Hantu minta mandi

Aura hanya berdiri sambil bersedekap, tapi jemari jempol dan telunjuk tangan kanannya mengelus-elus dagunya perlahan. Dahinya mengkerut, dan matanya secara bergantian memandang ke arah dua hantu berbeda gander dan berbeda kondisi di depannya.

Hantu Pria Tampan yang masih di mode pingsan yang tubuhnya terikat di atas kursi, sementara Si Kunti Jumi yang terkapar di lantai dengan kebulan asap putih keluar dari sekujur tubuhnya yang masih kelojotan.

Aura memutar kepalanya ke arah plafon, pandangan matanya yang kosong serta jari telunjuknya yang kini memijat keningnya. Ekspresi wajahnya kini berubah bingung, di otaknya kini telah terjadi pergulatan yang cukup sengit.

Ribuan pertanyaan masuk ke dalam otaknya dalam tempo yang sangat singkat, membuat otak Aura hampir ngeheng. Untung perangkat lunak yang bersarang di dalam tulang tengkorak kepala Aura bukan buatan Cina, tapi buatan Sang Maha Kuasa. Jadi tak bakal ngeheng semudah itu.

Kenyataan di depannya sulit diterima akal sehatnya, ini adalah sebuah kondisi yang tak bisa dia jelaskan dengan nalar oleh ilmu perdukunan.

Mungkin Ayah Aura yang sudah berkarir cukup lama di dunia ilmu hitam pun tak bisa menjelaskan hal ini. Bagaimana bisa hantu tak bisa disakiti dengan senjata rahasia sesepuhnya.

Senjata yang secara turun-temurun telah menjadi aset yang sangat berharga bagi keluarganya, hingga menjadi rebutan di kalangan teman profesi keluarganya. Yaitu Dukun.

Tapi otak Aura kembali menemukan cara, mungkin senjata itu tak mempan jika objek sedang pingsan.

Aura mengambil gelas di dapur dan mengisinya dengan air keran. Dia segera menyiramkan semua air di dalam gelasnya ke wajah tampan si Hantu Pria.

Byurrrrrrrrrr

Hantu itu berhasil Aura sadarkan, tapi mulut Hantu Tampan yang masih gelagepan itu malah berteriak keras sekali.

Ternyata mata Hantu Tampan itu tertuju pada tubuh berasap yang gelojotan di lantai. Tubuh Si Kunti Jumi.

"Dia kenapa?" tanya Hantu Tampan itu ngeri.

"Apa om nggak merasakan sesuatu?" tanya Aura pada Hantu Tampan.

"Nggak!"

"Kok bisa?" tanya Aura.

Sama sekali tak berhasil, hantu ini tak mempan dengan senjata leluhurnya. Jadi intinya Hantu Tampan ini adalah hantu istimewa, tapi semakin manik mata Aura mencoba mencari menelisik keistimewaan di diri Hantu Tampan itu. Semakin pula kepalanya bertambah pusing.

Selain good looking, dan punya proporsi tubuh yang bagus, Hantu Tampan ini tak punya keistimewaan lain. Bahkan Hantu Tampan di depannya ini sangat takut dengan penampakan Si Kunti Jumi.

Belum juga selesai, lamunan Aura pecah karena dikagetkan suara teriakan maskulin Si Hantu Tampan itu lagi.

Aura pun juga ikut berteriak saat memandang apa yang dipandang oleh Hantu Tampan itu tertangkap oleh netranya. Tubuh Si Kunti Jumi sudah berada di posis duduk, wajahnya tambah gosong dan rambut lurusnya kini mengembang kayak permen kapas berwarna hitam.

Aura segera mengelus dadanya perlahan untuk menenagkan kecepatan laju jantungnya. Tapi Hantu Tampan malah berteriak semakin keras. Karena Si Kunti Jumi berjalan pincang ke arah Hantu Tampan, dengan jari telunjuknya yang gosong mengacung tepat ke arah wajah Hantu Tampan yang tak bisa bergerak karena tali Kecrek Kecubung masih membelenggunya.

