CHAPTER 09 (di revisi)

Sie tang sangat kesal dengan apa yang terjadi di hari ini, suasana hati nya sangat buruk saat wanita itu memasuki kamar ibunya.

"Ibu. aku sangat kesal!" ucap Sie tang dengan erangan marah.

"Ada apa lagi putri ku?" tanya Lie tang, kala melihat kemarahan putrinya.

"Aku tidak terima! Mengapa semua anggota kerajaan lebih memperhatikan Xiao mei dari pada diriku. Jelas-jelas aku jauh lebih baik dari wanita bodoh itu, dari segi manapun."

"Tenangkan diri mu putri ku, semuanya belum terlambat." kata Lie tang menenangkan putrinya. "Lagi pula, meskipun banyak anggota Kerajaan yang mendekati wanita bodoh itu, belum tentu ia akan menjadi bagian dari mereka."

"Tapi, kedekatan itu juga memberikan peluang besar untuk nya bu."

"Kalau begitu, kau harus segera merayu Putra Mahkota. Agar gadis bodoh itu tidak mempunyai peluang besar di kerajaan ini."

"Tapi, dia juga berusaha mendekati Pangeran Jiang lie. Ibu tahu bukan? Aku mencintai lelaki itu."

"Jika kau bisa mendapatkan posisi Putri Mahkota. Pangeran itu juga akan mendekati mu sayang. Kau harus mendapatkan kepercayaan Kaisar dan Permaisuri untuk bisa berkuasa di kerajaan."

"Yang ibu katakan memang benar. Dengan posisi Putri Mahkota serta dukungan dari Kaisar dan Permaisuri. Baik Jiang ciu atau Jiang lie, mereka akan bertekuk lutut di bawah kekuasaan ku. Keduanya akan menjadi milik ku."

"Dan akan aku pastikan. Aku akan membuat hidup Xiao mei menderita, setelah aku mendapatkan apa yang ku mau."

...***...

Jiang ciu mengirim surat undangan kepada Xiao mei agar mau bertemu dengan nya. Wanita itu menerima undangan dengan enggan. Ia tak ingin datang dan bertemu dengan lelaki yang di bencinya itu.

"Apa yang harus aku lakukan?" Xiao mei merasa sangat frustasi dengan keadaan nya. Ia berencana ingin menghalangi jalan Jiang ciu menuju tahta. Xiao mei tak ingin lelaki itu menjadi Kaisar. Tapi, yang mendukung langkah lelaki itu adalah Permaisuri yang memiliki kedudukan tinggi di kerajaan.

"Apakah aku harus meminta bantuan pada Kakak Jiang? Tapi bagaimana jika dia menolak? Mereka merupakan saudara." keluh Xiao mei bimbang.

Di kehidupan lalu. Xiao mengetahui jika para Pangeran sebenarnya, tidak ada yang menginginkan tahta. Hanya saja, ambisi dalam diri Jiang ciu dan Permaisuri terlalu besar untuk menerima kenyataan itu. Mereka berdua sangat terobsesi dengan kekuasaan, sehingga membuat mereka buta akan kenyataan.

Sedangkan Kaisar. Sedari awal lelaki itu sangat tidak setuju jika Jiang ciu menjadi Kaisar selanjutnya.

Kaisar menilai, putra dari Permaisurinya itu, terlalu berambisi akan kekuasaan, sehingga berpotensi akan menyengsarakan rakyat.

Diam-diam Kaisar mendidik Pangeran ke tiga dan Pangeran Jiang lie sebagai kandidat Kaisar selanjutnya. Tapi tak bisa di pungkiri, lelaki itu juga mencoba mendidik Jiang ciu ke arah yang benar. Tapi putranya itu tidak pernah mau menangkap apa yang di ajarinya. Dia lebih memilih mendengar apa yang ibunya perintahkan, di bandingkan dengan Ayahnya. (Bisa di bilang Jiang ciu anak mama banget)

"Tapi, jika di pikir dengan cermat. Sebenarnya Kak Jiang, merupakan kandidat yang lebih cocok menjadi Kaisar selanjutnya, di banding Pangeran ke tiga atau Jiang ciu sendiri." kata Xiao mei sambil berpikir, menilai kepribadian dari Jiang lie.

