Kedatangan Jiang lie di dalam acara, membuat semua orang tercengang tidak percaya. Pangeran ke tujuh di kabarkan sangat sulit untuk di hadirkan dalam acara apapun. Tak perduli siapa yang mengundangnya, kalau lelaki itu tak berkenan maka ia tak akan hadir di sana.
Bisa bertemu dengan sosoknya hari ini merupakan hal yang sangat langka bagi semua orang.
Pangeran ke tujuh terkenal, memiliki sifat yang lemah lembut kepada orang lain. Meskipun pria itu salah seorang yang memiliki pengaruh besar di Negara setelah Kaisar. Hal itu tidak pernah mengubah sosok lembutnya menjadi orang sombong yang kasar.
Sosok Jiang lie sangat di hormati di seluruh wilayah Kerajaan. Prestasi gemilang lelaki itu dalam medan peperangan, membuat dirinya di juluki sebagai Dewa Perang, karena tidak pernah kalah dalam setiap perang yang dilakoninya. Setiap peperangan yang dia pimpin pasti berakhir dengan kemenangan. Jikalau pun tidak, pasti berakhir seri atau perjanjian damai. Belum ada dalam sejarah milik Jiang lie, lelaki itu kalah dalam memimpin perang.
Jiang lie di gadang gadang menjadi kandidat yang sangat cocok sebagai kaisar selanjutnya setelah pangeran ketiga.
Tak hanya di juluki Dewa Perang. Pangeran ke tujuh juga sering di sebut sebagai setan tampan, Di kalangan para Nona muda Bangsawan. Lelaki itu memiliki ketampanan yang lebih unggul dari para saudaranya yang lain. Sifat nya yang lembut juga menjadi daya tarik tersendiri yang di milikinya.
Para nona bangsawan langsung memusatkan perhatian mereka kepada Jiang lie. Wajah lelaki itu benar-benar sangat tampan puji mereka. Apa lagi kini mereka bisa melihat ketampanan Jiang lie lebih dekat, dari biasanya yang hanya bisa melihat dari jarak jauh.
Banyak orang yang berusaha mendekati Jiang lie di Aula itu. Lelaki itu memang terlihat tidak menolak. Tapi, dia juga tidak menikmati kehadiran para wanita, yang sedang mencoba merayu nya itu.
Xiao mei mengerti, mengapa para Nona bangsawan terus berusaha mendekati para Pangeran. Selain karena ketampanan mereka, para Nona itu juga mengincar kedudukannya. Pangeran ke tiga dan Jiang lie salah satu targetnya. Tapi, tak bisa di pungkiri Putra Mahkota juga termasuk dalam target mereka juga.
Xiao mei tidak tertarik untuk manjadi bagian dari anggota kerajaan lagi. Sudah cukup kisah tragis itu terjadi di kehidupan pertamanya. Di kehidupan nya kali ini, Xiao mei ingin menjalani hidup dengan baik dengan menjadi Nona Xiao saja. Untuk masalah hubungan nya dengan Jiang lie, Xiao mei ingin menjalani hubungan sebagai teman dengan lelaki itu.
Jiang lie telah kehilangan nyawanya karena Xiao mei di kehidupan yang lalu. Di kehidupan kali ini, Xiao mei ingin berhubungan baik dengan nya. Agar dia bisa membantu Jiang lie terlepas dari kelicikan Putra Mahkota. Semua itu Xiao mei lakukan sebagai bentuk rasa bersalah nya pada Jiang lie atas kematian nya dulu.
...***...
Setelah acara ulang tahun Nyonya besar yang penuh drama. Hari ini Lie mei (ibunda xiao mei) telah kembali ke posisi miliknya. Wanita itu telah di pindahkan di kediaman utama keluarga Xiao. Bukan hanya itu, Lie mei juga mendapatkan hak nya kembali sebagai nyonya muda keluarga Xiao.
Xiao mei merasa sangat bahagia, karena ibundanya kembali dekat dengan dirinya.
"Mie lie, aku ingin kau mengirim mata-mata si sekitar Bibi Lie tang dan Adik ku Sie tang." Perintah Xiao mei.
"Untuk apa nona? Bukan kah selama ini hubungan anda sangat baik dengan mereka?"
"Lakukan saja. Di masa depan kita akan memerlukan informasi dari mata-mata itu."
"Baik nona."
Xiao mei bangkit dari tempat duduknya menuju jendela kamar. Gadis itu menatap langit malam yang terlihat indah di atas sana.
"Apakah aku dapat merubah segalanya?" lirih Xiao mei menghela nafas kasar.
Xiao mei sadar, meskipun ia mengetahui semua rencana para musuh nya di kehidupan yang lalu. Tapi, untuk melancarkan aksi balas dendam miliknya, Xiao mei tetap membutuhkan seseorang yang memiliki posisi tinggi, untuk bisa bekerja sama dengan nya.
Di sisi lain, Jiang lie sedang berada di dalam ruang belajar pribadinya. Tempat itu hanya bisa di masuki oleh para pengawal setia nya saja.
"li, aku tugaskan kau untuk melindungi calon permaisuri ku. Kau harus membantu dia, apapun yang ingin dia lakukan." perintah Jiang lie kepada pengawal bayangan milik nya.
"Baik yang mulia." li langsung bergegas pergi menuju kediaman menteri xiao.
"Yang mulia, apakah pilihan anda jatuh kepada nona muda perdana mentri xiao?" tanya xi kepada tuan nya.
"Seperti nya seperti itu." singkat Jiang lie.
"Saya harap pilihan anda tidak salah yang mulia."
