CHAPTER 10 (di revisi)

Beberapa hari telah berlalu. Saat sebuah undangan dari kerajaan terkirim ke kediaman Xiao. Undangan itu berisi, tentang acara pemilihan Calon permaisuri untuk para Pangeran.

Tidak hanya kediaman Xiao yang menerima undangan itu. Kediaman bangsawan yang lain juga menerima nya. Semua nona yang menerima kabar bahagia itu langsung bersorak senang dan segera mempersiapkan diri mereka dengan sangat antusias. Kecuali satu wanita yang tampak suram meremas surat undangan di tangan nya.

Xiao mei menatap jijik undangan itu. Dia tidak tertarik untuk ikut serta di dalam nya. Wanita itu mendengus kasar karena tidak bisa menolaknya. Sebab Permaisuri memberikan undangan Khusus kepadanya, seperti yang telah wanita agung itu janjikan tempo hari saat bertemu dengan Xiao mei.

"Apa yang sedang mengganggu pikiran mu Xiao'er?" tanya Jiang lie, yang tiba-tiba sudah berada di belakang Xiao mei.

"Karena ini." Jawab Xiao mei malas sambil menyerahkan kertas yang telah lusuh, kepada Jiang lie.

"Apa kau berencana akan mengikuti nya?"

"Jika boleh menolak. Aku pasti tidak akan pernah pergi menghadiri di acara ini. Tapi, kau lihat cap stempel polemik yang ada di sana... Apa aku masih bisa menolaknya." keluh Xiao mei sedih.

"Jika kau tidak ingin. Tak akan ada yang bisa mendesak mu untuk datang. Meskipun itu Permaisuri." ujar Jiang lie santai.

"Tapi itu tidak mungkin, kak Jiang. Aku tidak memiliki kuasa apapun untuk bisa menentang Permaisuri. Yang ada keluarga ku akan di penggal jika aku bersikap kurang ajar seperti itu."

"Jadi kau memilih siapa? Di antara para Pangeran." tanya Jiang lie.

"Tidak ada satu Pangeran pun yang aku minati." jujur Xiao mei.

"Termasuk diriku?"

"hmmm... Mungkin." jawab Xiao mei sedikit ragu.

Sebenarnya hati Xiao mei selalu merasakan getaran aneh, di setiap dirinya bersama dengan Jiang lie. Tapi, rasa trauma yang di berikan Jiang ciu terlalu mendalam dalam diri Xiao mei, sehingga membuat wanita itu menutup rapat hatinya untuk orang lain.

"Baik lah." Jiang lie beranjak ke hadapan Xiao mei, mencengkram bahu wanita itu. "Kau ikuti saja acara ini. Tunggu aku kembali dari tugas ku. Aku yang akan menjadikan dirimu sebagai Permaisuri ku." Kata Jiang lie penuh keseriusan.

"Memang nya siapa yang ingin menjadi Permaisuri mu?" Jawab Xiao mei berusaha mendorong Jiang lie menjauh dari dirinya.

Jantung Xiao mei tak bisa di selamatkan jika Jiang lie terus berjarak begitu dekat dengan dirinya. Ya Dewa, lelaki itu terlihat sangat tampan di mata Xiao mei. Apa lagi dengan ekspresi seriusnya barusan. Lelaki itu terlihat lebih mengagumkan.

"Xiao'er aku serius." ujar Jiang lie. Tanpa ingin melepaskan tangan nya, apa lagi menjauh dari tubuh Xiao mei.

"Memang apa yang membuat kak Jiang begitu percaya diri. Kalau aku akan menerima kak Jiang sebagai suami ku?"

"Karena kau juga menginginkan nya." jawab Jiang lie santai.

"Apa buktinya?"

"Pipi mu merona. Saat aku mengatakan akan menjadi kan mu sebagai permaisuri ku."

Pengakuan Jiang lie membuat Xiao mei malu. Ia tidak sadar, jika wajahnya memanas saat Jiang lie menginginkan dirinya sebagai pendamping hidup.

"Tidak, itu tidak benar." sangkal Xiao mei, mengalihkan pandangan nya dari Jiang lie.

