CHAPTER 06 (di revisi)

Pagi menjelang. Namun, matahari belum menampakan diri, pertanda waktu masih dini hari. Udara terasa sangat dingin hingga menusuk tulang.

Lie tang terbangun dari tidurnya, merasakan ada seseorang di samping nya tanpa sehelai benang. Senyum merekah muncul di wajah cantik nya sebelum kesuraman datang menghampiri.

Awalnya Lie tang mengira, pria yang kini berada dalam pelukan nya adalah Mentri Xiao. Wanita itu bahkan sudah membayangkan akan menjadi seorang nyonya muda kediaman Xiao pagi ini. Tapi, khayalan nya langsung sirna, saat ia mulai memperhatikan raut wajah lelaki yang sedang bersamanya itu.

Lie tang merasa sangat marah. Amarahnya memburu saat mendapati pria itu bukan lah Mentri Xiao, melainkan seorang pria berwajah jelek tidur nyenyak di samping nya.

Lie tang langsung menendang pria kurang ajar yang telah melayaninya semalam. Wanita itu dengan kasar mengusir lelaki buruk rupa itu, pergi dari kediaman Xiao. Beruntunglah waktu masih sangat pagi, saat wanita itu menyadari bukan Mentri Xiao yang melayani hasratnya semalam. Jika Lie tang telat bangun sedikit lebih lama, mungkin saja reputasi nya pagi ini akan hancur. Impian nya menjadi Nyonya muda kediaman Xiao juga akan sirna dalam sekejap mata.

Lie tang merasa heran, mengapa bukan Mentri Xiao yang menemaninya. Bukan kah pria itu telah terpengaruh dupa perangsang sama seperti dirinya. Lie tang bahkan masih ingat saat Mentri Xiao dengan kasar berciuman dengan nya, sebelum dupa perangsang itu mengambil alih pikiran Lie tang.

"Sial, siapa yang berani menggagalkan kan rencana ku!"

...***...

Di sisi lain Xiao mei merasa lega, karena ayah nya berhasil dia selamatkan dari jebakan yang di buat adik ibundanya.

Xiao mei masuk di waktu yang sangat tepat. sehingga hal yang tidak di ingin kan tidak akan terjadi malam tadi. Wanita itu teringat akan kejadian di masa lalu, di mana ibundanya mengetahui perselingkuhan Mentri Xiao dengan Lie tang yang sedang bercumbu di kamar adiknya.

Perasaan Lie mei sangat hancur menyaksikan penghianatan itu. Wanita itu sangat depresi setelah nya, sehingga ia memutuskan untuk menghilangkan nyawanya beberapa hari kemudian. Dan parah nya, Xiao mei di kehidupan lalu, dia lebih mendukung perbuatan bibi nya, dari pada memikirkan perasaan ibu kandungnya.

Xiao mei yang sangat membenci Lie mei, mengatakan akan lebih baik jika Lie tang yang menjadi ibunda nya dari pada Lie mei. Kebencian yang di perlihatkan Xiao mei menambah depresi Lie mei semakin menjadi. Wanita itu tak bisa menahan beban dalam hati nya, hingga di akhir hayatnya pun Xiao mei tidak mau menatap wajah ibunda nya. Mengingat hal itu, Xiao mei merasakan rasa bersalah yang teramat besar pada ibundanya.

...***...

Mentri Xiao terbangun dari tidurnya. Ia sedikit mengingat kejadian semalam (yang mencium Lie tang dengan ganasnya meski hati nya menolak) dengan cepat ia menoleh ke arah wanita yang saat ini berada di sampingnya.

"Ada apa suami ku?" tanya Lie mei yang terbangun, karena pergerakan suami nya. Lelaki itu bahkan menatap tajam Lie mei saat ia menoleh kearahnya.

"Syukur lah" ucap Mentri Xiao lega, karena melihat Lie mei yang berada di samping nya saat ini, dan bukan Lie tang.

