Sepeninggalan Jiang lie dan Xiao mei. Tinggal lah Jiang ciu dengan Sie tang di taman itu.
Sie tang merasa iri pada Xiao mei yang berhasil mendekati Pangeran ke tujuh. Wanita itu juga sangat kesal karena Putra Mahkota seperti nya juga mulai tertarik pada gadis itu.
"Bagaimana bisa wanita ****** itu, mendapat kan perhatian Pangeran ke tujuh serta Putra Mahkota sekaligus." kesal Sie tang dalam hati. "Ini tidak boleh di biarkan. Aku harus mendekati Pangeran ke tujuh juga."
"Mengapa dia selalu datang mengganggu kesenangan ku. Sial, aku harus segera mengurus nya."
Putra Mahkota bergegas melangkah untuk pergi. Dia ingin menyusul Jiang lie dan Xiao mei. Jiang Ciu tak ingin, Jiang lie lebih dekat dengan Xiao mei. Jika kedua orang itu saling jatuh cinta, Jiang lie bisa mendapatkan dukungan keluarga Xiao dengan mudah. Hal itu akan membuat kedudukan Jiang lie lebih unggul berkali kali lipat dari Putra Mahkota.
Tentu saja Jiang ciu tak akan pernah membiarkan hal itu sampai terjadi. Dia harus mempertahankan tahta nya.
"Yang Mulia anda hendak kemana?" Tanya Sie tang mencoba menghentikan putra mahkota yang akan pergi.
"Mendadak aku ada urusan di kerajaan. Jadi aku harus kembali."
"Apa urusan itu sangat penting Yang Mulia, sampai anda harus terburu-buru?"
"Ya, sangat penting." singkat Jiang ciu melanjutkan langkahnya.
"Jika Yang Mulia ingin merebut tahta. Hamba bersedia menjadi pion anda." Ucap Sie tang pada Putra mahkota.
Mendengar penuturan Sie tang, Jiang ciu menghentikan langkahnya. Ia berbalik menatap wanita itu dengan rumit.
"Apa yang bisa di lakukan seorang wanita seperti mu?"
Terdengar nada ejekan dalam perkataan jiang ciu. Lelaki itu berbalik pergi tanpa menunggu jawaban Sie tang.
"Lihat saja, jika nanti aku telah berhasil menjadi nona sah kediaman Xiao ini. Akan aku pastikan kau menyesal telah merendahkan ku." geram Sie tang marah melihat Jiang ciu yang terlihat meremehkan nya.
...***...
Di sisi lain, Jiang lie mengajak Xiao mei berjalan jalan ke dalam hutan, yang letaknya tidak jauh dari perkotaan. Pemandangan asri di sana terlihat sangat indah, udaranya sangat sejuk, sesekali angin meniup tubuh mereka meninggalkan kesan damai dalam jika.
"Yang mulia, mengapa anda membawa saya kemari?"
"Apa kau tidak menyukainya?" tanya Jiang lie balik, sambil menatap lembut Xiao Mei.
"Saya sangat menyukai nya ini sangat indah."
Pemandangan hamparan hutan yang di tumbuhi banyak jenis tanaman, bahkan ada bunga-bunga liar di sana. Sangat menyejukkan mata, bagaimana mungkin Xiao Mei tidak terkesima melihat nya. Mata gadis itu sedari awal selalu berbinar, menikmati setiap pemandangan yang ia jumpai.
"Kau terlihat jauh lebih indah dari pemandangan ini." kata Jiang lie.
"Apa anda baru saja mengatakan sesuatu yang mulia?" tanya Xiao mei yang tidak terlalu mendengar perkataan Jiang lie, karena ia sedang menikmati waktunya sekarang. Suasana damai yang seperti sekarang lah, yang Xiao Mei inginkan dalam hidupnya. Hidup nyaman jauh dari perselisihan serta balas dendam.
"Aku berkata, pemandangan di sini memang sangat indah. Tempat ini adalah tempat favorit ku untuk menghilangkan penat." jelas Jiang lie.
"Yang anda katakan memang benar yang mulia. Terimakasih karena telah membawa hamba kemari." ucap Xiao mei tulus.
