Otak hantu

Aura sudah sampai di dalam apartemennya, dia melepas sepatu butsnya dan menaruhnya di bawah rak, karena di dalam rak sudah penuh dengan sepatu milik Si Kunti Jumi. Hampir semua sepatu yang ada di dalam rak itu berwarna cerah dan bergaya sangat feminim.

Si empunya rumah ternyata duduk di sofa ruang tamu, Si Kunti Jumi pasti sedang menunggu boneka pesanannya. Wajah terbakar itu pasti sedang berekspresi bahagia, karena akan segera mendapat hadiah berupa boneka. Tentu saja kita tak bisa melihat urat-urat senyumnya karena seluruh kulitnya gosong dan mengelupas menghitam.

Aura pun segera membuka ranselnya dan memberikan boneka marmut putih dari dalam tasnya.

"Nggak usah protes adanya itu!" kata Aura.

Si Kunti Jumi tampak kesal dengan boneka pemberian Aura, yang berbentuk gantungan kunci kecil. Tapi dengan langkah pincangnya Si Kunti tetap membawa hadiah minimalis dari Aura masuk ke dalam kamarnya.

"Lu hanya bilang boneka, jadi bukan salah gue somplak!" desah Aura tanpa rasa bersalah.

Si Kunti yang sudah terlanjur kecewa pun tak mengubris lagi perkataan Aura. Dia terus melanjutkan jalan pincangnya dan menembus pintu kamarnya.

Aura pun segera masuk ke dalam kamarnya, dia menurunkan tasnya dari punggungnya dan dia simpan di dalam rak paling bawah lemari pakaiannya.

Gadis itu segera keluar dari kamarnya menuju kamar mandi untuk mandi, setelah mandi Aura duduk di kasur empuknya dan melihat wajahnya dari pantulan kaca almari pakaiannya.

Kaus oblong hitam yang kusam dengan celana kolor pendek di atas lutut yang juga berwarna hitam telah dipakainya sebagai busana untuk tidur.

Jemarinya kini mengelus lembut bibirnya, seketika kecupan bibir dingin hantu lelaki itu kembali dia rasakan.

"Hantu sinting! 20 juta ku!? Ciuman pertamaku!!!" pekik Aura kesal.

Malam ini adalah malam yang begitu sangat sial bagi Aura, penghasilan hilang dan kehormatannya hampir terenggut. Sungguh sangat nelangsa nasib anda Aura.

Rasa sakit dan pegal pun terasa mulai menjalar ke semua area di tubuh Aura, sudah cukup lama dia tak bertarung sesemangat tadi. Otot-otot di tubuh Aura pastilah merasa kaget dan menegang.

Akhirnya Aura melempar tubuhnya hingga terlentang di atas kasurnya. Meski rambutnya masih basah karena keramas, Aura sudah tak bisa menahan rasa kantuk di matanya. Dia memejamkan matanya tanpa menyetel alarm di jam wekernya.

.

.

Pagi hari suara alarm tetap berbunyi tapi bukan dari jam weker, tapi dari ponsel Aura yang sedang dia isi daya di meja kecil sebelah ranjangnya. Aura tampak tidur tengkurap di atas kasurnya, kini tangan kanannya meraba-raba ke arah meja.

Setelah jemarinya merasakan getaran ponsel, kelopak mata Aura pun terbuka perlahan. Telunjuknya segera mengetuk lembut kata matikan yang tertera di poselnya tanpa melihat ikon itu.

Suasana sunyi di kamar Aura kembali terganggu dengan suara geraman keras dari arah luar.

"Suara apa itu?" Aura segera turun dari tempat tidurnya.

Saat dia keluar dari balik pintu kamarnya, Aura telah mendapati Si Kunti Jumi tengah berdiri di depan pintu masuk dengan geraman marah yang begitu menyeramkan.

"Ada apa Jum?" tanya Aura bingung.

Mata merah pekat Si Kunti Jumi melotot ke arah Aura, dia tau saat ini Jumi sedang merasa terganggu dengan sesuatu yang berada di balik pintu itu.

