Menunggu

Seperti anjing pelacak, Aura terus mendengus ke arah tubuh Hantu Tampan. Aura ingin memastikan apa kemampuannya mencium bau kematian dari hantu telah hilang.

"Ada apa?" tanya Si Hantu Tampan, dia terlihat risih dengan perlakuan yang tengah dia dapat dari Aura.

"Siapa ibu-ibu itu? Gue harus pergi ke tempat pengurus apartemen!" kata Aura, dia langsung pergi begitu saja tanpa menghiraukan pertanyaan Si Hantu Tampan.

"Aku ikut!" Hantu Tampan langsung berlari mengikuti Aura, seakan dia tak mau berpisah dari gadis tomboy itu.

Mereka sedang berdiri di depan pintu lift menunggu pintu besi itu terbuka.

"Hantu Pria yang ada di kelasmu, memintamu untuk membantunya!" kata Hantu Tampan.

"Bilang, jasaku tak gratis!" jawab Aura dengan nada acuh tak acuh.

Si Hantu Tampan malah menyerahkan secarik kertas bertuliskan alamat kepada Aura, gadis itu masih saja kaget dengan bakat khusus yang dimiliki oleh Si Hantu Tampan.

"Apa ini?" tanya Aura.

"Kata hantu di dalam kelasmu, kau bisa memiliki rumah ini jika mau membantunya!" kata Si Hantu Tampan.

Senyuman lebar yang penuh kematrealistisan telah merekah indah di bibir Aura.

"Kalau begitu kita harus kekampus sekarang!" kata Aura, gadis itu benar-benar tak mau melepas uang satu sen pun.

"Aku takut!" keluh Hantu Tampan.

"Apa yang Om takutkan?" tanya Aura heran, karena Hantu Tampan memang sedang terlihat sangat ketakutan.

"Hantu!" jawab Hantu Tampan lirih.

"Om ini sudah jadi hantu! Masa takut sama hantu?! Aneh!" gumam Aura dengan nada cibiran yang mengejek.

Si Hantu Tampan tak bisa menjawab pertanyaan Aura, dia juga merasa dirinya aneh dan tak bisa menyesuaikan diri. Si Hantu Tampan merasa benar-benar tak cocok jadi hantu.

Dia merasa nyalinya benar-benar di bawah rata-rata manusia, tapi kenapa dia harus menjadi hantu dan juga lupa ingatan serta ditakdirkan menjadi hantu pria yang menyedihkan.

Ketika lift terbuka Aura segera masuk dan diikuti oleh langkah tenang Si Hantu Tampan, wajahnya yang semula segar terlihat menjadi agak pucat.

"Kenapa wajahku jadi pucat?" tanya Si Hantu Tampan saat melihat pantulan bayangannya di pintu lift.

"Om kan sudah mati!!!" kata Aura, dia benar-benar sangat terganggu dengan sikap sok lugu Si Hantu Tampan.

"Kau benar! Apa rupaku bisa menjadi sejelek Si Kunti?!"

"Mungkin!" jawab Aura.

Gadis itu sengaja menjahili Si Hantu Tampan. Si Kunti meninggal karena dibakar hidup-hidup pastinya jiwanya ikut terbakar, maka dari itu penampilan Si Kunti Jumi sangat mengerikan. Tapi Si Hantu Tampan ini mungkin meninggal karena penyakit kronis atau hal-hal yang tak merusak jiwanya, hanya otaknya mungkin yang terbentur sehingga Hantu Tampan ini kehilangan ingatannya.

Perkataan Aura pun berhasil membuat Si Hantu Tampan panik, raut wajah hantu somplak itu seketika menjadi kesal dan sedih. Dengan teliti Si Hantu Tampan mendekatkan wajahnya ke arah pintu lift dan melihat dengan jarak dekat untuk memastikan bahwa kulit wajahnya yang glowing belum mengelupas.

Aura hanya melihat dengan ekspresi tak percaya saat melihat tingkah absrud Si Hantu Tampan.

