Hantu kesetrum

Bola mata Hantu Tampan itu tampak melirik kearah Aura, lalu berganti arah, kembali lagi memandang Aura lalu kembali lagi memandang arah lain.

"Om!!!" tegur Aura.

"Kenapa aku tak punya nama?" akhirnya Hantu itu menanyakan sesuatu yang tak bisa dijawab oleh Aura.

"Om itu hantu yang hilang ingatan!" kata Aura.

"Ku tegaskan sekali lagi, aku ini bukan hantu!" suara maskulin itu membentak dan berubah menakutkan di telinga Aura.

"Terserah elu deh Om!" kata Aura kesal.

"Aku harus kembali ke tempat rosokan itu lagi, aku harus mencari petunjuk tentang diriku!" kata hantu itu.

Settttttttt

Aura segera menghalangi pergerakan Hantu Tampan itu dengan cara berdiri di depan hantu tampan itu.

"Kayaknya nggak akan ada gunanya juga om kembali ke sana!" bujuk Aura.

Hantu Tampan itu segera memandang ke arah Aura yang berdiri tepat di depannya. Dia kembali mengingat tujuan dia berada di tempat ini.

"Tentu saja, karena hanya kau yang bisa membantuku memulihkan ingatanku!" kata Hantu itu.

Seketika dahi Aura mengkerut dan pandangan matanya menusuk ke arah senyum mesum Hantu Tampan itu.

"Saat aku mencium bibirmu kemarin malam, aku melihat bayangan diriku yang tergeletak di dalam sebuah mobil dengan tubuh bersimbah darah!" jelas Hantu Tampan itu.

"Jika aku menciummu selama satu jam mungkin ingatanku akan pulih!" kata Hantu itu.

Dasar cowok, udah jadi hantu masih aja hobi modusin cewek.

"Begitu yaaaa!" kata Aura.

Di otak Aura kini hanya memikirkan cara supaya bisa melenyapkan Hantu Mesum ini.

Dan sebuah cara sudah masuk ke dalam otak si Aura.

"Bagaimana kalau kita melakukannya di kamarku saja!" kata Aura.

Tapi ingatan akan Si Kunti Jumi yang marah karena Hantu Tampan ini berada di luar pintu apartemen, membuat Aura sedikit memutar bola matanya.

"Baiklah kalau begitu, ayo!" kata Hantu itu, kakinya sudah siap melangkah untuk pergi ke arah gedung apartemen.

"Sebentar... aku harus ijin temanku terlebih dahulu!" kata Aura.

"Baiklah,!" kata hantu itu.

Aura akhirnya meninggalkan Hantu Tampan di tanah terbengkalai itu sendirian.

Di dalam rumah Aura dan Si Kunti Jumi sudah duduk saling berhadapan di kursi ruang tamu.

"Gue akan langsung melenyapkan hantu om-om itu!" kata Aura, dia masih mencoba meyakinkan Si Kunti Jumi agar hantu pria itu diperbolehkan masuk ke dalam kamarnya.

Tapi Si Kunti Jumi tampak tak terpengaruh dengan rayuan Aura yang kasar.

"Boneka yang besar! Gue akan beliin boneka yang sebesar tubuh elu nanti!" janji Aura.

Seolah bisa, mata merah semerah darah Jumi seketika berbinar mendengar kata boneka besar dari mulut Aura.

"Boleh...kan?" tanya Aura sekali lagi.

Jumi tampak mengangguk perlahan.

"Elu hanya perlu diem di kamar elu doang ok,!" tapi pria itu terlalu kuat untuk Aura hadapi sendiri. Jumi ini kalau ngamuk kekuatannya lumayan sih, ok mari kita gunakan ke marahan dendam sang setan. "Jika gue minta tolong elu boleh masuk ke kamar gue, elu boleh nyerang om-om itu sepuasnya!" kata Aura.

Sekali lagi Si Kunti Jumi hanya mengangguk perlahan tanda dia mengerti semua yang diucapkan oleh Aura.

Tahap pertama Aura sudah berhasil menggaet mangsanya dan kini si Hantu Tampan sudah terperangkap di kamarnya.

