Waktu tahun di peradaban era menunjukkan tahun 2128. Ini merupakan tahun di penghujung kehancuran organisasi yang melawan kejahatan dan pelindung terra. Markas rahasia organisasi itu sudah diketahui dan telah terkepung.
"Kepada pemimpin pasukan di bagian pertahanan depan dan tengah, saya perintahkan kalian untuk mundur dan masuk ke bagian pertahanan terakhir dalam bangunan," berbicara melalui radio telekomunikasi dengan suara lantang dan tegas.
"Apa, mundur!? Hey, menurutmu kami akan kalah melawan manusia-manusia sinting ini!" ujar pemimpin pasukan depan kepada suara di telekomunikasi dengan keras.
"Iya, mengapa kami harus mundur? Bagaimana dengan teman-teman kita yang telah mati dengan terhormat melawan manusia sialan ini!" ujar pemimpin pasukan tengah kepada suara di telekomunikasi dengan nada bingung.
"Meskipun kita memiliki perlengkapan teknologi lebih bagus, kita telah kalah dalam jumlah pasukan dan juga dalam hal kekuatan supranatural. Kita perlu mengatur strategi ulang, maka dari itu kalian harus mundur terlebih dahulu untuk menyerang kembali nanti!" ujar suara di telekomunikasi kepada pemimpin pasukan depan dan tengah dengan tenang melalui radio.
"Ah, sial! Aku tidak akan mundur! Aku akan membalas kematian teman-teman kita," ujar pimpinan pasukan depan kepada suara di telekomunikasi dan sambungan dimatikan.
"Hey, Halo? Halo! Sial, diputus! Dasar bodoh, dia sangat gegabah semenjak kematian adiknya," ujar suara di telekomunikasi melalui radio.
"Benar kata dia, Pak. Kami harus membalas kematian teman-teman kita yang dibunuh secara tidak manusiawi. Aku akan mengirim mundur sebagian pasukan saya untuk membantu pertahanan terakhir kita. Aku sendiri dan sebagian lainnya akan membantu pasukan depan untuk melawan manusia sialan itu. Lagi pula, kita tidak bisa membiarkan dia bertarung di bagian depan dengan rasa dendam yang menguasai dirinya, itu akan membuat adiknya sedih di alam sana, ya kan? Aku akan membantunya! Sampaikan salam terakhirku kepadanya," ujar pemimpin pasukan tengah kepada sang komunikator dan sambungan dimatikan.
"Apa... Halo? Sial! Dimatikan juga. Bagaimana ini? Radit, sudah dipastikan pasukan depan tidak akan mundur dan pasukan tengah hanya sebagian saja yang mundur," ujar sang telekomunikator kepada Radit.
---
Tiba-tiba terdengar suara ledakan dahsyat di luar markas. Di tempat telekomunikasi dan dalam markas bangunan menyaksikan cahaya ledakan dahsyat tersebut seperti sebuah bom besar meledak.
"Bagaimana lagi, itu yang mereka inginkan. Mungkin sudah takdir dia untuk melawan mereka, mungkin ini juga akan menjadi pertempuran terakhir bagi kita," ujar Radit dengan nada tenang sedikit kecewa.
Prajurit 1 langsung menjawab dengan lantang, "Apa maksudmu dengan pertempuran terakhir! Jika ini adalah yang terakhir, bagaimana nantinya dunia ini tanpa kita!" ujar dengan nada kesal.
Prajurit 2 berkata, "Semoga ketika pasukan tengah kembali, kita bisa bertahan melawan mereka. Jika tidak, kita sepertinya harus melakukan itu," ujar dengan suara tenang kepada semua orang di dalam ruang komando.
"Melakukan itu? Melakukan apa memangnya?" ujar Prajurit 4 dengan bingung.
"Baru-baru ini, kami dari tim penelitian telah menemukan cara untuk kembali ke masa lalu dengan teknologi terbaru ini, dibantu dengan kekuatan super tersembunyimu," ujar Prajurit 3 kepada semua orang di dalam ruangan komando.
