Di medan perang, Jiang lie sedang berusaha untuk bisa mengalah kan semua musuh nya secepat mungkin. Dia ingin kembali ke Kerajaan secepat mungkin dan menjadikan Xiao mei sebagai Permaisuri nya.
"Yang Mulia hamba datang membawa kabar." kata Li yang datang ke hadapan Jiang lie.
"Kabar apa yang ingin kau sampaikan Li?"
"Nona Xiao masuk kedalam daftar kandidat Putri mahkota Yang Mulia." kata Li dengan tidak senang. "Tidak ada Pangeran yang mengambil nya sebagai Permaisuri, karena itu secara otomatis Nona Xiao harus ikut masuk kedalam kandidat Putri Mahkota." jelas nya.
"Li, kau tenang saja. Permaisuri ku akan tetap menjadi milik ku. Tidak akan ada yang bisa memiliki nya selain diriku." kata Jiang lie penuh percaya diri.
"Tapi bagaimana jika Nona Xiao menginginkan menjadi Putri Mahkota, Yang Mulia?"
"Itu tidak akan pernah terjadi Li. Aku tahu apa yang di ingin kan Permaisuri ku."
"Bagaimana kabarnya selama beberapa minggu ini?" tanya Jiang lie.
"Nona Xiao selalu di ganggu oleh putri luar keluarga Xiao, yang merupakan adik sepupunya sendiri, Yang Mulia."
"Keberanian wanita itu sangat besar ternyata. Sampai dia berani menganggu calon Permaisuri Jiang yah." sinis nya. "Li, kau pulanglah. Lindungi permaisuri ku dari wanita itu, sampai aku kembali." perintah nya.
"Baik Yang Mulia. Hamba mohon undur diri." Li beranjak pergi meninggalkan perkemahan Jiang lie.
"Semoga pilihan hati anda tidak salah Yang Mulia. Karena aku tidak akan pernah membiarkan satu orang pun, bisa menyakiti anda." ujar Li dalam hati. Ia sangat menghormati Jiang lie dan menyayangi nya lebih dari nyawanya sendiri. Bagi Li kebahagiaan tuan nya merupakan kebahagiaan nya juga. Kesedihan tuan nya juga kesedihan milik nya.
"Tunggu beberapa minggu lagi Permaisuri ku. Aku akan segera kembali, dan menjadikan mu milik ku." kata Jiang lie sambil menatap langit malam di luar jendela kemah nya.
Jiang lie sangat merindukan Xiao mei. Mereka baru berpisah kurang lebih empat minggu lamanya. Tapi, terasa telah berpisah selama bertahun-tahun oleh Jiang lie. Lelaki itu sangat tidak sabar dalam memimpin perang. Ia ingin segera menyelesaikan urusan nya secepat yang ia bisa.
Di istana, para calon Putri Mahkota sedang mengikuti ujian tata krama seorang Putri. Semua Nona harus mempelajari tata krama kerajaan secepat mungkin. Mereka di ajarkan oleh seorang guru kerajaan yang sangat ketat.
Semua pelajaran itu tidak membuat Xiao mei merasa kesulitan sedikit pun. Dirinya telah mendapatkan latihan yang jauh lebih berat saat ia menjadi Seorang Permaisuri dulu. Karena itu, Xiao mei bisa dengan mudah menyerap pelatihan menjadi sebagai seorang Putri.
Sie tang juga dengan mudah bisa mempelajari tata krama itu. Terlihat jelas jika wanita itu telah mempelajari nya terlebih dahulu sebelum mengikuti ujian ini. Wanita itu juga tak berhenti berbuat curang pada para saingan nya. Hingga hanya menyisakan Sie tang dan Xiao mei saja sebagai pemenang nya.
Lagi dan Lagi Sie tang merasa sangat kesal dengan hasil yang di dapat kan nya. Keberhasilan Xiao mei dalam menghindari setiap rencana nya, membuat gadis itu marah dan merasa sangat frustasi untuk bisa menyingkirkan Xiao mei.
