Baik, jika itu maumu!

Satu Bulan Kemudian

Setelah Dave tertembak, ia diharuskan dokter untuk dirawat secara intensif dirumah sakit.

Dave harus bersyukur karena peluru yang tembus kedalam dadanya tidak sampai menyentuh jantung nya.

Bersyukur juga didekat markas musuhnya terdapat rumah sakit, jadi Drick segera membawa Dave kerumah sakit tersebut saat itu.

Dave yang sangat keras kepala sudah beberapa kali meminta dipulangkan dari rumah sakit namun dokter belum mengijinkan.

Hari ini adalah puncak kesabaran Dave, ia sudah sangat tidak tahan lagi berada dirumah sakit ini.

Ia meminta Drick untuk mencari tahu tentang keluarga dokter yang menangani dirinya.

Apalagi jika bukan untuk dijadikan bahan ancaman agar dokter tersebut mau memberi ijin agar ia bisa segera keluar dari rumah sakit.

"Tuan." Sapa Drick yang baru masuk kedalam ruangan VVIP tempat Dave dirawat inap.

"Bagaimana? Apa kau sudah dapatkan yang aku mau?" Tanya Dave datar.

Drick mengangguk.

"Ini Tuan, semuanya ada disini." Ucap Drick memberikan sebuah ponsel pada Dave.

Dave segera menerima ponsel tersebut dan melihat isi didalamnya.

Seringai menakutkan tergambar jelas diwajah tampan Dave.

"Panggilkan dokter bodoh itu!" Titah Dave dingin.

Drick menunduk dan segera keluar dari ruangan Dave untuk memanggil dokter yang menangani Dave.

Sepuluh menit kemudian Drick kembali bersama dokter tersebut.

"Cepat keluar aku dari rumah sakit buruk ini!" Titah Dave geram pada dokter tersebut.

"Tapi Tuan Dave, kondisi anda masih belum stabil." Ucap dokter tersebut sedikit bergetar.

Dave menyeringai.

"Kau lihat ini!" Ucap Dave memberikan ponsel yang tadi diberikan Drick pada dokter itu.

Di ponsel tersebut sedang diputar video yang memperlihatkan Drick sedang bermain-main dengan putri dokter tersebut. Putri dokter tersebut baru berusia empat tahun.

"Jika kau ingin putrimu aman, maka keluarkan aku dari tempat buruk ini. Jika tidak, lihat saja apa yang akan ku lakukan! Dan lagi istrimu lumayan cantik rupanya." Ancam Dave dengan nada datar.

"Ba baik Tuan..sa saya akan mengeluarkan surat ijin keluar rumah sakit untuk anda." Ucap dokter itu ketakutan.

Ia pun segera keluar dari ruangan Dave bahkan tanpa pamit.

Tak berselang lama, sang dokter pun kembali dengan surat pernyataan sehat pasca operasi untuk Dave.

Drick menerima surat pernyataan tersebut sesuai kode dari Dave.

"Tunggu bung!" Ujar Dave saat dokter tersebut hendak keluar dari ruangan nya.

Dave meminta segepok uang dari Drick lalu memberikan pada dokter tersebut.

"Bayaran yang belum sempat Drick berikan untuk istrimu karena sudah melayaninya dengan baik. Kau tahu, jika sempat aku juga akan mengunjungi istrimu dan menikmati tubuh indahnya itu." Ucap Dave menyeringai.

Dokter tersebut langsung keluar dari ruangan Dave dengan langkah gontai.

"Tuan, kenapa kau mengatakan kebohongan seperti itu? Aku memang lajang dan sedikit berumur tapi aku juga tidak gila sampai harus menggempur istri orang." Gerutu Drick kesal.

"Jangan banyak bicara! Siapkan segalanya! Aku harus segera pulang ke Sydney. Entah sudah jadi apa kekasihku setelah aku tinggalkan begitu lama." Ucap Dave memberi perintah pada Drick.

Drick hanya bisa menurut.

Satu jam kemudian Drick pun kembali dengan semua yang Dave perlukan untuk kembali ke Sydney.

"Arvina, aku akan segera datang untukmu." Gumam Dave tersenyum.

Walaupun ia diabaikan oleh Arvina setelah hampir dua bulan ini, tapi ia mencoba untuk berpikir positif dan tidak ingin menuduh Arvina sembarangan.

Mereka pun segera menuju kebandara untuk naik keatas jet pribadi Dave.

Tak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya sampai dibandara dan langsung menuju kedalam jet pribadi Dave.

Satu jam kemudian jet pribadi Dave pun lepas landas.

