Xiao mei pergi meninggalkan tempat ujian, karena mendapatkan kabar buruk perihal kondisi ibunda nya. Gadis itu sangat cemas sehingga tidak memikirkan hal lain, selain ingin segera bertemu dengan ibundanya.
"Ayah, bagaimana keadaan ibunda?" tanya Xiao mei dengan suara gemetar Khawatir akan kondisi Ibundanya.
"Kondisi ibunda mu sangat buruk Xiao'er." jawab Mentri Xiao dengan tatapan sendu.
Xiao mei langsung berlari masuk kedalam kamar ibunda nya, setelah mendengar jawaban ayah nya. Gadis itu melempar tubuhnya ke dalam pelukan Ibundanya yang sedang tidak sadarkan diri.
"hiks Ibunda, bangunlah, xiao'er sudah kembali." ucap nya sambil memeluk erat tubuh Lie mei. Berharap Ibundanya memberikan jawaban.
"Kuatkan hati mu cucu ku. Kita harus banyak berdoa pada sang dewa, agar Ibunda mu di berikan kekuatan untuk bisa melewati kondisi kritis ini."
"hiks Nenek, Xiao'er tidak ingin kehilangan Ibunda."
"Semua orang tidak ingin kehilangan nya, cucu ku. Tapi kita harus tetap kuat, agar menantu ku juga memiliki semangat untuk kembali sembuh."
"Ya, Nenek hiks."
Nyonya besar memeluk tubuh cucu nya, yang terlihat sangat menyedihkan.
Suasana hati di dalam kamar Lie mei diliputi rasa kesedihan yang mendalam. Semua orang memanjatkan doa untuk kesembuhan Lie mei.
Lie tang berusaha agar ia terlihat sedih, saat mengunjungi Lie mei. Wanita itu mencoba membuat mata nya perih agar mau mengeluarkan air mata. Dalam hati ia berharap, jiwa Kakaknya segera di panggil oleh sang Dewa. Agar ia bisa menjadi Nyonya muda di kediaman ini dengan mudah.
Lie tang terlihat berusaha mendekati menteri Xiao yang sedang terpukul dengan kondisi buruk istrinya. Wanita itu mencoba menawarkan diri untuk menjadi penenang nya. Tapi, lelaki itu menolak dengan kasar. Ia bahkan meninggal Lie tang begitu saja. Jelas terlihat jika ia sangat tidak ingin berdekatan dengan nya.
Lie tang merasa kesal dengan sikap lelaki itu. Wanita itu sudah berusaha merayu Mentri Xiao beribu-ribu kali, tapi lelaki itu tidak pernah sedikitpun melirik ke arah nya. Apa lagi setelah kejadian di malam itu. Lelaki itu secara terang-terangan menjauh dari nya. Bahkan dengan kasar menolak untuk berdekatan dengan nya di depan umum.
Lie tang tak tau apa yang mendasari sikap kasar Kakak iparnya itu. Dulu lelaki itu selalu bersikap lembut pada nya dan sangat menghargai nya. Mengapa ia berubah?
Kondisi Lie mei yang memburuk, menjadi luka dalam hati Xiao mei. Ia ingin mengetahui apa yang menyebabkan penyakit Ibundanya bisa kambuh separah ini? Ia yakin semua ini bukan kesengajaan. Pasti ada sebab nya? Beberapa bulan ini, dirinya lah yang selalu mengamati perkembangan penyakit Ibunda nya. Dan kondisi nya terus membaik di setiap hari nya.
Apa yang telah terjadi di kediaman Xiao selama ia pergi ke Kerajaan? Xiao mei bertanya kepada mata mata nya, Yang ia tugas kan untuk mengawasi Lie tang bibinya. Orang itu mengatakan beberapa kali Lie tang berusaha meracuni Lie mei. Tetapi, usahanya selalu bisa di gagalkan oleh mereka.
Mendengar informasi itu, semakin membuat Xiao mei bertanya-tanya. Jika bukan karena ulah Lie tang? Lalu bagaimana penyakit Ibundanya bisa kambuh sampai separah ini?
Perasaan Xiao mei tak menentu. Ia bertekad akan berusaha mencari cara, agar nyawa ibunda dapat di selamatkan. Dan ia juga berencana akan membongkar sifat asli Lie tang di hadapan semua orang. Wanita itu sudah tidak dapat di toleransi lagi. Dia harus segera mendapatkan karma nya.
Waktu telah menunjukkan tengah malam, saat seseorang datang memasuki kamar Lie mei secara diam-diam.
"Kakak, Waktu hidupmu sudah habis. Sekarang, izinkan aku mengantarmu pada sang Dewa yah. Aku akan melakukan nya dengan cepat." Bisik nya sambil membelai lembut wajah Lie mei. Kemudian, mengalihkan tangan nya ke leher, lalu mencengkram kuat leher itu, sampai yang empunya mengerang dalam tidurnya.
"Apa yang sedang kau lakukan pada istri ku?"
Pintu kamar terbuka dengan kasar, memperlihatkan sosok lelaki yang menatapnya dengan hawa membunuh. Ia mendekati Lie tang dan langsung mendorong nya menjauh dari Lie mei.
Tubuh Lie tang terhempas kasar sampai membentur lantai. Darah mengalir di dahi nya saat tak sengaja kepalanya terbentur meja di sampingnya.
Mentri Xiao memeriksa Lie mei, memastikan nyawa istrinya masih ada. Lalu, berbalik menatap tajam adik istrinya yang masih tersipu di latai.
