Para pangeran sibuk berbincang sambil bercanda bersama saudara²nya. Mereka sangat asik bercanda, sampai membuat orang yang duduk sendiri di sisi lain bangunan merasa iri dengan keharmonisan mereka. Dia adalah Putra Mahkota yang sedang mengamati saudara² nya di sebrang bangunan.
Sedari kecil Jiang Ciu di ajarkan untuk menjauh dari para Pangeran oleh Permaisuri. Ia juga di paksa untuk membenci mereka, dengan terus di ingatkan bahwa para pangeran merupakan saingan terbesar nya di saat ia akan menduduki tahta.
Jiang ciu di tuntut untuk selalu melebihi saudara-saudara nya. Tapi setiap kali ia berusaha, dirinya selalu tertinggal jauh oleh Biu hie dan Jiang lie. Hal itu memicu kebencian dalam diri Jiang Ciu kepada saudara nya. Sehingga ia selalu merasa waspada terhadap saudara-saudara nya sendiri.
Sejujurnya Jiang Ciu merasa iri dengan kedekatan para Pangeran yang lain. Yang bisa bercanda bersama tanpa harus merasa waspada pada saudara mereka sendiri. Tapi, ego pria itu terlalu tinggi, untuk bisa merasakan kasih sayang semacam itu.
Jiang Ciu mencari keberadaan Xiao mei di antara para calon yang hadir. Ia yakin Xiao mei datang menghadiri undangan. Sebab, Permaisuri memberikan undangan khusus pada wanita itu, sehingga tidak mungkin Xiao mei akan menolak.
Acara di mulai dengan menampilkan bakat. Semua nona memperlihatkan bakat mereka masing masing. Ada berbagai macam bakat yang di tampilkan. Seperti menari, melukis, memainkan alat musik dan lain-lain.
Keterampilan yang di perlihatkan oleh para Nona. Membuat banyak orang merasa kagum sekaligus tertawa saat melihat nya. Beberapa di antara mereka, berhasil menampilkan bakat dengan sempurna. Selebihnya banyak yang gagal.
Sie tang menampilkan bakat menarinya. Ia menari dengan lihai dan sangat indah. Semua orang memuji nya setelah ia selesai. Bakat gadis itu memang tidak bisa di ragukan.
Wanita itu melihat ke arah Jiang Ciu untuk melihat reaksi lelaki itu. Sie tang tersenyum penuh kemenangan saat Jiang ciu terlihat puas akan bakat nya. Wanita itu menoleh ke arah Xiao mei untuk mengejek nya.
Xiao mei terlihat tidak perduli. Wanita itu berwajah datar sedari awal datang hingga sekarang. Dia terlihat tidak bersemangat sama sekali.
Nama Xiao mei di panggil. Wanita itu melangkah dengan anggun dan penuh percaya diri. Mungkin ia tidak berminat untuk posisi Putri Mahkota. Tapi ia juga tidak akan membiarkan keinginan Sie tang terpenuhi dengan mudah.
Xiao mei menampilkan tarian yang ia pelajari di kehidupan nya dulu. Sebuah tarian yang ia pelajari dengan sepenuh hati, untuk bisa menyenangkan Jiang ciu. Tapi segala usahanya tidak pernah di lihat oleh lelaki itu. Setelah menikah Jiang ciu hanya manis di permukaan, tapi sebenarnya tidak pernah perduli pada Xiao mei sedikit pun.
Tarian Xiao mei begitu indah dan penuh jiwa di dalam nya. Semua orang merasa kagum sampai meneteskan air mata kala melihat nya. Tarian Xiao mei sangat menyentuh jiwa.
Semua orang tak bisa mempercayai apa yang telah mereka lihat. Xiao mei yang selama ini mereka kenal bodoh itu, tampil memukau di depan sana. Berbagai macam pujian terdengar setelah nya.
Sie tang mengepalkan tangan nya erat. "Bagaimana ini bisa terjadi?" erangnya tak percaya.