"Kenapa?"

"Bagaimana diriku bisa berada di sini sayang?" bukannya menjawab pertanyaan Lie mei, Mentri Xiao justru malah bertanya.

"Oh itu, Xiao'er yang mengantarkan anda kemari."

"Semalam Xiao'er datang membawa anda yang tidak sadarkan diri." jelas Lie mei.

"Tidak sadarkan diri?"

"Ya, anda tidak sadarkan diri saat Xiao'er mengantarkan anda. Katanya anda pingsan di taman, saat Xiao'er sedang mencari angin. Karena khawatir dia langsung membawa anda pada saya."

"Apa anda masih merasa pusing sekarang?"

"Tidak, aku merasa baik-baik saja."

"Untung lah tidak ada sesuatu yang buruk, yang terjadi semalam. Jika ada, pasti akan menjadi masalah besar nantinya." ujar Mentri Xiao dalam hati. "Tapi, bagaimana putri ku bisa menemukan ku? Bukan kah semalam aku berada di kamar Lie tang? Aku harus menanyakan hal ini padanya."

Pagi ini di dalam ruang makan kediaman Xiao terasa sangat hening. Tidak ada satu orang pun yang membuka suara mereka, hanya ada suara alat makan yang saling beradu satu sama lain.

Sesekali Xiao Mei melihat reaksi ayahnya dan juga Lie tang. Terlihat kedua orang itu sedang sibuk hanyut dalam pikiran mereka masing-masing. Xiao mei menduga, ayah nya mengingat kejadian semalam, sedangkan Lie tang pasti sedang sangat marah, karena mengetahui bukan Mentri Xiao yang bersamanya semalam, di pagi hari.

"Xiao'er, aku ingin kau datang ke ruang belajar ayah nanti. Ada sesuatu yang ingin ayah katakan padamu." perintah Mentri Xiao sebelum meninggalkan ruang makan.

Semua orang merasa bingung dengan sikap Mentri Xiao. Pasalnya pria itu memakan makanannya dengan cepat, memberi perintah pada Xiao mei, lalu pergi tanpa menunggu jawaban gadis itu.

Xiao mei tak menghiraukan kebingungan yang tergambar jelas di wajah semua orang, Gadis itu tetap melanjutkan makan nya dengan santai. Setelah selesai, baru ia beranjak menemui ayahnya di ruang belajar nya.

"Apa ada sesuatu, yang sedang mengganggu pikiran mu ayah?" tanya Xiao mei saat melihat ayah nya duduk termenung, di depan meja belajarnya.

"Ya, memang ada sedikit masalah yang sedang mengganggu pikiran ku, Nak."

"Apa itu ayah?" tanya Xiao mei, Gadis itu menghampiri meja kerja ayahnya, lalu duduk di kursi tepat di depan meja itu.

"Bagaimana kau bisa menemukan ayah semalam?"

"Apa aku boleh berkata jujur ayah?"

"Tentu saja putri ku."

"Aku melihat ayah masuk kedalam kamar bibi Tang dengan menggendong bibi, Awalnya aku berpikir kalau mungkin bibi sedang sakit, sehingga aku menyusul kalian untuk menanyakan keadaan bibi."

Mentri Xiao terus melihat Xiao mei dengan tatapan rumit. Jantung Mentri Xiao terus berpacu saat mendengar cerita Xiao mei. Dia takut, takut putri nya melihat tindakan buruknya semalam.

"Aku sempat menunggu ayah di luar pintu kamar bibi cukup lama. Tapi, karena ayah tidak kunjung keluar kamar, aku memaksa untuk masuk dan ternyata aku melihat ayah dan bibi..." Xiao mei tak bisa melanjutkan perkataannya, gadis itu menghembuskan nafas kasar. Matanya memandang Mentri Xiao dengan pancaran penuh kecewa.

