💀💀💀
Saat aku tepat berada di depan daun pintu ruang bawah tanah nan berwarna kecokelatan kusam. Abstrak. Aroma anyir serta busuk semakin menyeruak. Menyengat hidung.
“Dek, Tania, apa kamu di dalam?!” pekikku, seraya menggedor-gedor pintu. Namun, tidak ada sahutan. Senyap. Sekali lagi kucoba membuka daun pintunya, tapi tak bisa. Tampaknya dikunci.
Aku pun memeriksa sekitar, barangkali kuncinya diletakkan di sekitar ruangan. Namun, nihil.
Kemudian aku berlari menaiki anak tangga ke lantai atas lanjut memeriksa seluruh penjuru ruang untuk mencari kunci.
“Akhirnya nemu kunci, tapi banyak banget ini. Yang mana ya, kunci ruang bawah tanah?”
Aku bingung dibuatnya. Ada banyak kunci yang berkarat kehitaman di laci samping ranjang di dalam sebuah kamar, yang kuyakini kamar si pemilik rumah ini. Ada sekitar 30-an kunci diikat menjadi satu dengan rapiah warna hitam yang dipintal membentuk tambang kecil.
Saat hendak keluar langkahku terhenti di ambang pintu kamar. Ada sesuatu di sudut kamar ini yang menarik perhatianku. Sebuah pintu kecil bernuansa cokelat kusam yang sedikit terbuka. Di baliknya entah ruangan apa?
Rasa penasaranku berontak seolah menuntut untuk dipuaskan. Aku pun urung keluar kamar, lalu berjalan perlahan mendekati ruangan tersebut. Mengintip ke dalam dari celah daun pintu yang terbuka sedikit, api penglihatanku tidak puas.
Lantas kubuka pintu itu perlahan dan berderit nyaring khas pintu tua. Sehingga ruangan ini pun terkesan horor.
Setelah pintu terbuka lebar, aku menyembulkan kepala ke dalam ruangan berukuran mini tersebut. Mulutku pun menganga dibuatnya setelah tahu isi dalamnya.
Ternyata semacam ruangan untuk melakukan ritual atau persembahan. Terdapat banyak bekas sajen serta sajen yang masih baru di dalamnya. Ada juga beberapa foto anak kecil yang tertempel di sisi dinding yang terbuat dari bata merah ini.
Kemudian kuamati secara seksama foto-foto yang tertempel di dinding itu. Lagi, mulutku dibuat menganga setelah ada satu foto yang tertangkap netra ini dan terlihat tidak asing.
Tania? Kok foto Tania bisa ada di sini? Segera kusahut foto yang ditempel di dinding menggunakan solasi hitam itu. Lantas kuamati sekali lagi untuk memastikan itu benar foto Tania atau hanya mirip, dan ternyata benar foto Tania. Tidak salah lagi.
Tapi, apa maksud semua ini? Lantas kubalik foto Tania. Di baliknya ada tulisan hari lahir Tania lengkap dengan pasaran jawanya.
Aku pun mulai mencoba mencerna semuanya. Setelah memikirkan cukup lama. Akhirnya aku mengerti kenapa si pemasang sajen itu selalu memasang sajen di malam pon. Karena di malam pon itu adalah hari ke empat atau patnya setelah hari kelahiran Tania, dan itu artinya hari pon adalah hari nahasnya Tania menurut perhitungan klenik jawa.
Berarti benar, si pemasang sajen itu punya niat buruk terhadap Tania. Aku membungkam mulutku yang menganga. Syok. Kakiku terasa lemas setelah tahu semuanya. Namun, yang belum aku mengerti adalah tujuan buruk apa?
Persetan dengan itu semua, yang terpenting sekarang aku harus mencari Tania. Aku yakin Tania pasti ada di salah satu ruangan rumah ini. Setelah memeriksa seluruh ruangan di lantai yang kujejaki, dan Tania tak kutemukan. Aku pun kembali turun ke lantai bawah tanah.
Sial! Kuncinya pake acara tertinggal di lantai atas lagi. Argh!
Aku bergegas ke lantai atas lagi dengan langkah setengah berlari. Mencari kunci yang entah tertinggal di mana?
Aku kembali ke kamar tadi, sepertinya aku meninggalkan kuncinya di sana.
“Ketemu!” Aku segera membungkam mulutku saat tanpa sadar memekik kegirangan. Aku lupa kalau ini lagi di rumah orang jahat. Benar, aku meninggalkan kuncinya di kamar si pemilik rumah ini, di atas meja kecil samping pintu kamar ritual.
Saat aku hendak kembali ke ruangan bawah tanah, lagi-lagi ada sesuatu yang menarik perhatianku. Sebuah buku tebal nan kusam dan tampak kuno tergeletak di samping kunci tadi kuletakkan. Keningku pun berkerut dibuatnya. Penasaran.
Aku pun memungutnya lalu membukanya dan melihat isi bukunya. Lagi, mulutku menganga dibuatnya. Ternyata isinya mantra-mantra ilmu hitam. Ada juga mantra untuk pembuka ritual membangkitkan orang yang sudah mati serta penyerahan tumbal pada raja iblis, juga mantra penutup ritual.
Badanku gemetar ketakutan selepas membaca judulnya saja. Mulutku pun semakin menganga lebar saat di pertengahan buku kuno nan tebal itu terdapat tata cara memumbalkan anak-anak. Pertama-tama korban disembelih lalu darahnya dilumurkan pada mayat yang akan dibangkitkan dari kematian.
Kubanting buku itu pada tempat semula, tak sanggup aku melihat lanjutannya.
Aku kembali ke ruangan bawah tanah dengan langkah terseok, merambat pada dinding serta berpegangan pada benda yang terdapat di sepanjang jalan menuju lantai dasar. Kakiku terasa lemas bak tidak bertulang saja. Beberapa kali terduduk di tangga saat hendak turun ke ruang bawah tanah. Serasa mau pingsan.
Dengan tangan gemetar aku mencoba memasukkan kunci satu persatu secara bergantian mencari kunci yang pas untuk pintu kamar bawah tanah. Sambil menahan mual akibat bau busuk dan anyir yang semakin menyeruak tajam.
Pikiranku pun mulai negatif. Tetes demi tetes bulir bening semakin menderas. Takut campur kesal karena dari sekian banyaknya kunci belum ada yang cocok dengan pintu di depanku.
Tiba-tiba tengkukku terasa menebal. Merinding. Di kedua sisi telinga ini seolah ada yang berbisik secara bergantian. Suara anak kecil seumuran Tania pada berbisik meminta tolong serta ada yang merintih kesakitan, dan ada juga yang menangis tersedu. Meski terdengar samar, tapi cukup membuat bulu kuduk semakin meremang serta nyali semakin menciut.
Aku mengucap hamdalah saat detik-detik terakhir akhirnya nemu kunci yang cocok, dan pintu pun mulai kubuka perlahan. Aroma busuk pun semakin menyeruak tajam menusuk hidung.
Setelah pintu terbuka lebar dan menampakkan isi dalam ruangan tersebut, aku tertegun dibuatnya. Badanku seketika kaku, lidah kelu, tak bisa berkutik dan berteriak.
N
E
X
T
👇
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
👑Ria_rr🍁
berasa ada di sana akunya we
2022-08-21
0
atmaranii
mgkin s pelaku ingin mghidupkan anakny yg SDH mninggal...😱😱😱
2021-10-22
0
Wati Simangunsong
ketemuu
2021-01-08
1