Jiang ciu bergegas mengunjungi kediaman permaisuri Kaisar (Ibunya) untuk membahas perihal Jiang lie yang mulai bergerak.
Pendapat Permaisuri sangat di perlukan Jiang ciu. Karena hanya Permaisuri yang selalu mendukung apapun yang di lakukan Jiang ciu dalam proses perebutan tahta.
Terlebih, sedari kecil Permaisuri sendiri yang mengajarkan Jiang ciu, agar lebih mementingkan tahta serta kedudukan di dalam hidupnya dari pada rasa persaudaraan.
Jiang ciu di tuntut harus bisa lebih unggul dari para pangeran yang lain. Dirinya juga di ajarkan untuk tidak mentoleransi kepada siapa saja yang ingin bersaing dengan nya.
"Salam Ibunda, semoga anda panjang umur dan selalu di berkati."
"Salam mu ku terima anak ku. Ada perlu apa kau datang mengunjungi ibunda?"
"Ibunda. Aku sedang membutuhkan bantuan anda."
"Apa yang kau perlukan putra ku?"
"Sepertinya adik ke tujuh sudah mulai bergerak Ibunda. Saat ini dia sedang mencoba mendekati Putri Mentri Xiao." Jelas Jiang ciu dengan nada penuh amarah.
"Bukan kah gadis itu yang selama ini selalu mengganggu mu anak ku?"
"Benar Ibunda."
"Lalu apa masalah nya? Bukan kah gadis itu sangat terobsesi terhadap mu. Aku yakin gadis bodoh itu tidak akan tertarik dengan adik ke tujuh mu itu. Jika melihat seberapa gilanya gadis itu dalam mengejar cinta mu dulu."
"Tapi, sekarang berbeda ibunda."
"Apa yang berbeda?"
"Xiao mei berubah ibunda, dia tidak seperti dulu lagi." kata Jiang ciu
"Dia tidak mengejar cinta ku lagi. Sikapnya bahkan sangat dingin pada ku, dan dia terlihat sangat akrab dengan adik ke tujuh sekarang."
"Apa kau melakukan kesalahan pada gadis bodoh itu?"
"Tidak ibunda, aku bersikap seperti biasa. Meskipun aku enggan berdekatan dengan nya dulu, tapi aku tetap berusaha menjaga perasaan nya. Karena dukungan Mentri Xiao sangat aku butuhkan."
"Mungkin ini trik lain yang di rencanakan gadis bodoh itu, untuk bisa mendapatkan dirimu putra ku."
"Aku juga berpikir demikian ibunda. Tapi, Pangeran Jiang lie memanfaatkan kerenggangan hubungan ku dengan Xiao mei untuk mendekati nya. Dan itu tidak bisa di biarkan ibunda." geram Jiang ciu.
"Kita harus mencegah nya, jangan sampai Pangeran Jiang lie mendapatkan hati Xiao mei dan menjadikan gadis bodoh itu sebagai permaisuri nya, atau posisi ku akan semakin terancam."
"Itu hal yang mudah putra ku." kata Permaisuri
"Gadis itu sangat tergila-gila pada mu sebelum nya, karena ini trik lain yang dia berikan padamu. Cukup kau bersikap seolah kau mengejar nya saja. Aku yakin dia akan luluh kembali pada mu."
"Aku sudah mencobanya ibunda. Tapi Xiao mei seperti menghindari ku, setelah acara di kediaman Xiao hari itu."
"Sikapnya jauh berbeda dari sebelumnya. Aku curiga, jika dia sedang berencana ingin menjerat banyak Pangeran untuk sebuah posisi." sinis Jiang ciu.
"Jika begitu kita tawarkan saja posisi di sisi mu putra ku."
"Aku juga berpikir demikian ibunda. Karena itu lah aku datang meminta bantuan ibunda."
"Lalu apa yang kau ingin kan putra ku?"
"Aku ingin, Ibunda membujuk Ayahanda untuk menjadikan Xiao mei sebagai tunangan ku. Dengan begitu Pangeran Jiang lie akan hilang harapan."
"Apa kau yakin?"
"Ya ibunda. Aku sangat yakin."
"Tapi bagaimana jika Dia mengetahui nya?"
"Ibunda tenang saja, urusan yang lain biar aku yang mengurus nya."
"Baik lah, aku akan membujuk tua bangka itu agar mau menjadikan gadis itu sebagai tunangan mu."