Di New York saat ini hari masih siang.

Membutuhkan waktu kurang lebih dua puluh dua jam untuk mereka sampai ke Sydney.

"Tuan, istirahat saja dulu. Sydney tidak akan berpindah." Ucap Drick meledek atasannya.

"Diam saja kau!" Ucap Dave kesal.

Drick hanya terkekeh.

"Baru kali ini aku melihat mu sangat antusias terhadap seorang perempuan setelah mengenalmu hampir enam tahun. Aku jadi penasaran se istimewa apa seorang Arvina dimatamu?" Gumam Drick tersenyum melihat tingkah atasannya itu.

••••••••••••

Dua puluh dua jam kemudian akhirnya jet pribadi Dave mendarat di bandara miliknya di Sydney.

Waktu di Sydney menunjukkan pukul sebelas malam, namun tidak mengurangi sedikitpun niat Dave untuk segera bertemu Arvina.

Keluar dari bandara, ia langsung mengendarai mobilnya yang sudah dibawakan oleh anak buahnya dengan kecepatan tinggi menuju ke kediaman Arvina.

Sepanjang jalan ia selalu tersenyum membayangkan wajah kusut Arvina karena dibangunkan dari tidur nyenyak nya.

"Aku sangat merindukanmu sayang." Gumam Dave tersenyum sambil menggosok bibir bawahnya dengan telunjuknya.

••••••••••

Arvina masih terjaga walaupun hari sudah larut malam.

Ia merasakan sesak didadanya seperti ada sesuatu hal buruk yang akan terjadi.

Ia saat ini sedang duduk sendirian di kursi teras rumahnya sambil memandangi langit malam.

"Kenapa perasaanku sangat tidak enak?" Gumam Arvina sambil sesekali mengelus dadanya.

"Sayang, kenapa kau belum tidur?" Tanya Ken dari belakang Arvina.

"Aku tidak mengantuk. Kau kenapa terbangun?" Tanya Arvina lirih.

"Aku terbangun karena haus dan saat hendak mengambil air aku melihatmu disini." Jawab Ken sambil duduk disamping Arvina.

"Ken, boleh aku memelukmu sejenak?" Tanya Arvina sendu.

Tanpa menjawab Ken langsung memeluknya.

"Aku khawatir dengan Arzena. Dia benar-benar tidak menganggap ku ada. Dia sekarang semaunya sendiri." Gumam Arvina sedih, walaupun bukan itu yang mengganggu pikirannya.

"Semuanya akan membaik nanti." Ucap Ken menenangkan Arvina.

Ken melepaskan pelukannya dan menatap dalam manik teduh Arvina.

Reflek, Ken meraih tengkuk Arvina dan menyatukan bibir mereka.

"Sialan!" Teriak Dave yang baru turun dari mobil.

Ia geram dan langsung berlari menyerang Ken.

BUKK BUKK

Serangan bertubi-tubi Dave berikan pada Ken diwajah dan perutnya.

"Dave, aku mohon hentikan!" Pinta Arvina ketakutan.

Dave tidak mendengar dan terus menghajar Ken, Ken tidak sanggup melawan karena memang dirinya juga tidak jago bela diri.

Arvina dengan berani memeluk Dave dari belakang.

"Dave, aku mohon hentikan!" Pinta Arvina lagi. Arvina sudah terisak.

Dave merasakan Arvina memeluk nya langsung menghentikan aksi gilanya.

Dave berdiri lalu berbalik dan mencengkram kuat kedua bahu Arvina.

"Kenapa? Kenapa kau lakukan ini hah? Kenapa kau berkhianat?" Tanya Dave geram.

Arvina hanya menggeleng dengan berderai air mata.

"Aku tidak berkhianat Dave." Ucap Arvina meringis kesakitan pada bahunya.

"Kau tidak berkhianat? Lalu apa yang ku lihat tadi? Kau berciuman dengannya dan kau bilang kau tidak berkhianat?" Tanya Dave lagi.

Dave benar-benar tersulut emosi melihat perempuan yang begitu ia cintai bermesraan dengan lelaki lain.

"Aku tidak berkhianat Dave. Sedari awal aku sudah bilang bahwa aku tidak mencintaimu. Aku mencintai Ken. Dan Ken adalah kekasih ku." Jawab Arvina tegas.

Dave tertawa pilu dan melepaskan cengkeraman tangannya dari bahu Arvina.

Ia lalu memeluk Arvina dengan erat.

"Kembalilah padaku, maka akan ku anggap selesai semua masalah." Pinta Dave sendu.