"Ke masa lalu!?" Beberapa orang teriak secara bersamaan. "Apa maksudmu kembali ke masa lalu?" ujar Radit dengan nada serius.
"Ya, kembali ke masa lalu. Hey, kamu jelaskan tentang alat ini secara singkat," ujar Prajurit 3 sambil menunjuk Prajurit 5.
"Akhm... ini adalah proyek sampingan yang kami buat secara rahasia. Bahkan hanya beberapa dari kami tim peneliti yang tahu dan mengerjakannya. Ini dirahasiakan agar tidak terjadi penyalahgunaan saat proyek ini selesai, dan itu keputusan yang tepat ternyata. Karena terdesak begini karena si pengkhianat itu, jika dia tahu alat ini mungkin sangat berbahaya sekali bagi kita," ujar Prajurit 5.
Keadaan dalam ruangan komando seketika menjadi sangat tegang dan serius.
"Jadi langsung ke intinya, apa fungsinya alat yang kalian buat? Apakah itu seperti yang ada di film-film atau cerita fiksi ilmiah, kembali ke masa lalu untuk merubah sejarah?" ujar Radit dengan nada bertanya dan serius.
"Ya, kurang lebih seperti itu. Kembali ke masa lalu dan mengubah sejarah, namun ini berbeda. Ini bukan seperti dirimu kembali ke masa lalu dengan tubuhmu. Ini hanya mengembalikan jiwa dan pikiranmu ke masa lalu dan menimpanya dengan jiwa dan pikiranmu di masa itu," ujar Prajurit 3.
"Jadi, saat seperti ini pasti ada yang kembali ke masa lalu dan merubah sejarah. Jadi, siapa salah satu dari kita itu yang harus ke masa lalu?" ujar Prajurit 6 dengan nada serius.
"Tentu saja pendiri organisasi ini, Radit! Dia satu-satunya yang bisa melakukan perjalanan ini. Itu karena dia memiliki jiwa yang aneh dan kekuatan super yang tidak diketahui," ujar Prajurit 5 dengan nada rendah.
Semua orang yang ada di dalam ruangan komando matanya tertuju kepada Radit.
Keadaan ruangan menegang, dan semua orang berpikir tentang rencana itu. Setelah 2 jam berlalu, pasukan tengah telah tiba di markas.
---
"Hei, bagaimana keadaan di medan pertahanan depan tengah?" tanya Prajurit 8.
"Sangat buruk. Saat kembali ke sini, kami sangat kewalahan karena kami berhadapan dengan sekelompok pemilik kekuatan supranatural aneh dengan efek area. Dia menerobos langsung ke pertahanan bagian tengah melalui udara. Itu membuat formasi pasukan tengah dan depan kacau. Lihat, pasukan yang kembali sangat sedikit akibat ulah mereka," jawab salah satu prajurit pasukan bagian tengah yang selamat.
Selang beberapa menit kemudian, terdengar suara keras di atas bangunan yang ternyata terkena ledakan yang ditembakkan dari arah hutan bagian tengah pertahanan. Semua pasukan memulai operasi pertahanan terakhir mereka.
2 jam berlalu, pasukan bagian luar bangunan telah dikalahkan. Pertempuran di garis akhir dimulai; sebagian musuh berhasil masuk ke dalam. Musuh telah masuk ke dalam bangunan dan mulai menginvasi bangunan tersebut. Kontak senjata dan pertempuran terjadi sangat intensif.
---
"Hey, bagaimana ini? Kita sudah terpojok," ujar Prajurit 1.
"Masuk ke sini, kalian semua, cepat!" ujar Prajurit 3.
"Kita menuju ke bawah lagi? Bukankah bangunan ini lantai bawahnya hanya sampai 5 lantai saja, bukan?" tanya Prajurit 1 dengan nada bingung.
"Ini menuju ruangan eksperimen rahasia, yaitu alat seperti mesin waktu yang kita bicarakan tadi, dan sekarang saatnya kita mengaktifkan alat itu," jelas Prajurit 5.
