan istri Lukas yang mulai memaki Lukas.

Kata-kata kasar, makian, suara pecahan parabot restoran yang dilempar istri Lukas, tangisan anak-anak mereka terdengar seperti alunan musik romantis di telinga Sinta.

Sebuah rasa kebahagiaan itu membuat Sinta sangat bersemangat melayani pria bule yang telah memanggilnya. Mereka menghabiskan siang ini di dalam kamar hotel dengan suasana yang mengairahkan dan menyenagkan.

"Aku pasti akan menghubungi kamu jika aku ke Indonesia lagi!" kata bule itu, kecupan sayang pun mendarat di kening Sinta. "Aku suka dengan pelayananmu!" bule itu memberi Sinta dengan segepok uang dolar yang pasti jumalahnya sangat banyak.

Sepulang dari hotel Sinta membeli boneka panda untuk Laura, dia sangat senang sekali. Kebahagiaan masih menyelimutinya, dia benar-benar sedang berada di puncak euforia dalam hidupnya.

Tapi sebuah pemandangan segera menurunkan mood Sinta sore itu. Saat Sinta membuka pintu rumahnya, Sinta mendapati Doni sedang duduk jongkok di depan Laura yang telah berdiri di tembok kamarnya.

Bibir Laura yang terlihat merah karena lipstik membuat Sinta merasa marah, dia tak tau harus berbuat apa.

"Mama sudah pulang!" gadis kecil itu berlari menghampiri Sinta yang tengah merasa marah.

Sinta tak tau sedang marah pada siapa, pada Doni atau pada Laura.

Tangan Sinta segera mendorong Laura yang tengah berlari menghampirinya, tanpa dia sadari kepala Laura terbentur ke dinding semen ruang tamu.

Sinta segera ke dapur dan mengambil plastik sampah, dia mengangkat tubuh Laura masuk ke dalam kantung hitam tebal itu dan menali pucuk plastik itu dengan tali senar yang tergeletak di meja tamu.

"Mama! Mama!" kata Laura, gadis kecil itu tak berani melawan tindakan ibunya padanya.

"Diam kamu!" teriak Sinta, Laura tak berani berkata-kata lagi. Dia takut mamanya akan semakin marah padanya jika dia terus bicara.

Tanpa mengatakan apa pun lagi, Sinta segera menyeret tubuh Laura yang masih sadar di dalam plastik menuju dapur. Dan memasukkan tubuh Laura ke dalam gentong merah di pojok ruangan dapur rumahnya.

Doni tak mencoba menghentikan aksi Sinta yang mungkin bisa membunuh gadis kecil itu.

"Mas! Aku baru dapat uang yang banyak, ayo kita ke club!" kata Sinta.

Doni hanya bisa mengiyakan ajakan Sinta.

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Oalah iblis sudah merasuki diri Sinta, sehingga tega membuat hilangnya nyawa anaknya😭😭

2024-11-19

0

aas

aas

ya ampun jd laura di masukin ke gentong hidup2 😭

2025-03-08

0

Xiaomi redmi

Xiaomi redmi

kok, cerita nya kaya drama Turki ya.yang pernah aku tuntun.

