Kau milikku Arvina!

"Arvina." Lirih Dave saat melihat Arvina berdiri ditepian rooftop.

Ia semakin mempercepat langkahnya dan langsung memeluk Arvina dari belakang.

Arvina tersentak dan langsung meronta lepas.

PLAKK

Arvina menampar Dave.

"Pria brengsek, kau pikir kau siapa? Seenaknya memeluk ku." Ketus Arvina.

Dave tidak marah dan malah tersenyum.

"Ya ampun sayang, kau dari kecil sampai sekarang benar benar tidak berubah. Masih saja suka menampar ku." Ucap Dave mencubit gemas hidung Arvina.

"Dasar pria aneh." Ucap Arvina ketus lalu hendak melangkah pergi dan Dave segera menahannya.

"Kau lupa padaku?" Tanya Dave sendu.

"Aku bahkan tidak ingin mengenalmu." Ketus Arvina lagi.

Dave menarik tangan Arvina hingga Arvina kembali jatuh kedalam pelukannya.

"Aku Dave. Dave mu." Ucap Dave dengan percaya diri.

Ia kemudian melepaskan ikat rambut Arvina dari lengannya dan mengikat rambut Arvina menggunakan ikat rambut itu.

Arvina merasa bingung dengan perlakuan Dave.

"Dan ikat rambut itu adalah pemberian mu." Ucap Dave menangkup wajah Arvina.

Arvina tampak mencoba mengingat.

"Astaga. Jadi kau adalah bocah kecil yang mesum itu?" Tanya Arvina tak percaya.

Dave terkekeh.

"Benar." Jawab Dave.

"Hah, kau ini. Dari kecil sampai sekarang selalu saja membuatku marah." Gerutu Arvina sebal.

"Maafkan aku. Wajahmu pasti sakit." Ujar Dave mengelus wajah Arvina yang terluka karena cengkeraman ya tadi.

"Wajahku tidak sesakit hati ku. Kata kata mu itu sangat keterlaluan." Ujar Arvina geram.

"Maaf. Aku tidak tahu kalau kau adalah Arvina ku." Dave kembali meminta maaf dan masih mengelus wajah Arvina.

Dua kali Dave meminta maaf, padahal seumur hidupnya pantang baginya untuk meminta maaf sekalipun dia yang bersalah.

"Siapa yang Arvina mu? Jangan menyebut sembarangan. Lagipula jika aku bukan Arvina pun, seharusnya kau berlaku sopan pada siapapun yang menghormati mu." Celoteh Arvina panjang lebar.

Dave hanya tertawa kecil.

"Kau menjadi gadis yang sangat cantik. Tapi caramu bicara dan menghormati seseorang sama sekali tidak berubah." Batin Dave kagum pada gadisnya.

"Kau milikku Arvina, jangan pernah lupakan itu!" Ucap Dave santai namun terdengar seperti ancaman.

Arvina memutar malas matanya dan menganggap itu hanya candaan.

"Terima kasih. Terima kasih kau datang untukku." Ucap Dave tanpa rasa malu dan kembali memeluk Arvina.

"Aku kemari untuk magang Dave, bukan datang untukmu." Sanggah Arvina.

"Tidak. Garis takdir yang membawamu kepadaku." Ujar Dave dengan percaya diri.

"Sudahlah, lepaskan aku. Aku bisa mati karena pelukan mu ini." Gerutu Arvina kesal.

Dave melepaskan pelukannya dan menarik lembut tangan Arvina untuk mengikutinya.

"Hei, kau mau bawa aku kemana?" Protes Arvina.

Dave tidak menjawab, ia menarik Arvina hingga masuk kedalam lift dan menekan tombol panel lift yang membawanya ke parkiran bawah tanah gedung itu.

Selama menunggu lift tiba di tujuan, Dave menggenggam erat tangan Arvina seakan Arvina akan pergi jika ia melepaskan tangan itu.

Ting..

Pintu lift terbuka.

Dave kembali menarik Arvina keluar dari lift dan mengikutinya..

Semuanya Dave lakukan dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang.

Dave membawa Arvina masuk kedalam mobilnya.

"Ada apa ini?" Arvina menyilang tangannya menutupi dadanya saat Dave mengunci pintu mobilnya.

"Aku tidak akan melakukan itu sekarang sayang." Ucap Dave lembut.

Arvina bernafas lega.

"Eh, tidak sekarang? Hei, kau juga tidak bisa melakukan itu padaku di masa mendatang." Protes Arvina.

"Kau milikku Arvina. Jadi kita akan melakukan itu setelah kita menikah dan saat kau siap tentunya." Timpal Dave penuh percaya diri.

"Memangnya siapa yang mau menikah dengan nya?" Gumam Arvina, Dave tentu dapat mendengarnya namun ia memilih mengabaikan.

