Xiao mei bergegas bersiap dengan makeup tipis serta penampilan sederhana agar tidak terlalu mencolok, namun masih tetap terlihat anggun. Berbeda dari penampilan Xiao mei sebelumnya.
Kecantikan alami kini terpancar di wajah gadis cantik itu. Sebenarnya, Xiao mei memang memiliki kecantikan yang bisa di bilang berada di atas rata rata.
Tapi, kecantikan itu selalu tertutup make up tebal yang gadis itu kenakan setiap hari untuk menjerat Putra Mahkota, pria pujaan hatinya. Hingga Xiao mei terlihat seperti Wanita badut yang sudah berumur lebih dari 30 tahun. Sangat jauh dari usia yang sebenarnya.
Xiao mei merasa dirinya dulu sangatlah bodoh. Karena terlalu mempercayai Sie tang. Sebab, wanita itu lah yang telah mempengaruhi Xiao mei agar berdandan berlebihan setiap hari.
Dandanan menor dengan gaun glamor serta berbagai macam perhiasan yang selalu melekat di tubuh Xiao mei. Membuat citra nya buruk di kalangan para Bangsawan.
Sie tang mengatakan kebohongan. Jika Putra mahkota sangat menyukai gadis yang berdandan dewasa melebihi usianya, pria itu juga menyukai semua yang terlihat mewah. Dan bodohnya Xiao mei mempercayai kebohongan itu.
Hingga gadis yang seharusnya terlihat cantik itu kini di juluki gadis badut oleh banyak orang. Cacian serta hinaan selalu Xiao mei dengar setiap kali gadis itu berpapasan dengan orang lain. Tapi, di kehidupan dulu Xiao mei tidak terlalu memperdulikan hal itu. Gadis itu terlalu sibuk memikirkan cinta nya. Hingga terlihat seperti orang bodoh di mata orang lain.
Cinta yang tak nyata itu mengantarkan Xiao mei kedalam akhir yang sangat tragis. Dan penyesalan paling terbesar di Xiao mei, Bukan terletak pada hatinya yang hancur. Melainkan rasa bersalah nya pada sang buah hati yang harus menjadi korban kekejaman Jing ciu di kehidupan dulu.
Pria bajingan itu dengan tega membunuh anak kandungnya sendiri, dengan tanpa perasaan. Xiao mei tidak bisa menerima hal itu.
Mengingat akhir yang kejam dalam kehidupan pertama miliknya, membuat api kemarahan dala diri Xiao mei berkobar. Wanita itu bertekad akan membalaskan dendam di kehidupan nya kali ini.
"Mie lie, aku ingin memberi salam pada ibunda" ucap Xiao mei.
Mie lie yang mendengar perkataan nona nya itu menjadi sangat bahagia. Beberapa tahun ini nona mudanya itu, tidak pernah lagi mau datang berkunjung ke tempat nyonya muda kediaman ini, yang merupakan ibu kandung Xiao mei sendiri.
"Mari nona, hamba temani."
Setiap langkah yang xiao mei lalui mengingatkan dirinya akan kejadian dulu. Dimana dulu Xiao mei sangat menjaga jarak dengan Ibunda nya, dan bahkan membenci wanita yang telah melahirkan nya itu.
Semua itu terjadi karena hasutan Lie tang (adik kandung dari ibu nya) yang selalu mengatakan jika ibundanya itu berencana ingin menghancurkan keluarga Xiao sedikit demi sedikit sebab dendam pribadi milik ibundanya. Yang Lie tang sendiri tidak tahu dendam apa itu.
Perkataan Lie tang juga di perkuat dengan berbagai kekacauan kecil yang sering terjadi di kediaman Mentri Xiao, dan berbagai bukti yang di temukan di setiap masalah, selalu saja mengarah pada ibundanya. Meski tidak memberatkan ibundanya juga.
Hal itu membuat hati Xiao mei meragukan kasih sayang ibunda nya terhadap keluarga Xiao. Gadis itu melakukan banyak usaha agar bisa membuktikan bahwa ibundanya tidak sedang melakukan aksi balas dendam. Tapi semuanya selalu berakhir dengan banyaknya bukti yang mengatakan. Ibundanya itu memang berniat menghancurkan Kediaman Xiao.
Dengan segala bukti yang Xiao mei miliki. Membuat hidup ibunda Xiao mei di buat menderita oleh anak nya sendiri. Dimana kini wanita itu tak lagi memiliki kekuasaan di kediaman Xiao. Bahkan wanita itu harus tinggal terpisah dari kediaman utama keluarga Xiao.
"Aku ingin bertemu dengan Ibunda" kata Xiao mei di depan pintu kamar milik Ibundanya.
Pelayan kediaman nyonya muda merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Tetapi, mereka tidak bertanya apapun pada Xiao mei. Mereka membiarkan Xiao mei masuk kedalam.