"Siapa sih!" desah Aura dengan nada malas.

Langkah kakinya segera melewati tempat Jumi berdiri, sebelah mata Aura segera mengintip apa yang ada di luar pintu dengan lubang kaca pembesar yang tersedia di tengah pintu itu.

Awalnya Aura hanya melihat dada bidang yang ditutupi dengan setelan jas hitam, tapi netranya langsung terbelalak saat melihat wajah pria yang menunduk ke arah lubang kecil di pintunya.

Aura segera berbalik, dan menata laju jantungnya dengan kedua tangannya menekan ke arah dadanya.

Tapi di depannya, Si Kunti Jumi telah memasang wajah marahnya dengan jari telunjuk gosongnya sudah mengacung lurus ke arah Aura. Si Kunti Jumi telah menuduh Aura mengajak pria itu datang ke sini.

"Oyyy! Kenapa gue mengajak hantu ke tempat tinggal gue? Gue masih waras Jum!" tanya Aura pada Jumi, gadis itu mencoba membantah tuduhan palsu Si Jumi.

Mata merah, semerah darah itu tambah melotot dan wajah gosongnya semakin menyeramkan.

Ni kunti beneran marah.

"Ok!!! gue akan usir dia." kata Aura.

Gadis itu pun mau tak mau keluar dan menemui Hantu Pria Tampan itu.

Aura melihat ke kanan dan kiri, dia juga maju untuk melihat ke arah lantai bawah.

"Sebaiknya kita tak bicara di sini!" kata Aura, dia mengisyaratkan lambaian tangan agar Si Hantu Tampan tampan itu mengikutinya.

Mereka sampai di area apartemen yang sepi, tepat di sebelah gedung apartemen itu masih ada tanah kosong yang terbengkalai.

"Kau pikir aku hantu?" tanya Hantu Tampan itu pada Aura yang sudah berdiri dengan kedua tangannya yang menyilang di dadanya.

"Jadi lu baru metong, terus elu nggak sadar kalau elu sudah jadi hantu?" tanya Aura, dia mengangguk- anggukan kepalanya tanda dia mengerti akan situasi Hantu Tampan itu sekarang.

"Aku bilang! aku bukan hantu!!!" lelaki itu makin kekeh dengan persepsinya.

Tiba-tiba hp Aura bergetar, dia mengangkat ponselnya yang berada di genggamannya sampai ke bawah wajahnya. Jari telunjuknya mulai menari di atas layar menyala itu.

Seketika matanya terbelalak, dia bengong dan seperti tak percaya. 20 juta itu telah masuk ke rekeningnya.

"Akkkkkkk!" teriak Aura, karena euforia telah memenuhi setiap ronga di kepalanya.

"Kau kenapa?" tanya Hantu Tampan itu.

Tapi kesedihan segera menyergap diri Aura lagi saat kedua manik matanya memandang wajah tampan di depannya. Dia mendapatkan uang bukan karena telah melenyapkan Hantu Tampan yang sinting itu, tapi dia mendapatkan uang itu karena hantu itu mengikutinya ke sini. Dan jika hantu ini kembali ke gudang itu, Aura akan kehilangan uang itu lagi.

"Nggak papa!" jawab Aura, dia harus sopan dengan hantu ini. Karena Aura harus memastikan, hantu ini tak akan kembali ke gudang itu lagi.

"Yakin kamu nggak papa?" tanya Hantu Tampan itu sekali lagi.

"Yakin,!" Aura segera meluncurkan sebuah jurus yang tak pernah bisa dia kuasai dengan baik, yaitu jurus merayu. "Ehhh...om ini kenapa bisa di gudang rosokan itu?" tanya Aura dengan nada yang sangat sopan.

Wajah Hantu Tampan itu segera bingung, karena perubahan sikap Aura padanya.

"Aku juga tidak tau, aku hanya merasa terus berputar-putar di tempat itu tanpa tau jalan pulang!" curhat hantu itu.

