xiao mei terus menjaga ibunda nya dengan sangat baik, dirinya selalu berdoa agar ibu nya dapat segera membuka mata nya, walau pun setiap kali harapan nya hanya akan di jawab dengan rasa kecewa, tetap saja xiao mei tidak ingin menyerah.
xiao mei tidak ingin kehilangan Ibunda nya sama seperti di dalam kehidupan lalu, xiao mei sangat merasa bersalah karena baru beberapa bulan lalu dirinya baru memperhatikan tentang kondisi kesehatan ibunda nya setelah xiao mei bangkit dari kematian nya, kesadaran xiao mei terasa sangat terlambat bagi dirinya, jika saja dari dulu xiao mei tidak terbujuk oleh hasutan dari lie tang mungkin saja ibunda nya saat ini masih dalam keadaan yang baik, dan hidup bahagia bersama dengan keluarga mentri xiao, xiao mei sangat merasa menyesal jika mengingat semua kebodohan yang telah dia lakukan di dalam kehidupan dulu, xiao mei berharap dirinya masih memiliki waktu untuk dapat merubah segala nya terlebih atas kesalahan nya kepada ibunda nya
"Ibunda maaf kan aku hiks.. segera lah sadar ibunda, xiao'er janji akan lebih memperhatikan ibunda" tangis xiao mei menatap wajah pucat lie mei
"putri ku makan lah terlebih dulu" ucap mentri xiao yang baru datang ke dalam kamar lie mei, xiao mei selalu menjaga istri nya sampai dirinya lupa untuk menjaga diri sendiri
"hiks ayah mengapa ibunda belum sadarkan diri juga" rengek xiao mei
"bersabarlah putri ku, ayah yakin ibunda mu pasti akan segera membaik, makan lah terlebih dahulu sebentar lagi akan ada tabib yang datang untuk mengobati ibunda mu" bujuk mentri xiao, sebenarnya dirinya juga sangat takut dan juga merasa sangat khawatir dengan kondisi lie mei hanya saja menteri xiao tidak ingin terlihat lemah di hadapan semua orang didalam kediaman milik nya terlebih di depan putri nya saat ini
"baik lah ayah, aku akan makan, tolong jaga kan ibunda untuk diriku" kata xiao mei setelah dirinya sudah mulai telang, lalu pergi meninggalkan kamar milik ibunda nya.
"sayang tolong bangun lah, jangan membuat diri ku menjadi khawatir" lirih mentri xiao saat hanya tinggal dia dan juga lie mei saja, hati nya sangat hancur saat melihat wajah pucat pasi istri nya.
waktu terus berjalan maju namun kondisi lie mei tidak kunjung membaik juga, ada rasa pasrah di dalam hati xiao mei dan juga menteri xiao sudah banyak usaha yang telah mereka lakukan namun tetap saja tidak membuahkan hasil.
langit terlihat sudah sangat gelap, hembusan angin terasa sangat dingin saat melewati tubuh, suasana terasa sangat sunyi tidak banyak orang yang terlihat berlalu lalang hanya ada beberapa orang saja yang masih bersiap untuk berjaga.
xiao mei menjaga ibunda nya hingga tertidur lelap di samping keranjang, perlahan lie mei mulai menggerakkan jari nya perlahan lalu membuka mata, melihat di sekeliling nya, lie mei tahu dirinya sudah tidak sadarkan diri sangat lama dan saat ini adalah hari terakhir dirinya berada di dalam dunia ini.