Meski begitu Xiao mei tetap tidak tahu harus berbuat apa? menghadapi keinginan nya dalam menyingkirkan Jiang ciu dari tahta kerjaan.

Jika dirinya masih berada di kehidupan dulu, mungkin ia masih mampu menggulingkan kedudukan Jiang ciu dari tahta. Karena Xiao mei memiliki banyak prajurit yang setia pada nya, saat ia menjadi Permaisuri. Terlebih jika ia memberontak tidak ada yang Xiao mei khawatirkan dalam hidupnya, karena keluarganya telah di lenyapnya oleh Jiang ciu kecuali Sie tang tentunya.

Tapi sekarang, kedudukan nya jauh berbeda dari kehidupan nya di masa lalu. Saat ini, Xiao mei hanya bergelar Nona Xiao, putri dari seorang perdana mentri yang setia pada Kerajaan.

Xiao mei tidak memiliki satu prajurit setia pun yang berdiri di belakang nya. Dan jika ia mencoba memberontak, keluarga nya akan terancam di eksekusi mati lagi di hadapan nya. Dan Xiao mei, tentu saja tidak akan pernah membicarakan hal itu sampai terjadi lagi.

...***...

Hari berlalu. Sie tang berencana akan menemui Jiang ciu di kediaman nya. Wanita itu ingin merusak citra Xiao mei di mata lelaki itu, untuk bisa mendapatkan perhatian nya.

"Salam Yang Mulia Putra bulan, semoga anda selalu panjang umur."

"Mengapa kau yang datang? Di mana Xiao mei? Bukan kah aku hanya mengundang nya seorang diri." sinis Jiang ciu menatap Sie tang jengkel.

"Kakak meminta saya, untuk memenuhi undangan anda Yang mulia. Dia berkata, dirinya tidak bisa menghadiri undangan anda, karena ada janji penting hari ini."

"Lancang! Wanita itu menganggap siapa aku ini!" marah Jiang ciu tidak terima.

"Tolong jangan marah pada Kakak yang mulia, mungkin dia memang ada urusan mendesak."

"Cih, urusan yang mendesak apa nya."

Jiang ciu menebak jika Xiao mei pasti sedang bersama dengan Jiang lie hari ini. Gadis itu telah berani menghina dirinya, dengan menolak undangan nya. Dia bahkan mengirim adik nya untuk meminta maaf, sangat tidak tahu diri. Pikir Jiang Ciu geram.

"Kau ikut aku. Aku akan membawamu melihat kesibukan apa yang di lakukan kakak mu haru ini." Ujar Jiang ciu sambil menarik tangan Sie tang pergi meninggalkan kediaman miliknya.

Meski cengkraman tangan Jiang ciu menyakitinya. Wanita itu terlihat sangat puas, dengan kemarahan Jiang ciu pada Xiao mei.

Sedangkan Xiao mei sedang duduk santai sambil membaca buku di dekat danau milik nya. Saat tiba-tiba Jiang ciu datang dengan wajah yang di penuhi amarah.

"Apa maksud anda nona? Apa anda mencoba mempermalukan saya?"

"Bukan kah saya yang seharusnya bertanya demikian kepada anda, Yang Mulia." ketus Xiao mei tidak terima dengan bentakan Jiang ciu pada nya.

"Saya dengan baik mengundang anda. Mengapa anda mempermalukan saya, dengan mengirim orang lain untuk datang ke kediaman saya?" desak Jiang ciu marah.

Xiao mei merasa sedikit bingung dengan apa yang di katakan Jiang ciu. Lalu ia melihat seorang wanita di belakang lelaki itu, sedang tersenyum penuh kemenangan kearah nya. Gadis itu langsung mengerti apa yang terjadi.

"Yah, memang benar Yang Mulia. Saya menyuruh adik saya untuk datang memenuhi undangan anda, sebagai permintaan maaf saya karena tidak dapat memenuhi undangan itu." jelas Xiao mei santai.

"Dan bukan kah dia sudah datang menemui anda. Kalian bahkan bergandengan tangan." sindir Xiao mei.

