Senki Kimoka

Seorang lelaki datang, dia hanya mengenakan celana jins panjang belel. Dadanya yang bidang dan berotot tampak telanjang, sehingga pupil mata Aura dapat melihat lukisan tato yang menghiasi tubuh bagian atas lelaki tersebut.

"Ada apa, Sinta?" lelaki itu menggenggam erat tangan wanita yang ia panggil Sinta itu. Sehingga niat wanita berambut blonde itu untuk memukul Aura dengan sebilah kayu pun terhenti.

"Kita harus bunuh gadis ini, Mas!!! Dia telah membunuh anakku!!!" kata Sinta, benar wanita bernama Sinta ini melempar kesalahanya pada Aura. Padahal Aura tak tau apa-apa.

"Jadi gadis kecil itu adalah putrimu?!" tanya Aura, wajah sedihnya yang basah karena air mata kini berubah menjadi penuh dendam.

"Laura adalah putriku, kau membunuh anakku!!!" teriak Sinta, dia bahkan mengatakan tuduhannya pada Aura tanpa meneteskan air matanya setetes pun.

"Bukankah kau yang membunuh anakmu sendiri, kemarin sore?!" Aura juga meninggikan nada suaranya.

Pria yang menggenggam tangan Sinta segera lunglai, dia pasti tau siapa yang membunuh anak kecil itu. Pria itu pasti sudah mengenal Sinta dengan cukup baik, sehingga pria itu bisa menilai dengan akal sehatnya.

Wanita bernama Sinta itu mulai panik saat lelaki yang dia sayangi terlihat goyah dan mungkin percaya bahwa dia adalah seorang pembunuh yang telah tega membunuh anak kandungnya sendiri.

Pandangan Sinta segera beralih ke arah Aura yang sudah berdiri di depannya.

"Kau harus mati, j.a.l.a.n.g!!!" teriak Sinta, dia segera menyerang Aura dengan kayu di tangannya.

Tapi dengan mudah Aura pun bisa menghindari serangan ngasal wanita itu, tak butuh waktu lama mungkin 5 menit tubuh Sinta sudah berhasil dilumpuhkan pergerakannya oleh Aura.

Lelaki tadi keluar dan mengambil sebilah besi yang lumayan panjang dari pelataran rumah tetangganya yang ternyata telah kosong. Dengan ekspresi takut, sedih dan marah lelaki itu membawa sebilah besi itu ke dalam rumahnya.

Aura telah berhasil mengikat tangan Sinta, tubuh wanita itu kini tengkurap di lantai dapur dan kedua tangannya sudah diikat oleh Aura dengan tali yang awalnya digunakan Sinta untuk mengikat kantung plastik hitam bungkus mayat Laura di dalam gentong.

"Arkkkkkkkkkk!" suara lelaki itu mendekat, sebilah besi telah diayunkanya dari atas kepala dengan kedua tangan kekarnya, sebuah sabetan dia layangkan ke arah Aura bagai seorang samurai.

Aura terlihat hanya membalikkan tubuhnya, dia sudah tak bisa melakukan apa pun untuk menagkis serangan tiba-tiba itu.

Tapi sebuah pelukan dingin telah menyelamatkan Aura, Hantu Tampan meringis kesakitan. Tubuh kekarnya telah tersabet sebilah besi yang dibawa lelaki itu.

Aura pun dengan cepat menyingkirkan tubuh Si Hantu Tampan dari pelukannnya, dia harus mengalahkan Si Pria itu. Ternyata pria itu cukup lihai dalam menagkis segala serang Aura, dan kini giliran dia membalas.

Tendangan demi tendangan, pukulan, sabetan besi itu telah berhasil ditangkis juga oleh Aura. Tapi kini posisinya telah terdesak di dalam kamar bekas sengama sepasang kekasih itu semalam.

Aura tanpa ragu bergulung di atas kasur untuk menghindari tebasan besi pria itu, dia mencoba menendang dan berakhir terjungkal karena lelaki itu dapat menghindari tendangan Aura.