"Sebelumnya saya pernah mendengar rumor tentang nona xiao, yang sangat mencintai Putra Mahkota dan telah melakukan banyak hal untuk mendekatinya. Saya takut, nona Xiao masih sangat mencintai Putra Mahkota dan akan menjadi mata-mata nya saat berhubungan dengan anda." jelas xi.
"Aku lebih mengetahui tentang permaisuri ku dari pada dirimu xi. Kau tidak perlu khawatir."
"Hanya saja, apakah dia bisa menerima diriku yang sebenarnya?" lirih Jiang lie bimbang.
Ada sebuah rahasia basar dalam diri Jiang lie yang tidak di ketahui oleh orang lain selain dirinya dan para dewa. Jiang lie berharap, suatu saat nanti Xiao mei akan menerima takdir mereka. Jika gadis itu mengetahui fakta besar dalam dirinya.
"Semoga kita bisa bersatu Xiao mei." kata Jiang lie dalam hati sambil menatap langit yang penuh bintang malam ini.
...***...
Pagi hari dikediaman Xiao. Keributan terjadi akibat kunjungan Putra Mahkota yang sangat mendadak. Xiao mei merasa kesal melihat pria yang sangat di bencinya, ada di hadapannya pagi ini.
Ayah dan Nenek nya, memanggil Xiao mei untuk menemani Putra Mahkota di taman kediaman mereka.
Tujuan Putra mahkota datang memang untuk mengunjungi Xiao mei dan meminta izin untuk berbicara berdua dengan nya. Dengan sangat terpaksa Xiao mei harus meladeni pria menyebalkan itu.
"Salam yang mulia, maaf kan hamba karena membuat anda lama menunggu." ucap Xiao mei dengan senyum yang di paksakan.
Sebenarnya Xiao mei sengaja mengulur waktu, agar lebih lama membuat lelaki itu memunggu. Dan berharap lelaki itu merasa kesal dan langsung pergi dari kediaman Xiao.
"Tidak mengapa nona. Berapa lama pun waktu yang kau butuhkan, aku tetap akan menunggu mu." Rayu Jiang ciu
"Ada keperluan apa yang mulia datang mengunjungi saya?"
"Mengapa anda bertanya seperti itu nona? Bukan kah sebelumnya, anda telah banyak menulis surat undangan kepada saya untuk datang mengunjungi anda." sindir Jiang ciu.
"Itu hanya masa lalu yang mulia. Dan seperti nya, saya masih terlalu muda saat menulis ratusan surat tidak berguna itu, sehingga saya sudah melupakan nya sekarang." jelas Xiao mei
"Seharusnya anda juga melupakan nya yang mulia. Bukankah surat itu tidak pernah anda baca?" sindirnya.
Di sisi lain, tidak jauh dari keberadaan Putra Mahkota dan Xiao mei yang sedang berbicang di pinggir danau. Sie tang sedang memperhatikan keduanya dengan tangan yang mengepal kesal.
Sie tang tak terima, karena Xiao mei berhasil mendapatkan perhatian Putra Mahkota. Dulu wanita itu selalu menuruti perkataan nya, sehingga dia sangat sulit mendekati Putra Mahkota. Dan juga berhasil di benci pria itu.
Tapi, karena perubahan Xiao mei sekarang. Pria itu terlihat berusaha mendekati Xiao mei, hal itu tidak bisa Sie tang terima. Dia akan berusaha mendekati Putra Mahkota.
"Salam yang mulia Putra Mahkota." sapa Sie tang dengan suara lemah lembut serta menampilkan senyum termanisnya. Gadis itu terlihat sangat menawan.
"Nona Tang, sedang apa anda di sini?"
"Hamba hanya sekedar lewat yang mulia. Apakah yang mulia datang untuk mengunjungi kakak?"
"Ya, aku sengaja datang untuk menemui nya."
Jawaban Putra Mahkota membuat Sie tang meremas gaun nya. Sedangkan Xiao mei menebak jika kedatangan Sie tang pasti untuk merayu Putra Mahkota.
Kedua orang itu terus berbicara ringan, tanpa menghiraukan kehadiran Xiao mei di sana. Pertunjukan keduanya yang sok akrab, membuat Xiao mei bosan.
Dengan Tiba-tiba Jiang lie hadir di tengah tiga orang itu. Membuat suasana hati Xiao mei sedikit membaik melihat wajah tampan Pangeran ke tujuh.
"Kakak anda di sini juga?" ucap jiang lie.
"Ya, aku datang untuk berkunjung. Ada gerangan apa adik datang kemari?" tanya Putra Mahkota yang merasa tidak nyaman dengan kedatangan Jiang lie.
"Saya memiliki janji dengan Xiao'er kakak. Bukan begitu Xiao'er?" ringan Jiang lie.
Sejujurnya Xiao mei merasa bingung dengan pertanyaan Jiang lie. Tapi, ia tetap mendukung lelaki itu.
"Ah iya aku hampir saja lupa tentang janji kita yang mulia." kata Xiao mei dengan nada syok
"Tolong maafkan saya, jika anda tidak datang kemari, mungkin saya akan melupakan nya."
"Tak apa Xiao'er. Di lain waktu jika kau masih melupakan janji kita, aku yang akan pergi menjemput mu."
"Saya izin membawa Xiao'er ya kakak. Silahkan anda melanjutkan obrolan kakak dengan nona tang." kata Jiang lie langsung membawa pergi Xiao mei, tanpa menunggu jawaban Putra Mahkota.
🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
lily
harus sat set dan langsung ngomong ke kaisar buat ngeluarin dekrit pernikahan cepetan, jangan sampe keduluan putra mahkota
2024-10-12
0
HNF G
jiang lie gercep😄😄😄👍
2023-10-20
0
Aldissa
yy semoga saj mereka bisa mengubah takdir mereka ..dengn bellajar dr massa lalu
2022-12-03
0