Sinta memandang wajah pucat roh Laura putrinya, air mata itu akhirnya mengalir dari pelupuk mata Sinta. Isakan terdengar keluar dari dari bibir Sinta, dia bangkit dan memeluk roh Laura yang pasti tak bisa dia rasakan secara bentuk.
"Apa kau tak marah pada Mama?" tanya Sinta pada roh gadis kecil yang dia peluk.
Laura mengelengkan kepala kecilnya. "Trimakasih Mama telah melahirkanku, meski ayahku meninggalkan Mama saat aku masih di dalam perut Mama! Trimakasih telah membesarku sampai sebesar ini!" kata Laura di pelukan ibunya.
"Tapi aku membunuhmu! Aku juga menyiksamu!" tangis Sinta semakin keras.
"Laura tau hidup Mama juga tak mudah, karena keberadaanku! Para tetangga selalu mengejek Mama, tapi Mama masih memberiku makan dan selalu pulang setiap hari untuk melihatku!" kata Laura. "Aku sayang Mama!"
"Mama juga sayang Laura, maafkan mama Putriku!" kata Sinta di sela tangisannya. "Mama tak sengaja membunuhmu, tapi kau harus pergi! Tinggalkan mamamu yang berdosa ini Nak! Hiduplah bahagia di surga!"
Manik mata Laura yang sudah sembab ditatap oleh Sinta, dengan wajah yang sama-sama sudah banjir oleh air mata. Ibu dan anak itu saling memandang dalam kasih sayang, meski mereka sudah berbeda alam.
"Laura dengarkan mama! Mama tak pernah berniat membuangmu, apa lagi membunuhmu. Bagi mama kau adalah segalanya, kenapa mama kasar kepadamu selama ini?" kata-kata Sinta terhenti karena dia tak bisa berhenti menangis. "Mama harap saat kau dewasa nanti, kau bisa menjadi wanita yang kuat! Tak seperti mama!" jelas Sinta.
"Laura tau! Jika Laura pergi siapa yang akan peduli pada Mama?!" kata Laura.
"Pergilah, mama akan baik-baik saja!" kata Sinta.
Tubuh kecil transparan Laura melayang di udara, dia terus melayang ke langit meninggalkan Sinta yang hanya bisa menangis di dalam selnya dengan penuh penyesalan di hatinya.
.
.
Hukuman terbesar bagi manusia adalah rasa penyesalan yang tidak bisa dia perbaiki.
Rasa penyesalan yang akan menggerogotimu hingga hari kematianmu.
.
.
.
.
Sinta mengandung Laura saat dia berusia 17 tahun. Benar, Sinta masih duduk di kelas 2 SMU. Siapa yang memghamili gadis desa ini saat itu, pria itu adalah seorang Perawat bernama Lukas Herlambang yang berkerja di UKS sekolahnya.
Mereka masih sangat muda dan saling mencintai, tapi saat tau bahwa Sinta hamil. Lukas menyuruh Sinta melakukan aborsi. Lukas mengaku telah mempunyai tunangan di kota pada Sinta, jadi Lukas kabur dari desa itu dan tak meninggalkan jejak apa pun.
Alhasil Sinta berusaha sebisanya untuk mempertahankan bayinya. Kedua orang tua Sinta meski tak mendukung perbuatan putrinya, untung masih mau merawat Sinta sampai melahirkan.
Saat Laura berusia 1 tahun di desa tempat tinggal Sinta terjangkit wabah penyakit yang banyak memakan korban. Dan anehnya semua warga desa menuduh Sinta sebagai biang terjadinya wabah, alasannya karena orang tua Sinta yang telah melindungi pendosa di desanya. Akhirnya semua warga sepakat untuk mengusir Sinta dan Laura dari desa tersebut.
Itu adalah awal mula kehidupan Sinta jauh dari orang tuanya, gadis 19 tahun dengan bayinya yang berusia satu tahun.
1 tahun pertama Sinta dan Laura masih bisa bertahan dengan uang yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Sambil berkerja di restoran, gadis itu melayani pelangan dengan Laura yang dia gendong di belakang pungungnya.
Sinta merupakan gadis yang sangat cekatan saat berkerja, dia begitu disukai oleh pemilik restoran. Tapi kesialan kembali menghampiri gadis lugu itu, pemilik restoran malah merayunya dan Sinta yang masih polos dan tergiur iming-iming kehidupan yang lebih layak pun akhirnya mau dinikahi oleh pemilik restoran sebagai istri ke dua.
Tak ada kecurangan yang berakhir bahagia.
