CHAPTER 02 (di revisi)

Semua tamu menanti kan apa yang akan Xiao mei hadiahkan kepada Nyonya besar. Selama mereka kenal dengan Xiao mei, gadis badut itu selalu mempermalukan dirinya sendiri di depan umum. Wanita itu selalu meniru apa yang di lakukan Sie tang. Hingga banyak orang mengira Xiao mei merupakan gadis bodoh, yang sangat iri dengan kecantikan serta bakat Sie tang. Sehingga selalu berusaha menyamai apapun yang Sie tang lakukan. Namun, segalanya berakhir dengan kegagalan.

Apa yang Xiao mei tiru dari setiap karya milik Sie tang selalu berakhir buruk. Seperti beberapa waktu lalu di kediaman Jendral Han. Sie tang memberikan hadiah berupa lukisan perang yang sangat indah. Xiao mei mencoba menirunya. Tapi, gambar yang dia buat lebih ke arah coretan anak kecil dari pada sebuah lukisan. Hal itu terlihat seperti sebuah penghinaan bagi Jenderal Han yang menerima hadiah Xiao mei itu.

Xiao mei tersenyum sinis, melihat tatapan penasaran dari semua tamu yang hadir. Tak lupa juga tatapan penantian Sie tang yang tergambar jelas di wajah wanita itu. Xiao mei tahu Sie tang menantikan saat-saat Xiao mei akan di cemooh karena kebodohannya. Tapi sepertinya, Gadis itu akan kecewa hari ini.

Mie lie datang membawakan sebuah papan yang di tutupi oleh kain saat Xiao mei memanggilnya masuk. Wanita itu menyerahkan papan itu kepada Xiao mei.

"Nenek ini hadiah dari xior'er untuk Nenek. Maaf kan Xiao'er jika hadiah ini tidak semewah yang orang lain berikan pada Nenek. Atau seindah lukisan Adik Sie tang." kata Xiao mei. "Xiao'er berharap Nenek berkenan menerima hadiah sederhana ini." lanjutnya sambil menyerahkan papan itu kepada neneknya.

Nyonya besar langsung membuka kain penutup papan itu. Wanita tua itu terlihat sangat terkejut saat melihat isi hadiah yang di berikan Cucu kesayangan nya.

Melihat reaksi Nyonya besar Xiao. Sie tang dan semua tamu menduga. Sebentar lagi Xiao mei akan segera mempermalukan dirinya lagi, di Karena kan sebuah lukisan jelek peniru karya Sie tang, sama seperti biasanya.

Tatapan sinis dan cemoohan mulai terdengar dari kerumunan orang yang hadir. Tapi, Xiao mei bersikap tenang mesti mendengar cemoohan mereka.

"Ini sangat indah cucu ku." Kata Nyonya besar tiba-tiba yang membuat semua tamu menjadi lebih penasaran dengan lukisan di balik papan itu.

"Apa kau membelinya?" Tanya Nyonya besar sambil menatap lembut cucunya. Wanita tua itu jelas tahu, jika cucu kesayangan nya selalu gagal dalam melukis.

"Nona muda tidak membelinya Nyonya besar. Nona melukisnya sendiri dengan tangan nya." Kata Mie lie

"Benarkah?"

"Benar Nyonya besar, hamba sendiri yang menemani Nona saat melukis hadiah untuk anda."

"Itu hasil lukisan xiao'er Nenek. Maafkan Xiao'er jika belum bisa melukis dengan sempurna. Xiao'er baru belajar." ucap Xiao mei.

"Tidak Xiao'er ini sangat indah sayang. Kau sangat berbakat, Nenek bangga padamu."

Semua orang di buat semakin penasaran dengan lukisan yang ada di tangan Nyonya besar. Sampai salah seorang tamu meminta Nyonya besar untuk menunjukkan hasil karya cucu nya itu.

Mata semua orang terpana, melihat indahnya pedesaan klasik yang tampak terlihat begitu nyata dalam lukisan Xiao mei. Mereka sangat kagum dengan hasil karya luar biasa itu.