"Putri ini memberi salam kepada Ibunda."
"Uhuk, kemari lah putri ku. Ibunda sangat merindukanmu." Lie mei menatap lembut putri nya yang kini sudah terlihat lebih dewasa dari terakhir pertemuan mereka.
Sudah hampir 7 tahun putri kecilnya itu membenci dirinya. Bahkan gadis kecil itu tak pernah datang berkunjung ke kediaman nya. Lie mei merasa sangat bahagia saat melihat Xiao mei akhirnya mau datang berkunjung lagi.
Xiao mei langsung memeluk erat tubuh Ibunda nya, yang kini terlihat sangat kurus akibat sakit yang selama ini wanita itu derita.
Xiao mei merasa sangat bersalah kepada ibundanya itu. Andai saja Xiao mei menyadari bahwa bukti yang selama ini ada di tangannya merupakan rencana Lie tang. Pasti ibundanya masih bisa hidup baik di kediaman utama bersama keluarga nya. Dan penyakit yang di derita Lie mei juga bisa di tangani dengan baik.
"Ibunda maafkan Xiao'er hiks,"
"Apa yang kau katakan putri ku? Kau tidak pernah bersalah pada Ibunda."
Lie mei mengelus lembut rambut putri kecilnya. Wanita itu benar-benar sangat merindukan Xiao mei. Wanita itu tak pernah sekalipun menyalahkan Xiao mei, meski anaknya telah mengusir nya dari kediaman utama.
Mendapatkan kelembutan Ibundanya tangis Xiao mei semakin pecah. "Hiks ibunda, maaf kan aku hiks..." sesal Xiao mei "Aku berjanji, aku akan memperbaiki semua nya,"
"Sudahlah putri ku ibunda tidak apa apa. Melihatmu datang menemui ibunda saja, sudah sangat cukup bagi Ibunda nak." Kata lie mei menenangkan Xiao mei.
Xiao mei terus menangis dalam dekapan ibundanya. Rasa bersalahnya teramat besar kepada sang Ibunda. Xiao mei mengira Lie mei akan membenci dirinya karena telah membuat wanita itu menderita. Tapi nyatanya tidak. Ibunda Xiao mei itu justru tidak menyalahkan Xiao mei sama sekali. Wanita itu tetap menyayangi anak nya.
Beberapa waktu telah berlalu dalam tangis haru Ibu dan anak yang telah lama terpisah. Pemandangan itu membuat para pelayan yang ada dalam ruangan itu merasa terharu. Mereka semua merasa bersyukur, karena Nona mudanya telah menyadari kesalahannya. Berharap di masa depan hubungan ibu dan anak itu kembali membaik seperti sedia kala.
"Bagaimana kondisi ibunda?"
"Ibunda sudah merasa jauh lebih baik, ketika melihat wajah cantik mu lagi putri ku." kata Lie mei.
"Maafkan aku ibunda. Seterusnya xiao'er janji akan selalu datang berkunjung ke tempat ibunda dan tidak akan pernah absen walau sehari saja." Janji Xiao mie mempererat pelukannya.
"Benarkah? Ibunda merasa sangat bahagia jika seperti itu, xiao'er." ucap Lie mei sambil mencium pucuk rambut putri nya lembut.
"Ibunda harus berjanji pada Xiao'er. Ibunda akan menjaga diri dengan baik di masa depan." kata Xiao mei. "Xiao'er tidak ingin hal buruk terjadi pada Ibunda. Xiao'er sangat membutuhkan Ibunda."
Xiao mei tidak ingin kehilangan Ibundanya lagi seperti di kehidupan nya yang lalu. Di kehidupan nya kali ini, dia ingin baik-baik hidup bersama dengan Ibunda nya.
"Iya sayang, Ibunda janji, Ibunda akan menjaga diri ibunda lebih baik di masa depan. Tapi, Xiao'er juga harus berjanji. Xiao'er juga akan menjaga diri Xiao'er juga dengan baik."
Percakapan penuh kasih sayang itu terus berlanjut, sampai Mie lie mengingatkan Xiao mei kalau wanita itu harus pergi memberi salam juga pada Nenek nya (Selaku Nyonya Besar Kediaman ini) Dan juga saat ini acara di aula akan segera di mulai.
"Baik lah ibunda, Xiao'er harus undur diri sekarang. Karena sebentar lagi Nenek pasti akan segera mencari keberadaan Xiao'er."
"Pergilah nak. Salam kan salam Ibunda pada Ibu mertua. Dan permohon kan maaf Ibunda pada Nenek mu, karena tidak dapat hadir di dalam acara miliknya hari ini."
"Baik ibunda. Tolong anda jaga diri baik-baik."