Jiang ciu yang tersadar tangan nya masih menggenggam tangan Sie tang, langsung melepaskan nya dengan kasar.

"Ini tidak seperti yang anda pikirkan Nona."

"Saya tidak memikirkan apapun Yang Mulia. Hubungan di antara kalian tidak lah penting di mata saya."

"Kakak, apa yang kau katakan. Aku dan yang Mulia tidak memiliki hubungan apapun."

"Ya itu benar."

"Bukan kah sudah saya katakan. Saya tidak perduli."

"Baik lah, Aku memaafkan kesibukan mu, yang mengharuskan kau tidak bisa menghadiri undangan ku." kata Jiang ciu

"Tapi, karena aku sudah di sini. Kita bisa melanjutkan undangan itu di kediaman Xiao saja." lanjut nya sambil mendudukkan bokongnya di kursi tepat di depan Xiao mei.

Xiao mei hanya mendengus kesal. Tapi ia tidak bisa langsung mengusir pria ini begitu saja. Benar-benar sangat merepotkan, pikirnya.

"Baiklah anda bisa menikmati waktu sebanyak mungkin di taman ini, yang mulia."

"Tapi, jujur saja saya memiliki undangan lain, yang mengharuskan saya untuk pergi."

"Apa maksud anda nona, saya datang ke sini untuk menemui anda." Jiang ciu mulai kesal.

"Kakak, bukankah tidak sopan bersikap seperti itu pada Yang Mulia."

"Tapi aku benar-benar ada janji adik ku. Bukan kah kau bisa menggantikan ku lagi. Ini akan tetap terlihat sopan." ujar Xiao mei.

Sedangkan Sie tang mulai merasa kesal juga, karena di anggap sebagai pengganti oleh Xiao mei.

Xiao mei beranjak untuk meninggalkan tempat itu, tapi di cegah oleh Jiang ciu. Pria itu mencengkram kuat tangan Xiao mei.

"Kau akan pergi kemana setelah ini?"

"Aku akan menemui Pangeran Jiang. Kami telah memiliki janji sebelum anda mengirim saya undangan." jelas Xiao mei mencoba melepaskan tangan nya yang terasa sakit.

Sebenarnya Xiao mei berbohong pada Jiang ciu. Tapi sepertinya pria itu marah dengan alasan yang dia gunakan, sehingga ia melepaskan tangan nya dengan kasar. Dan langsung berlalu pergi tanpa mengatakan apapun.

"Tunggu Yang Mulia." Sie tang menyusul Jiang ciu.

"Tolong maafkan sikap lancang kakak ku. Dia memang terbiasa hidup bebas sesuka hati nya. Sehingga wajar jika dia melakukan kesalahan seperti ini." kata Sie tang dengan nada penuh perhatian.

"Kau memang jauh lebih baik dari kakak mu nona." ujar Jiang ciu, lalu pergi menaiki kuda milik nya.

Sie tang merasa senang dengan pengakuan Jiang ciu. Senyum bahagia tergambar jelas di wajah wanita itu. Ia berlalu bergi menuju kamar ibunya.

...***...

Setelah meninggalkan taman. Xiao mei memilih untuk mengunjungi kediaman ibundanya. Ia ingin melihat perkembangan kesehatan Lie mei.

"Salam ibunda."

"Uhuk anak ku, kemari lah." kata Lie mei lembut.

"Bagaimana keadaan ibunda?"

"Ibunda merasa jauh lebih baik sayang."

"Apa rasa sakitnya kembali lagi ibunda?" Xiao mei terlihat khawatir.

"Tidak putri ku. Tenanglah, ibunda yakin, aku akan segera sembuh."

"Penyakit ibunda sudah sangat lama, dan tidak ada perubahan sedikit pun. Bagaimana jika kita pergi berobat, pada orang yang lebih hebat lagi."

"Tidak perlu sayang. Ayah mu sudah berusaha membawa banyak tabib yang hebat, untuk mengobati penyakit ibunda ini."

"Tapi, aku sangat khawatir ibunda."

"Percaya lah pada ibunda sayang. Ibunda akan baik-baik saja."

"Baik lah. Tapi ibunda harus berjanji. Untuk meminum obatnya secara rutin dan tepat waktu. Agar ibunda bisa lebih cepat sembuh."

