Semua tamu menanti kan apa yang akan Xiao mei hadiahkan kepada Nyonya besar. Selama mereka kenal dengan Xiao mei, gadis badut itu selalu mempermalukan dirinya sendiri di depan umum. Wanita itu selalu meniru apa yang di lakukan Sie tang. Hingga banyak orang mengira Xiao mei merupakan gadis bodoh, yang sangat iri dengan kecantikan serta bakat Sie tang. Sehingga selalu berusaha menyamai apapun yang Sie tang lakukan. Namun, segalanya berakhir dengan kegagalan.
Apa yang Xiao mei tiru dari setiap karya milik Sie tang selalu berakhir buruk. Seperti beberapa waktu lalu di kediaman Jendral Han. Sie tang memberikan hadiah berupa lukisan perang yang sangat indah. Xiao mei mencoba menirunya. Tapi, gambar yang dia buat lebih ke arah coretan anak kecil dari pada sebuah lukisan. Hal itu terlihat seperti sebuah penghinaan bagi Jenderal Han yang menerima hadiah Xiao mei itu.
Xiao mei tersenyum sinis, melihat tatapan penasaran dari semua tamu yang hadir. Tak lupa juga tatapan penantian Sie tang yang tergambar jelas di wajah wanita itu. Xiao mei tahu Sie tang menantikan saat-saat Xiao mei akan di cemooh karena kebodohannya. Tapi sepertinya, Gadis itu akan kecewa hari ini.
Mie lie datang membawakan sebuah papan yang di tutupi oleh kain saat Xiao mei memanggilnya masuk. Wanita itu menyerahkan papan itu kepada Xiao mei.
"Nenek ini hadiah dari xior'er untuk Nenek. Maaf kan Xiao'er jika hadiah ini tidak semewah yang orang lain berikan pada Nenek. Atau seindah lukisan Adik Sie tang." kata Xiao mei. "Xiao'er berharap Nenek berkenan menerima hadiah sederhana ini." lanjutnya sambil menyerahkan papan itu kepada neneknya.
Nyonya besar langsung membuka kain penutup papan itu. Wanita tua itu terlihat sangat terkejut saat melihat isi hadiah yang di berikan Cucu kesayangan nya.
Melihat reaksi Nyonya besar Xiao. Sie tang dan semua tamu menduga. Sebentar lagi Xiao mei akan segera mempermalukan dirinya lagi, di Karena kan sebuah lukisan jelek peniru karya Sie tang, sama seperti biasanya.
Tatapan sinis dan cemoohan mulai terdengar dari kerumunan orang yang hadir. Tapi, Xiao mei bersikap tenang mesti mendengar cemoohan mereka.
"Ini sangat indah cucu ku." Kata Nyonya besar tiba-tiba yang membuat semua tamu menjadi lebih penasaran dengan lukisan di balik papan itu.
"Apa kau membelinya?" Tanya Nyonya besar sambil menatap lembut cucunya. Wanita tua itu jelas tahu, jika cucu kesayangan nya selalu gagal dalam melukis.
"Nona muda tidak membelinya Nyonya besar. Nona melukisnya sendiri dengan tangan nya." Kata Mie lie
"Benarkah?"
"Benar Nyonya besar, hamba sendiri yang menemani Nona saat melukis hadiah untuk anda."
"Itu hasil lukisan xiao'er Nenek. Maafkan Xiao'er jika belum bisa melukis dengan sempurna. Xiao'er baru belajar." ucap Xiao mei.
"Tidak Xiao'er ini sangat indah sayang. Kau sangat berbakat, Nenek bangga padamu."
Semua orang di buat semakin penasaran dengan lukisan yang ada di tangan Nyonya besar. Sampai salah seorang tamu meminta Nyonya besar untuk menunjukkan hasil karya cucu nya itu.
Mata semua orang terpana, melihat indahnya pedesaan klasik yang tampak terlihat begitu nyata dalam lukisan Xiao mei. Mereka sangat kagum dengan hasil karya luar biasa itu.
"Mengapa dia memberikan lukisan itu. Bukan kah aku sudah mengajarinya menyulam?seharusnya Gadis bodoh ini di permalukan sekarang! benar benar sial!" umpat Sie tang yang merasa kesal mendengar pujian semua orang kepada Xiao mei.
Mentri Xiao memasuki ruangan. Saat situasi nya masih heboh karena bakat terpendam Xiao mei yang kini di perlihatkan di depan mata mereka. Lelaki yang berusia hampir 40 tahun itu berjalan dengan beberapa sosok pria muda di belakang nya.
Xiao mei mengunci pandangan nya saat melihat sosok Putra Mahkota yang berada di belakang mentri Xiao dengan para Pangeran yang lain. Seketika bayangan masa lalu berputar dalam ingatan nya.
Kebencian tergambar jelas di wajah cantik Xiao mei, saat orang yang paling dia benci hadir dalam satu ruangan bersama nya. Xiao mei berusaha mengendalikan dirinya agar tidak langsung menyerang lelaki brengsek itu. Akan sangat aneh jika Xiao mei melakukan hal itu di depan semua orang.
Para tamu memberi hormat kepada para Pangeran termasuk dengan Xiao mei. Semua orang memuji ketampanan para Pangeran yang sangat di kagumi oleh para Nona bangsawan termasuk Putra Mahkota.