Seketika, sekumpulan orang-orang di sana yang menuju lantai terdalam terdiam. Sesaat kemudian, mereka telah sampai ke lantai terdalam bangunan ini.
Mereka mengaktifkan keamanan tingkat tinggi. Gerbang paling depan yang sangat tebal terdiri dari 3 lapis gerbang telah tertutup rapat. Pasukan yang berjaga di depan gerbang tersebut sudah siap melawan, dan para peneliti mulai mengoperasikan alat tersebut.
---
15 menit kemudian, ledakan terdengar di arah gerbang. Setelah dicek, ternyata gerbang 1 telah ditembus. Para peneliti mulai cepat-cepat mengoperasikan alat tersebut. Beberapa menit kemudian, gerbang terakhir berhasil ditembus, dan prajurit di depan gerbang melakukan kontak bersenjata.
Salah satu peneliti menghampiri Radit dan menarik lengannya menuju ke tengah ruangan yang berlapis kaca. Lalu, beberapa peneliti lain dan Prajurit 5 menghampiri Radit.
Salah satu peneliti berkata kepada Radit, "Ingat, alat ini baru pertama kali digunakan, tidak ada uji coba sebelumnya. Kemungkinan alat ini sukses 50:50, dan karena ini akan meniban, atau bisa dibilang menyatukan, jiwamu dan pikiranmu masa lalu dengan masa sekarang, itu akan ada kemungkinan membuat jiwa dan pikiran rusak. Taruhan ini berkisar 80% akan gagal saat penyatuan dan membuatmu mengalami kerusakan dalam jiwa dan pikiranmu."
"Tak apa, semua percobaan dan jalur yang kita hadapi tidak selalu sukses 100%. Aku siap melakukannya. Lagi pula, hanya ini satu-satunya jalan, bukan?" ujar Radit.
---
Peneliti itu tersenyum pahit kepada Radit.
Lalu datanglah seorang gadis menuju Radit. "Kamu bilang kamu siap, tapi yang aku lihat, muka kamu tampak seperti orang cemas saja," ujar gadis tersebut.
"Tentu saja, walaupun aku bilang begitu, tetap saja aku khawatir. Aku kan jadi bahan uji coba pertama kali alat ini. Siapapun pasti akan takut, lagi pula alat ini tidak begitu diketahui seberapa parah efeknya," ujar Radit dengan senyuman pahit.
"Perjalanan waktu ini akan menuju ke tahun 2117. Jangan lupa temui aku dan buat rencana masa depan untuk mengalahkan mereka. Juga, berkencanlah dengan gadis itu, lalu lindungi, jangan sampai dia jatuh dikendalikan musuh," ujar gadis dengan senyumnya.
"Oh, hebat sekali. Sekarang kamu menyuruhku untuk berkencan dengan gadis itu, ah, atau mungkin aku kencani kalian berdua saja. Mungkin sejarah akan berubah juga karena ini," ujar Radit dengan tertawa.
"Haha, dasar kamu. Yah, semoga saja diriku di masa lalu akan memukulmu jika kamu lakukan itu," ujar gadis tersebut sambil tersenyum kepada Radit. Kecemasan Radit pun hilang.
"Hei, jika aku kehilangan ingatan, bagaimana aku mengingatmu? Mungkin saja kita tidak akan pernah bertemu nanti? Bagaimana jika ingatan di masa ini hanya sebuah mimpi yang mungkin membuat diriku di masa itu akan sangat sakit hatinya," ujar Radit kepada gadis itu.
"Tenang saja, kamu akan baik-baik saja. Kamu ini kan memiliki kekuatan yang luar biasa dan aneh. Aku jadi mengingatnya kembali, kamu waktu itu memperkenalkan diri seperti orang aneh, itu lucu sekali," ujar gadis tersebut sambil tertawa kecil.
"Hahaha, memang, saat kamu bilang begitu dan mengingatnya lagi, itu sangat memalukan sekali," ujar Radit sambil tersenyum.
