Jing ciu (Putra mahkota) berusaha mendekati Xiao mei lagi. Dia merasa tidak percaya jika Xiao mei telah berubah terhadap dirinya. Mungkin sikap wanita dingin itu saat ini, hanyalah salah satu trik nya untuk menarik perhatian nya.
Sedangkan Xiao mei merasa jengah dengan tingkah Jing ciu yang selalu saja berusaha menarik perhatian nya. Ia merasa jijik terhadapnya setiap kali pria itu mendekat.
Xiao mei baru menyadari betapa bodohnya ia di kehidupan pertamanya dulu. Bagaimana bisa dia mencintai pria tak tahu malu seperti Jing ciu ini?
"Nenek ibunda menitipkan salam untuk anda. Dan juga meminta maaf pada Anda karena beliau tidak dapat hadir di tengah acara nenek ini." Kata Xiao mei pada Neneknya.
Nyonya besar Xiao merasa terkejut mendengar perkataan Xiao mei. Dirinya tahu bagaimana hubungan ibu dan anak, di antara Xiao mei dengan Lie mei. Sudah lama hubungan tidak berjalan baik.
Bukan hanya Nyonya besar Xiao saja yang merasa terkejut. Para tamu undangan serta Sie tang sendiri juga merasakan nya. Mereka merasa heran ada apa dengan Xiao mei hari ini? Bukan kah hubungan ibu dan anak itu terkenal buruk beberapa tahun ini. Bahkan ada rumor yang mengatakan, Xiao mei sangat membenci ibundanya itu.
"Salam nya nenek terima nak. Apakah hari ini kau datang menemui nya sayang?" Tanya Nyonya besar yang merasa penasaran.
"Benar Nenek, hari ini aku datang mengunjungi kediaman ibunda, untuk memberi salam kepada nya pagi ini."
"Benarkah? bagaimana kabar Ibunda mu saat ini Xiao'er?" Tanya Mentri Xiao (Ayah Xiao mei)
"Kondisi ibunda cukup membaik Ayah. hmmm bolehkan aku meminta sesuatu ayah?"
"Apa itu sayang?"
"Bisa kah Ayah membawa Ibunda kembali kedalam kediaman utama milik nya lagi? Aku berasa kediaman Ibunda terlaku jauh dari kediaman utama. Dan itu membuat ku lelah jika harus bolak balik ke sana setiap hari."
"Bagaimana pendapat anda Ibu?" tanya perdana Menteri Xiao.
Sebenarnya lelaki itu sangat mencintai istri nya. Hanya saja, sejak putri tercintanya itu membenci Ibundanya. Gadis itu selalu berusaha memisahkan mereka. Membuat dirinya tak berdaya dan harus rela berpisah rumah dengan istri nya, meskipun sesekali Mentri Xiao masih datang ke kediaman Lie mei tanpa sepengetahuan putri nya.
"Jika cucu ku yang memintanya kenapa tidak."
Sedangkan Lie tang dan juga Sie tang kedua orang itu tidak bisa menerima permintaan Xiao mei. Mereka telah berusaha dengan susah payang untuk bisa menyingkirkan wanita itu pergi dari kediaman utama. Bagaimana mungkin, mereka membiarkan Xiao mei membawanya kembali ke kediaman utama lagi.
Lie tang justru sedang merencanakan akan membunuh kakaknya itu. Agar ia bisa dengan mudah merayu Mentri Xiao. Dan menjadi nyonya keluarga Xiao.
"Tapi keponakan ku, mengapa kau menginginkan kakak kembali kedalam kediaman milik nya lagi? Bukan kah selama ini kau..." ucap lie tang
"Bibi, aku baru tersadar dulu diriku masih lah sangat muda dan memiliki banyak kesalahan dalam menilai seseorang terutama Ibundaku." Potong Xiao mei yang tak ingin mendengar omong kosong Lie tang lagi.
"Kediaman utama memang tempat yang pantas untuk Ibunda Bibi. Dia seorang Nyonya kediaman Xiao. Apa anda lupa?" Sindir Xiao mei
"Sialan anak ingusan ini. Bagaimana bisa dia membela wanita itu? Bukankah hubungan mereka telah berhasil aku rusak?" Lie tang tak bisa menerima sikap Xiao mei hari ini. Gadis kecil itu telah membuatnya kesal di sepanjang hari ini.