"Aku tak mau mirip dengan Si Kunti!" wajah sedih Si Hantu Tampan pun berubah mewek.

"Jangan-jangan Om ini aktor!" kata Aura, dia mengatakan itu karena melihat bagaimana Si Hantu Tampan sangat memuja paras wajahnya yang sempurna.

"Apa aku pernah muncul di TV?" tanya Si Hantu Tampan.

"Semenjak kuliah gue nggak pernah nonton TV!" kata Aura.

Pintu lift terbuka dan mereka pun keluar dari dalam ruangan lift, tapi langkah mereka berhenti saat seorang pria berseragam satpam yang berdiri di depan pintu lift menyapa Aura.

"Neng Aura, yang tinggal di unit 130?" tanya Satpam itu dengan nada sopan.

"Iya Pak, ada apa?" tanya Aura balik.

"Bu Diah, meminta saya memberikan ini untuk anda!" Satpam itu memberikan sepucuk kertas pada Aura.

"Bu Diah?..." Aura bingung, siapa Bu Diah.

"Istri Pak Joko, yang tinggal di unit 132!" jelas Satpam itu.

Akhirnya Aura mengerti, Ibu Diah dan Pak Joko adalah pasangan suami istri yang tadi memarahinya saat Aura mau mendobrak pintu unit 131.

"Makasih ya Pak!" kata Aura sopan.

Satpam itu pun pergi dari hadapan Aura dan Hantu Tampan.

Di kertas putih ini tertulis jelas alamat pemilik dan penyewa apartemen unit 131.

Aura pun berfikir sejenak, sebaiknya dia mengunjungi manusia hidup di siang hari saja. Lagi pula besok dia hanya ada kelas di sore hari, maka malam ini dia akan mengejar uang dulu menemui calon customer barunya yaitu Si Hantu Kupluk.

.

.

"Jadi tu cewek, tinggal di sekitar sini?" tanya Aura pada Hantu Kupluk yang sudah duduk di salah satu kursi di dalam ruangan kelas Aura, sementara Aura duduk di atas meja yang terletak tepat di depan kursi Hantu Kupluk duduk.

"Dia berkerja paruh waktu di restoran perempatan, dia baru berkerja beberapa hari saat aku mati!" kata Hantu Kupluk itu.

"Elu nggak tau nama dan alamatnya. Tapi elu minta gue nyari tuh cewek! Elu mau ngerjain gue, Tong?!" bentak Aura kesal.

"Malam itu dia bilang akan menungguku di restoran tempat dia berkerja, tapi aku harus mengerjakan karyaku...

"Jadi aku menelfonnya, dia menerima pangilanku! Tapi hanya ada suara hantaman yang keras, dan teriakkan kecilnya yang ku dengar.

"Karena khawatir aku berlari keluar kampus dan aku tertabrak mobil hingga tewas." jelas Si Hantu Kupluk.

Manik mata Hantu Kupluk sudah merah dan butiran air mata yang keluar dari pelupuk matanya dia hapus dengan tangan transparannya.

"Bukankan kejadian itu sudah cukup lama?" tanya Hantu Tampan.

"10 tahun yang lalu!" jawab Si Hantu Kupluk.

"Maaf, kayaknya gue nggak bisa bantu! Gini-gini gue juga cukup sibuk!" kata Aura.

"Aku hanya ingin memastikan apakah cewek itu baik-baik saja?! Hanya itu!" kata Hantu Kupluk dengan nada yang iba.

"Aura! Dia cuma ingin tau bagaimana kabar cewek yang dia taksir, dan kamu bisa dapat rumah! bantulah dia!" paksa Si Hantu Tampan.

"Bagaimana gue bisa menemukan cewek yang kerja di restoran perempatan 10 tahun yang lalu? Lestoran itu sekarang udah jadi Alamart, Bego!" kata Aura.

"Kalau begitu aku akan menunggu dia di sini selamanya, dia pasti akan datang ke sini untuk mengambil kalungnya!" kata Hantu Kupluk dengan sangat putus asa.