"Apa rencana mu sekarang, kepada dua adik mu yang menjadi batu penghalang?"
"Setelah diriku berhasil mendapatkan dukungan Keluarga Xiao di belakang ku. Akan sedikit lebih mudah bagi ku untuk menggulingkan posisi mereka di hati Ayahanda. Walau pun masih membutuhkan sedikit usaha untuk bisa benar-benar menyingkirkan keduanya."
"Baik lah. Tetap ingat tujuan awal mu putraku. Kau harus selalu mengutamakan tahta mu bukan hati mu."
"Baik Ibunda."
...***...
Sie tang tidak sabar menunggu penjelasan dari ibu nya. Tentang apa yang sebenarnya terjadi malam tadi. Dia sangat bingung, mengapa pagi ini tidak terjadi apapun? bukan kah seharusnya kediaman Xiao sedang kacau. itulah yang di pikirkan gadis itu sepanjang pagi ini.
"Jadi bagaimana hasil dari rencana ibu?" tanya Sie tang sedang raut wajah bingung serta penasaran. Lie tang hanya menghela nafas kasar lalu menceritakan yang terjadi di pagi tadi.
"Bagaimana bisa, ibu bersama dengan orang lain di pagi hari, dan bukan bersama Mentri Xiao?" Tanya Sie tang heran.
"Apakah ibu benar-benar sudah memastikan siapa pria yang ibu bawa masuk kedalam kamar malam tadi?"
"Apa kau pikir ibumu ini bodoh sampai salah membawa pria hah?!"
"Bukan begitu ibu, tapi ini sangat aneh. Jika ibu yakin, ibu sedang bersama Mentri Xiao saat masuk kedalam kamar. Mengapa pria lain yang ada di kamar itu saat pagi?"
"Ibu juga berpikir begitu putri ku, ini memang sangat aneh."
"Apa mungkin ada orang lain, yang sudah mengetahui rencana kita?"
"Itu tidak mungkin, rencana ini sudah kita siapkan jauh hari. Dan hanya kita berdua saja yang tahu. Bahkan para pelayan saja, tidak ada yang kita libatkan dalam rencana ini."
"Ibu benar. Atau ada seseorang yang melihat kejadian semalam lalu menggagalkan semua rencana kita."
"Itu mungkin terjadi Putri ku." kata Lie tang
"Ibu sangat ingat semalam yang bercumbu penuh nafsu bersama ibu adalah Mentri Xiao."
"Kalau begitu kita harus menyelidiki masalah ini ibu. Kita tidak boleh membiarkan orang itu terus berkeliaran, atau dia akan membuat masalah pada kita."
"Kau benar putri ku."
"Lalu kapan kita akan bertindak pada wanita bodoh itu ibu? Aku sangat tidak senang saat melihat nya terus hidup dalam kesenangan di kediaman ini. Apa lagi dia sekarang sedang berusaha menjerat Dua pangeran sekaligus."
"Aku sangat membencinya ibu, kita harus segera menyingkir gadis bodoh itu dari kehidupan kita."
"Ya ibu setuju sayang, sikap gadis bodoh itu sudah berubah dan akan sangat membayangkan kita di masa depan jika dia terus di biarkan."
"Ibu memiliki racun yang sama persis seperti yang ibu berikan pada Lie mei. Kita akan memberikan nya sedikit demi sedikit pada Xiao mei juga. Mereka bisa merasakan penderitaan yang sama, sebelum malaikat maut menjemput mereka." sinis Lie tang.
Di sudut lain ruangan itu, seorang gadis sedang menatap tajam kedua wanita itu. Dia adalah Xiao mei yang sudah dari awal mendengarkan pembicaraan mereka.
"Mereka benar benar jahat. Jadi selama ini ibunda bukan sakit biasa, tapi di racun." Geram Xiao mei dengan hati penuh amarah.
"Aku harus segera membongkar kejahatan mereka sebelum hal buruk terjadi kepada keluarga ku."
"Kau lakukan apapun untuk mencegah racun itu di berikan kepada ibunda ku. Sementara aku akan memikirkan cara agar kejahatan mereka cepat terungkap di depan nenek, ayah dan juga ibunda" Perintah Xiao mei pada pelayan yang ia suruh sebagai mata-mata di kediaman Lie tang.