"Katakan saja nak." bujuk Mentri Xiao, Lelaki itu merasa sangat yakin jika Xiao mei telah melihat kejadian memalukan itu. Tapi dia bisa membuktikan pada putri nya ini bahwa semua yang terjadi di malam itu, bukan lah kehendak nya.

"Aku melihat ayah sedang bercumbu dengan bibi. Dan di saat melihat ayah hendak membuka hanfu bibi. Aku yang sudah sakit hati melihat nya, dengan terpaksa memukul titik kesadaran ayah agar ayah menghentikan perbuatan itu."

"Lalu kau membawa ayah pada ibunda mu."

"Ya."

"Ya Dewa terimakasih putri ku, kau telah menyelamatkan ayah dari hal buruk."

"Mengapa ayah melakukan hal menjijikkan itu dengan bibi?" mata Xiao mei mulai berkaca-kaca. "Apa ayah tidak merasa kotor karena telah mengkhianati bunda dengan berselingkuh dengan adik bunda sendiri?" Kata Xiao mei dengan deraian air mata.

"Tidak sayang, tolong maafkan ayah nak. Ayah sungguh tidak sengaja melakukan hal itu sayang. Ayah tidak pernah mengkhianati ibundamu Xiao'er."

"Ayah berbohong! Aku akan mengatakan semua nya pada ibunda." Tangis Xiao mei semakin pecah, Mentri Xiao langsung mendekap tubuh Xiao mei yang hendak pergi dari ruangan nya.

"Tolong jangan beritahu kan hal ini pada ibunda mu Xiao'er. Ayah takut kondisinya akan memburuk setelah mendengar hal ini. Semua yang terjadi tidak seperti yang kamu bayangkan nak." Mentri Xiao memohon kepada Xiao mei.

"Baik, Demi ibunda aku tidak akan mengatakan apapun. Tapi ayah harus berjanji kepada ku, sampai kapan pun tidak akan berdekatan dengan bibi lagi."

"Ayah berjanji sayang. Ayah tidak akan berdekatan dengan Lie tang lagi. Ayah sangat mencintai ibunda mu, tolong percaya pada ayah yah."

Mentri Xiao mencengkeram erat tubuh Xiao mei. Wajah lelaki itu terlihat sangat frustasi.

"Baiik lah ayah, kali ini aku akan maafkan ayah. Tapi ini yang terakhir untuk ayah. Hati Xiao'er sakit melihat nya ayah, Hiks."

"Iya sayang, ayah berjanji hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi."

Menteri Xiao merasa sangat bersyukur karena Xiao mei masih mau mempercayai nya. Dia berjanji akan menyelidiki mengenai kejadian semalam.

Mentri Xiao juga menjelaskan pada Xiao mei kalau dirinya di jebak oleh seseorang, sehingga ia tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri semalam. Xiao mei mencoba mempercayai ucapan ayah nya, asalkan lelaki itu mau menyelidiki semuanya dengan jelas dan akan memberikan hukuman berat pada pelakunya.

Ditempat lain, Jiang ciu sedang mencaritahu penyebab kedekatan Jiang lie dan Xiao Mei yang terjadi akhir-akhir ini. Lelaki itu curiga jika Jiang lie ingin memanfaatkan kedudukan Mentri Xiao untuk menaiki tahta.

"Salam yang mulia." Seorang pengawal bayangan datang menghampiri Jang ciu.

"Bagaimana hasilnya?"

"Dari hasil pengamatan saya, hubungan pangeran Jiang Lie dengan nona Xiao memang terlihat cukup dekat yang mulia. Bahkan mereka sudah sangat akrab, sehingga tidak ada rasa formal di antara mereka lagi." jelas pengawal itu setelah memata matai jiang lie dan xiao mei beberapa waktu lalu.

"Sial! ini tidak boleh di biarkan, terus awasi mereka berdua." Perintah Jiang ciu marah. Dengan cepat pengawal itu berlalu pergi dari hadapan putra mahkota.