"Mengapa dia memberikan lukisan itu. Bukan kah aku sudah mengajarinya menyulam?seharusnya Gadis bodoh ini di permalukan sekarang! benar benar sial!" umpat Sie tang yang merasa kesal mendengar pujian semua orang kepada Xiao mei.

Mentri Xiao memasuki ruangan. Saat situasi nya masih heboh karena bakat terpendam Xiao mei yang kini di perlihatkan di depan mata mereka. Lelaki yang berusia hampir 40 tahun itu berjalan dengan beberapa sosok pria muda di belakang nya.

Xiao mei mengunci pandangan nya saat melihat sosok Putra Mahkota yang berada di belakang mentri Xiao dengan para Pangeran yang lain. Seketika bayangan masa lalu berputar dalam ingatan nya.

Kebencian tergambar jelas di wajah cantik Xiao mei, saat orang yang paling dia benci hadir dalam satu ruangan bersama nya. Xiao mei berusaha mengendalikan dirinya agar tidak langsung menyerang lelaki brengsek itu. Akan sangat aneh jika Xiao mei melakukan hal itu di depan semua orang.

Para tamu memberi hormat kepada para Pangeran termasuk dengan Xiao mei. Semua orang memuji ketampanan para Pangeran yang sangat di kagumi oleh para Nona bangsawan termasuk Putra Mahkota.

Walau pun Putra Mahkota terkenal tidak memiliki kekuasaan yang tinggi, seperti Pangeran ke tiga dan juga Pangeran ke tujuh. Tetap saja lelaki itu bersinar di antara para pangeran yang lain. Dengan kedudukan nya yang merupakan seorang Putra Mahkota serta paras tampannya yang mendukung. menjadikan nya pria populer di kerajaan nya.

Di saat semua orang sedang memuji ketampanan Putra Mahkota. Hanya Xiao mei yang terlihat acuh tak acuh di tempat nya. Pemandangan itu menjadi tanda tanya besar di benak Putra Mahkota yang tak sengaja melihat Xiao mei.

"Mengapa dia tidak melihat ke arah ku? Bukankah biasanya gadis badut itu akan langsung memuja bahkan menempel erat setiap kali kita bertemu?" heran Putra Mahkota dalam hati.

Sikap Xiao mei terlihat tidak seperti bisanya. Bahkan bukan hanya Putra Mahkota saja yang merasa heran. Para tamu yang hadir juga merasakan. Mereka mengira Xiao mei akan seperti biasanya, yang akan menempel pada Putra Mahkota di setiap pertemuan mereka. Bahkan Xiao mei tak pernah perduli saat Putra Mahkota menghina dirinya karena terlalu nempel pada lelaki itu. Hingga membuat nya merasa sangat risih berdekatan dengan Xiao mei.

"Kakak. Mengapa anda tidak menyapa Putra Mahkota seperti biasanya?" tanya Sie tang memancing Xiao mei.

"Jika kau ingin menyapa. Silahkan sapa dia, Aku sangat malas." kata Xiao mei datar.

"Tapi bukan kah Kakak selalu menantikan kedatangan dari Putra Mahkota?"

"Aku hanya tak ingin saja." Singkat Xiao mei

"Apa apa an sikap nya ini? bukan kah gadis bodoh ini sangat tergila gila dengan Putra Mahkota? Apa dia sedang bersandiwara? Lihat saja, aku pasti akan segera merebut apapun yang dia miliki." kesal Sie tang dalam hati.

Xiao mei tidak perduli akan setiap bujukan yang Sie tang lontarkan. Wanita itu kini tersadar semua hal yang di saran kan Sie tang tak pernah ada yang baik. Pantas saja selama ini Xiao mei memiliki rumor buruk di kalangan masyarakat.

"Nona Xiao bagaimana kabar anda?" Tanya Putra Mahkota yang tiba-tiba saja berada di dekat Xiao mei.

"Kabar hamba baik yang mulia." Xiao mei memaksakan senyum di wajahnya. Wanita itu sangat ingin menusuk jantung Putra Mahkota sekarang. "Berani-beraninya lelaki bajingan ini datang kepada ku. Cari mati!" marah Xiao mei dalam hati.