Lagi-lagi Sinta ditinggalkan oleh pemilik restoran itu setelah tiga tahun bersama. Saat ditinggalkan pun Sinta tak diberikan apa pun, bahkan rumah yang ditempatinya sudah habis masa sewa kala itu.
Gadis muda yang tak punya bakat apa-apa dan tak punya uang sepeser pun. Demi Laura akhirnya Sinta terjun ke dunia malam, meski terpaksa Sinta tetap berusaha sebisanya untuk melayani para pelanggannya. Sinta pun semakin tenar karena kecantikkan dan juga kemolekannya, dia semakin banyak pelanggan dan harus sering meninggalkan Laura di rumah. Sehingga Sinta memutuskan untuk membayar pengasuh untuk merawat Laura di rumah.
Dunia hitam pasti selalu membawa bencana.
Saat Laura berusia 5 tahun Sinta mengenal pria bernama Doni. Doni adalah pria yang ikut diringkus polisi di rumah Sinta.
Dengan semua rayuan dan kata manisnya, Si Doni berhasil menarik hati Sinta dan mau menikah dengan pria yang ternyata pemabuk dan penjudi itu.
Semenjak hari itu Sinta mulai sering emosi ke Doni tapi Sinta malah melampiaskan emosinya pada Laura, karena Doni selalu bilang tentang Laura yang bukan anaknya jadi bukan kewajiban Doni untuk menafkahi gadis kecil itu.
Doni selalu berkata, jika saja Sinta tak punya seorang putri, jika saja Laura dia kirim ke panti asuhan. Doni membuat Sinta membenci Laura, rasa cinta Sinta pada Doni ternyata lebih besar dari pada rasa cinta Sinta pada anaknya sendiri. Sehingga Sinta menjadi sering memaki Laura dan menyiksa anaknya sendiri dengan pekerjaan rumah tangga yang harusnya belum dikenal oleh gadis seusia Laura.
Rasa capek, dan hinaan Doni yang selalu menyayangkan kenapa Sinta mau menjual dirinya hanya untuk menghidupi Laura. Padahal Doni juga menumpang hidup pada Sinta. Sinta menjadi membenci putrinya sendiri, dia menganggap Laura adalah pembawa sial bagi kehidupannya.
.
.
Pagi hari sebelum pembunuhan Laura
Sinta terbangun karena suara berisik dari arah dapur, dia tampak sangat kesal padahal matanya saja belum dia buka.
"Laura, berisik banget kamu!!!" teriak Sinta dari atas kasur kumuhnya.
Gadis kecil berusia 8 tahun itu segera mengecilkan aliran air keran di wastafel. Gadis kecil ini sedang berdiri di atas kursi plastik yang tingginya 20 cm, Dia harus mengunakan kursi itu karena tubuh pendeknya tak akan sampai untuk menjangkau wastafel cuci piring. Laura sedang mencuci piring bekas makan malam ibu dan ayah tirinya semalam.
Gadis kecil ini tak sekolah, dia selalu diejek dan dipukuli temannya sehingga Sinta tak mengijinkannya untuk pergi ke sekolah.
"Laura bikinin mama kopi!" perintah Sinta yang masih rebahan di kasurnya sambil melihat layar ponsel pintarnya.
Dengan cekatan gadis kecil itu segera berhenti dari aktifitas mencuci piringnya, langkah kaki kecil tanpa alasnya segera dia tapakkan ke arah meja makan.
Dia segera meraih toples kopi dan gula, gadis kecil itu tampak sudah lihai melakukan aktifitas orang dewasa itu. Laura tampak tersenyum saat mengantar segelas kopi yang sudah diseduhnya ke kamar mamanya.
"Kenapa kamu senyum-senyum?!" tanya Sinta dengan nada membentak.
"Hari ini Mama mau pergi tidak?" tanya Laura dengan sopan.
"Emang kenapa?!" tanya Sinta.
"Megan bilang aku boleh main ke rumah dia...!" belum sempat Laura melanjutkan perkataannya Sinta sudah membentak putrinya itu.
"Mama mau pergi, mama harus cari uang buat makan kamu! Jaga rumah baik-baik dan jangan keluyuran!!!" bentak Sinta.
Sinta memang sudah memiliki janji dengan seorang pelanggannya di sebuah hotel bintang lima.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Ray
Demi kehidupan dan membiayai anak juga, rela masuk dunia malem, tetapi karena hasutan seorang lelaki yg hanya menumpang hidup juga, tega...tega...😭Penyesalan pasti datengnya belakangan😣😭😭
2024-11-19
0