"Tidak Dave. Aku tidak bisa. Aku mencintai Ken dan aku tidak bisa bersamamu." Ucap Arvina dengan segala keberanian dan ketegasan nya.

Dave melepaskan pelukannya dengan kasar.

"Katakan sekali lagi!" Titah Dave geram.

"Aku mencintai Ken dan aku tidak ingin bersamamu. Aku akan tetap bersama Ken, apapun yang terjadi." Ucap Arvina menatap tajam mata Dave.

Dave tersenyum sinis.

"Baiklah. Baik, jika itu maumu! Kau lihat saja bagaimana aku akan menghancurkan hidup pria lemah ini menyeret mu kembali serta membuatmu tunduk di bawah ku." Ucap Dave penuh amarah dan langsung pergi dari rumah Arvina.

Dave melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi kembali ke mansion nya dengan berbagai ide licik dikepalanya untuk menghancurkan Ken dan menyeret Arvina kembali disisi nya.

Sepeninggal Dave, Arvina langsung memapah tubub lemah Ken masuk kedalam rumah untuk diobati.

...~ TO BE CONTINUE ~...

Terpopuler

Comments

el Putriᵉˡ̳༆

el Putriᵉˡ̳༆

kehidupan gengster memang menakutkan😂

2021-07-18

2

🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™

🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™

hadirku kak..sukses selalu

2021-07-03

1

Emak Femes

Emak Femes

hmmmm ruwed ruwed ruwed 😵😵😵

sampai disini dulu ya Kak Ling, nanti mamak kesini lagi 😚😚

salam hangat Raanjhana - Rakhania 👋👋👋

2021-06-30

1

lihat semua
Episodes
1 Kesempatan Magang
2 Dad and Mom
3 Berangkat
4 Hari pertama Magang
5 Dave Alexon
6 Kau milikku Arvina!
7 Ken Cemburu
8 Menemani Dave
9 Arzena Masuk Club
10 Kekecewaan Arvina
11 Derex Austin
12 Nasehat Derex
13 Pesona Seorang Derex Austin
14 Aku mencintaimu!
15 Tertembak
16 Baik, jika itu maumu!
17 Rencana menghancurkan
18 Devil!
19 Sakaw
20 Bayar dengan tubuhmu!
21 Dave masih perhatian
22 Janji Arvina
23 Ken Berulah
24 Keresahan Dave
25 Rencana Dave
26 Kau akan menyesal!
27 Lebih baik aku mati!
28 Aku merindukan kalian.
29 Nona Lingerie
30 Tekad Hansen
31 Firasat Darvin
32 Kebohongan Ken
33 Keraguan Keanu
34 Hamil
35 Ayo pulang!
36 Pengakuan
37 Mimpi buruk
38 Arvina Diculik
39 Berhasil Kabur
40 Dave membutuhkanmu!
41 Keajaiban terbesar
42 Manja atau posesif?
43 Will you Marry me?
44 Double Wedding
45 After wedding party.
46 Petaka Membawa.....
47 Impas
48 Bahagia
49 Cerita masing-masing
50 Aku tidak punya madu lagi
51 Mengajak Kerja Sama
52 Mengunjungi Derex
53 Kecemburuan Dave
54 Pulang
55 Keduanya menghilang?
56 Kau lagi?
57 Aku Harus Bisa!
58 Masa Lalu Aston
59 Masa lalu
60 Dua Sisi Aston
61 Siasat Keanu
62 Sakit perut?
63 Endometriosis?
64 Aku tidak mencintaimu!
65 Luka Hati yang berbeda
66 Kebohongan yang terbongkar
67 Kejujuran Arvina
68 Kedatangan Rexa
69 Mengunjungi Jeymian
70 Ajari aku cara memaafkan!
71 Mengunjungi Jeymian Lagi
72 Arzena Cemburu
73 Wanita Bangkai
74 Mengunjungi Mansion Dave
75 Biarkan aku yang pergi!
76 Sebuah Fakta
77 Jangan sentuh kakakku!
78 Arvina yang lain?
79 Ceraikan Dia!
80 ???
81 Meninggalnya Rexa
82 Permintaan Maaf
83 Hiduplah dengan baik
84 Menyusun rencana
85 Kegundahan Velano
86 Obat Kesuburan
87 Kau harus bisa!
88 Kabur?
89 Perasaan Aneh
90 Sindrom Simpatik (1)
91 Memilih Jujur