Hantu Kupluk berdiri dari kursinya dan kembali berjalan ke arah pojokan dengan langkah yang sangat menyedihkan.

"Aku akan membujuk Aura untuk membantumu, Kawan!" kata Hantu Tampan pada Hantu Kupluk dengan senyuman penuh keyakinan.

.

.

Malam itu Aura tak bisa tidur karena dia harus berbagi kamar dengan Si Hantu Tampan. Aura tidur di atas ranjang, dan Hantu Tampan tidur di lantai tanpa alas apa pun.

"Ra, udah tidur?" tanya Si Hantu Tampan.

"Berisik banget sih lu, Om!" bentak Aura.

"Bantuin Hantu Kupluk yukkk, aku akan membantumu sebisaku!" bujuk Hantu Tampan.

"Bacot! Bisa diem nggak sih lu, Om! Mau gue panggil Si Kunti Jumi kemari, biar meluk Om sampe ketiduran!" ancam Aura.

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Miris juga kisah para hantu waktu masih hidup🤔 Masih banyak kerjaan buat Aura🤔😂

2024-11-19

0

༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐

༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐

tiponya masih nyolok mata

2021-08-23

2

Ꮇα꒒ҽϝ𝚒ƈêɳт

Ꮇα꒒ҽϝ𝚒ƈêɳт

Peluk aja peluk..😌

2021-08-07

2

lihat semua
Episodes
1 Lawliet sang pemburu hantu
2 Hantu kupluk
3 Mutia
4 Siapa kamu
5 Beda suhu
6 Otak hantu
7 Hantu kesetrum
8 Hantu minta mandi
9 Rahasia
10 Mahluk Kiriman
11 Kelam
12 Bau kematian
13 Menunggu
14 Hantu gadis kecil
15 Senki Kimoka
16 Bulan Biru
17 Buaya kosan putri
18 Laura dan Sinta part 1
19 Laura dan Sinta part 2
20 Mutia Part 2
21 Penyerangan Raga
22 Leo
23 Hantu bayangan hitam
24 Ruang bawah tanah
25 Tanda silang merah
26 Iblis yang menyiksa Ratih
27 Pria yang sama
28 Kontrak sukma
29 Mencuri Sajen
30 Korban ke 8
31 Wanita berambut panjang
32 Korban ke 9
33 Cara yang mudah
34 Raga yang imut
35 Penyesalan dan rasa rindu
36 Tertangkap
37 Rasa takut
38 Sadar
39 Predator
40 Orang tua Leo
41 Pembunuh Nawang Ratih
42 Rahasia lain
43 Ragu
44 Alasan dibalik semuanya
45 Pasukan???
46 Pengganggu
47 Keluargaku
48 Alasan klise
49 Gadis SMU
50 Kesenangan
51 Jumpa Pengemar
52 Malam yang menyakitkan
53 Semua punya rencana
54 Ketidakadilan
55 Konsep yang mirip
56 Motel
57 Farida Adelia
58 Kamar 145
59 Lagi-lagi Rahasia
60 Menangkap pelaku
61 Enam Hantu
62 Eps Sepesial Part 1
63 Eps Sepesial Part 2
64 Eps Sepesial Part 3
65 Eps Sepesial Part 4
66 Tim Alpa
67 Pesan Darurat
68 Menebak
69 Misi Mengantar Pesan
70 Cara Tim Alpa
71 Yuyu Kangkang
72 Istri Raga
73 Santai Dulu
74 Nyari Kopi Dulu
75 Jebakan Maut
76 Manusia Percobaan
77 Mata Indah Arjuna
78 Tugu Monas dan Jalan Buntu
79 Tokecang-Tokecang
80 Putra Imanuel
81 Pertengkaran Saudara
82 Raja dan Pengikut
83 Orang Ketiga
84 Membangunkan Singa
85 Seorang Ibu
86 Rumah Daniel
87 Pembantaian
