Poligami

Selamat membaca!

Amarah Maharani semakin meninggi saat mendengar kata maaf dari mulut suaminya. Ia tak habis pikir, jika Rendy bisa dengan mudah mengucapkan kata maaf itu tanpa memikirkan apa yang telah dilakukannya. Pengkhianatan yang siapapun pasti akan terluka jika mengetahuinya. Terlebih pengkhianatan itu terjadi di antara hubungan suami-istri dengan menghadirkan madu dalam pernikahannya.

"Maaf kamu bilang! Segitu mudahnya kamu minta maaf! Memangnya dengan semua yang telah kamu lakukan ini, kamu masih berharap aku akan memaafkanmu!" ucap Maharani menahan getir dalam hatinya. Ia berusaha kuat walau saat ini, wanita itu benar-benar merasa sangat rapuh.

"Tapi kamu juga harus mengerti, Ran, lima tahun itu bukan waktu yang sebentar. Kita sudah menikah selama lima tahun, tapi kamu masih belum juga memberikanku keturunan. Bahkan dokter sudah memvonis bahwa kamu mandul dan tidak akan pernah bisa mengandung. Aku lelah untuk tetap bersabar dan terus berharap, bagaimana jadinya kalau sampai sepuluh tahun ke depan kamu masih belum mengandung anakku? Itu berarti penantianku akan tetap berakhir sia-sia, sedangkan keluarga aku terus menerus mendesakku untuk segera memiliki keturunan. Jujur, awalnya aku merasa sangat berdosa karena telah menghamili Celine tanpa sepengetahuan kamu, tapi sekarang aku malah bersyukur karena akhirnya sebentar lagi aku akan segera memiliki keturunan, walau itu bukan dari rahim kamu. Percayalah Rani, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu seperti permintaan keluargaku yang meminta aku untuk berpisah dari kamu dan menikah dengan wanita lain. Aku janji, aku akan berlaku adil dan tetap mencintaimu." Perkataan Rendy sungguh menambah luka di dalam hati Maharani yang saat ini tengah menganga lebar.

Maharani begitu hancur mendengar suaminya berkata demikian, ia mengira pernyataan dokter sewaktu menyampaikan kabar bahwa dirinya mandul adalah yang paling menyakitkan. Namun, ternyata ia salah, karena perkataan yang baru saja terucap dari mulut suaminya itu lebih menyakitkan dua kali lipat rasanya. Terlebih Rendy mengatakan tentang kemandulannya itu di hadapan Celine, wanita yang saat ini hanya menatap sinis ke arahnya dengan seringai penuh kemenangan.

"Ternyata kamu sudah berubah, Mas. Kamu bukan Mas Rendy yang dulu lagi. Selama ini aku selalu percaya sama kamu dan berpikir positif ketika kamu sedang berada di luar kota atau pun di luar negeri untuk bekerja, tapi ternyata pikiranku salah! Sekarang yang aku dapat malah sebuah penghinaan dan pengkhianatan dari suami yang selama ini selalu aku banggakan di hadapan semua keluarga dan teman-temanku. Entah kenapa, dengan bodohnya aku selalu menganggap bahwa kamu adalah satu-satunya orang yang paling peduli terhadapku saat aku divonis mandul oleh dokter. Aku selalu menganggap kamu adalah suami satu-satunya paling baik dan paling sempurna yang ada di dunia ini, karena masih mau menerima segala kekuranganku Suami yang setia, pengertian dan selalu berkata jujur, tapi saat ini, aku baru sadar dan melihat dengan mata kepalaku sendiri, bahwa kamu adalah suami yang paling bajingan dan paling pintar bersandiwara. Sekarang aku sudah tidak lagi melihat cinta di matamu untuk aku, Mas. Bahkan kamu terasa sangat asing di mataku karena kamu sudah jauh sekali berbeda dengan yang dulu. Aku tegaskan sama kamu! Aku tidak akan pernah mau dimadu sampai kapanpun dan saat ini jalan yang terbaik untuk kita adalah perceraian!" ungkap Maharani dengan linangan air mata yang susah tak tertahan lagi. Kini butiran kesedihan itu terus menghujam kedua pipinya, hingga membuat napas Maharani semakin tak karuan dan terdengar terisak.

