Dahulu kala, Saat Jendral Lie masih menjabat sebagai Jenderal terkuat di Kerajaan. Ia di vonis tidak bisa memiliki keturunan. Selama bertahun-tahun keluarga Jendral di cemoohan karena belum juga memiliki keturunan.
Suatu hari, Jendral Lie menemukan seorang bayi perempuan yang terapung di sungai. Sang Jendral merasa mereka sangat berjodoh. Ia dan istrinya sangat menyukai bayi perempuan itu. Karena nya mereka mengangkat bayi itu sebagai anak pertama mereka.
Tidak ada satu orang pun yang tahu tentang fakta itu selama bertahun-tahun. Jendral Lie dan istrinya menyimpan rahasia itu dengan rapat. Mereka membuat rencana Kelahiran Lie mei dengan sangat baik, sehingga orang lain tidak ada yang tahu jika Lie mei bukan lah anak kandung mereka.
Lie mei di besarkan dengan sangat baik, ia tumbuh dengan penuh kasih sayang dari keluarga Lie. Kehadiran nya bagaikan berkah bagi Jendela Lie dan keluarga nya.
Selang tiga tahun setelah kehadiran Lie mei di tengah keluarga Lie. Tiba-tiba kabar gembira muncul. Istri Jenderal Lie di kabarkan tengah mengandung.
Jendela Lie dan istrinya tidak pernah menduga jika mereka akan di beri kesempatan, untuk bisa memiliki seorang anak dari darah daging mereka sendiri. Keajaiban ini datang setelah kedatangan Lie mei. Anak perempuan itu merupakan berkah yang nyata dalam kehidupan mereka. Jendela Lie merasa sangat beruntung karena memiliki Lie mei sebagai putrinya.
Sembilan bulan berlalu. Istri Jenderal Lie melahirkan seorang anak perempuan yang cantik. Mereka menamainya Lie tang.
Lei mei dan Lie tang tubuh besar dengan sangat baik. Kedua gadis itu memiliki kecantikan yang tiada tara. Kecerdasan dan bakat keduanya sangat terkenal di seluruh penjuru kerajaan. Kedua putri Jendela Lie juga merupakan idola di kalangan sosial.
Kedua Kakak beradik itu saling menyayangi satu sama lain. Meskipun Lie mei selalu lebih unggul dari Lie tang, gadis itu tidak mempermasalahkan nya. Ia tetap menyayangi kakak nya, begitu juga sebaliknya.
Jendral Lie dan istrinya juga tidak pernah bersikap membeda-bedakan antara Lie mei dan Lie tang. Kedua gadis itu menerima kasih sayang yang sama. Fasilitas yang di berikan juga sama baik nya. Kehidupan keluarga Jendral saat itu sangat lah bahagia.
Saat usia kedua gadis itu beranjak dewasa. Semua orang cenderung memuji kecantikan Lie mei yang jauh lebih cantik dari Lie tang. Awalnya Lie tang bersikap tidak perduli, sampai suatu masa, kala gadis itu jatuh cinta pada seorang lelaki. Lelaki itu justru menolak mencintai Lie mei dan memilih untuk mencampakkan nya.
Lelaki itu mencintai Lie mei dan bukan dirinya. Ia menghancurkan hati nya demi ingin mendapatkan hati kakak nya. Ketika itu, api kebencian mulai muncul dalam relung hati nya.
Lie tang mulai merencanakan banyak upaya, untuk membuat Lie mei terlihat buruk di hadapan lelaki itu. Tetapi, usahanya selalu gagal. Kakaknya sangat sempura. Lie tang sendiri tidak tahu apa kekurangan yang di milik kakak nya itu. Ia merasa ingin putus asa, sampai tanpa sengaja ia mendengar percakapan Ayah dan ibu nya.
Mereka mengungkapkan fakta jika Lie mei bukan lah Kakak kandung nya. Lie tang langsung tercengang tak percaya. Bagaimana mungkin Lie mei bukan Kakak kandungnya?