Ternyata Si Kunti Jumi mau mengetes sekali lagi kekuatan tali Kecrek Kecubung yang telah mengikat erat di tubuh Hantu Tampan.

Tubuh gosong yang masih mengebul itu kembali gelojotan di depan mata Hantu tampan, membuat Hantu Tampan berteriak histeris karena ketakutan.

Meski masih dalam keadaan gelojotan mata Si Kunti Jumi yang merah pekat itu masih sempat menatap tajam ke arah Hantu Tampan. Tentu saja untuk orang awam yang tak pernah melihat hantu hal itu adalah pemandangan yang cukup mengerikan.

Aura segera menarik tubuh gosong yang gelojotan milik Si Kunti Jumi dan mendorongnya kembali terkapar di lantai.

"Akhhhhhh!" Hantu Tampan, masih mengatur nafasnya. Dia hampir menangis, atau sudah menangis karena guyuran air putih tadi menyamarkan butiran air mata di wajahnya.

"Kau itu apa?" tanya Hantu Tampan itu.

"Harusnya gue yang nanya kayak gitu ke Om!" bentak Aura.

"Jika om bukan hantu, kenapa tubuh om bisa tembus dinding? Lalu jika om hantu, kenapa semua senjataku tak bisa menyakiti om?!" Aura semakin bingung jadinya.

Kedua mata mereka saling berpandangan dan di otak mereka sedang terputar kata-kata TEMBUS DINDING dan SENJATA.

"Benar aku bisa menembus dinding!" kata Hantu Tampan itu, pasti dia mengingat aksi kejar-kejaran yang dia lakukan dengan Si Kunti Jumi beberapa saat yang lalu. "Aku hantu!" katanya dengan nada lemas.

"Om memang hantu!" kata Aura.

"Aku hantu!" muka Hantu Tampan yang maskulin itu seketika mewek.

Si Kunti Jumi bangun lagi, dan dengan bodohnya dia akan mencoba menyentuh lagi tali Kecrek Kecubung di tubuh Hantu Tampan. Tapi Aura segera menghentikan Si Jumi dan menyuruh Hantu Kunti yang sedang error itu masuk kedalam kamarnya.

"Boleh aku numpang mandi, sudah seminggu aku tak mandi?" tanya Hantu Tampan itu.

Aura tampak bengong dengan pertanyaan Hantu Tampan itu, bagaimana hantu bisa minta mandi.

"Ok,!" kata Aura, mencoba mengerti saja.

"Lepaskan ikatanku!" perintah Hantu Tampan itu pada Aura.

Aura pun segera melepas ikatan tali Kecrek Kecubungnya.

Suara sower terdengar di dalam kamar mandi, Aura hanya bisa memandangi pintu kamar mandi yang tertutup itu. Bagi Aura ini adalah suasana yang amat sangat menyeramkan, ada Hantu Pria Tampan sedang mandi di rumahnya.

"Hallo!!! Aura...budek? Ini apa nggak ada sinyal kok nggak ada suaranya ya Mah?" suara super serak dan berwibawa menggema di layar ponsel Aura yang dia tempelkan di sini wajahnya.

"Gue ngak budek, Pak!" kata Aura.

"Terus...kenapa diam aja?" suara itu terdengar mengandung rasa khawatir.

"Pak! Apa ada arwah hantu yang tak bisa disakiti oleh senjata Mbah Kakung?" tanya Aura.

"Nggak ada Aura, kamu kan tau sendiri! Itu senjata sangat amat ampuh untuk mengusir roh halus yang bergentayangan!" jelas Ayah Aura.

"Begitu ya!" Aura hanya tersenyum masam.

Dia seperti baru saja melakukan kebodohan, menanyakan hal semacam ini pada ayahnya yang bahkan tak bisa melihat hantu secara langsung. Meski dia dikenal sebagai dukun sakti mandraguna, tapi semua perkerjaan kotornya tak dilakukannya seorang diri. Projo dan Waseso, dua genderuwo di rumah kami yang melakukan hampir semua pekerjaan sulit itu. Sisanya Si Kunti Mariam Berlinang Air mata.