Tanpa tatitu kedua telapak tangan Hantu Tampan itu sudah meraih wajah Aura untuk dia dekatkan ke arah wajahnya, tujuan Hantu Tampan itu ke tempat ini hanyalah berciuman dengan Aura.

"Tunggu, Om!" pekik Aura.

Hantu pria itu hanya terdiam, dan menghentikan aksinya sejenak.

"Sambil duduk kayaknya lebih enak Om!" kata Aura.

Segera Hantu Tampan itu mendorong tubuh Aura kasur. Kini tubuh mungil Aura telah terlentang di atas kasur dan ditindih oleh Hantu Tampan, ditindih hantu dalam keadaan sadar. OMG...sumpah ini lebih mengerikan, dari pada ketindihan saat tertidur.

"Tolong!" teriak Aura.

Grubakkkkkkk

Kratakkkkkk

Gretttttttttt

Dubrakkkkkkk

Ngapain Si Kunti kok suara munculnya berisik banget.

Ternyata Si Kunti Jumi muncul dari langit-langit dan Si Kunti sialan itu malah menjatuhkan tubuhnya tepat di punggung Hantu Tampan.

Alhasih dada Aura mau meledak karena ada dua hantu yang menindih tubuh mungilnya.

Tangan bercakar Jumi segera meraih wajah Hantu Tampan itu.

Akkkkkkkkkkkkk

Suara teriakkan dengan nada maskulin itu menggema di dalam kamar Aura. Kericuhan telah terjadi di kamar sempitnya, ke dua pelaku kriminal masih saling menyerang satu sama lain di sisi ranjang Aura. Dan Aura selaku saksi mata hanya memandang malas ke arah dua hantu yang sedang bertarung di depannya.

Si Kunti Jumi yang hanya bisa menggeram dan Si Hantu Tampan yang hanya bisa berteriak karena ketakutan melihat wujut Jumi yang sangat menyeramkan. Alhasil aksi anarkis penuh kekerasan mereka berubah menjadi aksi kejar-kejaran ala satpol pp yang sedang mengejar para banci di pusat lokalisasi.

Kedua hantu itu berputar-putar di seluruh area unit apartemen, mereka keluar masuk kamar Aura tanpa membuka pintu apa lagi permisi.

Aura sadar dia adalah satu-satunya manusia di kelompok ini. Seketika dia mengacak-acak rambut panjangnya, karena furustasi dengan tingkah dua hantu gila yang sedang main kejar-kejaran sekarang.

Kelakuan gila dua hantu itu mungkin akan menghancurkan kerja keras Aura selama satu minggu bersih-bersih di tempat ini. Aura pun memutuskan untuk keluar dari kamarnya dan menghentikan kericuhan ini.

"Stopppppp!" teriak Aura, dia sudah pusing mendengar auman dan pekikkan kedua hantu itu yang seakan memenuhi seluruh ruangan di gendang telinganya.

Pergerakan kedua hantu itu seketika berhenti, Hantu Tampan itu segera berlari ke arah Aura dan bersembunyi di balik punggung Aura.

Si Kunti Jumi tampak mencari-cari si Hantu Tampan, kedua tangannya masih di mode ingin mencakar mangsanya.

Seperti dugaan Aura, banyak barang-barang yang sudah berhamburan tak rapi lagi. Hampir semua parabot di ruang depan sudah bergeser dari tempatnya semula.

Si Kunti Jumi masih mendesis dan melayang seram ke arah Aura. Hantu Tampan yang melihat tingkah laku Si Jumi langsung menjerit tepat di dekat telinga Aura. Sehinga sebuah tinjuan kuat melayang kearah pipi glowing Hantu Tampan itu.

Plakkkkkkkkkkkk

Buakkkkkkkk

Hantu Tampan itu sudah tergeletak di lantai, dan tubuhnya tak bergerak lagi.

"Kenapa dia?" tanya Aura, pada Si Kunti Jumi.

Wajah terbakar itu hanya menggeleng pelan, isyarat bahwa otak Si Jumi juga tak tau apa yang sedang terjadi dengan Hantu Tampan.