Nyonya besar dan Mentri Xiao justru merasa bahagia dan bangga terhadap perubahan Xiao mei. Mereka sangat bersyukur karena akhirnya Xiao mei sudah bisa berpikir dewasa.
Lie mei memang tidak layak tinggal di kediaman terpisah dari kediaman utama keluarga Xiao. Dia seorang Nyonya muda kediaman ini. Serta merupakan istri sah dan satu satunya wanita milik Mentri Xiao. Tentu kedudukan wanita itu sangat tinggi di kediaman ini.
"Nenek sangat bangga kepada dirimu sayang." kata Nyonya besar. "Kau telah tumbuh menjadi gadis dewasa."
"Terimakasih Nenek." ujar Xiao mei lembut. Lalu berbalik ke arah Mentri Xiao. "Ayah jemput lah Ibunda. Aku tahu Ayah dan Ibunda saling mencintai satu sama lain. Maafkan kesalahan ku yang telah memisahkan kalian selama ini." ucap xiao mei sedih.
"Kau tidak salah sayang. Kau merupakan putri kebanggaan kami. Ayah bangga karena kau telah menyadari kesalahan mu dan tumbuh menjadi gadis baik.
Acara di bubarkan setelah kejadian mengejutkan Xiao mei yang tiba-tiba membela Ibundanya di depan semua orang. Wanita itu mengatakan bahwa yang selama ini mereka dengar tentang hal-hal buruk mengenai Ibundanya melalui dirinya. Merupakan sebuah kesalahpahaman. Mulai hari ini Nyonya Lie mei akan kembali ke posisi semua.
...***...
Acara itu akan di lanjutkan pada malam hari. Semua tamu undangan sedang beristirahat di dalam kamar tamu yang telah di sediakan.
"Huh, jika hari ini bukan acara ulang tahun Nenek. Aku tidak akan pernah mau bertemu dengan lelaki brengsek itu" keluh Xiao mei sambil memandangi dirinya di balik cermin.
Xiao mei masih tidak percaya dirinya bisa hidup kembali. Dewa begitu baik kepada nya, karena mau memberikan dia kesempatan kedua untuk bisa memperbaiki kesalahannya.
"Nona, acara akan segera di mulai."
"Hamba dengar, Pangeran ke tujuh baru saja datang menghadiri acara ulang tahun Nyonya Besar di tahun ini."
Mie lie terdengar sangat antusias saat mengatakan Pangeran ke tujuh datang malam ini. Wanita itu terlihat terpesona.
Sedangkan Xiao mei tak mempercayai perkataan Mie lie. Jiang lie (Pangeran ke tujuh) dalam ingatan Xiao mei tak pernah bertemu dengan nya lebih dari tiga kali. Lelaki itu juga sangat misterius karena Xiao mei tidak pernah mengenal nya dengan baik. Dan nasibnya juga sangat malang, Karena tuduhan Jing Ciu dan Sie tang membuat lelaki itu ikut mati bersama Xiao mei di masa lalu.
Xiao mei langsung bergegas menuju Aula. Wanita itu sangat ingin bertemu dengan Jiang lie.
"Mengapa harus ketemu dengan dia sih?" kesal Xiao mei yang melihat Jing Ciu berada tak jauh dari nya.
"Nona Xiao, bisakah kita berbicara berdua sebentar?"
"Maaf yang mulia. Hamba harus menemui Nenek secepatnya, karena beliau telah menunggu hamba." tolak Xiao mei halus, lalu melangkah pergi tapi di cegah oleh Jing Ciu.
"Aku tahu, Kau sangat tergila gila kepada ku. Ini kah trik lain yang kau gunakan untuk menjerat ku hah! ingat aku tidak akan pernah menerima mu."
Jing ciu merasa sangat kesal melihat sikap dingin Xiao mei kepada nya. Wanita itu jelas sedang menghina dirinya.
"Berhentilah meninggikan diri anda sendiri yang mulia. Hamba tidak akan pernah sudi mengejar anda lagi." kesal Xiao mei. "Sudah cukup anda merendahkan diri saya di masa lalu. Mulai sekarang sebaiknya kita saling menjaga jarak satu sama lain. Karena saya muak melihat wajah anda."