"Xiao'er bisakah kau tidak menggunakan kata formal di antara kita mulai sekarang?" Jiang lie merasa risih dengan bahasa Xiao mei yang sangat kaku pada nya. Dia ingin lebih dekat dengan wanita yang telah dia klaim sebagai calon permaisuri nya itu.
"Tapi yang mulia itu tidak pan...."
"Huufs. Panggil aku kakak Jiang. Itu akan terdengar lebih enak di telinga, dari pada yang mulia atau pangeran. Aku sangat bosan mendengar nya."
Xiao Mei menghela napas. Permintaan Jiang lie memang tidak berlebihan, hanya saja akan membuat orang lain salah paham dengan hubungan mereka nanti nya. Tapi Xiao Mei bisa apa? Dia seorang Pangeran kerajaan ini.
"Baik lah yang muli.. eeehhh kakak Jiang. hehe" canggung Xiao mei, karena baru pertama kali mengatakan, hal yang tidak pernah dia katakan di kehidupan sebelum nya.
Saat mengetahui putra mahkota datang mengunjungi Xiao mei. Jiang lie langsung bergegas pergi menuju kediaman Xiao, meninggalkan setumpuk berkas yang sedang dia tangani kepada pengawal nya yang malang.
Jiang lie khawatir, jika Xiao mei akan kembali bersama Jiang ciu. Sama seperti di kehidupan masa lalu nya.
Yah, Jiang lie juga hidup kembali dari kematian nya. Saat itu Jiang lie di tuduh telah berselingkuh dengan Xiao mei oleh Jiang ciu saat ia sedang di dalam Medan perang.
Awalnya Jiang lie akan memberontak saat mendengar tuduhan tidak berdasar itu. Tapi saat mendengar Xiao Mei telah mati terlebih dahulu membuat Jiang lie pasrah. Dia merasa sangat bersalah pada gadis manis yang hanya baru dia temui tak lebih dari tiga kali itu.
Di kehidupan yang lalu. Jiang lie terpesona akan ketulusan Xiao Mei pada Jiang ciu. Gadis itu bahkan rela melakukan kudeta untuk membantu Jiang ciu menaiki tahta. Xiao Mei seperti tidak pernah memikirkan nyawanya sendiri, yang dia pikirkan selalu Jiang ciu. (Sungguh sebuah cinta yang hebat, tapi sayang berakhir mengenaskan)
Jiang lie merasa sangat menyesel karena di kehidupan pertama mereka. Bukan dirinya yang menjadi orang pertama, yang Xiao Mei kenal.
Jika saja mereka bertemu lebih awal, mungkin akhir dari hidup mereka tidak akan semenyedih itu. Jiang lie di hukum tanpa perlawanan. Dia berharap, ada sebuah keajaiban yang bisa membuat mereka dapat hidup kembali.
Jika dirinya di berikan kesempatan untuk hidup kembali, Jiang lie bersumpah akan menjadikan Xiao Mei sebagai miliknya, ia tidak akan pernah melepaskan wanita itu pada siapapun.
...***...
Sie tang kembali kedalam kamarnya dengan perasaan kesal dan juga marah. Wanita itu membuang segala barang yang ada atas meja riasnya.
"Sie'er ada apa dengan dirimu?" tanya Lie tang melihat perbuatan tak bermoral anak nya.
"Ini semua karena wanita ****** itu bu. Aku benar benar ingin menghancurkan kehidupan nya secepat mungkin." ucap Sie tang penuh amarah.
"Sabar putri ku. Semua itu akan ada waktunya sayang." bujuk Lie tang berusaha menenangkan Sie tang.
"Kapan itu akan terjadi Bu?"
"Kapan ibu bertindak pada Mentri Xiao? Aku tak tahan melihat Wanita ****** itu terus hidup mewah, Aku ingin dia hancur sehancur-hancurnya."
"Kau tenanglah putri ku. Ibu telah memiliki rencana bagus. Setelah hari ini ibu pastikan keinginan mu akan segera terwujud." kata Lie tang penuh percaya.
"Benarkah ibu?"
"Tentu saja benar putri ku. kita hanya perlu sedikit waktu untuk lebih bersabar lagi. Agar semuanya berjalan dengan lancar."
"Baik lah aku akan bersabar."
"Ibu kau tau bukan? aku sangat memerlukan status keluarga Xiao ini, untuk bisa menggaet para Pangeran."
