Sie tang melampiaskan kekesalannya pada meja rias yang tersedia di kamar peristirahatan nya, setelah selesai kompetisi. Wanita itu tak menyangka rencana nya bisa dengan mudah di gagalkan oleh Xiao mei.
"Bagaimana mungkin wanita bodoh itu bisa melakukan nya?" kesalnya.
"Dia seharusnya tidak bisa menyelesaikan tugas hari ini. Tungku miliknya sudah ku rusak. Bagaimana bisa dia menggiling tinta itu?"
"Sial. Aku harus mencari cara lain, untuk bisa menyingkirkan nya di babak selanjutnya."
Kemudian, Sie tang teringat akan kompetisi di hari esok. Besok Ibu suri (Ibu dari Kaisar) yang akan menilai, apakah para Nona layak menjadi seorang Permaisuri pangeran atau tidak.
Sie tang mendapat bocoran, jika Ibu suri sangat menyukai kecantikan alami. Wanita tua itu akan memberi penilaian di ruang yang di sediakan. Tetapi, para bawahan nya akan pergi memeriksa setiap kamar Para Nona.
Dengan kepribadian Ibu suri yang sangat ketat. Sie tang menduga, jika satu saja alat kecantikan di temukan di tempat peristirahatan. Akan di pastikan, orang itu akan langsung tereliminasi dari daftar Calon Permaisuri.
Sie tang bergegas pergi menemui Xiao mei dengan pemerah bibir di tangan nya. Wajahnya terlihat ceria saat berada di kamar Xiao mei.
"Kakak, kau tahu bukan, besok kita akan di nilai dari segi penampilan. Karena itu aku membawakan pemerah bibir yang baru saja ibu kirim kan untuk ku. Ibu meminta ku untuk memberikan nya pada mu juga."
"Terimakasih adi, kau memang yang terbaik. Aku sangat menyukai nya, ini sangat indah."
"Sama-sama Kakak. Jangan lupa di kita gunakan ini besok yah. Aku berharap kita dapat lolos bersama-sama."
Sie tang berlalu pergi setelah memberikan apa yang ingin dia beri. Senyumnya yang ceria langsung menghilang, tepat di saat ia menutup pintu kamar Xiao mei. Gadis itu tersenyum sinis.
"Kau tak akan pernah menang melawan ku."
...***...
Para peserta telah berada di ruangan yang di maksud. Mereka semua berpakaian sangat sederhana. Para Nona hanya mengenakan hanfu dalam berwarna putih yang polos.
Ibu suri datang beberapa menit kemudian, bersama seorang pelayan yang membawa kan satu baskom penuh air, serta seorang pelayan yang membawakan handuk kecil, di belakang nya.
Ibu suri meminta para Nona itu untuk berdiri membentuk barisan kurus. Wanita tua itu memasukkan handuk kedalam Air, lalu mendekat ke arah Nona muda yang paling dekat dengan nya. Ia mulai menggosokkan handuk ke wajah nona itu, menghapus Make up yang di kenakan hingga bersih.
Wanita tua itu, terus Melakukan hal itu berulang sampai ke Nona yang paling terakhir. Terlihat wajah nya sangat puas, saat mendapati tidak ada satu Nona muda pun yang mengenai Make up di hari ini.
"Kalian semua memang sangat cantik." ucapnya setelah selesai menjalankan tugas nya. "Tapi, ujian dari ku tidak hanya sampai di sini." lanjut nya dengan senyuman.
Para nona merasa bingung dengan pernyataan Ibu suri. Apa yang belum selesai?bukan kah kasim kerajaan mengatakan jika ujian hari ini hanya tentang kecantikan? Pikir para Nona dalam hati.
Sie tang tersenyum penuh kemenangan saat pelayan Ibu suri yang lain datang ke ruangan. Wanita itu mengira Hari ini Xiao mei pasti akan masuk kedalam jebakan nya. Ia tidak akan lolos di babak kali ini. Dan dengan gagalnya Xiao mei sebagai kandidat, dirinya akan dengan mudah menjadi Putri Mahkota.
Para pelayan itu datang membawa beberapa barang yang sangat di kenali oleh para nona, di sertai nama yang tertulis di atas nya.
Ibu suri menatap sinis semua barang itu. Kemudian, memanggil nama nona muda yang memilikinya. Banyak nona yang tereliminasi dalam ujian kali ini. Ibu suri benar-benar bertindak tegas dalam menilai. Meskipun hanya menemukan satu barang, gadis itu akan tetap tereliminasi. Tidak perduli ia putri dari bangsawan mana. Peraturan tetaplah peraturan.
