Ken Cemburu

"Akhirnya hari ini selesai juga pekerjaan ku." Gumam Arvina sambil meregangkan otot-otot nya yang kaku.

"Ken, apa kau juga sudah selesai?" Tanya Arvina.

"Em." Ken hanya berdehem ketus sambil berjalan keluar dari ruangannya tanpa menunggu Arvina.

"Ada apa dengannya?" Gumam Arvina bingung.

"Hei, tunggu aku!" Teriak Arvina dan segera menyusul Ken.

"Ada apa denganmu? Kau sedang tidak sehat yah?" Tanya Arvina khawatir sambil meraba paksa kening Ken.

Ken menepis sedikit kasar tangan Arvina membuat Arvina semakin bingung.

Ken terus saja berjalan bahkan sampai didepan mobil Arvina pun, ia lewat begitu saja tanpa berniat masuk kedalam mobil Arvina.

"Ada apa dengannya sebenarnya?" Gumam Arvina lagi.

Arvina pun masuk kedalam mobilnya dan mengendarai mobilnya dengan sangat perlahan untuk mengimbangi langkah Ken.

"Hei, ayo masuk." Ajak Arvina setelah menurunkan kaca mobilnya.

Ken tidak menghiraukan Arvina dan terus berjalan.

"Astaga, apa kau sedang datang bulan?" Kelakar Arvina.

"Pulang saja bersama kekasih mu." Ketus Ken tanpa menghentikan langkahnya.

"Kekasih?" Batin Arvina bingung.

"Siapa kekasih ku? Aku bahkan tidak tahu siapa yang kau sebutkan itu." Ucap Arvina.

"Pria yang memelukmu di rooftop." Ucap Ken menahan geram.

Ken cemburu karena ia sempat melihat Dave memeluk Arvina saat ia mencari Arvina hingga ke rooftop.

"Oh astaga. Kau cemburu? Masuklah dulu, akan aku jelaskan nanti." Titah Arvina.

Ken akhirnya menurut dan masuk kedalam mobil Arvina setelah Arvina menghentikan mobilnya didepan Ken.

"Dia itu bukan kekasih ku. Dia itu dulunya adalah teman satu kelas ku dan Arzena saat di PAUD dulu." Ungkap Arvina seolah menjelaskan pada kekasihnya.

"Kau yakin? Tapi dia memelukmu dengan penuh kelembutan. Bahkan sangat berbeda dari saat dia marah denganmu tadi pagi." Tanya Ken bimbang.

"Aku yakin Ken. Lagipula aku memang tidak pernah tertarik padanya. Dia itu nakal sejak kecil. Gadis baik seperti ku harusnya berjodoh dengan lelaki yang baik seperti mu kan?" Goda Arvina pada Ken membuat Ken tersipu malu.

"Sudahlah, aku sangat lapar sekarang. Ayo kita cari makan." Aja Arvina.

Arvina pun kembali melajukan mobilnya sambil mencari restoran atau tempat makan yang ingin mereka datangi.

Lama berkeliling hingga akhirnya pilihan mereka jatuh oada sebuah restoran seafood.

Ken paling suka makanan seafood.

"Ayo kita turun untuk memanjakan perut kita." Ajak Arvina dan mereka pun turun dari mobil.

Mereka segera masuk kedalam restoran itu.

"Hah? Jadi kita harus memilih dulu jenis seafood yang ingin kita makan?" Tanya Ken bingung.

"Kau ini jangan membuatku malu." Ucap Arvina mengusap kasar wajah Ken membuat beberapa pelayan restoran itu tertawa kecil.

"Cepatlah pilih." Titah Arvina.

"Aku yang harus memilih?" Tanya Ken bingung.

"Kelamaan." Gerutu Arvina dan langsung memilih beberapa jenis seafood yang ingin mereka olah untuk disantap.

Setelah selesai, Arvina memberikan pilihan nya pada pelayan restoran itu untuk mereka olah.

"Kau pilihlah tempat duduk. Aku harus ke toilet sebentar." Ucap Arvina dan langsung melenggang pergi.

Ken pun segera melaksanakan perintah Arvina.