"Tentu saja sayang, ibu juga menginginkan posisi nyonya keluarga ini."
"Saat ibu telah menjadi nyonya sah keluarga ini, dan kau menjadi seorang permaisuri, hidup kita akan sangat nyaman dengan semua harta yang kita miliki."
"Ibu sangat berharga kau bisa mendapatkan Pangeran ke tiga atau Pangeran ke tujuh."
"Aku sedang berusaha mendekati Putra Mahkota ibu, aku ingin menjadi permaisuri negara ini."
"Itu jauh lebih baik putri ku, tapi kedudukan lelaki itu cukup lemah di kerajaan. Ada baiknya kau juga merayu Pangeran ke tiga dan Pangeran ke tujuh juga. Karena salah satu dari mereka memiliki kedudukan tinggi di kerajaan ini."
Kedua wanita itu terus mendiskusikan rencana mereka. Tanpa mereka sadari, ada seorang yang sedang menguping pembicaraan mereka dalam diam.
...***...
Malam menjelang, hati Xiao mei merasa lebih baik setelah seharian berada di hutan bersama dengan Jiang lie. Gadis itu sangat kagum dengan sosok Jiang lie yang memiliki sifat sangat lembut dan juga penuh perhatian.
Tiba-tiba, Khayalan nya tentang Jiang lie terganggu. Karena ada, orang yang datang ke dalam kamar Xiao mei melalui jendela. Orang itu memberikan informasi tentang Lie tang yang akan mulai pergerakan nya malam ini.
"Hmmm. mari kita lihat, seberapa jauh kalian dapat bermain dengan diriku." sinis Xiao mei.
...***...
Mentri Xiao sedang berjalan-jalan di taman untuk menghirup udara segar, Dirinya ingin menghilangkan stress akibat banyaknya tumpukan berkas yang Kaisar berikan padanya. Tugas dari negara begitu menumpuk di ruang kerjanya. Angin segar akan membantu pria itu menjernihkan pikirannya.
Lie tang datang mendekati Mentri Xiao yang sedang berdiri sendiri di taman. Itu merupakan sebuah kesempatan bagus bagi wanita itu. Malam ini dia berencana akan menjadi kan kakak ipar nya itu sebagai miliknya.
"Tuan, sedang apa anda malam malam di sini?"
"Aku hanya sedang mencari udara saja. Kalau Nona Tang sendiri, mengapa anda di sini?"
"Aku hanya kebetulan lewat saja Tuan." kata Lie yang sambil berjalan mendekat. Lalu berpura pura akan terjatuh saat hampir berhasil mendekati Metri Xiao.
Dengan sigap Mentri Xiao menangkap tubuh Lie tang. "Anda tidak apa apa nona?"
"Kepala saya mendadak sakit Tuan. Bisakah anda membawa saya kembali kedalam kamar?" lirih Lie tang lemah.
Mentri Xiao merasa tidak tega dengan keadaan dari adik istri nya. Dia langsung membawa wanita itu menuju kamar Lie tang.
Mentri Xiao tidak tahu kalau saat ini, di dalam kamar Lie tang sudah di nyalakan dupa perangsang untuk menjebak dirinya.
Sesampainya di dalam kamar Lie tang, Mentri Xiao meletakan wanita itu d atas kasurnya. Saat pria itu akan keluar tangan nya di pegang Lie tang. Wanita itu menahan Mentri Xiao sampai dupa perangsang bekerja padanya.
Karena efek dupa yang sangat kuat, Mentri Xiao tidak dapat mengendalikan hasrat nya. Ia bercumbu dengan Lie tang cukup lama. Saat Mentri Xiao sudah tidak dapat menahan junior nya lagi, untung lah Xiao mei datang tepat waktu kedalam kamar milik Lie tang.
Gadis itu membawa pergi ayah nya dari kamar Lie tang, lalu menggantinya dengan pria lain. Lie tang yang sama sama terkena efek dupa pun tak bisa mengenali siapa pria yang sedang menggaulinya.
🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Murni Murniati
kok nona ya udah punya ank, seharusnya nyonya
2024-10-07
0
Wanda Wanda i
nah Lo senjata makan tuan kan
2023-04-09
0
Dewi Ansyari
Rasain kamu Lie Yang emang enak senjata makan tuan🤣🤣🤣🤣🤣
2022-09-18
0