"Aku harus segera meminta bantuan kepada ibunda untuk memulai pergerakan."

"Waktunya sudah sangat dekat, cepat atau lambat pasti akan tiba waktu penentuan calon penerus kaisar selanjutnya. Aku harus segera menyingkirkan adik ke tiga dan juga adik ke tujuh. Hanya mereka berdua yang begitu memberatkan posisi ku, sedangkan pangeran yang lain akan sangat mudah untuk di runtuhkan setelah kedua orang itu bersih." sinis Jiang ciu.

Pangeran ketiga sangat di sayang oleh kaisar karena sangat pandai dalam mengurus urusan politik. Sedangkan pangeran ke tujuh sangat di sayang, karena dapat diandalkan saat memimpin sebuah peperangan.

Tidak hanya bisa memimpin sebuah perang, Pangeran ke tujuh juga memiliki paras yang sangat tampan di bandingkan para pangeran lain, sehingga bisa dengan mudah lelaki itu menjerat banyak nona bangsawan sebagai selirnya. Dan menjadikan kekuatan keluarganya sebagai pendukung kekuasaan nya kelak.

Hal itu tentu menjadi bumerang besar bagi Jiang Ciu yang terlahir sebagai Putra Mahkota sejak lahir. Dia tidak akan membiarkan satu orang pun bisa merebut tahta miliknya.

🍁

Terpopuler

Comments

Bagus Prakoso

Bagus Prakoso

kalau melihat hal tersebut berarti yang menjadi putra mahkota bukan seorang jenderal di medan perang dan bukan ahli politik, trus punya kemampuan apa kalau begitu?

2025-03-13

0

HNF G

HNF G

yaahh....berarti pangeran ke 7 udah punya selir ya? ☹️

2023-10-20

0

Septi Verawati

Septi Verawati

irinya di gedein 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️

2022-11-12

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG (DI REVISI)
2 CHAPTER 01 (Di revisi)
3 CHAPTER 02 (di revisi)
4 CHAPTER 03 (Di revisi)
5 CHAPTER 04 (Di revisi)
6 CHAPTER 05 (Di revisi)
7 CHAPTER 06 (di revisi)
8 CHAPTER 07 (di revisi)
9 CHAPTER 07
10 CHAPTER 08 (direvisi)
11 CHAPTER 09 (di revisi)
12 CHAPTER 10 (di revisi)
13 CHAPTER 11 (Di revisi)
14 CHAPTER 12 (di revisi)
15 CHAPTER 13 (di revisi)
16 CHAPTER 14 (Di revisi)
17 CHAPTER 15 (Di revisi)
18 CHAPTER 16
19 CHAPTER 17
20 CHAPTER 18
21 CHAPTER 19
22 CHAPTER 20
23 CHAPTER 21
24 CHAPTER 22
25 CHAPTER 23
26 CHAPTER 24
27 CHAPTER 25
28 CHAPTER 26
29 CHAPTER 27
30 CHAPTER 28
31 CHAPTER 29
32 CHAPTER 30
33 CHAPTER 31
34 CHAPTER 32
35 CHAPTER 33
36 CHAPTER 34
37 CHAPTER 35
38 CHAPTER 36
39 CHAPTER 37
40 CHAPTER 38
41 SEUTAS KATA
42 CHAPTER 39
43 CHAPTER 40
44 CHAPTER 41
45 CHAPTER 42
46 CHAPTER 43
47 CHAPTER 44
48 CHAPTER 45
49 CHAPTER 46
50 CHAPTER 47
51 CHAPTER 48
52 CHAPTER 49
53 CHAPTER 50
54 CHAPTER 51
55 CHAPTER 52
56 CHAPTER 53
57 CHAPTER 54
58 CHAPTER 55
59 CHAPTER 56
60 CHAPTER 57
61 CHAPTER 58
62 CHAPTER 59
63 CHAPTER 60
64 CHAPTER 61
65 CHAPTER 62
66 CHAPTER 63
67 CHAPTER 64
68 CHAPTER 65
69 CHAPTER 66
70 CHAPTER 67
71 CHAPTER 68
72 CHAPTER 69
73 CHAPTER 69
74 CHAPTER 70
75 CHAPTER 71
76 CHAPTER 72
77 CHAPTER 72
78 CHAPTER 73
79 CHAPTER 74
80 CHAPTER 75
81 CHAPTER 76
82 CHAPTER 77
83 CHAPTER 78
84 CHAPTER 79
85 CHAPTER 80
86 CHAPTER 81
87 CHAPTER 82
88 CHAPTER 83
89 CHAPTER 84
90 CHAPTER 85
91 CHAPTER 86
92 CHAPTER 87
93 RILIS KARYA BARU=THE SECRET (the power of love conquers All)
Episodes