"Ya udah deh Pak, kalo bapak tau informasi tentang itu...hubungi gue!" kata Aura.

"Ok brooo...siap dech pokoknya!" jawab Ayah Aura.

Dukun sakti mandraguna yang bertampang seperti preman tapi berhati barbie, serta berpenampilan gaul. Sekiranya begitulah penampilan Papak Sodik Montala, bukan Sodik Monata ya...ingat.

"Boleh aku pinjam baju ganti?" tanya Hantu Tampan yang baru saja keluar dari kamar mandi.

Tubuh sempurnanya masih basah, dada bidangnya yang berotot terpampang nyata karena tak tertutupi sehelai kain benang pun. Dia berdiri hanya dengan sehelai handuk melilit di pinggang sampai ke lututnya. Wajah tampannya yang terbingkai manis oleh rambut hitam yang basah.

Aura hampir pingsan karena melihat pemandangan mahakarya di depannya. Apa hantu ini model dari Patung David karya Michelangelo.

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Khihihi Aira tersepona eh terpesona liat hantu tampan 🤔😂😂. Awas jatuh pingsan apa jatuh cinta 🤔😂😂

2024-11-19

0

Diana Puji Astuti

Diana Puji Astuti

kyk let's fight ghost...cm kebalikannya yg jd arwahnya

2024-12-11

0

Sarita

Sarita

sebenarnya itu orang masih hidup .mungkin koma karena kecelakaan

2024-10-10

0

lihat semua
Episodes
1 Lawliet sang pemburu hantu
2 Hantu kupluk
3 Mutia
4 Siapa kamu
5 Beda suhu
6 Otak hantu
7 Hantu kesetrum
8 Hantu minta mandi
9 Rahasia
10 Mahluk Kiriman
11 Kelam
12 Bau kematian
13 Menunggu
14 Hantu gadis kecil
15 Senki Kimoka
16 Bulan Biru
17 Buaya kosan putri
18 Laura dan Sinta part 1
19 Laura dan Sinta part 2
20 Mutia Part 2
21 Penyerangan Raga
22 Leo
23 Hantu bayangan hitam
24 Ruang bawah tanah
25 Tanda silang merah
26 Iblis yang menyiksa Ratih
27 Pria yang sama
28 Kontrak sukma
29 Mencuri Sajen
30 Korban ke 8
31 Wanita berambut panjang
32 Korban ke 9
33 Cara yang mudah
34 Raga yang imut
35 Penyesalan dan rasa rindu
36 Tertangkap
37 Rasa takut
38 Sadar
39 Predator
40 Orang tua Leo
41 Pembunuh Nawang Ratih
42 Rahasia lain
43 Ragu
44 Alasan dibalik semuanya
45 Pasukan???
46 Pengganggu
47 Keluargaku
48 Alasan klise
49 Gadis SMU
50 Kesenangan
51 Jumpa Pengemar
52 Malam yang menyakitkan
53 Semua punya rencana
54 Ketidakadilan
55 Konsep yang mirip
56 Motel
57 Farida Adelia
58 Kamar 145
59 Lagi-lagi Rahasia
60 Menangkap pelaku
61 Enam Hantu
62 Eps Sepesial Part 1
63 Eps Sepesial Part 2
64 Eps Sepesial Part 3
65 Eps Sepesial Part 4
66 Tim Alpa
67 Pesan Darurat
68 Menebak
69 Misi Mengantar Pesan
70 Cara Tim Alpa
71 Yuyu Kangkang
72 Istri Raga
73 Santai Dulu
74 Nyari Kopi Dulu
75 Jebakan Maut
76 Manusia Percobaan
77 Mata Indah Arjuna
78 Tugu Monas dan Jalan Buntu
79 Tokecang-Tokecang
80 Putra Imanuel
81 Pertengkaran Saudara
82 Raja dan Pengikut
83 Orang Ketiga