Ditoilet Arvina segera menunaikan hajatnya yang tertunda sejak masih ditempat magangnya tadi.

Setelah selesai, ia pun keluar dan mencuci tangannya.

Ponselnya kemudian berdering.

Saat melihat yang menelpon adalah Mommynya, ia langsung menjawab panggilan video tersebut dengan senang.

"Hai Dad, Mom. I miss you." Ucap Arvina menyapa kedua orang tuanya yang ternyata ada dalam layar ponselnya.

"Hai sweetheart. Bagaimana keadaan kalian? Bagaimana magang kalian?" Tanya Darvin.

"We are good. Kalian tahu? Aku dan Ken sudah mendapatkan proyek pertama kami. Dan kami menyelesaikan dengan baik." Ucap Arvina semangat.

"Wow, itu sangat keren sayang." Ucap Zevina.

"Lalu bagaimana dengan Zena? Kenapa ponselnya tidak aktif?" Tanya Darvin serius.

"Arzena juga sudah mulai rekaman Dad." Jawab Arvina seadanya.

Ia tidak berani mengatakan bahwa Arzena tidak pulang tadi malam pada orang tuanya.

"Syukurlah. Ingat pesan Daddy dan Mommy! Jaga diri kalian, jangan sampai melakukan sesuatu yang membuat kami kecewa." Titah Darvin pada putrinya.

"Tentu Dad. Um, Dad, aku dan Ken sedang ada direstoran dan ingin makan. Nanti saja kita bicara lagi ya." Ucap Arvina meminta ijin untuk mengakhiri panggilan.

Panggilan pun berakhir setelah Darvin dan Zevina memberi ijin.

Arvina pun keluar dari toilet.

Saat Arvina hendak melangkah tiba tiba ia merasa seseorang menarik tangannya kembali masuk kedalam toilet dan orang itu mengunci pintu utama toilet tersebut.

"I miss you babe." Suara berat seorang pria dan pria tersebut langsung memeluk erat Arvina.

"Dave? Apa yang kau lakukan?" Tanya Arvina meminta lepas.

Ya, pria tersebut adalah Dave.

"Jangan! Jangan meminta ku melepaskan mu! Aku tidak akan pernah melakukan hal itu!" Ucap Dave dengan nada memerintah namun suaranya terdengar semakin lemah.

"Dave? Kau kenapa?" Tanya Arvina mulai panik.

Arvina mencoba untuk mendorong tubuh Dave menjauh namun tangannya tidak sengaja menyentuh perut Dave.

"Basah?" Arvina merasa bingung lalu mengangkat telapak tangannya yang tadi menyentuh perut Dave.

"Blood? Astaga." Ucap Arvina kini benar benar panik bersamaan dengan Dave yang tumbang.

"Dave, bangunlah!" Titah Arvina menepuk pipi Dave.

Namun usaha Arvina sia sia. Dave sudah jatuh pingsan dengan perut yang berlumur darah.

"Astaga, aku harus bagaimana?" Gumam Arvina panik dan mencoba memikirkan cara untuk membawa Dave ke rumah sakit sedangkan pintu utama toilet dikunci oleh Dave dan hanya bisa dibuka dari luar.

"Ken." Arvina terpikir pada Ken.

Ia segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Ken.

"Ken, minta pihak restoran untuk membuka pintu toilet. Aku sedang terkunci. Dan segera panggilkan ambulance, jika ambulance sudah sampai suruh mereka langsung ke toilet." Titah Arvina dan langsung mematikan panggilannya.

"Astaga, kenapa kau ini?" Tanya Arvina masih panik

Dave pingsan, namun satu tangannya menggenggam erat tangan Arvina.

"Bertahanlah." Ucap Arvina menyeka butiran keringat dikening Dave.

Ia hanya khawatir akan keadaan Dave, tidak lebih. Bukan juga karena ia mulai ada rasa pada Dave.

Tak berselang lama, akhirnya semua pesanan Arvina pada Ken pun tiba.

Salah satu pelayan restoran membuka pintu toilet itu, dan pihak rumah sakit menggotong tubuh pingsan Dave dengan tandu dan segera memasukkan Dave kedalam ambulance dan memberi pertolongan pertama pada Dave.