"Lalu kenapa anda bisa sampai ke sini?" tanya Aura dengan rasa hormat yang tinggi.

"Ini, kau menjatuhkan ini!" hantu itu menyerahkan secarik kertas pada Aura.

Aura hanya terdiam melihat apa yang dia pegang sekarang, gadis tomboy itu sekarang tengah memegang benda pemberian hantu. Tapi tak ada hantu yang bisa menyentuh benda, mereka bisa menyentuh sebuah benda hanya di kondisi tertentu.

Tapi Hantu Tampan ini telah memberikan benda yang harusnya tak bisa dia sentuh. Jika pria ini manusia kenapa Aura dapat mencium aroma kematian dari tubuh kekar itu.

"Siapa nama Om?" tanya Aura.

"Nama? iya manusia harus punya nama!" Hantu Tampan itu mengkerutkan dahinya dan meletakkan genggaman tangannya di dagunya, tanda dia sedang berfikir serius.

Apa hantu punya otak untuk berfikir?.

Visual Om Hantu Tampan

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Keren .....Keren.....Keren...
Cerita Ok, visual para pemeran cerita Ok👍❤️❤️

2024-11-19

0

aas

aas

omooo taecyeon oppaaaa 😍😍😍

2025-03-08

0

Diana Puji Astuti

Diana Puji Astuti

tachyon 2pm

2024-12-11

0

lihat semua
Episodes
1 Lawliet sang pemburu hantu
2 Hantu kupluk
3 Mutia
4 Siapa kamu
5 Beda suhu
6 Otak hantu
7 Hantu kesetrum
8 Hantu minta mandi
9 Rahasia
10 Mahluk Kiriman
11 Kelam
12 Bau kematian
13 Menunggu
14 Hantu gadis kecil
15 Senki Kimoka
16 Bulan Biru
17 Buaya kosan putri
18 Laura dan Sinta part 1
19 Laura dan Sinta part 2
20 Mutia Part 2
21 Penyerangan Raga
22 Leo
23 Hantu bayangan hitam
24 Ruang bawah tanah
25 Tanda silang merah
26 Iblis yang menyiksa Ratih
27 Pria yang sama
28 Kontrak sukma
29 Mencuri Sajen
30 Korban ke 8
31 Wanita berambut panjang
32 Korban ke 9
33 Cara yang mudah
34 Raga yang imut
35 Penyesalan dan rasa rindu
36 Tertangkap
37 Rasa takut
38 Sadar
39 Predator
40 Orang tua Leo
41 Pembunuh Nawang Ratih
42 Rahasia lain
43 Ragu
44 Alasan dibalik semuanya
45 Pasukan???
46 Pengganggu
47 Keluargaku
48 Alasan klise
49 Gadis SMU
50 Kesenangan
51 Jumpa Pengemar
52 Malam yang menyakitkan
53 Semua punya rencana
54 Ketidakadilan
55 Konsep yang mirip
56 Motel
57 Farida Adelia
58 Kamar 145
59 Lagi-lagi Rahasia
60 Menangkap pelaku
61 Enam Hantu
62 Eps Sepesial Part 1
63 Eps Sepesial Part 2
64 Eps Sepesial Part 3
65 Eps Sepesial Part 4
66 Tim Alpa
67 Pesan Darurat
68 Menebak
69 Misi Mengantar Pesan
70 Cara Tim Alpa
71 Yuyu Kangkang
72 Istri Raga
73 Santai Dulu
74 Nyari Kopi Dulu
75 Jebakan Maut
76 Manusia Percobaan
77 Mata Indah Arjuna
78 Tugu Monas dan Jalan Buntu
79 Tokecang-Tokecang
80 Putra Imanuel
81 Pertengkaran Saudara
82 Raja dan Pengikut
83 Orang Ketiga
84 Membangunkan Singa
85 Seorang Ibu
86 Rumah Daniel
87 Pembantaian