Lelaki itu kembali mengayunkan sebilah besi panjang tadi, dia tau Aura sudah kehabisan tenaga dan ruang untuk menagkis.

Aura hanya berlindung dengan kedua lengannya yang disilangkan di depan wajahnya, kini matanya hanya terpejam menunggu detik-detik benda yang sangat keras itu menghantam lengannya.

Bruakkkkkk

duakkkkkk

Ya seorang pahlawan kembali datang, dia adalah seorang lelaki mengunakan jaket bomber dengan telinga yang banyak anting.

"Raga!" pekik Aura, gadis tomboy itu segera berdiri dan membantu Ragata melumpuhkan lelaki bertato itu.

"Nyari apa lu di mari?" tanya Ragata, dia mengibaskan poni koreanya di depan wajah Aura.

Gerakan khas dari Raga, sang Dewa Perang asal SMU PENDA.

"Kepo, Lu!" desah Aura kesal. "ikat ni cowok! Gue mau lapor Polisi!" kata Aura, dia berdiri dan melepas seprai dari kasur bau itu dan melemparnya ke arah Raga yang sedang menindih tubuh tengkurap lelaki bertato itu.

.

.

.

.

Sirine polisi sudah mulai mendekat, Aura dan Ragata hanya duduk di sofa ruang tamu saling berhadapan.

"Mereka nggak akan percaya sama alesan elu itu, Ra!" kata Raga. "mendingan elu pergi, biar gue...!"

"Elu kan pernah jadi tersangka pembunuhan. Polisi nggak mungkin percaya apa pun yang elu bilang!" sahut Aura.

"Kau tak akan dituduh, kau harus tenang Aura. Kau punya alibi yang kuat! Gadis Kecil itu meninggal sore kemarin. Sedangkan sore kamarin kita ada di apartemen!" kata Hantu Tampan, dia mencoba menenagkan Aura.

Aura pun menoleh ke arah Hantu Tampan dan mengangguk penuh keyakinan.

.

.

Suara sirine berhenti di depan rumah kompleks tua itu, Aura dan Raga segera berdiri dan menyambut polisi.

"Kamu Aura!" kata seorang detektif dengan pakaian kasual dan jaket jins.

"Detektif Senki!" kata Aura.

Manik mata pria 30 tahun itu segera membidik seorang manusia lain di depan Aura, yaitu Raga.

"Kalian pacaran lagi?" tanya Detektif itu.

"Tidak!" teriak Aura.

"Jangan bohong, kalian terlihat masih saling mencintai?!" kata Pak Senki.

"Najis!!!" desah Aura.

"Di mana mayatnya?" tanya Pak Senki.

Para petugas yang berwenang sedang mengurus TKP, detektif Senki juga sudah melepas sarung tangan lateksnya dan menemui Aura dan Raga yang sedang berada di depan rumah TKP pembunuhan itu.

"Bagaimana kalau kita makan!" ajak Pak Senki.

Aura dan Raga malah hanya saling menatap, mereka tak tau harus berkata apa untuk menjawab pertanyaan Pak Senki.

.

.

Pak Senki adalah Detektif yang dulu menangani khasus pembunuhan Ratih di kampung mereka, jadi mereka tampak sangat akrab.

Pak Senki mempunyai nama panjang Senki Kimoka. dia bukan orang jepang. Pak Senki sama sekali tak punya darah jepang, nama itu adalah sebuah tanda. Tanda lahir.

Mungkin banyak pembaca yang merasa, mungkin orang tuanya detektif Senki adalah penikmat filmnya Maria Ozawa dan kawan-kawan...hustttt saru.

Senki adalah singkatan dari Senin Kliwon. Dan Kimoka adalah Kidul, Mojogedang, Karanganyar. Faham.

Pak Senki ternyata mengajak Aura dan Raga makan di sebuah warteg. Mereka memesan dengan layanan touch screen yang menjadi ciri khas warung favorit sebagian besar rakyat Indonesia itu.

"Kalian kuliah?" tanya Pak Senki.

"Iya Pak!" jawab Aura.

"Ayo ikut ke dalam!" perintah Pak Senki pada Aura dan Raga.