Gadis itu mencoba menyelusuri fakta yang sebenarnya. Ia mengumpulkan berbagai informasi tentang kelahiran Kakaknya, sampai ia menemukan mantan Prajurit ayah nya yang sudah tidak lagi bekerja di kerajaan.
Lie tang mendapatkan segala informasi yang ia butuhkan dari Prajurit itu. Gadis itu akhirnya tahu jika kakaknya hanyalah anak yang tanpa sengaja di temukan oleh ayah nya di dalam peti yang terhanyut di sungai. Ayah nya membawa sanga kakak pulang dan mengangkatnya menjadi putri nya. Ayah dan ibunya juga merencanakan kelahiran palsu kakaknya untuk menutupi fakta itu.
Kebenaran yang ia temukan menjadi alasan terbesar nya membenci Lie mei. Sedari kecil dirinya selalu lapang dada menerima kekalahannya atas prestasi yang di peroleh Lie mei. Ia juga selalu memaafkan kakaknya, ketika ayah mereka menghukum dirinya karena nilai yang jauh lebih rendah dari nilai tinggi milik Lie mei.
Lie tang tetap sabar dan mecoba tidak perduli akan cemoohan orang, yang mengatakan dirinya tak mampu bersaing dengan Lie mei. Tapi ternyata, orang yang selalu bisa ia maafkan tidak memiliki darah yang sama dengan nya. Atas dasar apa ia harus selalu menerima semua penghinaan itu karena nya? Dan kenapa hidup Lie mei selalu lebih baik darinya?
Kekecewaan, kesedihan dan amarah di rasakan Lie tang. Ia tidak bisa menerima dirinya di cemoohan hanya karena kalah dari orang luar. Ia juga tak terima ayah nya selalu membanggakan Lie mei dari pada dirinya. Ia tidak bisa menerima segala pujian yang Lie mei dapat kan, sedangkan dirinya hanya mendapat cemoohan.
Beberapa bulan berikutnya. Lie mei berhasil menikah dengan lelaki yang di cintai Lie tang. Dia adalah Mentri Xiao. Mereka berdua hidup bahagia di dalam kediaman Xiao, bahkan tak membutuhkan waktu lama Lie mei telah di kabarkan melahirkan seorang anak perempuan yang cantik
Setahun setelah nya. Lie tang menikah dengan seorang lelaki yang baru di kenal nya. Keluarga Lie menentang pernikahan itu. Tapi Lie tang tidak perduli, ia tetap ingin menikahi lelaki itu.
Beberapa bulan setelah pernikahannya. Terdengar kabar duka dari keluarga suami Lie tang. Mereka mengembalikan Lie tang pada keluarga Lie, Karena suami Lie tang telah meninggal dunia akhirat terserang penyakit. Hidup wanita itu menjadi berantakan setelah di tinggal pergi suami nya. Ia sering menangis di malam hari, tubuhnya lemah karena tak mau makan apapun. Jika terbangun yang ingin dia lakukan hanya minum arak untuk menenangkan hati.
Keluarga Lie mencoba menguatkan Lie tang, agar wanita itu tidak bersedih lagi dengan kematian suami nya. Tapi usaha mereka gagal, setelah mengetahui fakta jika Lie tang tengah mengandung. Gadis itu semakin depresi dan menggila dengan keadaan nya.
Lie mei tak tega, melihat kondisi adik nya semakin memburuk karena terpukul. Ia memohon pada suaminya untuk membawa adik nya ke dalam kediaman mereka dan menjadi anak Lie tang menjadi putri di kediaman mereka.