Rendy seketika terkesiap mendengar hal yang ditakutkannya, ternyata terucap juga dari mulut Maharani. Membuatnya langsung berusaha untuk merayu istrinya itu yang kini tengah meminta sebuah perceraian padanya. "Tidak, Rani. Aku tidak ingin kita berpisah. Kita akan terus bersama, perceraian itu tidak perlu terjadi. Bahkan jika ada kehidupan kedua aku ingin tetap bersama kamu selama-lamanya." Rendy terus membujuk Maharani agar mau mengurungkan niatnya untuk meminta pisah darinya.

Perkataan Rendy benar-benar semakin melukainya. Maharani pun kembali menampilkan senyumannya yang getir dengan air mata yang entah berapa banyak terus berlinang dari kedua sudut matanya. Wanita itu semakin tak dapat membendung isak tangisnya setiap kali mendengar penuturan yang terlontar dari mulut Rendy yang telah menduakannya dengan begitu kejamnya. "Kamu egois sekali, Mas! Kamu tidak ingin berpisah dengan aku, tapi kenapa kamu menghadirkan wanita lain dalam rumah tangga kita? Kamu tidak hanya menghancurkan perasaanku, Mas, kamu juga sudah menghancurkan istana yang selama bertahun-tahun aku bangun selama menjadi istri kamu."

"Maharani, aku tidak ingin ada perpisahan. Aku janji akan berlaku adil pada kamu dan juga Celine, aku akan tetap menafkahi lahir batin kalian berdua. Tolong jangan tinggalkan aku, Rani!"

Maharani pun tersentak tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh suaminya. Perkataan yang begitu mudah diucapkan dengan menawarkan kehidupan poligami kepada dirinya.

"Ya Allah, apa ada wanita yang sanggup di madu dengan cara seperti ini? Kamu sungguh kejam Mas dan hanya mementingkan keinginan kamu tanpa memikirkan perasaan aku," batin Maharani yang benar-benar terluka dengan perkataan yang terucap dari mulut suaminya.

...🌺🌺🌺...

Bersambung ✍️

Berikan komentar positif kalian ya.

Terima kasih banyak.

Follow Instagram Author juga ya : ekapradita_87

Gift dari kalian adalah semangat Author 🙏

Terpopuler

Comments

мєσωzα

мєσωzα

yakin bisa adil? sikapmu sebulan belakangan aja dah bisa membuktikan kamu gak bisa adil.. apalagi sikapmu hari itu yg langsung ninggalin rani gitu aja setelah dapat kabar si celine di klinik.. itukah yg kamu bilang "adil"?

2023-04-25

1

Endang Oke

Endang Oke

klu dlm hidup real..mana ada suami ketahuan selingkuh sdh poligami. istrinya cuma berdebat begitu. yg ada ngamuk.semua brg dilepar ke jalang dan suaminys.
bshkan ada yg jambak jambakan ..kata2 kotor keluar semua.