"Nona mengapa anda tidak seperti biasanya hari ini?" tanya Putra Mahkota yang sudah sangat penasaran. Entah mengapa pria itu menjadi tertarik dengan perubahan sikap Xiao mei hari ini. Bahkan dandanan wanita itu mampu menjerat banyak pria.

"Hamba memang seperti ini yang Mulia apakah penampilan saya terlihat buruk?"

"Tidak, hanya berbeda dari biasanya saja."

"Mohon maaf yang mulia. Seperti nya kita tidak bisa berbicara lebih lama. Mendadak saya ada urusan lain. Saya mohon undur diri."

Xiao mei tak tahan terlalu lama berdekatan dengan pria yang sangat ingin dia bunuh itu. Kebencian nya teramat besar pada lelaki itu sehingga mendengar suara napasnya saja, sudah bisa memancing emosi Xiao mei.

"Tunggu nona, ada apa dengan anda? mengapa anda bersikap demikian kepada saya? apa salah saya?" tutur Putra Mahkota yang melihat sikap Xiao mei, yang seperti sedang ingin menghindari nya.

Lelaki itu mencengkram tangan Xiao mei untuk mencegah gadis itu pergi. Hal itu memancing emosi Xiao mei, hingga tanpa sadar Xiao mei menghempaskan tangan Putra Mahkota dengan kasar. Serta menatap pria itu dengan penuh kebencian.

"Mohon ampun atas kelancangan hamba yang mulia. Tapi kita tidak sedekat ini, hingga anda bisa menyentuh tangan saya." Sinis Xiao Mei sambil menatap jijik tangan nya. Wanita itu langsung berlalu pergi dari hadapan Putra Mahkota tanpa menunggu jawaban lelaki itu.

Putra Mahkota yang di perlakukan demikian menjadi sangat marah. Tapi, hatinya menjadi sedikit tergerak dengan perubahan sikap Xiao mei.

Ada rasa aneh di dalam hati pria itu, yang membuatnya semakin tertarik pada Xiao mei.

🍁

Terpopuler

Comments

Oi Min

Oi Min

Semoga g berjodoh ma putra mahkota nnti si Xio Mei

2022-05-26

0

Dien Agustin

Dien Agustin

kq mirip komik putri mahkota ya

2021-11-18

1

imah umaraya

imah umaraya

terus? balik mengejar gitu putra mahkota? 😏

2021-10-15

1

lihat semua
Episodes
1 PROLOG (DI REVISI)
2 CHAPTER 01 (Di revisi)
3 CHAPTER 02 (di revisi)
4 CHAPTER 03 (Di revisi)
5 CHAPTER 04 (Di revisi)
6 CHAPTER 05 (Di revisi)
7 CHAPTER 06 (di revisi)
8 CHAPTER 07 (di revisi)
9 CHAPTER 07
10 CHAPTER 08 (direvisi)
11 CHAPTER 09 (di revisi)
12 CHAPTER 10 (di revisi)
13 CHAPTER 11 (Di revisi)
14 CHAPTER 12 (di revisi)
15 CHAPTER 13 (di revisi)
16 CHAPTER 14 (Di revisi)
17 CHAPTER 15 (Di revisi)
18 CHAPTER 16
19 CHAPTER 17
20 CHAPTER 18
21 CHAPTER 19
22 CHAPTER 20
23 CHAPTER 21
24 CHAPTER 22
25 CHAPTER 23
26 CHAPTER 24
27 CHAPTER 25
28 CHAPTER 26
29 CHAPTER 27
30 CHAPTER 28
31 CHAPTER 29
32 CHAPTER 30
33 CHAPTER 31
34 CHAPTER 32
35 CHAPTER 33
36 CHAPTER 34
37 CHAPTER 35
38 CHAPTER 36
39 CHAPTER 37
40 CHAPTER 38
41 SEUTAS KATA
42 CHAPTER 39
43 CHAPTER 40
44 CHAPTER 41
45 CHAPTER 42
46 CHAPTER 43
47 CHAPTER 44
48 CHAPTER 45
49 CHAPTER 46
50 CHAPTER 47
51 CHAPTER 48
52 CHAPTER 49
53 CHAPTER 50
54 CHAPTER 51
55 CHAPTER 52
56 CHAPTER 53
57 CHAPTER 54
58 CHAPTER 55
59 CHAPTER 56
60 CHAPTER 57
61 CHAPTER 58
62 CHAPTER 59
63 CHAPTER 60
64 CHAPTER 61
65 CHAPTER 62
66 CHAPTER 63
67 CHAPTER 64
68 CHAPTER 65
69 CHAPTER 66
70 CHAPTER 67
71 CHAPTER 68
72 CHAPTER 69
73 CHAPTER 69
74 CHAPTER 70
75 CHAPTER 71
76 CHAPTER 72
77 CHAPTER 72
78 CHAPTER 73
79 CHAPTER 74
80 CHAPTER 75
81 CHAPTER 76
82 CHAPTER 77
83 CHAPTER 78
84 CHAPTER 79
85 CHAPTER 80
86 CHAPTER 81
87 CHAPTER 82
88 CHAPTER 83
89 CHAPTER 84
90 CHAPTER 85
91 CHAPTER 86
92 CHAPTER 87
93 RILIS KARYA BARU=THE SECRET (the power of love conquers All)
Episodes