"Tuan, ini tidak seperti yang Anda pikirkan, Aku tidak bermaksud mencelakai Kakak. Aku..." Lie tang mencoba membela diri, tapi kemarahan Mentri Xiao menghentikan nya. Lelaki itu jelas tidak mempercayai nya sedikit pun.
"Kau tidak bisa berkilah di depan ku wanita Jarang. Istri ku, sudah sangat baik mau menampung mu, saat kau di usir oleh suami mu yang seorang Bajingan. Begini sikap mu pada nya! Sangat tidak tahu diri."
Kemarahan Mentri Xiao terdengar oleh semua orang. Keributan itu membuat seluruh anggota keluarga Xiao datang ke kamar Lie mei.
"Apa yang terjadi putra ku?" Tanya Nyonya besar. Lalu, melihat Lie tang tersipu di lantai dengan darah mengalir di wajah nya. "Lie tang mengapa kau terluka?" tanya nya.
"Ayah ada apa? Mengapa anda sangat marah? Dan kenapa Bibi terluka?" Tanya Xiao mei yang baru datang.
"Wanita tak tahu diri ini, berniat membunuh istri ku Ibu." Kemarahan masih menguasai Mentri Xiao.
Plak!
"Beraninya kau ingin mencelakai menantu kesayangan ku." marah Nyonya besar menampar keras pipi Lie tang. "Apa kau tak ingat siapa dirimu dulu hah. Jika bukan karena belas kasihan Menantu ku, kau tidak akan pernah bisa menjadi bagian Keluarga Xiao." murkanya.
"Bibi mengapa kau tega melakukan hal jahat pada ibunda ku?" Kekecewaan tergambar jelas di wajah Xiao mei.
"Kalian semua sungguh ingin tahu alasan ku bukan? Baik, akan aku jelas kan." kata Lie tang sambil berusaha untuk berdiri.
"Aku sangat membenci orang yang paling kalian sayang itu." ujarnya. "Sedari kecil hingga sekarang dia selalu bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. Tapi, nasib ku selalu berbanding terbalik dengan nasib baik nya. Dan aku membenci perbandingan itu. Jika dia tidak pernah hadir kedalam keluarga kami. Kehidupan ku akan berjalan dengan baik. Tidak akan ada orang yang merendahkan ku, karena aku lebih buruk dari nya. Suami ku pun tidak akan pernah mencapakkan ku, karena dia tertarik pada nya. Ya, aku sangat membenci nya. Aku sangat ingin dia mati."
"Kalian harus ingat. Wanita itu tidak memiliki hubungan darah dengan keluarga ku. Dia hanyalah orang luar, akulah putri satu-satunya Jendral Lie."
"Kau wanita yang sangat menjijikkan Lie tang. Api kedengkian dalam hati mu, menutupi fakta jika Lie mei sangat menyayangi mu. Dia tidak pernah merasa dirinya lebih baik dari mu, justru ia selalu ingin kau bisa maju bersama nya." Jelas Mentri Xiao dengan tatapan menghina.
"Pengawal seret wanita ini kedalam penjara. Hukum cambuk dia seratus kali. Aku akan menyerahkan nya besok ke pihak kerajaan, setelah dia merasakan hukuman ku." Sinis nya.
Lie tang berusaha keras untuk melepaskan diri, Tapi, usahanya berakhir sia sia. Ia tidak bisa melawan prajurit kediaman Xiao yang terlatih.
Segalanya berjalan sesuai dengan rencana Xiao mei. Ia tahu perbuatan nya pasti telah sedikit menyakiti ibunda nya. Tapi, bersyukur lah ia, karena Ayahnya datang di waktu yang tepat, sehingga hal buruk tidak sampai terjadi. Jika tidak, Xiao mei pasti akan menyesali keputusan nya yang telah membiarkan Bibinya melayangkan aksinya malam ini.
Sebelum Lie tang datang mengunjungi kediaman Lie mei, mata-mata Xiao mei telah memberitahukan rencana jahat Lie tang padanya terlebih dahulu.
Ia memberi instruksi agar membiarkan Lie tang masuk kedalam kamar Ibundanya dan meminta seseorang untuk memancing ayah nya datang ke dalam kamar itu. Agar ia bisa membongkar kedok jahat Lie tang di hadapan Ayah nya.
Tapi, yang tidak pernah Xiao mei sangka dari kejadian malam ini adalah dirinya baru mengetahui tentang fakta jika Lie tang bukan lah saudara kandung Ibunda nya. Di kehidupan nya dulu, masalah ini tidak pernah di ungkit oleh siapapun.
"Ayah apakah benar apa yang baru saja Bibi katakan? jika Ibunda dan bibi tidak memiliki hubungan darah?" tanya nya.
"Ini sudah menjadi rahasia keluarga mereka, sejak bertahun-tahun lama nya putri ku." kata mentri Xiao.
"Bagaimana ceritanya ayah? Aku ingin mendengarnya."
*flash back*
Lie mei dan Lie tang tumbuh besar didalam Kediaman Lie. Mereka terkenal sebagai putri kesayangan Jendral Lie selama bertahun-tahun.
Awal nya kedua kakak beradik itu saling menyayangi satu sama lain. Sampai segalanya tiba-tiba berubah. Setelah, Lie tang mengetahui jika Lie mei bukan lah Kakak kandungnya.
🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
masa depan mu
lanjut
2021-10-03
3
Ibnu Abdul Ghofur
ooohhh begitu rupanya
2021-10-03
3