Ia mengeluarkan kotak obat kecil dari dalam laci mobilnya.

"Apa ini? Jangan bilang kau ingin membius ku lalu kau akan melakukan hal itu padaku?" Tuduh Arvina.

"Astaga sayang, kenapa kau selalu berpikir hal buruk tentang ku?" Tanya Dave sedikit kesal.

"Karena kau itu..mesum sejak kecil." Jawab Arvina memelankan suaranya pada tiga kalimat terakhir.

Dave memutar malas matanya.

Ia kemudian mengeluarkan beberapa jenis obat untuk mengobati wajah Arvina.

"Tutup mata mu." Titah Dave lembut.

Arvina sudah malas berdebat pun akhirnya menurut.

Dengan telaten Dave membersihkan luka diwajah gadisnya itu.

Wajah mereka sangat dekat membuat keduanya merasa gugup, terutama Dave.

Deru nafas mereka saling bersautan, membuat Dave sebagai pria sejati merasa tubuhnya memanas.

Dave malah sengaja memperlambat gerakannya untuk menguji dirinya sendiri.

"Dave, kenapa lama sekali?" Protes Arvina.

Dave tersadar dari lamunan liarnya dan segera menyudahi kegiatan nya.

Dave menyimpan kembali kotak obat tersebut.

"Terima kasih." Ucap Arvina.

Dave tersenyum.

Arvina hendak turun dari mobil Dave, namun Dave tidak mengijinkan.

"Astaga Dave, aku harus bekerja. Jika aku bolos, bisa bisa nilai ku jelek dan aku bisa mengecewakan Dad dan Mom."Pinta Arvina.

" Apa mempunyai orang tua sangat bahagia? Orang tua ku bahkan tidak pernah menganggap diriku ada." Tanya Dave sendu dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi mobilnya.

"Selama ini hanya paman ku yang peduli padaku. Tapi karena sakit, akhirnya dia meninggal saat aku berumur enam belas tahun." Keluh Dave sendu.

Arvina hanya diam. Ia sekarang mengerti kenapa Dave sangat nakal saat kecil dulu.

"Rasanya tidak ada yang peduli padaku selain pamanku dan dirimu." Ucap Dave lagi lalu memejamkan matanya.

"Aku? Darimana peduli ku padanya? Apa dia tidak sadar kalau aku membencinya?" Gumam Arvina.

Dave tersenyum.

"Aku rasa kau mencintaiku sayang. Kata katamu lima belas tahun lalu membuat ku bersemangat untuk menjadi lebih kuat dari siapapun bahkan menjadi yang terkuat." Ucap Dave kini menatap lekat pada Arvina.

"Apa benar kau adalah ketua gangster terkuat di negara ini?" Tanya Arvina ragu.

"Em..dan itu semua demi dan untuk dirimu." Jawab Dave.

"Aku bahagia bertemu denganmu lagi." Ucap Dave lagi dan satu tangannya terulur untuk mengelus pipi Arvina.

"Dave, aku harus bekerja." Pinta Arvina merengek.

"Sayang, aku adalah atasan mereka semua. Jadi kau tidak perlu takut. Dan soal nilai, aku akan mengaturnya untuk mu." Ucap Dave santai, lalu mengeluarkan sebatang rokok dari laci mobilnya.

"Astaga pria ini benar-benar. Apa dia tidak suka ditentang?" Gumam Arvina kesal saat dengan santainya Dave menurunkan jendela mobilnya dan membakar rokoknya lalu menghisap nya dalam.

"Kau pintar. Aku tidak suka ditentang bahkan dalam hal kecil sekalipun." Jawab Dave.

Arvina akhirnya pasrah, daripada dirinya mendapat bahaya pikirnya.

"Sayang, apa kau sudah punya kekasih saat ini?" Tanya Dave dengan nada yang terdengar menakutkan.

"Aku tidak punya. Tapi aku punya seseorang yang aku sukai." Jawab Arvina jujur.

Dave tersenyum sinis yang entah apa itu artinya.

"Baiklah jika aku harus berjuang sedikit untuk mendapatkan hatimu, aku siap." Ucap Dave tanpa ragu.

Dave adalah pria yang tidak suka penolakan, sesuatu yang ia inginkan harus ia dapatkan bahkan dengan cara kotor sekalipun.

"Dave aku mohon, aku harus kembali bekerja." Pinta Arvina memasang wajah memelas dan mengatup kedua tangannya dihadapan Dave.

"Baiklah baik. Aku akan mengantar mu kembali ketempat mu." Ucap Dave lalu mematikan puntung rokoknya pada asbak yang ada di dashboard mobilnya.

Dave turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Arvina.

Ia menggenggam tangan Arvina hingga masuk kedalam lift.