"Baik lah kan tidak menginginkan nya. Tapi aku yang menginginkan mu." ujar Jiang lie mengalah. "Aku akan mengejar mu, sampai kau mau menjadi Permaisuri ku." lanjutnya.

"Kemana kau akan pergi?" tanya Xiao mei mencoba mengalihkan topik pembicaraan.

"Aku akan pergi berperang."

"Berapa lama?"

"Tidak ada yang bisa menentukan, kapan perang akan berakhir Xiao'er." jelas Jiang lie. "Tapi karena kau menunggu ku, aku akan berusaha mempercepat waktu."

"Bisa di katakan. Dalam acara pemilihan calon Permaisuri para Pangeran. Kakak Jiang tidak akan hadir di sana? Bukan kah acara ini akan si adakan dua minggu dari sekarang?"

"Ya seperti itu. Karena itu, aku berharap kau mau bersabar menunggu kepulangan ku."

"Aku tak bisa menjanjikan apapun. Kita lihat bagaimana nanti saja." kata Xiao mei. "Jika Kak Jiang telat pulang sehari saja, mungkin aku sudah di miliki pangeran yang lain. Semua itu tidak ada yang tahu bukan?"

"Tidak. Aku ingin kau hanya menunggu ku." kekeh Jiang lie.

"Ya kita lihat bagaimana nanti saja."

Tanpa Jiang lie sadari Cengkraman tangan nya telah melemah, dan itu di gunakan sebagai kesempatan oleh Xiao mei, untuk melarikan diri dari nya.

Jiang lie tersenyum melihat sikap Xiao mei. Lelaki itu bertekad kuat ingin segera memilikinya. Ia akan memenangkan peperangan ini dengan cepat dan akan langsung melamar nya, setelah mendapatkan kemenangan.

Jantung Xiao mei berdetak tidak karuan, setelah gadis itu sampai di dalam kamar nya.

"Perasaan apa ini. Bukan kah di kehidupan sebelumnya Kakak Jiang tidak memiliki perasaan apapun kepada ku?"

"Lalu kenapa di kehidupan ini dia ingin melamar ku?" Xiao mei merasa aneh dengan perubahan alur yang terjadi. "Apa mungkin, karena aku hidup kembali dan merubah banyak hal, sehingga semua ini terjadi?"

"Tapi, Kakak Jiang akan pergi berperang." keluh Xiao mei. "Meski dia sangat hebat, apapun bisa terjadi di dalam medan berbahaya itu bukan?"

"Ada apa dengan diriku? Apakah aku benar benar mengharapkan Kak Jiang? Tidak! ini salah, aku tidak boleh menjadi anggota Kerajaan lagi."

Xiao mei berusaha memantapkan hati nya agar kembali ke tujuan awal. Dia juga mencari alasan yang masuk akal agar tidak mengharapkan apa pun pada Jiang lie. Kepedihan yang di rasakan nya saat menjadi anggota Kerajaan harus menjadi pengingat jelas bagi Xiao mei. Agar tidak lagi menginjakkan kaki di bangunan indah yang mematikan itu.

Dua minggu berlalu, hari pemilihan calon permaisuri telah tiba. Selama dua pekan ini, Xiao mei tidak pernah melihat Jiang lie lagi setelah pertemuan terakhir mereka. Lelaki itu benar-benar pergi berperan dan tidak berpamitan pada nya saat berangkat pergi.

Sie tang juga ikut serta dalam pemilihan calon permaisuri. Mau bagaimana pun, sejak kecil gadis itu telah di akui sebagai putri kedua kediaman Xiao. Meskipun hanya sebatas putri luar saja.

Di atas gedung perkumpulan para nona. Beberapa Pangeran mengamati para Nona yang hadir hari ini, dari lantai atas.

"Kakak, wanita mana yang ingin kau jadikan Permaisuri mu nanti?" tanya Jie lie (pangeran ke delapan adik kandung Jiang lie) kepada pangeran ke tiga.

"Dari dulu diriku sangat terpikat dengan putri Panglima." Jawab Biu hie (pangeran ke tiga) sambil terus memperhatikan wanita pujaan nya.

"Yang mana orang nya kak?" tanya Jie lie penasaran.

"Kau tidak perlu tahu. Atau nanti kau akan merebutnya dariku." sinis Biu hie.