Awal nya Menteri Xiao tidak setuju dengan keinginan itu. Ia takut jika Lie tang masih ingin memisahkan dirinya dan Lie mei seperti saat mereka muda dulu. Tapi, saat melihat kondisi Lie tang yang sangat terpukul setelah di tinggal mati suaminya. Mentri Xiao mengira jika Cinta Lie tang padanya telah sirna dan wanita itu telah sangat mencintai mendiang suaminya. Sehingga ia tak sanggup kehilangan lelaki itu sampai menggila seperti sekarang.
Akhirnya Lie tang tinggal di kediaman Xiao dan putrinya menjadi putri kedua kediaman Xiao.
*flash on*
Menteri Xiao tidak menyangka jika Lie tang bisa berbuat sekeji itu kepada Lie mei. Padahal selama ini istri nya itu selalu tulus menyayangi Lie tang. Tapi gadis itu justru sangat membenci Lie mei dan ingin melenyapkan nya.
Lie mei sendiri sudah mengetahui jika dirinya bukanlah anak kandung sang Jendral. Tapi, ia tetap menyayangi Lie tang, karena mereka telah tumbuh besar bersama.
Mendengar penjelasan ayah nya, Xiao mei akhirnya mengetahui penyebab Bibi nya sangat ingin melenyapkan Ibundanya. Lie tang sangat mencintai ayah nya sejak mereka masih remaja. Dan ia sangat benci dengan segala cemoohan yang ia dapatkan, karena prestasi yang Ibundanya miliki.
Meskipun ada rasa iba di hati Xiao mei atas nasib buruk bibinya. Tapi, kesalahan yang telah ia perbuat, tidak dapat di maafkan. Lie tang tetap harus mendapatkan hukuman yang berat.
Malam itu Lie tang di cambuk hingga pagi menjelang. Setelah fajar terbit, wanita itu di bawa menuju Kerajaan dengan tubuh penuh darah.
Orang-orang yang melihat Lie tang di seret dengan tidak hormat, bertanya-tanya. Kesalahan apa yang telah putri Mending Jendral Lie lakukan? Sehingga wanita itu berakhir mengerikan seperti itu?.
Mentri Xiao mengatakan alasan ia membawa Lie tang ke hadapan Kaisar. Dengan alasan yang begitu berat. Lie tang di jatuhi hukuman mati oleh sang Kaisar.
Sie tang yang mengetahui kondisi dari ibu nya langsung datang ketempat eksekusi. Ia melihat ibu nya sedang berdiri, dengan badan yang di rantai. Tubuhnya di lumuri darah yang masih mengalir tak henti.
"Ibu apa yang terjadi? Mengapa anda bisa jadi seperti ini?"
"Nak, hidup ibu sudah tidak akan lama lagi. Tapi Ibu ingin kau berjanji pada ibu, jika kau akan membalaskan dendam ibu mu ini, kepada seluruh anggota keluarga xiao. Terutama Mentri Xiao."
"Ibu, aku berjanji. Aku pasti akan membalaskan perbuatan mereka. Ibu tenang lah aku akan berusaha melepaskan ibu dari sini."
Sie tang mencoba berfikir apa yang bisa ia lakukan agar bisa membebaskan ibunya dari hukuman.
"Sudah lah nak. Kau tidak perlu melakukan hal itu. Aku senang bisa mati hari ini, setidaknya beban hidupku bisa terlepas dengan cara seperti ini."
"Ibu, kau tidak boleh bicara seperti itu. Jika tak ada dirimu, bagaimana dengan hidup ku?" Sie tang mulai berkaca-kaca.
"Kau akan hidup bahagia di kerajaan putri ku. Coba lah untuk bisa merebut posisi Putri Mahkota, dengan itu kau kan lebih mudah membalaskan dendam ku."
🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Dewi Ansyari
Lie Yang itulah hukuman bagi orang jahat sepertimu😡😡😡
2022-09-19
0
masa depan mu
lie tang udah mau mati juga, masih ajah ngga bertaubat malah nyuruh sie tang jadi orang jahat... sebel
2021-10-03
3
Ibnu Abdul Ghofur
ih gila
2021-10-03
3