Beberapa hari telah berlalu. Saat sebuah undangan dari kerajaan terkirim ke kediaman Xiao. Undangan itu berisi, tentang acara pemilihan Calon permaisuri untuk para Pangeran.
Tidak hanya kediaman Xiao yang menerima undangan itu. Kediaman bangsawan yang lain juga menerima nya. Semua nona yang menerima kabar bahagia itu langsung bersorak senang dan segera mempersiapkan diri mereka dengan sangat antusias. Kecuali satu wanita yang tampak suram meremas surat undangan di tangan nya.
Xiao mei menatap jijik undangan itu. Dia tidak tertarik untuk ikut serta di dalam nya. Wanita itu mendengus kasar karena tidak bisa menolaknya. Sebab Permaisuri memberikan undangan Khusus kepadanya, seperti yang telah wanita agung itu janjikan tempo hari saat bertemu dengan Xiao mei.
"Apa yang sedang mengganggu pikiran mu Xiao'er?" tanya Jiang lie, yang tiba-tiba sudah berada di belakang Xiao mei.
"Karena ini." Jawab Xiao mei malas sambil menyerahkan kertas yang telah lusuh, kepada Jiang lie.
"Apa kau berencana akan mengikuti nya?"
"Jika boleh menolak. Aku pasti tidak akan pernah pergi menghadiri di acara ini. Tapi, kau lihat cap stempel polemik yang ada di sana... Apa aku masih bisa menolaknya." keluh Xiao mei sedih.
"Jika kau tidak ingin. Tak akan ada yang bisa mendesak mu untuk datang. Meskipun itu Permaisuri." ujar Jiang lie santai.
"Tapi itu tidak mungkin, kak Jiang. Aku tidak memiliki kuasa apapun untuk bisa menentang Permaisuri. Yang ada keluarga ku akan di penggal jika aku bersikap kurang ajar seperti itu."
"Jadi kau memilih siapa? Di antara para Pangeran." tanya Jiang lie.
"Tidak ada satu Pangeran pun yang aku minati." jujur Xiao mei.
"Termasuk diriku?"
"hmmm... Mungkin." jawab Xiao mei sedikit ragu.
Sebenarnya hati Xiao mei selalu merasakan getaran aneh, di setiap dirinya bersama dengan Jiang lie. Tapi, rasa trauma yang di berikan Jiang ciu terlalu mendalam dalam diri Xiao mei, sehingga membuat wanita itu menutup rapat hatinya untuk orang lain.
"Baik lah." Jiang lie beranjak ke hadapan Xiao mei, mencengkram bahu wanita itu. "Kau ikuti saja acara ini. Tunggu aku kembali dari tugas ku. Aku yang akan menjadikan dirimu sebagai Permaisuri ku." Kata Jiang lie penuh keseriusan.
"Memang nya siapa yang ingin menjadi Permaisuri mu?" Jawab Xiao mei berusaha mendorong Jiang lie menjauh dari dirinya.
Jantung Xiao mei tak bisa di selamatkan jika Jiang lie terus berjarak begitu dekat dengan dirinya. Ya Dewa, lelaki itu terlihat sangat tampan di mata Xiao mei. Apa lagi dengan ekspresi seriusnya barusan. Lelaki itu terlihat lebih mengagumkan.
"Xiao'er aku serius." ujar Jiang lie. Tanpa ingin melepaskan tangan nya, apa lagi menjauh dari tubuh Xiao mei.
"Memang apa yang membuat kak Jiang begitu percaya diri. Kalau aku akan menerima kak Jiang sebagai suami ku?"
"Karena kau juga menginginkan nya." jawab Jiang lie santai.
"Apa buktinya?"
"Pipi mu merona. Saat aku mengatakan akan menjadi kan mu sebagai permaisuri ku."
Pengakuan Jiang lie membuat Xiao mei malu. Ia tidak sadar, jika wajahnya memanas saat Jiang lie menginginkan dirinya sebagai pendamping hidup.
"Tidak, itu tidak benar." sangkal Xiao mei, mengalihkan pandangan nya dari Jiang lie.
"Baik lah kan tidak menginginkan nya. Tapi aku yang menginginkan mu." ujar Jiang lie mengalah. "Aku akan mengejar mu, sampai kau mau menjadi Permaisuri ku." lanjutnya.
"Kemana kau akan pergi?" tanya Xiao mei mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
"Aku akan pergi berperang."
"Berapa lama?"
"Tidak ada yang bisa menentukan, kapan perang akan berakhir Xiao'er." jelas Jiang lie. "Tapi karena kau menunggu ku, aku akan berusaha mempercepat waktu."
"Bisa di katakan. Dalam acara pemilihan calon Permaisuri para Pangeran. Kakak Jiang tidak akan hadir di sana? Bukan kah acara ini akan si adakan dua minggu dari sekarang?"
"Ya seperti itu. Karena itu, aku berharap kau mau bersabar menunggu kepulangan ku."
"Aku tak bisa menjanjikan apapun. Kita lihat bagaimana nanti saja." kata Xiao mei. "Jika Kak Jiang telat pulang sehari saja, mungkin aku sudah di miliki pangeran yang lain. Semua itu tidak ada yang tahu bukan?"
"Tidak. Aku ingin kau hanya menunggu ku." kekeh Jiang lie.
"Ya kita lihat bagaimana nanti saja."