"Dia lagi." Gumam Ken kembali cemburu.

"Bukan saatnya untuk kesal Ken. Kita harus ke rumah sakit." Ajak Arvina.

Ken hanya menurut. Saat seperti ini ia tidak ingin lengah hingga memberi kesempatan pada Dave untuk mendekati Arvina.

Arvina dan Ken pun segera menyusul ke rumah sakit mengikuti ambulance yang membawa Dave dari belakang.

"Kau sepertinya sangat peduli padanya?" Sindir Ken.

"Aku tidak ingin berdebat dengan mu sekarang Ken." Ucap Arvina membuat Ken diam kembali.

Mereka akhirnya sampai dirumah sakit.

Dave segera dibawa ke ruang operasi, sedangkan Arvina mengurus segala administrasi nya.

Untuk menghubungi keluarga Dave membutuhkan waktu, lagipula Arvina tidak mengenal satupun keluarga Dave.

"Apa yang sebenarnya terjadi? Ah, pria itu. Dari kecil sampai sekarang selalu saja membuat masalah." Gumam Arvina mondar-mandir membuat Ken semakin cemburu.

Cukup lama menunggu hingga akhirnya seorang dokter keluar dari ruangan operasi.

"Bagaimana keadaan Dave, dokter?" Tanya Arvina was was.

"Keadaan Tuan Dave tidak parah. Luka tusukan nya juga tidak dalam. Kami sudah menjahit lukanya. Jadi tidak ada yang serius. Bahkan Tuan Dave sudah sadar." Ucap sang dokter.

"Terima kasih dokter." Ucap Arvina sopan.

Dave kemudian dipindahkan ke ruang inap.

"Terima kasih." Ucap Arvina pada perawat yang menangani Dave.

"Terima kasih." Ucap Dave setelah Arvina mendekat.

Dave hanya mengucapkan terima kasih pada pamannya dan sekarang Arvina.

Arvina membantu Dave untuk setengah duduk.

"Sudah, jangan banyak bicara." Ucap Arvina ketus.

Dave tersenyum.

"Jika tidak ada hal penting, aku harus pulang sekarang." Ucap Arvina lagi.

Dave melirik pada Ken yang sedang menatap benci padanya diambang pintu.

"Anak buah ku akan datang menjemput dan mengantarkannya pulang. Kau temani aku." Titah Dave dingin.

"Kau pikir kau siapa? Seenaknya memberi perintah seperti itu." Ketus Ken.

Dave menatap Ken dengan tatapan membunuh.

Arvina bingung apa yang harus ia lakukan, hingga akhirnya ia memilih menenangkan Dave yang menurutnya sudah pasti lebih temperamen.

"Baiklah, aku akan menemanimu malam ini." Ucap Arvina.

"Sampai aku sembuh!" Titah Dave tegas.

Arvina mendengus kesal.

"Baiklah sampai kau sembuh." Ucap Arvina lagi, pasrah.

"Tidak tidak, sampai seumur hidup kita!" Titah Dave lagi.

Ken sudah mengepalkan kuat tangannya.

"Kau ini kenapa ... "

Belum selesai Arvina ingin protes, Dave sudah mengunci bibir Arvina dengan bibirnya.

Ken geram dan hendak menyerang Dave, namun segera ditarik oleh anak buah Dave yang sampai waktu itu.

Dave tersenyum licik setelah pautan bibir mereka terlepas.

"Hei, itu ciuman pertama ku." Protes Arvina.

"Baiklah aku kembalikan." Ucap Dave hendak mencium Arvina namun segera Arvina menghindar.

"Mau pertama ataupun yang kesekian kalinya, semua yang ada padamu mulai saat ini adalah milikku dan tidak ada yang boleh menyentuhmu selain diriku. Jika mereka berani, itu artinya mereka tidak sayang dengan nyawa mereka lagi." Ancam Dave membuat Arvina merinding.

"Kemarilah dan tidur disamping ku." Ucap Dave.

Arvina memilih menurut daripada terkena masalah.