Ibu suri juga memberikan nasihat bijak pada para nona yang tereliminasi. Kemudian, berlalu pergi setelah tugasnya selesai.
Namun, sangat di sayang kan. Diantara banyaknya nona yang tereliminasi. Nama Xiao mei tidak pernah di panggil oleh Ibu suri, yang menandakan Xiao mei kembali lolos ke babak selanjutnya. Hal itu jelas membuat Sie tang terkejut sekaligus heran. Bagaimana mungkin Xiao mei bisa lolos di ujian kali ini juga? Sie tang jadi Curiga, jika Xiao mei telah menyewa seorang mata-mata di sekitar kerajaan agar bisa lolos menjadi Putri Mahkota.
"Maaf sebelumnya yang mulia. Apakah anda sudah merasa yakin jika tidak ada nama lain lagi yang hendak anda eliminasi?"
"Ya, aku sangat yakin. Kau lolos ke babak selanjutnya nona." kata Ibu suri pada Sie tang, saat gadis itu menyusul nya.
Malam itu, Xiao mei menerima pemerah bibir itu dengan sengaja. Di kehidupan dulu, Xiao mei mengenakan pemerah bibir itu saat ujian sehingga ia tereliminasi di babak ini. Tapi beruntung lah dia karena Jiang ciu mau membantunya agar tetap maju ke babak selanjutnya. Xiao mei pikir, Jiang ciu Karena mencintai nya maka mau pergi membujuk Ibu suri sehingga dirinya bisa lolos ke babak selanjutnyaa.Tapi nyatanya, lelaki itu hanya ingin menggunakan cinta yang di miliki Xiao mei sebagai senjata untuk bisa menduduki tahta saja.
Setelah Sie tang pergi dari kamar nya. Xiao mei menukar pemerah bibir itu dengan Wewangian. Karena itu lah dirinya bisa lolos ke babak selanjutnya.
Sejujurnya, meskipun Ibu suri terlihat sangat tegas dan tak berperasaan. Wanita itu memiliki kasih sayang yang tiada tara. Orang lain hanya bisa menilai seseorang dari sampulnya saja. Dan begitu lah manusia.
Dengan lolos nya ujian dari Ibu suri. Acara calon permaisuri untuk para Pangeran telah usai. Beberapa Pangeran di perkenankan untuk memilih satu nona yang ingin di jadian Permaisuri oleh mereka. Hanya dua pangeran saja yang memilih Permaisuri mereka sendiri. Sisanya di pilihkan oleh Permaisuri Kaisar.
Meski begitu acara belum berakhir. Sebab, Putra Mahkota belum mendapatkan pendamping nya. Bukan belum sih, lebih tepatnya untuk menjadi seorang Putri Mahkota di haruskan untuk mengikuti Kompetisi lanjutan.
Para Nona yang tersisa, yang belum terpilih oleh Pangeran atau pun Permaisuri di haruskan mengikuti acara lanjutan yang di khususkan untuk mencari Putri Mahkota.
Nama Xiao mei harus masuk kedalam daftar Calon Putri Mahkota. Karena, tidak ada Pangeran yang memilih nya menjadi Permaisuri. Sebab, Jiang lie masih berada dalam medan perang dan belum kembali hingga acara itu selesai. Suka tidak suka, Xiao mei harus mengikuti ujian itu lagi.
Xiao mei sangat kecewa dengan hasil nya. Karena Jiang lie tak kunjung kembali dari Medan perang. Sehingga nama nya harus terdaftar dalam urutan Calon Putri Mahkota. Entah bagaimana kabar lelaki itu sekarang. Jujur saja, Xiao mei sedikit merindukan sosok lelaki itu.
Sedangkan Jiang ciu merasa sangat puas melihat nama Xiao mei tercantum dalam daftar calon Putri mahkota nya. Lelaki itu tidak sabar, ingin memenjarakan Xiao mei dalam sangkar emas milik nya, setelah ia mendapatkan gadis itu.
"Kau akan segera menjadi milik ku Xiao mei." erang nya. "Aku akan mengurung mu dalam kediaman ku. Mempermainkan mu dalam buaian, membuat mu menjadi pion keberuntungan ku dan akan membuang mu setelah hasrat ku terpenuhi."
"Akan aku pastikan kau hancur dalam genggaman ku."
🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Dewi Ansyari
Putra mahkota bermimpilah sampe bongkok,tetap saja Xiao tidak akan jadi permaisurimu🤣🤣🤣🤣🤣
2022-09-19
0
Norintan Nazmie Tim's Sha
cerita nya semakin menarik thor semangat 😊👌👍
2021-11-03
1
masa depan mu
lanjut thor semangat, di tunggu up nya
2021-10-03
2