2021-09-16

3

lihat semua
Episodes
1 Lawliet sang pemburu hantu
2 Hantu kupluk
3 Mutia
4 Siapa kamu
5 Beda suhu
6 Otak hantu
7 Hantu kesetrum
8 Hantu minta mandi
9 Rahasia
10 Mahluk Kiriman
11 Kelam
12 Bau kematian
13 Menunggu
14 Hantu gadis kecil
15 Senki Kimoka
16 Bulan Biru
17 Buaya kosan putri
18 Laura dan Sinta part 1
19 Laura dan Sinta part 2
20 Mutia Part 2
21 Penyerangan Raga
22 Leo
23 Hantu bayangan hitam
24 Ruang bawah tanah
25 Tanda silang merah
26 Iblis yang menyiksa Ratih
27 Pria yang sama
28 Kontrak sukma
29 Mencuri Sajen
30 Korban ke 8
31 Wanita berambut panjang
32 Korban ke 9
33 Cara yang mudah
34 Raga yang imut
35 Penyesalan dan rasa rindu
36 Tertangkap
37 Rasa takut
38 Sadar
39 Predator
40 Orang tua Leo
41 Pembunuh Nawang Ratih
42 Rahasia lain
43 Ragu
44 Alasan dibalik semuanya
45 Pasukan???
46 Pengganggu
47 Keluargaku
48 Alasan klise
49 Gadis SMU
50 Kesenangan
51 Jumpa Pengemar
52 Malam yang menyakitkan
53 Semua punya rencana
54 Ketidakadilan
55 Konsep yang mirip
56 Motel
57 Farida Adelia
58 Kamar 145
59 Lagi-lagi Rahasia
60 Menangkap pelaku
61 Enam Hantu
62 Eps Sepesial Part 1
63 Eps Sepesial Part 2
64 Eps Sepesial Part 3
65 Eps Sepesial Part 4
66 Tim Alpa
67 Pesan Darurat
68 Menebak
69 Misi Mengantar Pesan
70 Cara Tim Alpa
71 Yuyu Kangkang
72 Istri Raga
73 Santai Dulu
74 Nyari Kopi Dulu
75 Jebakan Maut
76 Manusia Percobaan
77 Mata Indah Arjuna
78 Tugu Monas dan Jalan Buntu
79 Tokecang-Tokecang
80 Putra Imanuel
81 Pertengkaran Saudara
82 Raja dan Pengikut
83 Orang Ketiga
84 Membangunkan Singa
85 Seorang Ibu
86 Rumah Daniel
87 Pembantaian
88 Hadiah Pertama
89 Bau Kematian Raga
90 Kebohongan Tuan Harsono
91 Ingin Kembali
92 Keputusan Untuk Perang
93 Eps sepesial part 5
94 Bantuan
95 Misi Peretasan
96 Rencana dadakan
97 Coba-coba Buat
98 Ikatan Manusia
99 Ketahuan
100 Terbongkar
101 Perang telah dimulai
102 Cinta Sorang Monster Perdator
103 Target Raga
104 Amarah Sang Predator
105 Zack
106 Pertemuan terakhir
107 Peti Kurungan
108 Pasukan Kerasukan
109 Jalan Tol
110 Hantu Ibu Mawar
111 TAMAT
112 HUJAN TELUH
113 3021 HUMAN
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Lawliet sang pemburu hantu
2
Hantu kupluk
3
Mutia
4
Siapa kamu
5
Beda suhu
6
Otak hantu
7
Hantu kesetrum
8
Hantu minta mandi
9
Rahasia
10
Mahluk Kiriman
11
Kelam
12
Bau kematian
13
Menunggu
14
Hantu gadis kecil
15
Senki Kimoka
16
Bulan Biru
17
Buaya kosan putri
18
Laura dan Sinta part 1
19
Laura dan Sinta part 2
20
Mutia Part 2
21
Penyerangan Raga
22
Leo
23
Hantu bayangan hitam
24
Ruang bawah tanah
25
Tanda silang merah
26
Iblis yang menyiksa Ratih
27
Pria yang sama
28
Kontrak sukma
29
Mencuri Sajen
30
Korban ke 8
31
Wanita berambut panjang
32
Korban ke 9
33
Cara yang mudah
34
Raga yang imut
35
Penyesalan dan rasa rindu
36
Tertangkap
37
Rasa takut
38
Sadar
39
Predator
40
Orang tua Leo
41
Pembunuh Nawang Ratih
42
Rahasia lain
43
Ragu
44
Alasan dibalik semuanya
45
Pasukan???
46
Pengganggu
47
Keluargaku
48
Alasan klise
49
Gadis SMU
50
Kesenangan
51
Jumpa Pengemar
52
Malam yang menyakitkan
53
Semua punya rencana
54
Ketidakadilan
55
Konsep yang mirip
56
Motel
57
Farida Adelia
58
Kamar 145
59
Lagi-lagi Rahasia
60
Menangkap pelaku
61
Enam Hantu
62
Eps Sepesial Part 1
63
Eps Sepesial Part 2
64
Eps Sepesial Part 3
65
Eps Sepesial Part 4
66
Tim Alpa
67
Pesan Darurat
68
Menebak
69
Misi Mengantar Pesan
70
Cara Tim Alpa
71
Yuyu Kangkang
72
Istri Raga
73
Santai Dulu
74
Nyari Kopi Dulu
75
Jebakan Maut
76
Manusia Percobaan
77
Mata Indah Arjuna
78
Tugu Monas dan Jalan Buntu
79
Tokecang-Tokecang
80
Putra Imanuel
81
Pertengkaran Saudara
82
Raja dan Pengikut
83
Orang Ketiga
84
Membangunkan Singa
85
Seorang Ibu
86
Rumah Daniel
87
Pembantaian
88
Hadiah Pertama
89
Bau Kematian Raga
90
Kebohongan Tuan Harsono
91
Ingin Kembali
92
Keputusan Untuk Perang
93
Eps sepesial part 5
94
Bantuan
95
Misi Peretasan
96
Rencana dadakan
97
Coba-coba Buat
98
Ikatan Manusia
99
Ketahuan
100
Terbongkar
101
Perang telah dimulai
102
Cinta Sorang Monster Perdator
103
Target Raga
104
Amarah Sang Predator
105
Zack
106
Pertemuan terakhir
107
Peti Kurungan
108
Pasukan Kerasukan
109
Jalan Tol
110
Hantu Ibu Mawar
111
TAMAT
112
HUJAN TELUH
113
3021 HUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!