Xiao mei harus menyusun sebuah rencana untuk bisa membongkar segala kebusukan Lie tang dan juga Sie tang di depan keluarga nya. Gadis itu tahu, tidak mungkin baginya langsung menceritakan apa yang dia dengar tanpa adanya bukti yang kuat.
Apa lagi Lie mei ibundanya itu sangat menyayangi adik nya. Xiao mei yakin jika dia bertindak gegabah, ibundanya itu akan lebih mempercayai perkataan Lie tang dari pada dirinya.
Sedangkan di depan Aula ada seorang utusan kerajaan yang datang berkunjung di kediaman menteri Xiao. Kasim itu di kirim oleh permaisuri untuk memberikan undangan pada Xiao mei, agar menghadiri pesta minum teh di kediaman Permaisuri.
Xiao mei menerima undangan minum teh itu dengan enggan. Di kehidupan dulu, dia tidak pernah dekat dengan Permaisuri bahkan saat dia menjadi permaisuri sekalipun. Xiao mei tahu betul bagaimana sifat wanita yang kini di sebut permaisuri itu. Dia sama licik dan kejamnya dengan Jiang Ciu putra nya.
Bahkan setelah Jiang ciu berhasil menjadi kaisar dulu, Permaisuri lah yang menjalankan segalanya di balik layar. Jiang ciu hanya bidak caturnya di depan layar. Kekejaman yang di lakukan Jiang ciu dalam memimpin kerajaan berasal dari perintah wanita itu. Jika Xiao mei dapat melanjutkan hidup di kediaman lalu, dia yakin kerajaan nya kini telah hancur akibat ulah permaisuri dan Jiang ciu yang bersikap semena-mena dalam memerintah kerajaan.
Meski sangat enggan datang, Xiao mei tetap harus menghadiri undangan itu. Posisi permaisuri lebih tinggi dari nya, jadi ia tidak bisa menolaknya.
Di tengah perjalanan menuju kerajaan. Xiao mei teringat kejadian di kehidupan lalu, di mana Permaisuri sangat membenci dirinya karena menikah dengan putra mahkota. Sering kali Permaisuri mengunakan banyak cara untuk membuat Xiao mei menderita hidup di dalam kerajaan.
Bahkan putra mahkota sendiri tidak pernah memperdulikan bagaimana penderitaan yang xiao mei alami. pria itu hanya mengatakan "berusahalah lebih keras untuk dapat menyenangkan hati ibunda dan juga diriku, bukti kan pada nya bahwa kau mampu membantuku menduduki tahta. Dengan begitu dia akan berubah baik padamu, begitu juga dengan diriku." kata kata itu selalu di katakan putra mahkota dulu.
Dan dengan bodohnya Xiao mei terus berusaha melakukan banyak hal, agar bisa membantu suami nya menduduki tahta. Hingga akhirnya dia benar benar menjadi seorang kaisar.
Memang pada awal kenaikan tahta, Jiang ciu bersikap sangat lembut pada Xiao mei. Lelaki itu terlihat sangat mencintai Xiao mei hingga gadis itu terbuai. Tapi, apa yang di lakukan setelah nya? membuat Xiao mei benci kepada dirinya sendiri karena telah mencintai lelaki biadab seperti Jiang ciu itu. Hidupnya berakhir tragis, anaknya mati mengenaskan. Di khianati, di tuduh dan di bunuh, itu balasan atas cinta dan perjuangan Xiao mei untuk Jiang ciu.
"Aku tidak akan pernah memaafkan kalian." lirih Xiao mei mengepalkan tangan nya saat sudah sampai di depan pintu gerbang kerajaan.
Xiao mei melihat bangunan di depan nya, semuanya masih sama persis seperti di kehidupan dulu. Terlihat indah dan sangat megah, hanya saja kehidupan di dalam nya tidak seindah bentuk bangunan nya, ada banyak rasa sakit dan penghianatan yang ada di dalam sana.
Xiao mei menenangkan hati nya agar tetap kuat, melangkahkan kakinya dengan sangat anggun. Memasuki ruangan yang penuh dengan kenangan menyakitkan di dalam kehidupan masa lalu nya.
Kediaman Permaisuri Kaisar.
🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
lily
haduhhhh nanti udah tunangan duluan sama putra mahkota kan repot
2024-10-12
0
Yuli Yanti
🌹🌹
2023-05-08
0
Yuli Yanti
❤️❤️❤️🌹
2023-05-06
0