Di UKS bu Sinta sudah menunggu dan segera memberikan Vina sebungkus roti sebelum minum obat pereda rasa nyeri. Arga tak beranjak dari sana, dia masih setia menunggu Vina bersama ketiga temannya. Pandangannya tak lepas dari Vina, itu membuat sahabat Vina jadi merasa heran dan sedikit tidak nyaman. Bagaimana tidak, Arga satu - satunya anak cowok disana. Takutnya ada yang salah paham karena sebelumnya mereka tidak dekat.
"Ga.." Doni muncul dari pintu UKS dan menghentikan ucapannya karena Arga memberi isyarat untuk diam.
Arga keluar UKS diikuti Doni dan Andi.
"Don kamu bawa motor kan?" tanya Arga sesampainya di lorong kelas sambil terus berjalan diikuti dua sahabatnya.
"Bawa. Emangnya kenapa?"
"Aku pinjem ya. Nanti kamu tungguin ayah dan pulang bareng ayah ya." ucap Arga sambil berjalan hendak masuk ke dalam kelas.
"Iya, eeh tapi ini bukan kelas kita bro."
"Kamu nggak sedang ngelamun sambil jalan kan?" tanya Doni keheranan. Arga tak menjawab malah menoleh kesana kemari seperti mencari sesuatu.
"Kamu nggak pikun kan?" tanya Doni lagi. Sambil melihat ke arah Anton. Namun Arga masih diam.
"Ehh, bisa minta tolong ambilkan tasnya Vina." ucap Arga setelah dirasa nggak tau tempat duduk Vina dimana.
"Ini.." Dinda menyerahkan tas Vina ke Arga dengan heran. Setahu Dinda mereka tidak pernah melihat mereka akrab kenapa dia membawakan tas Vina ya. Batin Dinda merasa heran tapi tak berani bertanya.
Disisi lain Andi dan Doni lebih dibuat heran lagi sambil berpandangan tak mampu berkata - kata lagi. Mereka baru tersadar ketika Arga sudah berjalan lagi melewati keduanya, kelihatannya menuju ke kelas mereka. Buru - buru mereka mengejarnya.
"Don, kunci motormu mana?" ucap Arga sambil memberesi barang - barangnya ke dalam tas dan membawanya. Dia nampak lucu karena kerepotan membawa tas Vina juga.
"Tunggu dulu Ga, kamu bisa jelasin.." ucapan Doni terpotong lagi karena Arga sudah menyela.
"Nanti dirumah." ucapnya singkat sambil menyambar kontak motor yang ada di tangan Doni dan berlalu dari sana.
Andi dari tadi malah diam tak tahu harus berkata apa. Dia sangat tau Arga yang biasanya acuh sama cewek tiba - tiba berubah.
"Don, ini nggak mimpi kan?"
"Itu beneran Arga teman kita kan?" tanya Andi sambil menatap Doni seperti orang bodoh.
"Kamu nggak mimpi. Itu beneran Arga, Bambang.." jawab Doni sambil menjitak kepala Andi.
"Ehh jangan main jitak - jitak anak orang ya. Gimana kalau gegar otak coba." ucap Andi sambil mengusap kepalanya.
"Mana mungkin yang ada kamu tambah pinter karena bikin otak tambah encer kalau dijitak." jawab Doni sambil tertawa.
"Kalau gitu sini kamu juga aku jitak." Andi mendekat hendak menjitak Doni tapi Doni sudah berlari menjauh. Andi tak tinggal diam dan akhirnya terjadilah aksi kejar - kejaran diantara mereka.
....
Arga kembali ke UKS menemui Vina yang sudah nampak lebih baik.
"Bu Sinta apa Vina boleh pulang sekarang?" tanya Arga.
"Boleh saja, sebentar lagi sekolah juga akan dibubarkan." jawab bu Sinta.
"Saya mohon ijinkan saya mengantarnya pulang Bu." kata Arga lagi yang membuat bu Sinta sedikit heran.
Bu Sinta ingin bertanya apa mereka dekat tapi tak jadi karena melihat Arga yang nampak malu dan sepertinya berusaha keras untuk mengeluarkan kata - katanya tadi.
Wati, Lisa, dan Dewi lebih tak mengerti lagi. Mereka menatap Vina penuh tanya tapi yang ditatap juga mengisyaratkan tanda tak mengerti.
"Ayo Vin, aku antar." ajak Arga yang di balas anggukan oleh Vina. Dia segera turun dari ranjang UKS.
"Bu saya pulang dulu ya. Teman - teman aku duluan ya." pamit Vina.
"Iya. Hati - hati." serempak mereka menjawab.
Vina berjalan diikuti Arga dan berlalu meninggalkan UKS.
Arga menyuruh Vina menunggu di pintu gerbang karena mau mengambil motor Doni dulu di parkiran.
Vina tersenyum ketika melihat Arga mendekat. Dia merasa lucu melihat Arga menggendong tasnya yang berwarna pink. Arga yang baru sadar ditertawakan menepuk jidatnya lalu menyerahkan tas Vina.
"Maaf sudah merepotkanmu." Vina membuka percakapan.
"Tidak masalah, aku ikhlas membantumu." jawab Arga membetulkan helmnya.
"Ayo naik." Arga menepuk jog dibelakannya.
"Baiklah. Terima kasih." jawab Vina kemudian naik ke atas motor.
Motor yang di kendarai Arga melaju santai dengan kecepatan rendah.
"Kamu masih ingat rumahku kan?" tanya Vina.
