Tertembak

Sejak Ken mengungkapkan perasaan hatinya malam itu dan meminta Arvina menjadi kekasihnya, akhirnya mereka kini benar-benar resmi menjadi sepasang kekasih.

Mereka menjalani hari dengan bahagia dan selalu bersama kemanapun dan dimanapun kecuali saat tidur dan mandi atau melakukan hal-hal yang bersifat pribadi.

Arvina sedikit banyak mulai melupakan kehadiran Dave, ia mulai sering mengabaikan panggilan dari Dave dan itu sudah berlangsung selama satu minggu ini sejak ia dan Ken resmi menjadi sepasang kekasih.

Seperti saat ini, Dave tengah uring-uringan menanti agar Arvina menjawab panggilan dari nya.

"Ya ampun, apa yang sedang dilakukan gadis ini?" Gumam Dave mondar-mandir tak tentu arah.

Dave tidak pantang menyerah untuk terus menghubungi Arvina.

"Arvina aku mohon angkat sekali saja. Aku sungguh merindukanmu." Gumam Dave lagi.

"Tuan, semuanya sudah siap. Apa kita harus menyerang markas musuh sekarang?" Tanya Drick dari belakang Dave.

"Aku akan menyusul. Kau pergi saja dulu dan pimpin yang lain!" Titah Dave pada Drick.

"Baik Tuan." Ucap Drick menyanggupi.

Drick pun pamit undur.

Dave mencoba lagi menghubungi Arvina.

"Sayang, bukan seperti itu garisnya." Terdengar suara Arvina berbicara.

"Arvina, kau berbicara pada siapa?" Tanya Dave.

"Bagaimana? Apa sudah benar seperti ini?" Suara seorang lelaki yang sudah bisa dipastikan adalah Ken.

"Bangsat! Arvina kau mengkhianatiku?" Tanya Dave geram.

Namun panggilan pun berakhir saat itu juga.

"Awas saja Arvina. Jika memang sampai kau mengkhianatiku, aku tidak akan segan menarik mu kembali dengan cara kotor." Gumam Dave kesal.

Ia segera keluar dari ruangan markasnya dan menyusul Drick dan para anak buahnya setelah menyisipkan dua buah pistol disisi kiri dan kanan pinggangnya.

Dave mengendarai mobilnya dengan uring-uringan.

Saat ini ia masih berada di New York.

######

"Astaga Ken, aku tidak sengaja menjawab panggilan dari Dave." Ucap Arvina kaget.

"Bagaimana bisa?" Tanya Ken bingung.

"Tadi ponsel ku disamping pensil ku. Sepertinya saat aku mengambil pensil ku, tidak sengaja tanganku menyentuh layar ponsel ku." Jelas Arvina.

Mereka saat ini sedang mendesain bersama di ruangan kerja Arvina.

"Sudahlah. Tidak akan ada masalah. Dia tidak mungkin macam-macam." Ujar Ken menenangkan Arvina.

Arvina tersenyum.

"Sayang, kau tahu sampai saat ini aku masih tidak menyangka bahwa kau juga mempunyai perasaan yang sama dengan ku." Ucap Ken haru.

"Em..sebenarnya aku sudah mulai menyukai mu saat kita masuk kuliah. Tapi aku pikir kau mungkin hanya akan menganggap ku sahabat saja, maka dari itu aku tidak ingin mengungkapkan semua nya." Arvina menimpali.

"Aku bahkan menyukaimu saat kita berada di Senior High School." Ucap Ken mengelus rambut Arvina.

Arvina hanya tersenyum tersipu malu.

######

Jika Arvina dan Ken sedang berbunga-bunga, maka lain halnya dengan Dave yang kini berada di markas musuh nya.

"Shit! Kenapa tidak ada satupun tempat untuk berlindung?" Gumam Dave berusaha menghindari tembakan dan serangan dari musuh.

DOORR DOORR

Bunyi tembakan menggema diseluruh ruangan.

"Tuan Dave." Gumam Drick.

Drick pun segera berlari kedepan Dave dan melindungi Dave sebisa mungkin.

"Tuan Dave, menepilah! Biarkan kami yang mengatasi disini." Titah Drick khawatir dengan Tuan nya.

"Tidak usah sok peduli. Bukankah kau senang jika aku mati cepat?" Tuduh Dave asal.

"Apa yang ia bicarakan?" Gumam Drick bingung mendengar perkataan Dave.