Didalam lift, ia mencuri kesempatan dengan memeluk Arvina dari belakang. Dave merasa sangat tenang saat menempel pada tubuh mungil itu.

Begitupun Arvina, hanya saja hatinya tetap memikirkan Ken walau ia nyaman dalam pelukan Dave.

Pintu lift terbuka, namun Dave tidak segera me mengijinkan Arvina keluar.

Ia membalikkan tubuh Arvina dan memeluk Arvina dari depan.

"Jangan bekerja terlalu keras. Jika kau butuh uang mintalah padaku, karena semua hartaku adalah milikmu juga. Jika kau ingin mendapatkan nilai yang bagus, aku akan mengaturnya untuk mu. Tapi jangan sampai kau mengacuhkan ku." Ucap Dave.

Entah sadar atau tidak, tapi Arvina mengangguk.

"Keluarlah. Lain kali aku akan menjemput dan mengantar mu. Sekarang aku tahu kau pasti membawa kendaraan sendiri." Ucap Dave melepaskan pelukan nya.

Dan sekali lagi Arvina mengangguk.

Dave kemudian mengecup kening Arvina dengan lembut.

"Pergilah." Titah Dave menuntun Arvina keluar dari lift namun tidak dengannya.

Dave melambaikan tangannya dan Arvina pun melangkah pergi.

"Syukurlah tidak ada yang melihat." Ucap Arvina mengelus dada.

"Kau milkku Arvina! Dan sampai kapanpun akan tetap milikku. Jika kau menolak, aku tetap akan memaksamu dan mendapatkan mu meski dengan cara kotor sekalipun." Batin Dave setelah didalam lift.

...~ To Be Continue ~...

Terpopuler

Comments

Cahya's

Cahya's

aku suka semua ceritamu thor

2021-08-26

1

Kadek Eni

Kadek Eni

bagus banget ceritanya dan mudah mudahan ceritanya nyambung terus

2021-07-20

1

coco

coco

mampir LG.