Aula keluarga kediaman Xiao terlihat sangat ramai di penuhi para nyonya dan nona bangsawan. Terlihat Sie tang sedang menjadi pusat perhatian semua orang, sebab kecantikan yang selalu wanita itu pamerkan.
Di masa lalu Xiao mei selalu di hina karena penampilan yang sangat mencolok(Yang menor kaya badut) di berbagai acara yang di sediakan baik di dalam kediaman Xiao atau pun di tempat lain. Tapi itu masa lalu, hari ini Xiao mei pasti akan merubah pandangan mereka.
Dengan langkah anggun Xiao mei masuk kedalam Aula. Gaun yang wanita itu kenakan memang terlihat sederhana. Tapi, kesederhanaan itu justru terkesan sangat indah untuk di pandang. Apa lagi Xiao mei menggunakan make up yang sangat tipis, memancarkan kecantikan milinya sangat alami.
Kecantikan itu banyak membuat orang kagum serta iri sekaligus. Banyak di antara kaun bangsawan yang bertanya-tanya siapa gadis cantik yang memasuki Aula itu. Hingga mereka menyadari jika wanita yang sedang mereka kagumi kecantikan nya itu adalah Xiao mei (seorang gadis badut yang selalu mereka hina setiap kali bertemu)
"Bagaimana mungkin dia bisa merubah penampilannya? Bukan kah selama ini gadis bodoh itu selalu menuruti semua yang aku sarankan sial." umpat Sie tang kesal melihat Xiao mei yang menjadi pusat perhatian semua orang.
"Cucu ini memberi salam kepada Nenek. Semoga Anda selalu di lindungi oleh Dewa, dan di berkati di setiap harinya."
"Xiao'er cucu ku kemari lah duduk dekat Nenek." ucap Nyonya besar Keluarga Xiao.
"Kau terlihat sangat cantik cucu ku." puji nya saat Xiao mei telah duduk di samping nya.
"Terimakasih Nenek. Anda juga semakin terlihat awet muda."
"Kau ini selalu saja bisa menyenangkan hati ku." kekeh nya.
Kedekatan diantara kedua orang itu, menjadi sorotan bagi semua tamu undangan yang datang. Xiao mei memang terkenal sebagai putri kesayangan keluarga Xiao. Terlepas dari banyak nya kesalahan yang telah gadis itu lakukan di luar sana.
Kehidupan Xiao mei dulu sangat damai di dalam kediaman Xiao, karena gadis itu hidup dengan banyaknya kasih sayang yang berlimpah dari Ayah, Nenek serta ibundanya. Tapi, semua itu berubah, setelah Lie tang berhasil merayu Ayah Xiao mei. Keluarga Xiao menjadi kacau balau.
Dan di hari Mentri Xiao menikah dengan Lie tang. Ibunda Xiao mei memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara yang sangat tragis, Yakni menusuk jantungnya dengan tusuk konde, tanda cinta yang dulu mentri Xiao hadiah kan pada Lie mei, kala mereka saling jatuh hati.
"Nyonya besar saya membuat rajutan doa ini untuk anda. Berharap semoga anda selalu di berikan panjang umur." ucap Sie tang yang ingin menarik perhatian semua orang kepada dirinya lagi.
"Terimakasih Nona Sie tang. Kau memang sangat berbakat." puji Nyonya besar yang merasa sangat puas dengan hadiah yang di terima nya.
Semua orang yang melihat hasil rajutan Sie tang langsung menatap kagum pada gadis itu. Bakat yang Sie tang miliki memang tidak di ragukan lagi. Sangat pantas jika gadis itu di nobatkan sebagai nona cantik paling berbakat di kerajaan ini.
"Memang kenapa jika penampilan nya telah berubah." sombong Sie tang dalam hati. "Semua orang akan tetap memuja ku yang lebih berbakat dari gadis bodoh itu." lanjutnya dalam hati.
"Nenek, maaf kan xiao'er yang tidak bisa memberikan hadiah yang sangat bagus, seperti yang adik berikan." ucap xiao mei sedih.
"Tidak apa cucu ku, apapun yang kau berikan akan selalu Nenek terima sayang." kata Nyonya Besar lembut.
Semua orang mulai menggunjing Xiao mei. Yang mereka tahu bahwa wanita itu tidak memiliki bakat apapun. Gadis itu terkenal selalu meniru apapun yang Sie tang lakukan. Tapi selalu berakhir dengan kegagalan yang sangat memalukan.
🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Septi Verawati
para mulut runcing emmmm
2022-11-10
0
Dewi Ansyari
Sayangnya Xiao Mei bukan lagi di masa lalu yg terlihat bodoh,sekarang setelah bengkit dari kematian Dy sudah berubah dan akan membalaskan dendamnya pada orang2 yg tak tau diri itu bikin geram aja😡😡😡😡😡
2022-09-18
0
Siti Kholimah
next
2022-07-15
0