84 Membangunkan Singa
85 Seorang Ibu
86 Rumah Daniel
87 Pembantaian
88 Hadiah Pertama
89 Bau Kematian Raga
90 Kebohongan Tuan Harsono
91 Ingin Kembali
92 Keputusan Untuk Perang
93 Eps sepesial part 5
94 Bantuan
95 Misi Peretasan
96 Rencana dadakan
97 Coba-coba Buat
98 Ikatan Manusia
99 Ketahuan
100 Terbongkar
101 Perang telah dimulai
102 Cinta Sorang Monster Perdator
103 Target Raga
104 Amarah Sang Predator
105 Zack
106 Pertemuan terakhir
107 Peti Kurungan
108 Pasukan Kerasukan
109 Jalan Tol
110 Hantu Ibu Mawar
111 TAMAT
112 HUJAN TELUH
113 3021 HUMAN
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Lawliet sang pemburu hantu
2
Hantu kupluk
3
Mutia
4
Siapa kamu
5
Beda suhu
6
Otak hantu
7
Hantu kesetrum
8
Hantu minta mandi
9
Rahasia
10
Mahluk Kiriman
11
Kelam
12
Bau kematian
13
Menunggu
14
Hantu gadis kecil
15
Senki Kimoka
16
Bulan Biru
17
Buaya kosan putri
18
Laura dan Sinta part 1
19
Laura dan Sinta part 2
20
Mutia Part 2
21
Penyerangan Raga
22
Leo
23
Hantu bayangan hitam
24
Ruang bawah tanah
25
Tanda silang merah
26
Iblis yang menyiksa Ratih
27
Pria yang sama
28
Kontrak sukma
29
Mencuri Sajen
30
Korban ke 8
31
Wanita berambut panjang
32
Korban ke 9
33
Cara yang mudah
34
Raga yang imut
35
Penyesalan dan rasa rindu
36
Tertangkap
37
Rasa takut
38
Sadar
39
Predator
40
Orang tua Leo
41
Pembunuh Nawang Ratih
42
Rahasia lain
43
Ragu
44
Alasan dibalik semuanya
45
Pasukan???
46
Pengganggu
47
Keluargaku
48
Alasan klise
49
Gadis SMU
50
Kesenangan
51
Jumpa Pengemar
52
Malam yang menyakitkan
53
Semua punya rencana
54
Ketidakadilan
55
Konsep yang mirip
56
Motel
57
Farida Adelia
58
Kamar 145
59
Lagi-lagi Rahasia
60
Menangkap pelaku
61
Enam Hantu
62
Eps Sepesial Part 1
63
Eps Sepesial Part 2
64
Eps Sepesial Part 3
65
Eps Sepesial Part 4
66
Tim Alpa
67
Pesan Darurat
68
Menebak
69
Misi Mengantar Pesan
70
Cara Tim Alpa
71
Yuyu Kangkang
72
Istri Raga
73
Santai Dulu
74
Nyari Kopi Dulu
75
Jebakan Maut
76
Manusia Percobaan
77
Mata Indah Arjuna
78
Tugu Monas dan Jalan Buntu
79
Tokecang-Tokecang
80
Putra Imanuel
81
Pertengkaran Saudara
82
Raja dan Pengikut
83
Orang Ketiga
84
Membangunkan Singa
85
Seorang Ibu
86
Rumah Daniel
87
Pembantaian
88
Hadiah Pertama
89
Bau Kematian Raga
90
Kebohongan Tuan Harsono
91
Ingin Kembali
92
Keputusan Untuk Perang
93
Eps sepesial part 5
94
Bantuan
95
Misi Peretasan
96
Rencana dadakan
97
Coba-coba Buat
98
Ikatan Manusia
99
Ketahuan
100
Terbongkar
101
Perang telah dimulai
102
Cinta Sorang Monster Perdator
103
Target Raga
104
Amarah Sang Predator
105
Zack
106
Pertemuan terakhir
107
Peti Kurungan
108
Pasukan Kerasukan
109
Jalan Tol
110
Hantu Ibu Mawar
111
TAMAT
112
HUJAN TELUH
113
3021 HUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!