jiang li melihat kondisi xiao mei saat ini, terlihat xiao mei yang sedang sangat terpuruk pipi nya sembab karena di basahi oleh air mata yang terus mengalir, tubuh nya terlihat sangat kelelahan hingga tertidur lelap tanpa sadar
perlahan jiang li mendekatkan dirinya, membenarkan posisi tidur xiao mei, menarik xiao mei kedalam pelukan nya, memberikan kehangatan untuk xiao mei agar dapat merasa lebih baik di dalam tidur indah nya.
jiang li menatap sedih wajah xiao mei yang terlihat walau pun tertidur tetap saja ada raut kesedihan di wajah nya, jiang li mengusap lembut pipi xiao mei, mencium kening nya dengan sangat lembut, mengutarakan perasaannya saat ini kepada xiao mai berharap dirinya akan jauh lebih baik setelah ini.
"aku di sini sayang, tenang lah, kita akan segera bertemu dan aku tidak akan pernah membiarkan dirimu sampai terlihat seperti ini lagi" lirih jiang li masih terus mendekap tubuh xiao mei dalam pelukan nya
tidur xiao mei tidak terganggu sama sekali dengan kehadiran jiang li, justru dirinya terlihat sangat nyaman di buat nya, xiao mei memeluk erat tubuh jiang li layaknya sebuah bantal guling, merasakan kenyamanan di dalam mimpi indah nya, entah apa yang xiao mei mimpikan yang jelas raut wajah nya kini berubah menjadi lebih tenang dari sebelum nya
"kau permaisuri kecil ku, kau harus menjadi lebih kuat lagi untuk dapat terus bersanding dengan diri ku bukan hanya di dunia kecil ini, tapi juga di dunia kita yang sebenarnya" lirih jiang li lalu ikut memejamkan matanya menyusul mimpi indah xiao mei.
sebelum pagi menjelang jiang li telah menghilang dari kamar milik xiao mei, xiao mei terbangun dari tidur nya, dirinya merasa bahwa jiang li selalu berada di dekat nya namun kenyataannya jiang li saat ini sedang berada di dalam medan peperangan dan entah kapan akan kembali lagi ke kerajaan.
"apa aku sangat merindukan kak jiang hingga bermimpi dia berada di dekat ku" gumam xiao mei, mengingat sudah lama xiao mei belum bertemu dengan jiang li, xiao mei mengingat perkataan jiang li yang mengatakan akan segera kembali untuk menjadikan dirinya sebagai permaisuri di dalam kediaman pangeran ke tujuh, namun sampai saat ini jiang li belum juga kunjung kembali
"ah sudah lah, aku harus segera bangkit kembali, masih ada ayah dan nenek di dalam kehidupan milik ku, bagaimana keadaan ayah yah saat ini, seharunya aku menghibur dirinya waktu ibunda pergi" ucap xiao mei,mencoba menepis bayangan jiang li, lagi pula mereka belum memiliki ikatan apa pun sama sekali, fikir xiao mei
xiao mei keluar dari dalam kamar milik nya bersiap untuk meneguhkan hati nya kembali, menata kehidupan yang harus tetap xiao mei jalani, walau pun ibunda nya tetap harus pergi meninggalkan dirinya, xiao mei tetap harus melanjutkan kehidupan milik nya dan menjalani nya dengan lebih baik lagi.