"Masih." jawab Arga singkat.
"Kenapa kamu menolongku hari ini?" tanya Vina lagi.
"Apa kamu keberatan jika aku ingin kita berteman?" Arga malah balik bertanya.
"Tentu saja tidak, tapi.. " Vina tak melanjutkan kata - katanya takut Arga tersinggung.
"Tapi kenapa?" tanya Arga heran. Banyak gadis yang ingin dekat dengannya tapi kenapa Vina malah enggan berteman.
"Emm nggak papa. Hanya saja.. aku takut dengan penggemarmu."
"Apa mereka tak akan marah jika kita berteman?" ucap Vina hati - hati.
Arga menepikan motornya di bawah pohon yang rindang dan berhenti.
"Vin, bolehkah mulai hari ini kita berteman. Aku ingin mengenalmu lebih dekat." ucap Arga menguatkan keberaniannya untuk berkata.
Vina masih membonceng di belakang Arga jadi tak nampak wajahnya merah karena malu. Dia mengatur napas untuk mengurangi kegugupannya.
"Ten.. tentu saja boleh." masih mencoba menguasai keadaan.
"Terima kasih." ucap Arga lalu kembali menjalankan motornya pelan. Dia tak ingin terburu - buru sampai, rasanya enggan berpisah dengan Vina.
"Sepertinya ini motor Doni?" tanya Vina.
"Iya, dia yang aku suruh bareng sama ayah."
"Aku khawatir kamu pulang dalam keadaan seperti ini masih harus bersepeda."
"Terima kasih sudah mengantarku."
"Ya ampun, tapi sepedaku gimana." Vina baru teringat sepedanya.
"Apa disana tidak aman?" tanya Arga.
"Bukan begitu. Maksudku aku bingung besok berangkat naik apa?"
"Kalau kamu mau besok aku jemput."
"Tapi gimana ya."
"Apa berteman denganku membuatmu tidak nyaman?"
"Bukan begitu, pasti sahabatku salah paham."
"Besok aku bantu jelasin ke mereka kalau mereka bertanya."
Hening.. Vina masih berpikir untuk menerima atau menolak tawaran Arga.
Arga kenapa kamu berani sekali, batin Arga. Dia tak habis pikir dengan dirinya. Tapi dia tak mau membuang kesempatan ini begitu saja.
Ini beneran Arga bukan sich. Apa aku mimpi ya.
Ternyata kalau udah kenal dia baik banget. Kamu harus mau Vina ini kesempatan bagus. Kapan lagi kamu bisa bareng cowok idola di sekolah, batin Vina. Tapi gimana ya reaksi sahabat - sahabatku. Ahh, sudahlah.
"Kog diem?" tanya Arga lagi.
"Emm.. iya."
"Tapi kamu nggak dimarahin ayah kamu."
"Aku ada motor sendiri, ayah sebenarnya udah kasih ijin ke sekolah pakai motor. Aku aja yang kemarin - kemarin belum mau." Arga menjelaskan.
"Owh." kata Vina singkat. Dia merasa berbunga - bunga mengingat perlakuan Arga sejak tadi pingsan di sekolah. Arga juga sedang tersenyum walau tak terlihat oleh Vina.
Mereka sudah hampir sampai di rumah sederhana keluarga Vina. Rasanya perjalanan terasa cepat bagi mereka. Perjalanan sepasang remaja yang mulai mengenal cinta.
"Sepertinya tidak ada orang." kata Arga setelah sampai di halaman rumah Vina.
"Ibu bapak biasanya belum pulang dan mungkin Diki sudah pergi main." jawab Vina.
"Diki itu adik kamu ya?"
"lya."
"Wah, seru dong kamu punya adik."
"Dia jago main bola lagi." ucap Arga.
"Kamu anak tunggal ya." tanya Vina sambil membetulkan rambutnya yang berantakan.
"Iya."
"Kapan - kapan boleh kan Diki aku ajak main." tanya Arga.
"Asal dia mau sih boleh aja. Tapi ya itu, dia jarang dirumah."
"Ya aku kasih tau kamu dulu lah kalau mau ajak dia." ucap Arga.
"Mampir dulu ya." ucap Vina.
"Lain kali aja, aku kan pake motor Doni."
"Sampai ketemu besok pagi. Aku pulang dulu ya." pamit Arga kemudian
"Iya.. terima kasih.." jawab Vina sambil tersenyum membuat Arga meleleh.
Setelah Arga tidak nampak di kejauhan Vina berjalan masuk ke dalam rumah. Wajahnya nampak sumringah. Dia berjalan sambil bersenandung riang menuju kamarnya. Dia berbaring sejenak karena kepalanya masih sedikit sakit. Padahal tadi tak begitu terasa saat bersama Arga.
Senyumnya tiba - tiba pudar mengingat sahabatnya, mereka pasti banyak nanya. Oh my god, gimana aku mengahdapi para cecunguk itu ya. Habis deh. Tingkat ke illfeelan mereka yang diatas normal pasti minta jawaban sedetail - detailnya. Aku harus jawab apa. Aku sendiri nggak tahu karena ini begitu tiba - tiba. Apa mereka marah ya kalau aku dekat dengan Arga.
****
Bersambung...
Mohon dukungannya ya..
Mohon saran dan kritiknya juga..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
🤍
Boom like akak 👍
2021-09-28
1
My_ChA
ciee ciee Arga, dah berani nih ya 😁😁
2021-08-21
2
Mommy Gyo
like hadir thor
2021-08-13
2