2022-08-14

2

Kandau

Kandau

ga ada cara lain ya cerai aja mba

2022-06-22

1

lihat semua
Episodes
1 Berubah
2 Kecurigaan
3 Sandiwara
4 Mendua
5 Sebuah Rencana
6 Melepas Kerinduan
7 Ketakutan Rendy
8 Kesedihan Maharani
9 Semakin Curiga
10 Rahasia Terkuak
11 Maafkan Aku
12 Poligami
13 Talak
14 Pertemuan
15 Menerima Tawarannya
16 Memulai Hidup Baru
17 Bayangan Rendy
18 Doa Maharani
19 Bimbang
20 Kejujuran
21 Jalan Hijrah
22 Kehilangan
23 Rahasia Celine
24 Cerita Vania
25 Diam-diam Mengagumi
26 Rahasia Terkuak
27 Kemarahan Rendy
28 Kedatangan Rendy
29 Keputusan Maharani
30 Kabar Buruk
31 Doa Dion
32 Perhatian Dion
33 Kabar Baik
34 Menunggu Petunjuk
35 Rencana Maharani
36 Menghapus Jejakmu
37 Hampir Usai
38 Rencana Rendy
39 Balas Dendam
40 Teka-Teki Vania
41 Kecewa
42 Awal Baik
43 Keraguan
44 Jawaban Maharani
45 Dengan Hati
46 Sebuah Harapan
47 Lebih Mudah Tersenyum
48 Gugup
49 Tetap Bahagia
50 Sah Sah
51 Kemarahan Nina
52 Saling Melengkapi
53 Malam Indah
54 Pagi Pertama
55 Dendam
56 Kedatangan Pengacara
57 Surat Wasiat
58 Diintai
59 Rencana Nina
60 Dendam Salah Sasaran
61 Perasaan Tidak Enak
62 Tak Sadarkan Diri
63 Kepanikan Nina
64 Doa Penuh Harap
65 Cemas Yang Mencair
66 Cemburu
67 Momen Haru
68 Dinner Istimewa
69 Beragam Pertanyaan
70 Romantis
71 Sebuah Rencana
72 Memberi Kesempatan
73 Siasat Anjani
74 Menyelamatkan
75 Anindya Putri
76 Usaha
77 Bahagia
78 Kedatangan
79 Pergi Kau!
80 Tipu Daya
81 Tantangan Anjani
82 Terharu
83 Ungkapan Hati
84 Tamparan Keras
85 Hati Yang Luluh
86 Sebuah Rencana
87 Bahagia dan Rahasia
88 Rahasia Anjani
89 Tertunda
90 Bagaikan Petir
91 Keterpaksaan
92 Mencari Alasan
93 Melepas Rindu
94 Berharap
95 Kondisi Anindya
96 Bisik Penyesalan
97 Penuh Haru
98 Masa Lalu Anjani
99 Tak Terduga
100 Senyum Terakhir
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Berubah
2
Kecurigaan
3
Sandiwara
4
Mendua
5
Sebuah Rencana
6
Melepas Kerinduan
7
Ketakutan Rendy
8
Kesedihan Maharani
9
Semakin Curiga
10
Rahasia Terkuak
11
Maafkan Aku
12
Poligami
13
Talak
14
Pertemuan
15
Menerima Tawarannya
16
Memulai Hidup Baru
17
Bayangan Rendy
18
Doa Maharani
19
Bimbang
20
Kejujuran
21
Jalan Hijrah
22
Kehilangan
23
Rahasia Celine
24
Cerita Vania
25
Diam-diam Mengagumi
26
Rahasia Terkuak
27
Kemarahan Rendy
28
Kedatangan Rendy
29
Keputusan Maharani
30
Kabar Buruk
31
Doa Dion
32
Perhatian Dion
33
Kabar Baik
34
Menunggu Petunjuk
35
Rencana Maharani
36
Menghapus Jejakmu
37
Hampir Usai
38
Rencana Rendy
39
Balas Dendam
40
Teka-Teki Vania
41
Kecewa
42
Awal Baik
43
Keraguan
44
Jawaban Maharani
45
Dengan Hati
46
Sebuah Harapan
47
Lebih Mudah Tersenyum
48
Gugup
49
Tetap Bahagia
50
Sah Sah
51
Kemarahan Nina
52
Saling Melengkapi
53
Malam Indah
54
Pagi Pertama
55
Dendam
56
Kedatangan Pengacara
57
Surat Wasiat
58
Diintai
59
Rencana Nina
60
Dendam Salah Sasaran
61
Perasaan Tidak Enak
62
Tak Sadarkan Diri
63
Kepanikan Nina
64
Doa Penuh Harap
65
Cemas Yang Mencair
66
Cemburu
67
Momen Haru
68
Dinner Istimewa
69
Beragam Pertanyaan
70
Romantis
71
Sebuah Rencana
72
Memberi Kesempatan
73
Siasat Anjani
74
Menyelamatkan
75
Anindya Putri
76
Usaha
77
Bahagia
78
Kedatangan
79
Pergi Kau!
80
Tipu Daya
81
Tantangan Anjani
82
Terharu
83
Ungkapan Hati
84
Tamparan Keras
85
Hati Yang Luluh
86
Sebuah Rencana
87
Bahagia dan Rahasia
88
Rahasia Anjani
89
Tertunda
90
Bagaikan Petir
91
Keterpaksaan
92
Mencari Alasan
93
Melepas Rindu
94
Berharap
95
Kondisi Anindya
96
Bisik Penyesalan
97
Penuh Haru
98
Masa Lalu Anjani
99
Tak Terduga
100
Senyum Terakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!