Dada Xiao mei terasa sangat sesak. Sudah cukup dirinya bersabar menghadapi sikap angkuh Jiang ciu. Dia ingin segera membunuh lelaki di hadapannya nya ini.
"kau!"
Belum sempat putra mahkota mengatakan sesuatu kepada Xiao mei. Pangeran ke tujuh datang melerai mereka.
"Kakak apa yang kau lakukan kepada xiao'er? tolong lepaskan tangan nya. Sepertinya dia terlihat kesakitan." kata Jiang lie sambil melepaskan cengkraman tangan Jiang Ciu dari tangan Xiao mei.
"Salam Pangeran Jiang lie. Bagaimana kabar anda?" Xiao mei terlihat antusias saat melihat Jiang lie di depan nya. Lelaki itu bahkan membela dirinya.
"Kabar saya sangat baik xiao'er. Apa tanganmu terasa sakit?"
"Tidak,"
Baik di kehidupan dulu ataupun kehidupan sekarang. Jiang lie memang memiliki sikap yang sangat lembut kepada semua orang.
Walau pun di juluki Dewa Perang. Tak merubah sikap Jiang lie menjadi lelaki garang yang dingin. Pria itu bersikap lembut pada siapapun, hingga membuat orang lain sulit memprediksi apa yang sedang pria itu rencanakan.
Di masa lalu, saat Xiao mei berjuang membantu Jiang ciu naik tahta. Wanita itu jelas harus menyingkirkan banyak Pangeran untuk posisi Kaisar milik Jiang ciu. Tak ayal, wanita itu juga berusaha menyingkirkan Jiang lie di masa lalu. Tapi, karena sikap lembut lelaki itu yang berhasil menyembunyikan sifat aslinya. Membuat Xiao mei kesulitan menerka apa yang sedang Jiang lie rencanakan. Dan hasilnya, pria itu selalu berhasil lolos dari setiap jebakan yang di lakukan Xiao mei.
Kedudukan Jiang lie juga sangat kuat di Kerajaan. Karena banyaknya kontribusi miliknya yang berhasil membangun kerajaan ini, melalui peperangan yang selalu ia menangkan. Karena kedudukan tinggi itu juga, tak ada satu orang pun yang bisa mengendalikan nya termasuk Jiang ciu yang telah menepati posisi Kaisar.
Mungkin karena hal itu juga, Jiang ciu ingin menyingkirkan Jiang lie dengan cara menjebak nya bersama Xiao mei. seperti melempar satu batu untuk melukai dua burung sekaligus.
"Dia masih sama" pikir Xiao mei melihat Jiang li.
Sedangkan Putra Mahkota merasa tidak senang dengan kedatangan Jiang lie. Pria itu selalu bersikap sok lembut di depan semua orang.
"Sejak kapan mereka berdua dekat?" kata Jiang ciu dalam hati. Melihat interaksi Xiao mei dan Jiang lie yang terus berbicara tanpa beban di hadapannya.
"Bukan kah adik tidak pernah mau datang, jika ada undangan seperti pesta ulang tahun ini?" Sindir Jiang ciu.
"Yang kakak katakan benar. Tapi, bukan karena aku tidak ingin datang. Sebelumnya aku terlalu sibuk dengan pekerjaan yang sangat menumpuk" jelas Jiang lie. "Tapi malam ini berbeda, pekerja ku sedang kosong jadi dapat hadir ke sini. Dan lagi Nona Xiao sendiri yang mengundang ku."
"Sepertinya kalian sangat dekat?" sinis Putra Mahkota.
"Aku memang dekat dengan siapapun Kakak. Mari kita masuk. Acara akan segera di mulai" ucap jiang li melerai kedinginan di antara mereka
🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Dewi Ansyari
Dasar putra mahkota jangan sok ganteng deh😡
2022-09-18
0
Oi Min
Pangeran ke tujuh jodohnya Xio Mei..... Fix ini mah aq
2022-05-26
0
Anonymous
ini ada komik nya deh...aku suka cerita ini... semangat Thor..upppp
2021-12-04
1