"Xiao'er ingin, kita bisa berkumpul seperti sediakala lagi." kata Xiao mei sedih.

Sudah beberapa tahun, Lie mei terserang penyakit aneh, yang membuat wanita itu di haruskan berada didalam kamarnya terus menerus. Daya tubuhnya begitu lemah sehingga ia tidak kuat untuk sekedar berjalan atau bahkan duduk terlalu lama. Xiao mei merasa sangat prihatin dengan kondisi ibundanya.

"Ya sayang ku. Ibunda janji, ibunda akan meminum obatnya tepat waktu." kata lie mei.

Sejujurnya Lie mei juga menginginkan dirinya segera sembuh dan bisa berkumpul bersama keluarga nya lagi. Tapi perkataan tabib membuat semangat nya luntur. Kondisi tubuhnya telah sangat buruk dan di prediksi tidak akan bertambah cukup lama lagi.

Umur Lie mei juga sudah tidak muda lagi. Karena itu dia bisa menerima takdirnya. Wanita itu bahkan telah berencana, akan menjodohkan suaminya dengan adik nya Lie tang. Agar suaminya tidak merasa kesepian setelah kepergiannya dan Lie tang adiknya akan bisa merasakan hidup bahagia bersama anak dan juga suami nya.

...***...

Di dalam ruang belajar milik Jiang lie. Pria itu sedang di sibukkan dengan banyaknya dokumen yang menumpuk di hadapan nya. Wajahnya terlihat sangat serius membaca setiap lembar dokumen yang ia ambil, saat

pengawalnya datang menghampiri nya.

Pria itu menginformasikan pada Jiang lie apa yang sedang di rencanakan permaisuri bersama Jiang ciu. Yang ingin mendapatkan Xiao mei menjadi pendamping Jiang ciu, sekaligus akan menyingkirkan banyak Pangeran, yang menurut perhitungan mereka mengganggu jalan Jiang ciu menuju tahta.

"Keberanian Putra Mahkota sangat besar ternyata. Sampai dia berani mendekati Permaisuri ku." Sinis Jiang lie marah.

🍁

Terpopuler

Comments

lily

lily

apa in yg namanya ipar adalah maut

2024-10-12

1

HNF G

HNF G

lie tang janda ya? koq punya anak gak ada suami? 🙄🤔

2023-10-20

0

Yuli Yanti

Yuli Yanti

❤️

2023-05-09

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG (DI REVISI)
2 CHAPTER 01 (Di revisi)
3 CHAPTER 02 (di revisi)
4 CHAPTER 03 (Di revisi)
5 CHAPTER 04 (Di revisi)
6 CHAPTER 05 (Di revisi)
7 CHAPTER 06 (di revisi)
8 CHAPTER 07 (di revisi)
9 CHAPTER 07
10 CHAPTER 08 (direvisi)
11 CHAPTER 09 (di revisi)
12 CHAPTER 10 (di revisi)
13 CHAPTER 11 (Di revisi)
14 CHAPTER 12 (di revisi)
15 CHAPTER 13 (di revisi)
16 CHAPTER 14 (Di revisi)
17 CHAPTER 15 (Di revisi)
18 CHAPTER 16
19 CHAPTER 17
20 CHAPTER 18
21 CHAPTER 19
22 CHAPTER 20
23 CHAPTER 21
24 CHAPTER 22
25 CHAPTER 23
26 CHAPTER 24
27 CHAPTER 25
28 CHAPTER 26
29 CHAPTER 27
30 CHAPTER 28
31 CHAPTER 29
32 CHAPTER 30
33 CHAPTER 31
34 CHAPTER 32
35 CHAPTER 33
36 CHAPTER 34
37 CHAPTER 35
38 CHAPTER 36
39 CHAPTER 37
40 CHAPTER 38
41 SEUTAS KATA
42 CHAPTER 39
43 CHAPTER 40
44 CHAPTER 41
45 CHAPTER 42
46 CHAPTER 43
47 CHAPTER 44
48 CHAPTER 45
49 CHAPTER 46
50 CHAPTER 47
51 CHAPTER 48
52 CHAPTER 49
53 CHAPTER 50
54 CHAPTER 51
55 CHAPTER 52
56 CHAPTER 53
57 CHAPTER 54
58 CHAPTER 55
59 CHAPTER 56
60 CHAPTER 57
61 CHAPTER 58
62 CHAPTER 59
63 CHAPTER 60
64 CHAPTER 61
65 CHAPTER 62
66 CHAPTER 63
67 CHAPTER 64
68 CHAPTER 65
69 CHAPTER 66
70 CHAPTER 67
71 CHAPTER 68
72 CHAPTER 69
73 CHAPTER 69
74 CHAPTER 70
75 CHAPTER 71
76 CHAPTER 72
77 CHAPTER 72
78 CHAPTER 73
79 CHAPTER 74
80 CHAPTER 75
81 CHAPTER 76
82 CHAPTER 77
83 CHAPTER 78
84 CHAPTER 79
85 CHAPTER 80
86 CHAPTER 81
87 CHAPTER 82
88 CHAPTER 83
89 CHAPTER 84
90 CHAPTER 85
91 CHAPTER 86
92 CHAPTER 87
93 RILIS KARYA BARU=THE SECRET (the power of love conquers All)
Episodes