Mereka pun tak jadi duduk dan ikut ke arah dalam di mana makanan yang sedang mereka tenteng di atas piring diproses menjadi lezat.

Langkah Pak Senki berhenti di halaman belakang bangunan warteg itu. Di halaman belakang ini ada satu set meja makan yang tampak sama dengan meja makan yang di pasang di luar.

"Di depan rame banget!" kata Pak Senki.

Aura dan Raga pun duduk di depan Pak Senki yang telah duduk duluan.

"Kalian kuliah di mana?!"

"Di AI jurusan Seni Pahat." jawab Aura.

"Kamu begundal?!" tanya Pak Senki ke Raga.

"Sama." jawab Raga dengan nada malas.

"Kelihatannya kamu masih dendam sama saya, Raga?" tanya Pak Senki.

"Bapak ingat?! Mukul wajah tampanku ini berapa kali?!" tanya Raga dengan nada yang cukup tinggi.

"Maaf, Bapak nggak sempat ngitung waktu itu!" jawab Pak Senki.

"Polisi setan!" desah Raga kesal.

Pak Senki sampai mendongak, matanya melotot ke arah Raga dengan mulut penuh dengan nasi campur sambal terong balado.

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Wih keren nama Pak Senki🤔 Untung bukan seksi 🤔😂😂😂
Makin seru cerita Outhor, semangat💪👍😍