Gadis itu dengan terpaksa memanggil ibu nya untuk datang. Ia menyampaikan rencana terakhir yang dia miliki pada ibu nya. Mereka berdua memastikan jika esok merupakan hari terakhir Xiao mei berada di kerajaan. Gadis itu akan pulang ke kediaman Xiao dengan sendirinya.
Hari yang cerah membuat hati Putra Mahkota semakin berwarna. Ia sangat puas dengan hasil ujian para calon Putri Mahkota. Kini tersisa Xiao mei dan Sie tang. Kedua wanita yang sangat ia inginkan berada di dalam harem nya.
Lelaki itu sudah membayangkan bagaimana ia akan membuat Xiao mei tunduk di bawah kekuasaan nya. Membuat Xiao mei menjadi seorang istri penurut yang akan selalu di kendalikan olehnya. Wanita itu sudah berani mengacuhkan nya selama beberapa bulan ini. Tapi lihat lah, ia sendiri yang datang padanya sekarang. Jiang Ciu tersenyum sinis saat membayangkan hal itu.
Peserta Calon Putri Mahkota hanya tinggal dua orang saja, yakni Xiao mei dan Sie tang. Kedua Nona itu merupakan putri kediaman Xiao. Semua orang merasa sangat kagum dengan pencapaian Mentri Xiao yang telah berhasil mendidik dua putri di dalam kediaman nya dengan baik. Sehingga mereka berhasil masuk menjadi kandidat Putri Mahkota dengan posisi kuat. Dan tentu saja, semua itu tak lepas dari dukungan besar dari seorang Mentri Xiao pada dua putri kediamannya itu.
Saat acara baru saja di mulai. Seorang pelayan datang menghampiri Xiao mei, dengan ekspresi wajah yang terlihat tidak menyenangkan sedikit pun. Dan tanpa berfikir panjang, Xiao mei langsung bergegas pergi meninggalkan tempat ujian itu. Ia bahkan tidak mengucapkan sepatah katapun pada Para Anggota Kerajaan yang ada di sana. Gadis itu terlihat sangat tidak sopan.
Semua orang sangat terkejut, dengan keberanian Xiao mei yang meninggalkan kerajaan, tanpa mengucapkan sepatah katapun pada semua orang termasuk anggota Kerajaan.
Ujian hari ini merupakan babak terakhir dalam pemilihan ini. Alasan apa yang membuat gadis itu mendadak pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun? Semua orang bertanya-tanya.
Seorang kasim datang setelah kepergian Xiao mei. Ia terkejut saat hanya melihat Sie tang seorang diri didalam ruangan itu. Beberapa saksi mengatakan, jika Xiao mei kabur dari pengujian karena tak sanggup bersaing lagi. Sebab itu, Sang Kasim langsung memberikan hasil pertandingan di hari ini pada Kaisar dengan Sie tang keluar sebagai pemenang.
Jiang ciu sangat marah saat mengetahui Xiao mei pergi begitu saja meninggalkan ujian hari ini. Ia juga tak senang dengan hasil yang di dapat. Dirinya memang menginginkan Sie tang di atas ranjang. Tapi ia tak ingin wanita itu menjadi Putri Mahkota.
Jiang ciu menemui Kaisar dan Permaisuri. Ia mengutarakan keinginan nya mengubah Sie tang yang telah di prediksi akan menjadi Putri Mahkota, di ubah menjadi Selir Putra Mahkota. Dirinya beralasan, jika kedudukan Sie tang tak cukup kuat untuk menyokong nya menjadi seorang Putri Mahkota. Dan hal itu juga di setujui oleh Kaisar dan juga Permaisuri.
Kaisar mengabulkan keinginan Putra Mahkota. Ia menobatkan Sie tang menjadi Selir Agung Putra Mahkota. Pernikahan mereka akan di gelar dua pekan setelah hari itu.