Updated 93 Episodes

1
PROLOG (DI REVISI)
2
CHAPTER 01 (Di revisi)
3
CHAPTER 02 (di revisi)
4
CHAPTER 03 (Di revisi)
5
CHAPTER 04 (Di revisi)
6
CHAPTER 05 (Di revisi)
7
CHAPTER 06 (di revisi)
8
CHAPTER 07 (di revisi)
9
CHAPTER 07
10
CHAPTER 08 (direvisi)
11
CHAPTER 09 (di revisi)
12
CHAPTER 10 (di revisi)
13
CHAPTER 11 (Di revisi)
14
CHAPTER 12 (di revisi)
15
CHAPTER 13 (di revisi)
16
CHAPTER 14 (Di revisi)
17
CHAPTER 15 (Di revisi)
18
CHAPTER 16
19
CHAPTER 17
20
CHAPTER 18
21
CHAPTER 19
22
CHAPTER 20
23
CHAPTER 21
24
CHAPTER 22
25
CHAPTER 23
26
CHAPTER 24
27
CHAPTER 25
28
CHAPTER 26
29
CHAPTER 27
30
CHAPTER 28
31
CHAPTER 29
32
CHAPTER 30
33
CHAPTER 31
34
CHAPTER 32
35
CHAPTER 33
36
CHAPTER 34
37
CHAPTER 35
38
CHAPTER 36
39
CHAPTER 37
40
CHAPTER 38
41
SEUTAS KATA
42
CHAPTER 39
43
CHAPTER 40
44
CHAPTER 41
45
CHAPTER 42
46
CHAPTER 43
47
CHAPTER 44
48
CHAPTER 45
49
CHAPTER 46
50
CHAPTER 47
51
CHAPTER 48
52
CHAPTER 49
53
CHAPTER 50
54
CHAPTER 51
55
CHAPTER 52
56
CHAPTER 53
57
CHAPTER 54
58
CHAPTER 55
59
CHAPTER 56
60
CHAPTER 57
61
CHAPTER 58
62
CHAPTER 59
63
CHAPTER 60
64
CHAPTER 61
65
CHAPTER 62
66
CHAPTER 63
67
CHAPTER 64
68
CHAPTER 65
69
CHAPTER 66
70
CHAPTER 67
71
CHAPTER 68
72
CHAPTER 69
73
CHAPTER 69
74
CHAPTER 70
75
CHAPTER 71
76
CHAPTER 72
77
CHAPTER 72
78
CHAPTER 73
79
CHAPTER 74
80
CHAPTER 75
81
CHAPTER 76
82
CHAPTER 77
83
CHAPTER 78
84
CHAPTER 79
85
CHAPTER 80
86
CHAPTER 81
87
CHAPTER 82
88
CHAPTER 83
89
CHAPTER 84
90
CHAPTER 85
91
CHAPTER 86
92
CHAPTER 87
93
RILIS KARYA BARU=THE SECRET (the power of love conquers All)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!