Akal bulus Aura segera bertahta di kepalanya, dia mengedipkan sebelah matanya ke arah Si Kunti Jumi. Dan Si Kunti tampak memandang hal itu dengan ekspresi jijik.

Aura segera masuk ke dalam kamarnya dan mengambil ransel hitam besarnya.

Si Jumi bergerak mundur, karena para hantu pasti akan merasa takut dengan senjata-senjata yang di miliki Aura.

Dengan susah payah Aura mengikat tubuh Hantu Tampan dengan tali Ketcrek Kecubung. Hantu Tampan itu sudah duduk di sebuah kursi kayu dengan keadaan tubuh terikat kuat.

Aura dan Si Kunti memperhatikan wajah tampan hantu itu dengan seksama.

"Kenapa enggak ada efeknya?" tanya Aura, dia memandang mata merah Si Kunti dengan tajam.

Si Kunti pun menjulurkan telunjuknya perlahan. Karena tak sabar, dengan cepat Aura meraih telunjuk terbakar itu dan mendorongnya agar cepat menempel ke tali mistis itu.

Si Kunti mulai menjerit kesakitan, tubuhnya kelojotan seperti manusia yang sedang kesetrum.

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Khihihihi lucu..lucu..Jadi ketawa terus AQ baca cerita Outhor, karena belum ada yg seremnya🤔😂😂😂

2024-11-19

0

aas

aas

kayanya belom mati deh. masih koma gitu 🤭 bisa nih sama Aura jadian beneran 😂

2025-03-08

0

senja

senja

koma kah?