Sie tang tidak merasa puas dengan keputusan itu. Ia mencoba protes pada Putra Mahkota. Tapi Jiang ciu tak mau mendengar kan. Ia beralasan jika Kaisar memiliki alasan tersendiri, mengapa ia mengubah Sie tang menjadi Selir Agung dan bukan menjadi Putri Mahkota.
"Yang mulia saya sangat keberatan dengan keputusan Kaisar." rengek Sie tang pada Jiang Ciu. "Apa anda tidak bisa membujuk Yang Mulia, untuk tidak mengubah hasil nya?" sendu Sie tang.
"Aku tidak bisa melakukan nya, Sie'er. Ini keputusan mutlak dari Ayahanda. Dan kita hanya bisa mematuhinya saja." jelas Jiang ciu mencoba membuat Sie tang mengerti. Sudah untung wanita itu di beri gelar Selir Agung. Bisa-bisanya ia masih melayangkan protes pada nya.
"Tapi Yang Mulia."
"Sudah lah jangan banyak mengeluh. lagi pula posisi mu sudah cukup tinggi di kediaman ku." ujar Jiang lie mulai tak tahan.
"Tapi jelas-jelas aku lolos dalam kualifikasi Putri Mahkota. Bagaimana mungkin aku bisa menerima hasil seperti ini. Ini tidak adil yang Mulia."
"Kau seharusnya sadar. Dengan posisi mu yang tidak memiliki dukungan apa pun itu. Apa kau pikir kau pantas menduduki posisi Putri Mahkota?" geram Jiang Ciu sudah tidak dapat di tahan lagi.
"Tapi Yang Mulia..."
"Sudah lah, terima saja gelar itu. Aku lelah berdebat."
"Tidak Yang Mulia. Saya tetap tidak bisa menerima keputusan ini." kekehnya
Kesabaran Jiang ciu benar-benar tipis. Ia tidak suka di tuntut. Lelaki itu mencengkram wajah Sie tang.
"Kau seharusnya bersyukur karena masih bisa mendapatkan gelar tinggi itu di kediaman ku. Jika bukan karena ku, kau hanya akan berakhir sebagai gudik di kediaman Pangeran." tekan nya yang membuat Sie tang gemetar. "Apa kau mengerti."
"Saya mengerti Yang Mulia. Saya mengerti jika anda hanya mengharapkan Kakak saya sebagai Putri Mahkota. Apa kesalahan saya? Bukan kah anda mengatakan jika anda mencintai saya?"
Sie tang meringis karena cengkraman Jiang ciu semakin kuat dan menyakitkan.
"Aku memang menginginkan mu, karena itu aku akan menjadikan mu sebagai milik ku. Dan benar, memang sudah seharusnya Xiao mei yang menjadi Putri Mahkota."
"Apa anda tidak benar-benar mencintai ku?"
Jiang ciu tertawa mendengar pertanyaan itu. "Cinta? ya aku mencintaimu. Tapi kau harus tahu, tahta ku lebih penting dari rasa bodoh itu."
"Kau sebaiknya mengerti posisi mu Sie'er. Jadilah Selir baik dalam Harem ku. Aku akan memperlakukan mu dengan lembut di atas ranjang ku." Kata Jiang ciu sambil melepas kan cengkraman nya, membelai lembut wajah Sie tang, menciumnya dan pergi setelah nya.
"Sial! mengapa jadi seperti ini?" kesal Sie tang tidak menyangka jika Jiang ciu akan bersikap seperti itu padanya.
Sie tang mengira lelaki itu telah mencintai nya, sehingga ia bisa dengan mudah mendapatkan posisi Putri Mahkota. Tapi ternyata, tahta lebih penting bagi nya. Dan Sie tang tidak menyadari fakta, bahwa Jiang ciu merupakan play boy sejati.
🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Dewi Ansyari
Sie Tang kasihan hanya jadi selir putra mahkota🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2022-09-19
0
masa depan mu
hahhaha, rasain, emang enak hahhaha
2021-10-03
2
Ibnu Abdul Ghofur
kasian😂
2021-10-03
2