Arvina naik keatas ranjang dan berbaring disamping Dave setelah membantu Dave untuk berbaring.

Dave memeluk Arvina dengan sangat erat dan posesif.

"Semoga saja Ken sampai ke rumah dengan selamat." Batin Arvina.

Dave terlelap lebih dulu, baru setelah itu Arvina.

...~ To Be Continue ~...

Terpopuler

Comments

coco

coco

like like.


ttp semangat ya

2021-07-14

1

Cucu Suliani

Cucu Suliani

pemaksa

2021-06-24

1

NhurryeAmy Amy

NhurryeAmy Amy

gak jd maem donk 🤣🤣

2021-06-22

1

lihat semua
Episodes
1 Kesempatan Magang
2 Dad and Mom
3 Berangkat
4 Hari pertama Magang
5 Dave Alexon
6 Kau milikku Arvina!
7 Ken Cemburu
8 Menemani Dave
9 Arzena Masuk Club
10 Kekecewaan Arvina
11 Derex Austin
12 Nasehat Derex
13 Pesona Seorang Derex Austin
14 Aku mencintaimu!
15 Tertembak
16 Baik, jika itu maumu!
17 Rencana menghancurkan
18 Devil!
19 Sakaw
20 Bayar dengan tubuhmu!
21 Dave masih perhatian
22 Janji Arvina
23 Ken Berulah
24 Keresahan Dave
25 Rencana Dave
26 Kau akan menyesal!
27 Lebih baik aku mati!
28 Aku merindukan kalian.
29 Nona Lingerie
30 Tekad Hansen
31 Firasat Darvin
32 Kebohongan Ken
33 Keraguan Keanu
34 Hamil
35 Ayo pulang!
36 Pengakuan
37 Mimpi buruk
38 Arvina Diculik
39 Berhasil Kabur
40 Dave membutuhkanmu!
41 Keajaiban terbesar
42 Manja atau posesif?
43 Will you Marry me?
44 Double Wedding
45 After wedding party.
46 Petaka Membawa.....
47 Impas
48 Bahagia
49 Cerita masing-masing
50 Aku tidak punya madu lagi
51 Mengajak Kerja Sama
52 Mengunjungi Derex
53 Kecemburuan Dave
54 Pulang
55 Keduanya menghilang?
56 Kau lagi?
57 Aku Harus Bisa!
58 Masa Lalu Aston
59 Masa lalu
60 Dua Sisi Aston
61 Siasat Keanu
62 Sakit perut?
63 Endometriosis?
64 Aku tidak mencintaimu!
65 Luka Hati yang berbeda
66 Kebohongan yang terbongkar
67 Kejujuran Arvina
68 Kedatangan Rexa
69 Mengunjungi Jeymian
70 Ajari aku cara memaafkan!
71 Mengunjungi Jeymian Lagi
72 Arzena Cemburu
73 Wanita Bangkai
74 Mengunjungi Mansion Dave
75 Biarkan aku yang pergi!
76 Sebuah Fakta
77 Jangan sentuh kakakku!
78 Arvina yang lain?
79 Ceraikan Dia!
80 ???
81 Meninggalnya Rexa
82 Permintaan Maaf
83 Hiduplah dengan baik
84 Menyusun rencana
85 Kegundahan Velano
86 Obat Kesuburan
87 Kau harus bisa!
88 Kabur?
89 Perasaan Aneh
90 Sindrom Simpatik (1)
91 Memilih Jujur
92 I LOVE YOU, DAD
93 Bahagia Bersamamu
94 Menyemangati
95 Tidak takut ancaman!
96 Pendamping masing-masing
97 Elviana Aliara
98 Jebakan Gagal
99 Arvina Posesif?
100 Sindrom Simpatik (2)
101 Ijin
102 Kedatangan Arzevin
103 (๑` ̤◡ ̤)◞ღԵհɑղƘՏღ
104 Berita Bahagia, Kegilaan Elviana
105 Miliki Aku, Ken!
106 Dijodohkan
107 Melatih Ken
108 Shock Terapi
109 Rencana Dave
110 Rencana Penculikan
111 Ken Kritis
112 Negosiasi