2022-04-03

0

lihat semua
Episodes
1 Lawliet sang pemburu hantu
2 Hantu kupluk
3 Mutia
4 Siapa kamu
5 Beda suhu
6 Otak hantu
7 Hantu kesetrum
8 Hantu minta mandi
9 Rahasia
10 Mahluk Kiriman
11 Kelam
12 Bau kematian
13 Menunggu
14 Hantu gadis kecil
15 Senki Kimoka
16 Bulan Biru
17 Buaya kosan putri
18 Laura dan Sinta part 1
19 Laura dan Sinta part 2
20 Mutia Part 2
21 Penyerangan Raga
22 Leo
23 Hantu bayangan hitam
24 Ruang bawah tanah
25 Tanda silang merah
26 Iblis yang menyiksa Ratih
27 Pria yang sama
28 Kontrak sukma
29 Mencuri Sajen
30 Korban ke 8
31 Wanita berambut panjang
32 Korban ke 9
33 Cara yang mudah
34 Raga yang imut
35 Penyesalan dan rasa rindu
36 Tertangkap
37 Rasa takut
38 Sadar
39 Predator
40 Orang tua Leo
41 Pembunuh Nawang Ratih
42 Rahasia lain
43 Ragu
44 Alasan dibalik semuanya
45 Pasukan???
46 Pengganggu
47 Keluargaku
48 Alasan klise
49 Gadis SMU
50 Kesenangan
51 Jumpa Pengemar
52 Malam yang menyakitkan
53 Semua punya rencana
54 Ketidakadilan
55 Konsep yang mirip
56 Motel
57 Farida Adelia
58 Kamar 145
59 Lagi-lagi Rahasia
60 Menangkap pelaku
61 Enam Hantu
62 Eps Sepesial Part 1
63 Eps Sepesial Part 2
64 Eps Sepesial Part 3
65 Eps Sepesial Part 4
66 Tim Alpa
67 Pesan Darurat
68 Menebak
69 Misi Mengantar Pesan
70 Cara Tim Alpa
71 Yuyu Kangkang
72 Istri Raga
73 Santai Dulu
74 Nyari Kopi Dulu
75 Jebakan Maut
76 Manusia Percobaan
77 Mata Indah Arjuna
78 Tugu Monas dan Jalan Buntu
79 Tokecang-Tokecang
80 Putra Imanuel
81 Pertengkaran Saudara
82 Raja dan Pengikut
83 Orang Ketiga
84 Membangunkan Singa
85 Seorang Ibu
86 Rumah Daniel
87 Pembantaian
88 Hadiah Pertama
89 Bau Kematian Raga
90 Kebohongan Tuan Harsono
91 Ingin Kembali
92 Keputusan Untuk Perang
93 Eps sepesial part 5
94 Bantuan
95 Misi Peretasan
96 Rencana dadakan
97 Coba-coba Buat
98 Ikatan Manusia
99 Ketahuan
100 Terbongkar
101 Perang telah dimulai
102 Cinta Sorang Monster Perdator
103 Target Raga
104 Amarah Sang Predator
105 Zack
106 Pertemuan terakhir
107 Peti Kurungan
108 Pasukan Kerasukan
109 Jalan Tol
110 Hantu Ibu Mawar
111 TAMAT
112 HUJAN TELUH
113 3021 HUMAN
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Lawliet sang pemburu hantu
2
Hantu kupluk
3
Mutia
4
Siapa kamu
5
Beda suhu
6
Otak hantu
7
Hantu kesetrum
8
Hantu minta mandi
9
Rahasia
10
Mahluk Kiriman
11
Kelam
12
Bau kematian
13
Menunggu
14
Hantu gadis kecil
15
Senki Kimoka
16
Bulan Biru
17
Buaya kosan putri
18
Laura dan Sinta part 1
19
Laura dan Sinta part 2
20
Mutia Part 2
21
Penyerangan Raga
22
Leo
23
Hantu bayangan hitam
24
Ruang bawah tanah
25
Tanda silang merah
26
Iblis yang menyiksa Ratih
27
Pria yang sama
28
Kontrak sukma
29
Mencuri Sajen
30
Korban ke 8
31
Wanita berambut panjang
32
Korban ke 9
33
Cara yang mudah
34
Raga yang imut
35
Penyesalan dan rasa rindu
36
Tertangkap
37
Rasa takut
38
Sadar
39
Predator
40
Orang tua Leo
41
Pembunuh Nawang Ratih
42
Rahasia lain
43
Ragu
44
Alasan dibalik semuanya
45
Pasukan???
46
Pengganggu
47
Keluargaku
48
Alasan klise
49
Gadis SMU
50
Kesenangan
51
Jumpa Pengemar
52
Malam yang menyakitkan
53
Semua punya rencana
54
Ketidakadilan
55
Konsep yang mirip
56
Motel
57
Farida Adelia
58
Kamar 145
59
Lagi-lagi Rahasia
60
Menangkap pelaku
61
Enam Hantu
62
Eps Sepesial Part 1
63
Eps Sepesial Part 2
64
Eps Sepesial Part 3
65
Eps Sepesial Part 4
66
Tim Alpa
67
Pesan Darurat
68
Menebak
69
Misi Mengantar Pesan
70
Cara Tim Alpa
71
Yuyu Kangkang
72
Istri Raga
73
Santai Dulu
74
Nyari Kopi Dulu
75
Jebakan Maut
76
Manusia Percobaan
77
Mata Indah Arjuna
78
Tugu Monas dan Jalan Buntu
79
Tokecang-Tokecang
80
Putra Imanuel
81
Pertengkaran Saudara
82
Raja dan Pengikut
83
Orang Ketiga
84
Membangunkan Singa
85
Seorang Ibu
86
Rumah Daniel
87
Pembantaian
88
Hadiah Pertama
89
Bau Kematian Raga
90
Kebohongan Tuan Harsono
91
Ingin Kembali
92
Keputusan Untuk Perang
93
Eps sepesial part 5
94
Bantuan
95
Misi Peretasan
96
Rencana dadakan
97
Coba-coba Buat
98
Ikatan Manusia
99
Ketahuan
100
Terbongkar
101
Perang telah dimulai
102
Cinta Sorang Monster Perdator
103
Target Raga
104
Amarah Sang Predator
105
Zack
106
Pertemuan terakhir
107
Peti Kurungan
108
Pasukan Kerasukan
109
Jalan Tol
110
Hantu Ibu Mawar
111
TAMAT
112
HUJAN TELUH
113
3021 HUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!