Updated 93 Episodes

1
PROLOG (DI REVISI)
2
CHAPTER 01 (Di revisi)
3
CHAPTER 02 (di revisi)
4
CHAPTER 03 (Di revisi)
5
CHAPTER 04 (Di revisi)
6
CHAPTER 05 (Di revisi)
7
CHAPTER 06 (di revisi)
8
CHAPTER 07 (di revisi)
9
CHAPTER 07
10
CHAPTER 08 (direvisi)
11
CHAPTER 09 (di revisi)
12
CHAPTER 10 (di revisi)
13
CHAPTER 11 (Di revisi)
14
CHAPTER 12 (di revisi)
15
CHAPTER 13 (di revisi)
16
CHAPTER 14 (Di revisi)
17
CHAPTER 15 (Di revisi)
18
CHAPTER 16
19
CHAPTER 17
20
CHAPTER 18
21
CHAPTER 19
22
CHAPTER 20
23
CHAPTER 21
24
CHAPTER 22
25
CHAPTER 23
26
CHAPTER 24
27
CHAPTER 25
28
CHAPTER 26
29
CHAPTER 27
30
CHAPTER 28
31
CHAPTER 29
32
CHAPTER 30
33
CHAPTER 31
34
CHAPTER 32
35
CHAPTER 33
36
CHAPTER 34
37
CHAPTER 35
38
CHAPTER 36
39
CHAPTER 37
40
CHAPTER 38
41
SEUTAS KATA
42
CHAPTER 39
43
CHAPTER 40
44
CHAPTER 41
45
CHAPTER 42
46
CHAPTER 43
47
CHAPTER 44
48
CHAPTER 45
49
CHAPTER 46
50
CHAPTER 47
51
CHAPTER 48
52
CHAPTER 49
53
CHAPTER 50
54
CHAPTER 51
55
CHAPTER 52
56
CHAPTER 53
57
CHAPTER 54
58
CHAPTER 55
59
CHAPTER 56
60
CHAPTER 57
61
CHAPTER 58
62
CHAPTER 59
63
CHAPTER 60
64
CHAPTER 61
65
CHAPTER 62
66
CHAPTER 63
67
CHAPTER 64
68
CHAPTER 65
69
CHAPTER 66
70
CHAPTER 67
71
CHAPTER 68
72
CHAPTER 69
73
CHAPTER 69
74
CHAPTER 70
75
CHAPTER 71
76
CHAPTER 72
77
CHAPTER 72
78
CHAPTER 73
79
CHAPTER 74
80
CHAPTER 75
81
CHAPTER 76
82
CHAPTER 77
83
CHAPTER 78
84
CHAPTER 79
85
CHAPTER 80
86
CHAPTER 81
87
CHAPTER 82
88
CHAPTER 83
89
CHAPTER 84
90
CHAPTER 85
91
CHAPTER 86
92
CHAPTER 87
93
RILIS KARYA BARU=THE SECRET (the power of love conquers All)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!