88 Hadiah Pertama
89 Bau Kematian Raga
90 Kebohongan Tuan Harsono
91 Ingin Kembali
92 Keputusan Untuk Perang
93 Eps sepesial part 5
94 Bantuan
95 Misi Peretasan
96 Rencana dadakan
97 Coba-coba Buat
98 Ikatan Manusia
99 Ketahuan
100 Terbongkar
101 Perang telah dimulai
102 Cinta Sorang Monster Perdator
103 Target Raga
104 Amarah Sang Predator
105 Zack
106 Pertemuan terakhir
107 Peti Kurungan
108 Pasukan Kerasukan
109 Jalan Tol
110 Hantu Ibu Mawar
111 TAMAT
112 HUJAN TELUH
113 3021 HUMAN
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Lawliet sang pemburu hantu
2
Hantu kupluk
3
Mutia
4
Siapa kamu
5
Beda suhu
6
Otak hantu
7
Hantu kesetrum
8
Hantu minta mandi
9
Rahasia
10
Mahluk Kiriman
11
Kelam
12
Bau kematian
13
Menunggu
14
Hantu gadis kecil
15
Senki Kimoka
16
Bulan Biru
17
Buaya kosan putri
18
Laura dan Sinta part 1
19
Laura dan Sinta part 2
20
Mutia Part 2
21
Penyerangan Raga
22
Leo
23
Hantu bayangan hitam
24
Ruang bawah tanah
25
Tanda silang merah
26
Iblis yang menyiksa Ratih
27
Pria yang sama
28
Kontrak sukma
29
Mencuri Sajen
30
Korban ke 8
31
Wanita berambut panjang
32
Korban ke 9
33
Cara yang mudah
34
Raga yang imut
35
Penyesalan dan rasa rindu
36
Tertangkap
37
Rasa takut
38
Sadar
39
Predator
40
Orang tua Leo
41
Pembunuh Nawang Ratih
42
Rahasia lain
43
Ragu
44
Alasan dibalik semuanya
45
Pasukan???
46
Pengganggu
47
Keluargaku
48
Alasan klise
49
Gadis SMU
50
Kesenangan
51
Jumpa Pengemar
52
Malam yang menyakitkan
53
Semua punya rencana
54
Ketidakadilan
55
Konsep yang mirip
56
Motel
57
Farida Adelia
58
Kamar 145
59
Lagi-lagi Rahasia
60
Menangkap pelaku
61
Enam Hantu
62
Eps Sepesial Part 1
63
Eps Sepesial Part 2
64
Eps Sepesial Part 3
65
Eps Sepesial Part 4
66
Tim Alpa
67
Pesan Darurat
68
Menebak
69
Misi Mengantar Pesan
70
Cara Tim Alpa
71
Yuyu Kangkang
72
Istri Raga
73
Santai Dulu
74
Nyari Kopi Dulu
75
Jebakan Maut
76
Manusia Percobaan
77
Mata Indah Arjuna
78
Tugu Monas dan Jalan Buntu
79
Tokecang-Tokecang
80
Putra Imanuel
81
Pertengkaran Saudara
82
Raja dan Pengikut
83
Orang Ketiga
84
Membangunkan Singa
85
Seorang Ibu
86
Rumah Daniel
87
Pembantaian
88
Hadiah Pertama
89
Bau Kematian Raga
90
Kebohongan Tuan Harsono
91
Ingin Kembali
92
Keputusan Untuk Perang
93
Eps sepesial part 5
94
Bantuan
95
Misi Peretasan
96
Rencana dadakan
97
Coba-coba Buat
98
Ikatan Manusia
99
Ketahuan
100
Terbongkar
101
Perang telah dimulai
102
Cinta Sorang Monster Perdator
103
Target Raga
104
Amarah Sang Predator
105
Zack
106
Pertemuan terakhir
107
Peti Kurungan
108
Pasukan Kerasukan
109
Jalan Tol
110
Hantu Ibu Mawar
111
TAMAT
112
HUJAN TELUH
113
3021 HUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!