92 I LOVE YOU, DAD
93 Bahagia Bersamamu
94 Menyemangati
95 Tidak takut ancaman!
96 Pendamping masing-masing
97 Elviana Aliara
98 Jebakan Gagal
99 Arvina Posesif?
100 Sindrom Simpatik (2)
101 Ijin
102 Kedatangan Arzevin
103 (๑` ̤◡ ̤)◞ღԵհɑղƘՏღ
104 Berita Bahagia, Kegilaan Elviana
105 Miliki Aku, Ken!
106 Dijodohkan
107 Melatih Ken
108 Shock Terapi
109 Rencana Dave
110 Rencana Penculikan
111 Ken Kritis
112 Negosiasi
113 Sadar
114 Terima Kasih
115 Jangan mau direndahkan!
116 Rencana Pernikahan
117 Saling Menghormati
118 Wedding
119 Hana dan Kenzie
120 Feeling
121 Elviana berulah
122 Mimpi Buruk
123 Pendarahan
124 Kebahagiaan
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Kesempatan Magang
2
Dad and Mom
3
Berangkat
4
Hari pertama Magang
5
Dave Alexon
6
Kau milikku Arvina!
7
Ken Cemburu
8
Menemani Dave
9
Arzena Masuk Club
10
Kekecewaan Arvina
11
Derex Austin
12
Nasehat Derex
13
Pesona Seorang Derex Austin
14
Aku mencintaimu!
15
Tertembak
16
Baik, jika itu maumu!
17
Rencana menghancurkan
18
Devil!
19
Sakaw
20
Bayar dengan tubuhmu!
21
Dave masih perhatian
22
Janji Arvina
23
Ken Berulah
24
Keresahan Dave
25
Rencana Dave
26
Kau akan menyesal!
27
Lebih baik aku mati!
28
Aku merindukan kalian.
29
Nona Lingerie
30
Tekad Hansen
31
Firasat Darvin
32
Kebohongan Ken
33
Keraguan Keanu
34
Hamil
35
Ayo pulang!
36
Pengakuan
37
Mimpi buruk
38
Arvina Diculik
39
Berhasil Kabur
40
Dave membutuhkanmu!
41
Keajaiban terbesar
42
Manja atau posesif?
43
Will you Marry me?
44
Double Wedding
45
After wedding party.
46
Petaka Membawa.....
47
Impas
48
Bahagia
49
Cerita masing-masing
50
Aku tidak punya madu lagi
51
Mengajak Kerja Sama
52
Mengunjungi Derex
53
Kecemburuan Dave
54
Pulang
55
Keduanya menghilang?
56
Kau lagi?
57
Aku Harus Bisa!
58
Masa Lalu Aston
59
Masa lalu
60
Dua Sisi Aston
61
Siasat Keanu
62
Sakit perut?
63
Endometriosis?
64
Aku tidak mencintaimu!
65
Luka Hati yang berbeda
66
Kebohongan yang terbongkar
67
Kejujuran Arvina
68
Kedatangan Rexa
69
Mengunjungi Jeymian
70
Ajari aku cara memaafkan!
71
Mengunjungi Jeymian Lagi
72
Arzena Cemburu
73
Wanita Bangkai
74
Mengunjungi Mansion Dave
75
Biarkan aku yang pergi!
76
Sebuah Fakta
77
Jangan sentuh kakakku!
78
Arvina yang lain?
79
Ceraikan Dia!
80
???
81
Meninggalnya Rexa
82
Permintaan Maaf
83
Hiduplah dengan baik
84
Menyusun rencana
85
Kegundahan Velano
86
Obat Kesuburan
87
Kau harus bisa!
88
Kabur?
89
Perasaan Aneh
90
Sindrom Simpatik (1)
91
Memilih Jujur
92
I LOVE YOU, DAD
93
Bahagia Bersamamu
94
Menyemangati
95
Tidak takut ancaman!
96
Pendamping masing-masing
97
Elviana Aliara
98
Jebakan Gagal
99
Arvina Posesif?
100
Sindrom Simpatik (2)
101
Ijin
102
Kedatangan Arzevin
103
(๑` ̤◡ ̤)◞ღԵհɑղƘՏღ
104
Berita Bahagia, Kegilaan Elviana
105
Miliki Aku, Ken!
106
Dijodohkan
107
Melatih Ken
108
Shock Terapi
109
Rencana Dave
110
Rencana Penculikan
111
Ken Kritis
112
Negosiasi
113
Sadar
114
Terima Kasih
115
Jangan mau direndahkan!
116
Rencana Pernikahan
117
Saling Menghormati
118
Wedding
119
Hana dan Kenzie
120
Feeling
121
Elviana berulah
122
Mimpi Buruk
123
Pendarahan
124
Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!