88 Hadiah Pertama
89 Bau Kematian Raga
90 Kebohongan Tuan Harsono
91 Ingin Kembali
92 Keputusan Untuk Perang
93 Eps sepesial part 5
94 Bantuan
95 Misi Peretasan
96 Rencana dadakan
97 Coba-coba Buat
98 Ikatan Manusia
99 Ketahuan
100 Terbongkar
101 Perang telah dimulai
102 Cinta Sorang Monster Perdator
103 Target Raga
104 Amarah Sang Predator
105 Zack
106 Pertemuan terakhir
107 Peti Kurungan
108 Pasukan Kerasukan
109 Jalan Tol
110 Hantu Ibu Mawar
111 TAMAT
112 HUJAN TELUH
113 3021 HUMAN
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Lawliet sang pemburu hantu
2
Hantu kupluk
3
Mutia
4
Siapa kamu
5
Beda suhu
6
Otak hantu
7
Hantu kesetrum
8
Hantu minta mandi
9
Rahasia
10
Mahluk Kiriman
11
Kelam
12
Bau kematian
13
Menunggu
14
Hantu gadis kecil
15
Senki Kimoka
16
Bulan Biru
17
Buaya kosan putri
18
Laura dan Sinta part 1
19
Laura dan Sinta part 2
20
Mutia Part 2
21
Penyerangan Raga
22
Leo
23
Hantu bayangan hitam
24
Ruang bawah tanah
25
Tanda silang merah
26
Iblis yang menyiksa Ratih
27
Pria yang sama
28
Kontrak sukma
29
Mencuri Sajen
30
Korban ke 8
31
Wanita berambut panjang
32
Korban ke 9
33
Cara yang mudah
34
Raga yang imut
35
Penyesalan dan rasa rindu
36
Tertangkap
37
Rasa takut
38
Sadar
39
Predator
40
Orang tua Leo
41
Pembunuh Nawang Ratih
42
Rahasia lain
43
Ragu
44
Alasan dibalik semuanya
45
Pasukan???
46
Pengganggu
47
Keluargaku
48
Alasan klise
49
Gadis SMU
50
Kesenangan
51
Jumpa Pengemar
52
Malam yang menyakitkan
53
Semua punya rencana
54
Ketidakadilan
55
Konsep yang mirip
56
Motel
57
Farida Adelia
58
Kamar 145
59
Lagi-lagi Rahasia
60
Menangkap pelaku
61
Enam Hantu
62
Eps Sepesial Part 1
63
Eps Sepesial Part 2
64
Eps Sepesial Part 3
65
Eps Sepesial Part 4
66
Tim Alpa
67
Pesan Darurat
68
Menebak
69
Misi Mengantar Pesan
70
Cara Tim Alpa
71
Yuyu Kangkang
72
Istri Raga
73
Santai Dulu
74
Nyari Kopi Dulu
75
Jebakan Maut
76
Manusia Percobaan
77
Mata Indah Arjuna
78
Tugu Monas dan Jalan Buntu
79
Tokecang-Tokecang
80
Putra Imanuel
81
Pertengkaran Saudara
82
Raja dan Pengikut
83
Orang Ketiga
84
Membangunkan Singa
85
Seorang Ibu
86
Rumah Daniel
87
Pembantaian
88
Hadiah Pertama
89
Bau Kematian Raga
90
Kebohongan Tuan Harsono
91
Ingin Kembali
92
Keputusan Untuk Perang
93
Eps sepesial part 5
94
Bantuan
95
Misi Peretasan
96
Rencana dadakan
97
Coba-coba Buat
98
Ikatan Manusia
99
Ketahuan
100
Terbongkar
101
Perang telah dimulai
102
Cinta Sorang Monster Perdator
103
Target Raga
104
Amarah Sang Predator
105
Zack
106
Pertemuan terakhir
107
Peti Kurungan
108
Pasukan Kerasukan
109
Jalan Tol
110
Hantu Ibu Mawar
111
TAMAT
112
HUJAN TELUH
113
3021 HUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!