Tanpa Jiang lie sadari Cengkraman tangan nya telah melemah, dan itu di gunakan sebagai kesempatan oleh Xiao mei, untuk melarikan diri dari nya.
Jiang lie tersenyum melihat sikap Xiao mei. Lelaki itu bertekad kuat ingin segera memilikinya. Ia akan memenangkan peperangan ini dengan cepat dan akan langsung melamar nya, setelah mendapatkan kemenangan.
Jantung Xiao mei berdetak tidak karuan, setelah gadis itu sampai di dalam kamar nya.
"Perasaan apa ini. Bukan kah di kehidupan sebelumnya Kakak Jiang tidak memiliki perasaan apapun kepada ku?"
"Lalu kenapa di kehidupan ini dia ingin melamar ku?" Xiao mei merasa aneh dengan perubahan alur yang terjadi. "Apa mungkin, karena aku hidup kembali dan merubah banyak hal, sehingga semua ini terjadi?"
"Tapi, Kakak Jiang akan pergi berperang." keluh Xiao mei. "Meski dia sangat hebat, apapun bisa terjadi di dalam medan berbahaya itu bukan?"
"Ada apa dengan diriku? Apakah aku benar benar mengharapkan Kak Jiang? Tidak! ini salah, aku tidak boleh menjadi anggota Kerajaan lagi."
Xiao mei berusaha memantapkan hati nya agar kembali ke tujuan awal. Dia juga mencari alasan yang masuk akal agar tidak mengharapkan apa pun pada Jiang lie. Kepedihan yang di rasakan nya saat menjadi anggota Kerajaan harus menjadi pengingat jelas bagi Xiao mei. Agar tidak lagi menginjakkan kaki di bangunan indah yang mematikan itu.
Dua minggu berlalu, hari pemilihan calon permaisuri telah tiba. Selama dua pekan ini, Xiao mei tidak pernah melihat Jiang lie lagi setelah pertemuan terakhir mereka. Lelaki itu benar-benar pergi berperan dan tidak berpamitan pada nya saat berangkat pergi.
Sie tang juga ikut serta dalam pemilihan calon permaisuri. Mau bagaimana pun, sejak kecil gadis itu telah di akui sebagai putri kedua kediaman Xiao. Meskipun hanya sebatas putri luar saja.
Di atas gedung perkumpulan para nona. Beberapa Pangeran mengamati para Nona yang hadir hari ini, dari lantai atas.
"Kakak, wanita mana yang ingin kau jadikan Permaisuri mu nanti?" tanya Jie lie (pangeran ke delapan adik kandung Jiang lie) kepada pangeran ke tiga.
"Dari dulu diriku sangat terpikat dengan putri Panglima." Jawab Biu hie (pangeran ke tiga) sambil terus memperhatikan wanita pujaan nya.
"Yang mana orang nya kak?" tanya Jie lie penasaran.
"Kau tidak perlu tahu. Atau nanti kau akan merebutnya dariku." sinis Biu hie.
"Ah Kakak pelit sekali. Lagi pula aku mana mungkin bisa merebut wanita kakak. Umur ku saja masih sangat muda. Dan aku belum cukup umur untuk memiliki seorang Permaisuri, tahu." jelas Jie lie tak terima.
"Sudah lah adik ke delapan. Nanti kau juga akan tahu, bagaimana rupa gadis yang dipilih Kakak ketiga." kata Lie han (pangeran ke empat) menengahi perdebatan saudara nya.
"Baik lah. Kalau kakak ke empat, wanita seperti apa yang Kakak dambakan?" tanya Jie lie antusias lagi.
Anak itu memang terkenal paling ceria di antara para pangeran yang lain. Karena sifat nya itu juga, Jie lie sangat di sayangi oleh para saudaranya.
Apa lagi umur pria itu masih sangat muda. Dia baru berumur 11 tahun. Dan dia merupakan pangeran termuda di antara para pangeran lain nya.
Hanya putra mahkota saja yang tidak dekat dengan pangeran manapun karena pria itu menganggap para saudara nya sebagai musuh.
"Aku belum tahu wanita mana yang ingin ku pilih. Mungkin hanya akan menunggu dekrit dari ayahanda, untuk bisa mendapatkan seorang istri." Jawab Lie han seadanya.
"Kira-kira Kak Jiang akan memilih siapa yah?" tanya Jie lie sambil memperhatikan para Nona bangsawan di bawah sana. Sambil mengingat Kakaknya yang sedang berada di medan peperangan.
"Aku yakin, dia sudah memilih satu Nona muda di hatinya." Jawab Biu hie.
"Bagaimana kakak ke tiga bisa tahu?" tanya Lie han yang tidak percaya dengan ucapan kakak ketiga nya. Selama ini, Kakaknya yang lembut tidak pernah dekat dengan wanita mana pun. Sangat mengherankan jika Kakaknya sudah memiliki belahan hati. Pikir Lie han.
"Kau akan mengetahui nya, setelah dia kembali membawa kemenangan untuk kerajaan kita." jawab Biu hie sambil memperhatikan Xiao mei dengan seksama.
🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
HNF G
harusnya xiao mei gak usah dateng, pura2 sakit aja
2023-10-20
0
Oi Min
Semua pangeran selain putra mahkota pada akur satu sama lain, g saling sikut kek nya
2022-05-26
0
masa depan mu
cerita nya keren thor, suka deh
2021-10-03
5