Walau pun Putra Mahkota terkenal tidak memiliki kekuasaan yang tinggi, seperti Pangeran ke tiga dan juga Pangeran ke tujuh. Tetap saja lelaki itu bersinar di antara para pangeran yang lain. Dengan kedudukan nya yang merupakan seorang Putra Mahkota serta paras tampannya yang mendukung. menjadikan nya pria populer di kerajaan nya.
Di saat semua orang sedang memuji ketampanan Putra Mahkota. Hanya Xiao mei yang terlihat acuh tak acuh di tempat nya. Pemandangan itu menjadi tanda tanya besar di benak Putra Mahkota yang tak sengaja melihat Xiao mei.
"Mengapa dia tidak melihat ke arah ku? Bukankah biasanya gadis badut itu akan langsung memuja bahkan menempel erat setiap kali kita bertemu?" heran Putra Mahkota dalam hati.
Sikap Xiao mei terlihat tidak seperti bisanya. Bahkan bukan hanya Putra Mahkota saja yang merasa heran. Para tamu yang hadir juga merasakan. Mereka mengira Xiao mei akan seperti biasanya, yang akan menempel pada Putra Mahkota di setiap pertemuan mereka. Bahkan Xiao mei tak pernah perduli saat Putra Mahkota menghina dirinya karena terlalu nempel pada lelaki itu. Hingga membuat nya merasa sangat risih berdekatan dengan Xiao mei.
"Kakak. Mengapa anda tidak menyapa Putra Mahkota seperti biasanya?" tanya Sie tang memancing Xiao mei.
"Jika kau ingin menyapa. Silahkan sapa dia, Aku sangat malas." kata Xiao mei datar.
"Tapi bukan kah Kakak selalu menantikan kedatangan dari Putra Mahkota?"
"Aku hanya tak ingin saja." Singkat Xiao mei
"Apa apa an sikap nya ini? bukan kah gadis bodoh ini sangat tergila gila dengan Putra Mahkota? Apa dia sedang bersandiwara? Lihat saja, aku pasti akan segera merebut apapun yang dia miliki." kesal Sie tang dalam hati.
Xiao mei tidak perduli akan setiap bujukan yang Sie tang lontarkan. Wanita itu kini tersadar semua hal yang di saran kan Sie tang tak pernah ada yang baik. Pantas saja selama ini Xiao mei memiliki rumor buruk di kalangan masyarakat.
"Nona Xiao bagaimana kabar anda?" Tanya Putra Mahkota yang tiba-tiba saja berada di dekat Xiao mei.
"Kabar hamba baik yang mulia." Xiao mei memaksakan senyum di wajahnya. Wanita itu sangat ingin menusuk jantung Putra Mahkota sekarang. "Berani-beraninya lelaki bajingan ini datang kepada ku. Cari mati!" marah Xiao mei dalam hati.
"Nona mengapa anda tidak seperti biasanya hari ini?" tanya Putra Mahkota yang sudah sangat penasaran. Entah mengapa pria itu menjadi tertarik dengan perubahan sikap Xiao mei hari ini. Bahkan dandanan wanita itu mampu menjerat banyak pria.
"Hamba memang seperti ini yang Mulia apakah penampilan saya terlihat buruk?"
"Tidak, hanya berbeda dari biasanya saja."
"Mohon maaf yang mulia. Seperti nya kita tidak bisa berbicara lebih lama. Mendadak saya ada urusan lain. Saya mohon undur diri."
Xiao mei tak tahan terlalu lama berdekatan dengan pria yang sangat ingin dia bunuh itu. Kebencian nya teramat besar pada lelaki itu sehingga mendengar suara napasnya saja, sudah bisa memancing emosi Xiao mei.
"Tunggu nona, ada apa dengan anda? mengapa anda bersikap demikian kepada saya? apa salah saya?" tutur Putra Mahkota yang melihat sikap Xiao mei, yang seperti sedang ingin menghindari nya.
Lelaki itu mencengkram tangan Xiao mei untuk mencegah gadis itu pergi. Hal itu memancing emosi Xiao mei, hingga tanpa sadar Xiao mei menghempaskan tangan Putra Mahkota dengan kasar. Serta menatap pria itu dengan penuh kebencian.
"Mohon ampun atas kelancangan hamba yang mulia. Tapi kita tidak sedekat ini, hingga anda bisa menyentuh tangan saya." Sinis Xiao Mei sambil menatap jijik tangan nya. Wanita itu langsung berlalu pergi dari hadapan Putra Mahkota tanpa menunggu jawaban lelaki itu.
Putra Mahkota yang di perlakukan demikian menjadi sangat marah. Tapi, hatinya menjadi sedikit tergerak dengan perubahan sikap Xiao mei.
Ada rasa aneh di dalam hati pria itu, yang membuatnya semakin tertarik pada Xiao mei.
🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Oi Min
Semoga g berjodoh ma putra mahkota nnti si Xio Mei
2022-05-26
0
Dien Agustin
kq mirip komik putri mahkota ya
2021-11-18
1
imah umaraya
terus? balik mengejar gitu putra mahkota? 😏
2021-10-15
1