113 Sadar
114 Terima Kasih
115 Jangan mau direndahkan!
116 Rencana Pernikahan
117 Saling Menghormati
118 Wedding
119 Hana dan Kenzie
120 Feeling
121 Elviana berulah
122 Mimpi Buruk
123 Pendarahan
124 Kebahagiaan
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Kesempatan Magang
2
Dad and Mom
3
Berangkat
4
Hari pertama Magang
5
Dave Alexon
6
Kau milikku Arvina!
7
Ken Cemburu
8
Menemani Dave
9
Arzena Masuk Club
10
Kekecewaan Arvina
11
Derex Austin
12
Nasehat Derex
13
Pesona Seorang Derex Austin
14
Aku mencintaimu!
15
Tertembak
16
Baik, jika itu maumu!
17
Rencana menghancurkan
18
Devil!
19
Sakaw
20
Bayar dengan tubuhmu!
21
Dave masih perhatian
22
Janji Arvina
23
Ken Berulah
24
Keresahan Dave
25
Rencana Dave
26
Kau akan menyesal!
27
Lebih baik aku mati!
28
Aku merindukan kalian.
29
Nona Lingerie
30
Tekad Hansen
31
Firasat Darvin
32
Kebohongan Ken
33
Keraguan Keanu
34
Hamil
35
Ayo pulang!
36
Pengakuan
37
Mimpi buruk
38
Arvina Diculik
39
Berhasil Kabur
40
Dave membutuhkanmu!
41
Keajaiban terbesar
42
Manja atau posesif?
43
Will you Marry me?
44
Double Wedding
45
After wedding party.
46
Petaka Membawa.....
47
Impas
48
Bahagia
49
Cerita masing-masing
50
Aku tidak punya madu lagi
51
Mengajak Kerja Sama
52
Mengunjungi Derex
53
Kecemburuan Dave
54
Pulang
55
Keduanya menghilang?
56
Kau lagi?
57
Aku Harus Bisa!
58
Masa Lalu Aston
59
Masa lalu
60
Dua Sisi Aston
61
Siasat Keanu
62
Sakit perut?
63
Endometriosis?
64
Aku tidak mencintaimu!
65
Luka Hati yang berbeda
66
Kebohongan yang terbongkar
67
Kejujuran Arvina
68
Kedatangan Rexa
69
Mengunjungi Jeymian
70
Ajari aku cara memaafkan!
71
Mengunjungi Jeymian Lagi
72
Arzena Cemburu
73
Wanita Bangkai
74
Mengunjungi Mansion Dave
75
Biarkan aku yang pergi!
76
Sebuah Fakta
77
Jangan sentuh kakakku!
78
Arvina yang lain?
79
Ceraikan Dia!
80
???
81
Meninggalnya Rexa
82
Permintaan Maaf
83
Hiduplah dengan baik
84
Menyusun rencana
85
Kegundahan Velano
86
Obat Kesuburan
87
Kau harus bisa!
88
Kabur?
89
Perasaan Aneh
90
Sindrom Simpatik (1)
91
Memilih Jujur
92
I LOVE YOU, DAD
93
Bahagia Bersamamu
94
Menyemangati
95
Tidak takut ancaman!
96
Pendamping masing-masing
97
Elviana Aliara
98
Jebakan Gagal
99
Arvina Posesif?
100
Sindrom Simpatik (2)
101
Ijin
102
Kedatangan Arzevin
103
(๑` ̤◡ ̤)◞ღԵհɑղƘՏღ
104
Berita Bahagia, Kegilaan Elviana
105
Miliki Aku, Ken!
106
Dijodohkan
107
Melatih Ken
108
Shock Terapi
109
Rencana Dave
110
Rencana Penculikan
111
Ken Kritis
112
Negosiasi
113
Sadar
114
Terima Kasih
115
Jangan mau direndahkan!
116
Rencana Pernikahan
117
Saling Menghormati
118
Wedding
119
Hana dan Kenzie
120
Feeling
121
Elviana berulah
122
Mimpi Buruk
123
Pendarahan
124
Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!