air mata lie mei mengalir membasahi kedua pipi nya mengingat dirinya harus segera pergi, lie mei menatap wajah cantik Putri nya yang sedang tertidur sangat lelap terlihat sangat kelelahan mungkin xiao mei selalu menjaga dirinya, hati lie mei merasa sangat tersentuh dirinya juga merasa sangat tidak tega namun apa lah daya lie mei harus tetap pergi
"putri ku bangun lah" ucap lie mei saat dirinya sudah tenang, xiao mei menggeliat saat tidurnya terganggu lalu perlahan membuka mata nya
"ibunda" kata xiao mei yang terkejut melihat ibundanya sudah sadarkan diri
"iya sayang" jawab lie mei lembut membelai lembut rambut xiao mei
"syukurlah akhirnya ibunda sadar, xiao'er sangat takut" ucap xiao mei langsung memeluk erat tubuh ibunda nya
"iya sayang, tapi ibunda tidak akan lama" kata lie mei sedih
"apa maksud dari perkataan ibunda?" tanya xiao mei tidak mengerti
"sudah waktunya ibunda pergi nak" ujar lie mei
"tidak! ibunda tidak boleh meninggalkan xiao'er sendiri" bantah xiao mei
"tapi ibunda tetap harus pergi nak, sebelum itu ibunda ingin kau memakai kalung ini"ucap lie mei memberikan kalung milik nya
"ibunda tidak boleh berkata seperti itu, xiao'er tidak ingin di tinggal kan oleh ibunda" rengek xiao mei
"maaf kan ibunda nak, tapi ibunda harus tetap pergi, ibunda janji suatu saat kita akan bertemu kembali, ingat satu hal nak, jika suatu saat nanti ada orang yang menjemput dirimu ikut lah dengan mereka nanti kau akan mengetahui sebuah rahasia di dalam kalung itu" kata lie mei lalu menghilang secara perlahan dari hadapan xiao mei.
"tidak ibunda jangan pergi!" teriak xiao mei terbangun dari tidur nya, secepat mungkin xiao mei langsung mencoba mengecek kondisi tubuh ibunda nya yang ternyata telah tiada
"ibunda!!" teriak xiao mei histeris, hati nya sangat hancur, ketakutan nya selama ini menjadi kenyataan
berita meninggalnya istri perdana menteri xiao tersebar di seluruh penjuru kerajaan banyak yang mengirim ucapan bela sungkawa kepada keluarga mentri xiao, tapi ada satu orang yang merasa sangat senang dengan berita itu, orang itu tak lain sie tang, sie tang sangat merasa senang dengan berita buruk yang menimpa keluarga mentri xiao, selama ini sie tang juga ibu nya selalu berusaha untuk menyingkirkan lie mei dan akhirnya usaha mereka membuahkan hasil juga, walau pun sie tang kini hanya tinggal sendiri saja, tapi sie tang tidak mempermasalahkan nya, selagi dirinya masih hidup, sie tang tidak akan pernah membiarkan keluarga mentri xiao hidup dengan damai karena dendam yang di berikan dari mendiang ibu nya.
xiao mei merasa sangat sedih, hati nya sangat hancur saat ini terlebih tidak ada satu orang pun yang dapat menenangkan hati nya, ayah nya larut dalam kesedihan karena kepergian dari lie mei, nyonya besar jatuh sakit karena berita buruk itu.
xiao mei mengurung dirinya sendiri di dalam kamar miliknya tanpa membiarkan izin untuk siapa pun masuk kedalam kamar miliknya termasuk mie lie sendiri selalu pelayan setia milik nya.
mie lie sangat merasa cemas dengan kondisi nona muda nya tapi dirinya juga tahu bagaimana perasaan nona muda nya saat ini, mie lie tidak bisa berbuat apa apa, dia hanya bisa berdoa semoga nona muda nya dapat melewati masa sulit dalam kehidupan yang dia jalani saat ini.
kabar meninggalnya lie mei terdengar sampai ke telinga jiang li, dirinya merasa sangat cemas dengan keadaan xiao mei saat ini, secepat mungkin dirinya langsung datang menghampiri xiao mei.
dengan sangat mudah nya jiang li sudah berada di dalam kamar milik xiao mei, entah dirinya masuk melalui pintu mana karena seluruh pintu dan jendela telah xiao mei kunci dari dalam.
🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Oi Min
Ibu nya Xio Mei pasti bukan manusia biasa.bsa jdi dia seorang dewi.....
2022-05-26
0
masa depan mu
semoga xiao mei bisa sabar menerima kenyataan jika ibunya udah ngga ada...
2021-10-03
5
Ibnu Abdul Ghofur
xiao mei kasian... pasti sedih🥺
2021-10-03
4