Acara terus berlanjut sampai semua Nona yang hadir, telah selesai menampilkan bakat mereka masing-masing. Seorang Kasim mengumumkan hasil pertandingan di hari ini. Banyak Nona yang tereliminasi karena tidak sesuai kategori yang di ingin kan kerajaan.
Tersisa beberapa Nona yang lolos ke babak selanjutnya. Para Nona itu di persilahkan istirahat, ke tempat yang telah di sediakan pihak Istana selama masa pemilihan di gelar.
Sie tang bergegas menghampiri Xiao mei di kamar nya. "Kakak, apa aku mengganggu dirimu?" tanyanya.
"Tidak adik. Ada perlu apa kau datang kemari?"
"Aku ingin bertanya pada mu. Apa kau masih berniat ingin mendapatkan posisi Putri Mahkota?" tanya Sie tang.
"Mungkin. Memang nya kenapa?"
"Sebelum nya, kau mengatakan jika kau sudah tidak tertarik lagi pada Putra Mahkota bukan?" katanya. "Apa Kakak berubah pikiran sekarang?"
"Entah lah."
"Apa Kau masih menginginkan Putra Mahkota?"
"Tidak?"
"Lalu?"
"Tidak ada alasan."
"Bukan kah kau dekat dengan Pangeran Jiang. Apa kau ingin memiliki mereka berdua secara bersamaan?" tanya Sie tang tidak percaya.
"Adik, seperti nya kau terlalu ikut campur dengan urusan ku." ujar Xiao mei.
"Kau sangat keterlaluan Kak. Mereka berdua tidak mungkin bisa kau miliki semua."
"Sie tang, acara ini bukan hanya pemilihan Permaisuri untuk Putra Mahkota saja, tapi juga untuk para Pangeran yang lain. Kau terlalu cepat menilai ku."
"Tapi kenyataannya seperti itu bukan? Kau menginginkan Putra Mahkota dan Pangeran Jiang secara bersamaan."
"Tidak kau salah."
"Apa yang salah?"
"Semuanya, yang kau pikirkan."
"Kalau begitu aku ingin Kakak tidak bersaing dengan ku." tantang Sie tang.
"Kenapa? Aku memiliki undangan yang sama." Ujar Xiao mei. "Atau kau merasa tidak sanggup bersaing dengan ku di acara ini, adik."
"Bagaimana mungkin. Aku ingatkan pada mu Kakak. Aku tidak takut bersaing dengan mu. Tapi Aku mencintai Putra Mahkota."
"Di saat kau membuang Putra Mahkota, aku telah jatuh hati pada nya. Hubungan kami juga berjalan dengan baik. Dan aku pastikan aku yang akan mendapatkan nya di kompetisi ini." tegas Sie tang.
"Kita lihat saja nanti."
"Baik lah jika itu keinginan Kakak. Dengan berat hati aku akan bersaing dengan mu." jawab Sie tang.
Gadis itu bergegas pergi meninggalkan kamar Xiao mei, sebelum Xiao mei bisa menjawabnya. Wajah Sie tang terlihat marah saat ia sampai di kamar nya.
"Sudah aku tebak. Wanita ****** itu memang masih mencintai Putra Mahkota. Tapi dia berpura-pura tidak menginginkan nya lagi. Ini tidak bisa di biarkan." gerutu Sie tang dalam hati.
Ia sangat kesal dengan sikap Xiao mei yang terlihat seperti wanita murahan. Dan parahnya wanita itu bahkan menantangnya.
"Aku harus bisa mendapatkan posisi Putri Mahkota agar wanita ****** itu tidak bisa berbuat apa-apa." ujar Sie tang penuh tekad. "Aku juga harus memberitahukan sifat ****** nya pada Pangeran Jiang, agar lelaki itu menjauh dari nya."
Di sisi lain. Xiao mei yang melihat tingkah Sie tang, tertawa terbahak-bahak setelah memastikan Sie tang telah pergi jauh dari kamarnya. Ia sudah menduga kalau Sie tang pasti akan datang menghampiri nya.