"Ah Kakak pelit sekali. Lagi pula aku mana mungkin bisa merebut wanita kakak. Umur ku saja masih sangat muda. Dan aku belum cukup umur untuk memiliki seorang Permaisuri, tahu." jelas Jie lie tak terima.

"Sudah lah adik ke delapan. Nanti kau juga akan tahu, bagaimana rupa gadis yang dipilih Kakak ketiga." kata Lie han (pangeran ke empat) menengahi perdebatan saudara nya.

"Baik lah. Kalau kakak ke empat, wanita seperti apa yang Kakak dambakan?" tanya Jie lie antusias lagi.

Anak itu memang terkenal paling ceria di antara para pangeran yang lain. Karena sifat nya itu juga, Jie lie sangat di sayangi oleh para saudaranya.

Apa lagi umur pria itu masih sangat muda. Dia baru berumur 11 tahun. Dan dia merupakan pangeran termuda di antara para pangeran lain nya.

Hanya putra mahkota saja yang tidak dekat dengan pangeran manapun karena pria itu menganggap para saudara nya sebagai musuh.

"Aku belum tahu wanita mana yang ingin ku pilih. Mungkin hanya akan menunggu dekrit dari ayahanda, untuk bisa mendapatkan seorang istri." Jawab Lie han seadanya.

"Kira-kira Kak Jiang akan memilih siapa yah?" tanya Jie lie sambil memperhatikan para Nona bangsawan di bawah sana. Sambil mengingat Kakaknya yang sedang berada di medan peperangan.

"Aku yakin, dia sudah memilih satu Nona muda di hatinya." Jawab Biu hie.

"Bagaimana kakak ke tiga bisa tahu?" tanya Lie han yang tidak percaya dengan ucapan kakak ketiga nya. Selama ini, Kakaknya yang lembut tidak pernah dekat dengan wanita mana pun. Sangat mengherankan jika Kakaknya sudah memiliki belahan hati. Pikir Lie han.

"Kau akan mengetahui nya, setelah dia kembali membawa kemenangan untuk kerajaan kita." jawab Biu hie sambil memperhatikan Xiao mei dengan seksama.

🍁

Terpopuler

Comments

HNF G

HNF G

harusnya xiao mei gak usah dateng, pura2 sakit aja

2023-10-20

0

Oi Min

Oi Min

Semua pangeran selain putra mahkota pada akur satu sama lain, g saling sikut kek nya

2022-05-26

0

masa depan mu

masa depan mu

cerita nya keren thor, suka deh

2021-10-03

5

lihat semua
Episodes
1 PROLOG (DI REVISI)
2 CHAPTER 01 (Di revisi)
3 CHAPTER 02 (di revisi)
4 CHAPTER 03 (Di revisi)
5 CHAPTER 04 (Di revisi)
6 CHAPTER 05 (Di revisi)
7 CHAPTER 06 (di revisi)
8 CHAPTER 07 (di revisi)
9 CHAPTER 07
10 CHAPTER 08 (direvisi)
11 CHAPTER 09 (di revisi)
12 CHAPTER 10 (di revisi)
13 CHAPTER 11 (Di revisi)
14 CHAPTER 12 (di revisi)
15 CHAPTER 13 (di revisi)
16 CHAPTER 14 (Di revisi)
17 CHAPTER 15 (Di revisi)
18 CHAPTER 16
19 CHAPTER 17
20 CHAPTER 18
21 CHAPTER 19
22 CHAPTER 20
23 CHAPTER 21
24 CHAPTER 22
25 CHAPTER 23
26 CHAPTER 24
27 CHAPTER 25
28 CHAPTER 26
29 CHAPTER 27
30 CHAPTER 28
31 CHAPTER 29
32 CHAPTER 30
33 CHAPTER 31
34 CHAPTER 32
35 CHAPTER 33
36 CHAPTER 34
37 CHAPTER 35
38 CHAPTER 36
39 CHAPTER 37
40 CHAPTER 38
41 SEUTAS KATA
42 CHAPTER 39
43 CHAPTER 40
44 CHAPTER 41
45 CHAPTER 42
46 CHAPTER 43
47 CHAPTER 44
48 CHAPTER 45
49 CHAPTER 46
50 CHAPTER 47
51 CHAPTER 48
52 CHAPTER 49
53 CHAPTER 50
54 CHAPTER 51
55 CHAPTER 52
56 CHAPTER 53
57 CHAPTER 54
58 CHAPTER 55
59 CHAPTER 56
60 CHAPTER 57
61 CHAPTER 58
62 CHAPTER 59
63 CHAPTER 60
64 CHAPTER 61
65 CHAPTER 62
66 CHAPTER 63
67 CHAPTER 64
68 CHAPTER 65
69 CHAPTER 66
70 CHAPTER 67
71 CHAPTER 68
72 CHAPTER 69
73 CHAPTER 69
74 CHAPTER 70
75 CHAPTER 71
76 CHAPTER 72
77 CHAPTER 72
78 CHAPTER 73
79 CHAPTER 74
80 CHAPTER 75
81 CHAPTER 76
82 CHAPTER 77
83 CHAPTER 78
84 CHAPTER 79
85 CHAPTER 80
86 CHAPTER 81
87 CHAPTER 82
88 CHAPTER 83
89 CHAPTER 84
90 CHAPTER 85
91 CHAPTER 86
92 CHAPTER 87
93 RILIS KARYA BARU=THE SECRET (the power of love conquers All)
Episodes