jgn lupa mampir juga ya

2021-07-11

0

lihat semua
Episodes
1 Kesempatan Magang
2 Dad and Mom
3 Berangkat
4 Hari pertama Magang
5 Dave Alexon
6 Kau milikku Arvina!
7 Ken Cemburu
8 Menemani Dave
9 Arzena Masuk Club
10 Kekecewaan Arvina
11 Derex Austin
12 Nasehat Derex
13 Pesona Seorang Derex Austin
14 Aku mencintaimu!
15 Tertembak
16 Baik, jika itu maumu!
17 Rencana menghancurkan
18 Devil!
19 Sakaw
20 Bayar dengan tubuhmu!
21 Dave masih perhatian
22 Janji Arvina
23 Ken Berulah
24 Keresahan Dave
25 Rencana Dave
26 Kau akan menyesal!
27 Lebih baik aku mati!
28 Aku merindukan kalian.
29 Nona Lingerie
30 Tekad Hansen
31 Firasat Darvin
32 Kebohongan Ken
33 Keraguan Keanu
34 Hamil
35 Ayo pulang!
36 Pengakuan
37 Mimpi buruk
38 Arvina Diculik
39 Berhasil Kabur
40 Dave membutuhkanmu!
41 Keajaiban terbesar
42 Manja atau posesif?
43 Will you Marry me?
44 Double Wedding
45 After wedding party.
46 Petaka Membawa.....
47 Impas
48 Bahagia
49 Cerita masing-masing
50 Aku tidak punya madu lagi
51 Mengajak Kerja Sama
52 Mengunjungi Derex
53 Kecemburuan Dave
54 Pulang
55 Keduanya menghilang?
56 Kau lagi?
57 Aku Harus Bisa!
58 Masa Lalu Aston
59 Masa lalu
60 Dua Sisi Aston
61 Siasat Keanu
62 Sakit perut?
63 Endometriosis?
64 Aku tidak mencintaimu!
65 Luka Hati yang berbeda
66 Kebohongan yang terbongkar
67 Kejujuran Arvina
68 Kedatangan Rexa
69 Mengunjungi Jeymian
70 Ajari aku cara memaafkan!
71 Mengunjungi Jeymian Lagi
72 Arzena Cemburu
73 Wanita Bangkai
74 Mengunjungi Mansion Dave
75 Biarkan aku yang pergi!
76 Sebuah Fakta
77 Jangan sentuh kakakku!
78 Arvina yang lain?
79 Ceraikan Dia!
80 ???
81 Meninggalnya Rexa
82 Permintaan Maaf
83 Hiduplah dengan baik
84 Menyusun rencana
85 Kegundahan Velano
86 Obat Kesuburan
87 Kau harus bisa!
88 Kabur?
89 Perasaan Aneh
90 Sindrom Simpatik (1)
91 Memilih Jujur
92 I LOVE YOU, DAD
93 Bahagia Bersamamu
94 Menyemangati
95 Tidak takut ancaman!
96 Pendamping masing-masing
97 Elviana Aliara
98 Jebakan Gagal
99 Arvina Posesif?
100 Sindrom Simpatik (2)
101 Ijin
102 Kedatangan Arzevin
103 (๑` ̤◡ ̤)◞ღԵհɑղƘՏღ
104 Berita Bahagia, Kegilaan Elviana
105 Miliki Aku, Ken!
106 Dijodohkan
107 Melatih Ken
108 Shock Terapi
109 Rencana Dave
110 Rencana Penculikan
111 Ken Kritis
112 Negosiasi
113 Sadar
114 Terima Kasih
115 Jangan mau direndahkan!
116 Rencana Pernikahan
117 Saling Menghormati
118 Wedding
119 Hana dan Kenzie
120 Feeling
121 Elviana berulah
122 Mimpi Buruk
123 Pendarahan
124 Kebahagiaan
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Kesempatan Magang
2
Dad and Mom
3
Berangkat
4
Hari pertama Magang
5
Dave Alexon
6
Kau milikku Arvina!
7
Ken Cemburu
8
Menemani Dave
9
Arzena Masuk Club
10
Kekecewaan Arvina
11
Derex Austin
12
Nasehat Derex
13
Pesona Seorang Derex Austin
14
Aku mencintaimu!
15
Tertembak
16
Baik, jika itu maumu!
17
Rencana menghancurkan
18
Devil!
19
Sakaw
20
Bayar dengan tubuhmu!
21
Dave masih perhatian
22
Janji Arvina
23
Ken Berulah
24
Keresahan Dave
25
Rencana Dave
26
Kau akan menyesal!
27
Lebih baik aku mati!
28
Aku merindukan kalian.
29
Nona Lingerie
30
Tekad Hansen
31
Firasat Darvin
32
Kebohongan Ken
33
Keraguan Keanu
34
Hamil
35
Ayo pulang!
36
Pengakuan
37
Mimpi buruk
38
Arvina Diculik
39
Berhasil Kabur
40
Dave membutuhkanmu!
41
Keajaiban terbesar
42
Manja atau posesif?
43
Will you Marry me?
44
Double Wedding
45
After wedding party.
46
Petaka Membawa.....
47
Impas
48
Bahagia
49
Cerita masing-masing
50
Aku tidak punya madu lagi
51
Mengajak Kerja Sama
52
Mengunjungi Derex
53
Kecemburuan Dave
54
Pulang
55
Keduanya menghilang?
56
Kau lagi?
57
Aku Harus Bisa!
58
Masa Lalu Aston
59
Masa lalu
60
Dua Sisi Aston
61
Siasat Keanu
62
Sakit perut?
63
Endometriosis?
64
Aku tidak mencintaimu!
65
Luka Hati yang berbeda
66
Kebohongan yang terbongkar
67
Kejujuran Arvina
68
Kedatangan Rexa
69
Mengunjungi Jeymian
70
Ajari aku cara memaafkan!
71
Mengunjungi Jeymian Lagi
72
Arzena Cemburu
73
Wanita Bangkai
74
Mengunjungi Mansion Dave
75
Biarkan aku yang pergi!
76
Sebuah Fakta
77
Jangan sentuh kakakku!
78
Arvina yang lain?
79
Ceraikan Dia!
80
???
81
Meninggalnya Rexa
82
Permintaan Maaf
83
Hiduplah dengan baik
84
Menyusun rencana
85
Kegundahan Velano
86
Obat Kesuburan
87
Kau harus bisa!
88
Kabur?
89
Perasaan Aneh
90
Sindrom Simpatik (1)
91
Memilih Jujur
92
I LOVE YOU, DAD
93
Bahagia Bersamamu
94
Menyemangati
95
Tidak takut ancaman!
96
Pendamping masing-masing
97
Elviana Aliara
98
Jebakan Gagal
99
Arvina Posesif?
100
Sindrom Simpatik (2)
101
Ijin
102
Kedatangan Arzevin
103
(๑` ̤◡ ̤)◞ღԵհɑղƘՏღ
104
Berita Bahagia, Kegilaan Elviana
105
Miliki Aku, Ken!
106
Dijodohkan
107
Melatih Ken
108
Shock Terapi
109
Rencana Dave
110
Rencana Penculikan
111
Ken Kritis
112
Negosiasi
113
Sadar
114
Terima Kasih
115
Jangan mau direndahkan!
116
Rencana Pernikahan
117
Saling Menghormati
118
Wedding
119
Hana dan Kenzie
120
Feeling
121
Elviana berulah
122
Mimpi Buruk
123
Pendarahan
124
Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!