Peneliti dalam ruangan tersebut berteriak, "Persiapan sudah selesai, waktunya menjalankan alat ini," ujar salah satu peneliti tersebut.
Mesin menyala, dan 6 orang yang memiliki kemampuan supranatural mengeluarkan energinya. Seketika di sekeliling tubuh Radit muncul cahaya kecil seperti bintang yang mengelilingi tubuhnya, dan cahaya yang sedikit demi sedikit menutupi tubuhnya mulai dari kaki hingga ke kepala.
Lalu pada saat itu, terdengar suara tembakan di dalam ruangan itu; musuh telah berhasil mengalahkan prajurit penjaga di gerbang terakhir.
Musuh secara membabi buta menembak dan mengeluarkan kekuatan supranaturalnya ke para prajurit yang tersisa. Semua teman-teman Radit membuat benteng yang mengelilingi Radit.
Lalu Radit seketika ingin berkata sambil berusaha bergerak, namun tidak bisa karena energi mistis yang mengelilinginya.
"Eh... tunggu, jika aku kembali, bagaimana keadaan kalian semua nantinya?" ujar Radit dengan nada panik.
Para peneliti tersenyum, dan salah satu dari mereka berkata, "Ada dua kemungkinan: pertama, kami yang di masa ini akan menghilang, dan kedua, mungkin kami akan terus hidup dan tetap bertarung melawan mereka sampai titik darah penghabisan. Namun, kemungkinan pertama lebih masuk akal, ini seperti memutar ulang waktu ketimbang kembali ke masa lalu," ujar salah satu peneliti itu.
Radit mulai panik mendengar itu dan memberontak, tapi tidak bisa bergerak karena tubuhnya sudah diselimuti cahaya kecuali kepalanya.
---
Perempuan itu mendekati Radit dan berbicara dengan nada pelan sambil sedikit mengeluarkan tetesan air mata dan tersenyum.
"Ubahlah masa lalu dan ciptakan kehidupan yang damai. Aku berharap di dunia itu kamu akan melamarku, tidak hanya menjadi pacarku saja. Aku pasti akan sangat bahagia."
Gadis itu lalu mencium Radit. Setelah itu, berkata:
"RADIT, AKU MENCINTAIMU. SAMPAI BERTEMU KEMBALI DI DUNIA MASA LALU."
Gadis itu tetap tersenyum, lalu membalikkan arah mukanya ke hadapan musuh sambil memegang sebuah pistol.
Radit hanya bisa berteriak memanggil namanya, lalu menangis dan tidak bisa berbuat apa-apa, padahal emosinya terasa hampir hilang. Lalu berkata pada dirinya sendiri, "Ya, aku pasti akan mengubah sejarah dan menciptakan dunia yang ideal. Lalu akan berjanji akan melamarmu dan dia! Aku janji! Dengan sumpah seorang pria."
Setelah itu, cahaya terang menyelimuti ruangan tersebut. Ruangan penelitian yang saat ini sedang rusuh dengan suara tembakan di mana-mana, itu tiba-tiba terhenti akibat dari cahaya yang sangat terang tersebut.
Waktu berputar, semua terulang kembali.
Radit telah tiba di masa lalu.
---
Radit melihat sekelilingnya penuh dengan orang-orang, sepertinya dia sedang berada di pusat kota, lalu melihat tangannya yang kecil.
Radit merasakan ada ponsel di kantongnya, lalu ia mengambilnya dan membuka kamera depan. Ternyata, dia telah berhasil kembali ke masa dia SMA. Tiba-tiba, dia kehilangan keseimbangan lalu pingsan.
Semua orang di sekitarnya sangat kaget melihat Radit pingsan. Bahkan seorang wanita yang sangat cantik yang berada di dekatnya langsung menelpon layanan darurat rumah sakit.
Semua teman-teman Radit yang di sekitar pun juga panik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
范妮·廉姆
AK mampir kak
2022-12-28
9
Hielmeera🍒⃞⃟🦅
langsung aku subscribe nih.
2022-12-12
9