2024-11-19

0

aas

aas

untung bukan Pak Saekki 😂

2025-03-08

0

Nila Cherry

Nila Cherry

untung namanya senki... bukan penki. Kalau pengki auto bersih2 rumah

2022-03-06

1

lihat semua
Episodes
1 Lawliet sang pemburu hantu
2 Hantu kupluk
3 Mutia
4 Siapa kamu
5 Beda suhu
6 Otak hantu
7 Hantu kesetrum
8 Hantu minta mandi
9 Rahasia
10 Mahluk Kiriman
11 Kelam
12 Bau kematian
13 Menunggu
14 Hantu gadis kecil
15 Senki Kimoka
16 Bulan Biru
17 Buaya kosan putri
18 Laura dan Sinta part 1
19 Laura dan Sinta part 2
20 Mutia Part 2
21 Penyerangan Raga
22 Leo
23 Hantu bayangan hitam
24 Ruang bawah tanah
25 Tanda silang merah
26 Iblis yang menyiksa Ratih
27 Pria yang sama
28 Kontrak sukma
29 Mencuri Sajen
30 Korban ke 8
31 Wanita berambut panjang
32 Korban ke 9
33 Cara yang mudah
34 Raga yang imut
35 Penyesalan dan rasa rindu
36 Tertangkap
37 Rasa takut
38 Sadar
39 Predator
40 Orang tua Leo
41 Pembunuh Nawang Ratih
42 Rahasia lain
43 Ragu
44 Alasan dibalik semuanya
45 Pasukan???
46 Pengganggu
47 Keluargaku
48 Alasan klise
49 Gadis SMU
50 Kesenangan
51 Jumpa Pengemar
52 Malam yang menyakitkan
53 Semua punya rencana
54 Ketidakadilan
55 Konsep yang mirip
56 Motel
57 Farida Adelia
58 Kamar 145
59 Lagi-lagi Rahasia
60 Menangkap pelaku
61 Enam Hantu
62 Eps Sepesial Part 1
63 Eps Sepesial Part 2
64 Eps Sepesial Part 3
65 Eps Sepesial Part 4
66 Tim Alpa
67 Pesan Darurat
68 Menebak
69 Misi Mengantar Pesan
70 Cara Tim Alpa
71 Yuyu Kangkang
72 Istri Raga
73 Santai Dulu
74 Nyari Kopi Dulu
75 Jebakan Maut
76 Manusia Percobaan
77 Mata Indah Arjuna
78 Tugu Monas dan Jalan Buntu
79 Tokecang-Tokecang
80 Putra Imanuel
81 Pertengkaran Saudara
82 Raja dan Pengikut
83 Orang Ketiga
84 Membangunkan Singa
85 Seorang Ibu
86 Rumah Daniel
87 Pembantaian
88 Hadiah Pertama
89 Bau Kematian Raga
90 Kebohongan Tuan Harsono
91 Ingin Kembali
92 Keputusan Untuk Perang
93 Eps sepesial part 5
94 Bantuan
95 Misi Peretasan
96 Rencana dadakan
97 Coba-coba Buat
98 Ikatan Manusia
99 Ketahuan
100 Terbongkar
101 Perang telah dimulai
102 Cinta Sorang Monster Perdator
103 Target Raga
104 Amarah Sang Predator
105 Zack
106 Pertemuan terakhir
107 Peti Kurungan
108 Pasukan Kerasukan
109 Jalan Tol
110 Hantu Ibu Mawar
111 TAMAT
112 HUJAN TELUH
113 3021 HUMAN
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Lawliet sang pemburu hantu
2
Hantu kupluk
3
Mutia
4
Siapa kamu
5
Beda suhu
6
Otak hantu
7
Hantu kesetrum
8
Hantu minta mandi
9
Rahasia
10
Mahluk Kiriman
11
Kelam
12
Bau kematian
13
Menunggu
14
Hantu gadis kecil
15
Senki Kimoka
16
Bulan Biru
17
Buaya kosan putri
18
Laura dan Sinta part 1
19
Laura dan Sinta part 2
20
Mutia Part 2
21
Penyerangan Raga
22
Leo
23
Hantu bayangan hitam
24
Ruang bawah tanah
25
Tanda silang merah
26
Iblis yang menyiksa Ratih
27
Pria yang sama
28
Kontrak sukma
29
Mencuri Sajen
30
Korban ke 8
31
Wanita berambut panjang
32
Korban ke 9
33
Cara yang mudah
34
Raga yang imut
35
Penyesalan dan rasa rindu
36
Tertangkap
37
Rasa takut
38
Sadar
39
Predator
40
Orang tua Leo
41
Pembunuh Nawang Ratih
42
Rahasia lain
43
Ragu
44
Alasan dibalik semuanya
45
Pasukan???
46
Pengganggu
47
Keluargaku
48
Alasan klise
49
Gadis SMU
50
Kesenangan
51
Jumpa Pengemar
52
Malam yang menyakitkan
53
Semua punya rencana
54
Ketidakadilan
55
Konsep yang mirip
56
Motel
57
Farida Adelia
58
Kamar 145
59
Lagi-lagi Rahasia
60
Menangkap pelaku
61
Enam Hantu
62
Eps Sepesial Part 1
63
Eps Sepesial Part 2
64
Eps Sepesial Part 3
65
Eps Sepesial Part 4
66
Tim Alpa
67
Pesan Darurat
68
Menebak
69
Misi Mengantar Pesan
70
Cara Tim Alpa
71
Yuyu Kangkang
72
Istri Raga
73
Santai Dulu
74
Nyari Kopi Dulu
75
Jebakan Maut
76
Manusia Percobaan
77
Mata Indah Arjuna
78
Tugu Monas dan Jalan Buntu
79
Tokecang-Tokecang
80
Putra Imanuel
81
Pertengkaran Saudara
82
Raja dan Pengikut
83
Orang Ketiga
84
Membangunkan Singa
85
Seorang Ibu
86
Rumah Daniel
87
Pembantaian
88
Hadiah Pertama
89
Bau Kematian Raga
90
Kebohongan Tuan Harsono
91
Ingin Kembali
92
Keputusan Untuk Perang
93
Eps sepesial part 5
94
Bantuan
95
Misi Peretasan
96
Rencana dadakan
97
Coba-coba Buat
98
Ikatan Manusia
99
Ketahuan
100
Terbongkar
101
Perang telah dimulai
102
Cinta Sorang Monster Perdator
103
Target Raga
104
Amarah Sang Predator
105
Zack
106
Pertemuan terakhir
107
Peti Kurungan
108
Pasukan Kerasukan
109
Jalan Tol
110
Hantu Ibu Mawar
111
TAMAT
112
HUJAN TELUH
113
3021 HUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!