Di kehidupan nya dulu. Xiao mei tidak seharusnya lulus dalam pemilihan Permaisuri. Karena ia tidak memiliki bakat apapun dan juga sangat bodoh dalam hal apapun. Sie tang mempermalukan nya dengan memohon pada Permaisuri agar bersedia meloloskan Xiao mei di setiap tahap kompetisi. Xiao mei merasa terharu atas pembelaan itu, tanpa tahu rencana di balik nya.
Sudah pasti tujuan Sie tang melakukan hal itu, untuk memperlihatkan pada semua orang jika putri Mentri Xiao memang sangat memalukan dan tidak pantas bersanding dengan Pangeran mana pun.
Tiba-tiba Xiao mei menyadari satu hal. Hingga membuat gadis itu mengeram marah.
"Apa sebelum acara pemilihan Permaisuri di kehidupan lalu, Jiang Ciu telah berhubungan baik dengan Sie tang, sampai Permaisuri mendukung apapun yang gadis itu lakukan?" tebak Xiao mei marah.
"Aku pasti akan membalasnya. Kau mungkin bisa bersama dengan pria bajingan itu Sie tang. Tapi aku tidak akan membiarkan kau melalui jalan yang mudah. Kau harus merasakan apa yang aku rasakan dulu."
Pagi menjelang. Acara di lanjutkan di dalam ruangan yang berbeda. Ruangan itu berisi beberapa meja yang sesuai dengan jumlah peserta yang ada, dengan sebuah kertas dan tinta di atas nya.
Semua peserta di perintah kan untuk mengisi kertas yang ada di atas meja, sesuai dengan tulisan yang berada di papan depan. Mereka di harusnya untuk menghaluskan tinta terlebih dahulu agar bisa menulis.
Para peserta mulai menumbuk tinta. Tapi Xiao Mei mengalami kesulitan saat melakukan nya. Alat tumbuk nya ternyata rusak. Dan para juri tidak mau mengerti atau berkenan akan mengganti nya. Mereka hanya menginginkan hasil tanpa peduli apa caranya.
Sie tang tersenyum penuh kemenangan melihat kesulitan yang Xiao mei alami. Dia adalah orang yang harus bertanggung jawab atas musibah Xiao mei. Wanita itu membayar mahal seorang prajurit untuk bisa merusak tungku bagian Xiao mei. Berharap gadis itu gagal di ujian kali ini.
Waktu terus berlalu, hingga waktu yang di tentukan untuk para Peserta telah habis. Sie tang menebak Xiao mei tidak menyelesaikan tulisan nya. Tapi, ternyata dia salah. Xiao mei orang yang lebih dulu memberikan hasil tulisan tangannya pada para juri
"Ini tidak mungkin. Seharusnya dia tidak bisa menyelesaikan ujian hari ini." kata sie tang dalam hati menatap tidak percaya.
Saat bangun di pagi hari. Xiao mei menebak jika kejadian yang sama pasti akan terulang kembali. Di mana dirinya akan di permalukan karena tungku tinta milik nya rusak. Karena itu Xiao mei telah belajar menumbuk tinta dengan pecahan tungku, agar bisa melalui ujian dengan lancar.
Beberapa peserta tidak lulus di ujian hari ini.
Para juri terlalu Detail menilai hasil tulisan mereka. Sehingga sedikit saja coretan tercoret di kertas akan menurunkan nilai peserta tersebut itu.
Bersyukur nya Xiao mei lulus di ujian hari ini. Dan itu membuat Sie tang semakin kesal pada Xiao mei.
"Ini tidak bisa di biarkan."
🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Murni Murniati
jgn sampe dia sm putra mahkota lg
2024-10-07
0
Muliana Ana
dasar setaan😏
2022-11-21
1
Dewi Ansyari
Sie tang dasar serakah😡😡😡😡
2022-09-19
0