(apapun yang tidak bisa kau rubah ikhlas kan lah, karena jika kau terus berada di titik itu dirimu hanya akan semakin lebih terpuruk lagi, tanpa tahu apa yang ada di hadapan mu, coba lah untuk melangkah keluar, yakin lah akan ada sebuah harapan yang sedang menunggu dirimu di depan sana📖✍️)
xiao mei bergegas menuju kediaman milik ayah nya, hati nya merasa sangat cemas, ayah nya pasti sangat terpuruk saat ini, kematian ibunda bukan lah hal yang mudah bagi nya fikir xiao mei
"ayah, bolehkah xiao'er masuk" ucap xiao mei di depan pintu kamar milik menteri xiao
"masuk lah nak" kata mentri xiao menjawab, xiao mei langsung bergegas masuk kedalam kamar milik ayah nya, terlihat ayah nya sedang mengecek beberapa berkas di dalam kamar milik nya
"bagaimana keadaan ayah?" tanya xiao mei mendekati mentri xiao
"ayah sangat baik nak, bagaimana keadaan mu saat ini? apa sudah lebih baik" ujar mentri xiao, dirinya tahu beberapa hari ini putri nya selalu mengurung diri setelah kepergian dari istri nya, begitu juga dengan menteri xiao, menteri xiao tidak bisa menerima kepergian dari lie mei begitu saja, sehingga dirinya tidak dapat memperhatikan putri nya sama sekali malah justru ikut merasa terpuruk bersama
"aku sudah jauh lebih baik ayah, ayah maaf kan xiao'er karena baru bisa mengunjungi ayah" ucap xiao mei sedih
"apa yang kau katakan putri ku seharusnya ayah yang meminta maaf kepada mu karena ayah sendiri tidak dapat mengontrol perasaan ayah" jelas mentri xiao menatap putri nya
"xiao'er tau bagaimana perasaan ayah dan ibunda jadi ayah tidak perlu meminta maaf kita sama sama merasa kehilangan" ujar xiao mei
"kau benar putri ku, kita sangat kehilangan sosok ibunda mu" timpal mentri xiao menyetujui ucapan xiao mei.
mereka berdua terus berbincang mengutarakan isi hati mereka satu sama lain, mencoba menguatkan hati bersama agar dapat memulai kehidupan baru kembali.
putra mahkota memanfaatkan kesedihan dari keluarga mentri xiao saat ini untuk berusaha mendekati xiao mei, putra mahkota membawa sie tang untuk datang berkunjung kedalam kediaman mentri xiao.
putra mahkota mengutarakan bela sungkawa dari dirinya untuk keluarga besan nya, selain itu putra mahkota juga bertujuan untuk mendekati xiao mei kembali, dan menyuruh sie tang untuk bergegas melancarkan rencana yang telah sie tang susun saat mereka belum menikah, karena mereka akan tinggal di dalam kediaman mentri selama beberapa saat, sehingga sie tang memiliki cukup waktu untuk melancarkan rencana mereka fikir putra mahkota.
selama tinggal di dalam kediaman mentri xiao, sie tang selalu berusaha mencari sebuah benda dan beberapa dokumen penting milik mentri xiao, seperti pada malam hari ini, diam diam sue tang mengendap ngendap untuk masuk kedalam ruang belajar milik mentri xiao secara diam diam agar tidak ada orang yang mengetahui nya
saat sudah berada di dalam ruang belajar milik mentri xiao, sie tang langsung menuju ke sebuah kotak yang dia yakini adalah barang yang sedang sie tang dan putra mahkota cari saat ini, sie tang ingat betul dulu mending ibu nya pernah berkata jika menteri xiao memiliki kekuatan besar dari mendiang kakek nya sehingga menteri xiao saat ini tidak dapat di ganggu oleh siapapun, namun apa yang sie tang cari sekarang sudah tidak berada di tempat nya lagi
"sial mengapa tidak ada di sini? bukan kah dulu ibu mengatakan pada ku jika mentri xiao meletakan nya di sini" kesal sie tang yang tidak menemukan apa pun di dalam kotak itu
sie tang terus mencari benda yang menjadi tujuan nya datang ke dalam ruang belajar milik mentri xiao tanpa menyadari ada seseorang yang datang kedalam ruangan itu juga
"sedang apa kau di sini?"
🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Evi
👍👍👍
2024-10-08
0
ayudisa
👍🏻👍🏻👍🏻
2022-11-21
0
Dewi Ansyari
Rasain kamu Sie tang kamu ketahuan🤦
2022-09-20
0