Updated 93 Episodes

1
PROLOG (DI REVISI)
2
CHAPTER 01 (Di revisi)
3
CHAPTER 02 (di revisi)
4
CHAPTER 03 (Di revisi)
5
CHAPTER 04 (Di revisi)
6
CHAPTER 05 (Di revisi)
7
CHAPTER 06 (di revisi)
8
CHAPTER 07 (di revisi)
9
CHAPTER 07
10
CHAPTER 08 (direvisi)
11
CHAPTER 09 (di revisi)
12
CHAPTER 10 (di revisi)
13
CHAPTER 11 (Di revisi)
14
CHAPTER 12 (di revisi)
15
CHAPTER 13 (di revisi)
16
CHAPTER 14 (Di revisi)
17
CHAPTER 15 (Di revisi)
18
CHAPTER 16
19
CHAPTER 17
20
CHAPTER 18
21
CHAPTER 19
22
CHAPTER 20
23
CHAPTER 21
24
CHAPTER 22
25
CHAPTER 23
26
CHAPTER 24
27
CHAPTER 25
28
CHAPTER 26
29
CHAPTER 27
30
CHAPTER 28
31
CHAPTER 29
32
CHAPTER 30
33
CHAPTER 31
34
CHAPTER 32
35
CHAPTER 33
36
CHAPTER 34
37
CHAPTER 35
38
CHAPTER 36
39
CHAPTER 37
40
CHAPTER 38
41
SEUTAS KATA
42
CHAPTER 39
43
CHAPTER 40
44
CHAPTER 41
45
CHAPTER 42
46
CHAPTER 43
47
CHAPTER 44
48
CHAPTER 45
49
CHAPTER 46
50
CHAPTER 47
51
CHAPTER 48
52
CHAPTER 49
53
CHAPTER 50
54
CHAPTER 51
55
CHAPTER 52
56
CHAPTER 53
57
CHAPTER 54
58
CHAPTER 55
59
CHAPTER 56
60
CHAPTER 57
61
CHAPTER 58
62
CHAPTER 59
63
CHAPTER 60
64
CHAPTER 61
65
CHAPTER 62
66
CHAPTER 63
67
CHAPTER 64
68
CHAPTER 65
69
CHAPTER 66
70
CHAPTER 67
71
CHAPTER 68
72
CHAPTER 69
73
CHAPTER 69
74
CHAPTER 70
75
CHAPTER 71
76
CHAPTER 72
77
CHAPTER 72
78
CHAPTER 73
79
CHAPTER 74
80
CHAPTER 75
81
CHAPTER 76
82
CHAPTER 77
83
CHAPTER 78
84
CHAPTER 79
85
CHAPTER 80
86
CHAPTER 81
87
CHAPTER 82
88
CHAPTER 83
89
CHAPTER 84
90
CHAPTER 85
91
CHAPTER 86
92
CHAPTER 87
93
RILIS KARYA BARU=THE SECRET (the power of love conquers All)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!