Updated 93 Episodes

1
PROLOG (DI REVISI)
2
CHAPTER 01 (Di revisi)
3
CHAPTER 02 (di revisi)
4
CHAPTER 03 (Di revisi)
5
CHAPTER 04 (Di revisi)
6
CHAPTER 05 (Di revisi)
7
CHAPTER 06 (di revisi)
8
CHAPTER 07 (di revisi)
9
CHAPTER 07
10
CHAPTER 08 (direvisi)
11
CHAPTER 09 (di revisi)
12
CHAPTER 10 (di revisi)
13
CHAPTER 11 (Di revisi)
14
CHAPTER 12 (di revisi)
15
CHAPTER 13 (di revisi)
16
CHAPTER 14 (Di revisi)
17
CHAPTER 15 (Di revisi)
18
CHAPTER 16
19
CHAPTER 17
20
CHAPTER 18
21
CHAPTER 19
22
CHAPTER 20
23
CHAPTER 21
24
CHAPTER 22
25
CHAPTER 23
26
CHAPTER 24
27
CHAPTER 25
28
CHAPTER 26
29
CHAPTER 27
30
CHAPTER 28
31
CHAPTER 29
32
CHAPTER 30
33
CHAPTER 31
34
CHAPTER 32
35
CHAPTER 33
36
CHAPTER 34
37
CHAPTER 35
38
CHAPTER 36
39
CHAPTER 37
40
CHAPTER 38
41
SEUTAS KATA
42
CHAPTER 39
43
CHAPTER 40
44
CHAPTER 41
45
CHAPTER 42
46
CHAPTER 43
47
CHAPTER 44
48
CHAPTER 45
49
CHAPTER 46
50
CHAPTER 47
51
CHAPTER 48
52
CHAPTER 49
53
CHAPTER 50
54
CHAPTER 51
55
CHAPTER 52
56
CHAPTER 53
57
CHAPTER 54
58
CHAPTER 55
59
CHAPTER 56
60
CHAPTER 57
61
CHAPTER 58
62
CHAPTER 59
63
CHAPTER 60
64
CHAPTER 61
65
CHAPTER 62
66
CHAPTER 63
67
CHAPTER 64
68
CHAPTER 65
69
CHAPTER 66
70
CHAPTER 67
71
CHAPTER 68
72
CHAPTER 69
73
CHAPTER 69
74
CHAPTER 70
75
CHAPTER 71
76
CHAPTER 72
77
CHAPTER 72
78
CHAPTER 73
79
CHAPTER 74
80
CHAPTER 75
81
CHAPTER 76
82
CHAPTER 77
83
CHAPTER 78
84
CHAPTER 79
85
CHAPTER 80
86
CHAPTER 81
87
CHAPTER 82
88
CHAPTER 83
89
CHAPTER 84
90
CHAPTER 85
91
CHAPTER 86
92
CHAPTER 87
93
RILIS KARYA BARU=THE SECRET (the power of love conquers All)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!