Mereka terus berlari menghindari segala serangan ataupun peluru sasar, sedangkan didepan mereka sudah banyak yang tumbang dan meninggal.

Dave dan Drick akhirnya mendapat tempat untuk bersembunyi sejenak dibalik kotak-kotak kayu yang tersusun rapi dan menjulang tinggi.

"Drick, apa yang akan kau lakukan jika kekasihmu berkhianat?" Tanya Dave.

"Disaat seperti ini dia malah bertanya tentang kekasih yang berkhianat?" Batin Drick bingung.

"Jawab Drick!" Titah Dave tegas namun tidak menggunakan suara yang menggelegar karena mereka sedang bersembunyi.

"Apa Tuan yakin Nona Arvina berkhianat?" Tanya Drick memastikan.

"Aku tidak bertanya soal Arvina." Jawab Dave berbohong.

"Tuan memang tidak menyebut nama, tapi aku tahu hanya Nona Arvina yang Tuan perjuangkan dan Tuan akui sebagai kekasih." Ucap Drick sedikit meledek.

"Jawab saja pertanyaan ku!" Titah Dave geram.

Bunyi tembakan mulai terdengar berkurang.

"Aku belum memiliki kekasih Tuan. Tuan tahu sendiri bagaimana saat itu Tuan menyelamatkan ku dari rencana pembunuhan yang direncanakan mantan kekasihku untuk ku." Jawab Drick sejujurnya.

"Kau bayangkan saja seandainya kau mempunyai kekasih dan ia berkhianat." Ucap Dave kesal.

Drick terkadang memang suka mengganggu dan menggodanya, dan dari semua anak buahnya hanya Drick yang berani seperti itu.

"Aku tidak akan menghukumnya langsung. Aku akan bertanya baik-baik dulu kepadanya. Jika dia mengakuinya dan ingin kembali padaku lalu melepaskan selingkuhan nya, aku akan mencoba memaafkannya. Tapi jika dia lebih memilih pria itu, tergantung lagi sedalam apa aku mencintainya. Jika dia sudah kujadikan separuh dari nyawaku, maka aku memaksanya kembali meski dengan cara kotor sekalipun." Jawab Drick panjang lebar.

"Sepertinya sudah aman. Ayo kita keluar." Ajak Dave saat mereka sudah tidak mendengar suara tembakan apapun lagi.

BRANGG

Saat Dave hendak keluar dari tempat persembunyian mereka, ia tidak sengaja menyenggol salah satu kotak yang melindungi mereka hingga kotak-kotak tersebut jatuh berantakan bahkan ada yang pecah dan suara gaduh dari kotak-kotak tersebut membuat seorang musuh mereka yang hendak pergi segera membalikkan badan dan melepaskan tembakan.

DOORR DOORR

Dua peluru dilepaskan dan langsung mengenai dada Dave.

"TUAN DAVE!" Teriak Drick dan langsung menahan tubuh Dave agat tidak jatuh ke lantai dan satu tangannya sigap melepaskan satu tembakan dan tepat mengenai kepala musuh.

"Tuan Dave bertahanlah!" Ucap Drick berusaha menahan bekas tembakan Dave dengan telapak tangannya agar tidak mengeluarkan darah semakin banyak.

"Drick, ji..ka aku ti..dak bisa kemba..li, tol..ong jag..a Arvi..na untukku." Pinta Dave menahan sakit di bagian dadanya.

"Jangan bodoh Tuan. Kau masih mudah. Aku yang lebih tua dari dirimu saja belum bosan hidup." Ketus Drick dan langsung mengangkat tubuh Dave dan membawanya ke rumah sakit.

######

"Arghh.." Arvina tiba-tiba merasakan sakit pada dadanya bersamaan saat Dave tertembak.

"Kau kenapa?" Tanya Ken panik.

"Tidak, aku tidak apa-apa. Hanya dadaku sedikit sakit." Jawab Arvina lemah.

"Apa perlu kita periksa kedokter?" Tanya Ken bingung.

"Tidak, tidak perlu. Berikan aku air minum saja." Pinta Arvina

Ken pun sigap meraih sebotol air mineral dan membukakan untuk Arvina.

Arvina meneguk air tersebut hingga tersisa setengah.

"Kenapa tiba-tiba aku jadi memikirkan Dave?" Batin Arvina bingung.

"Apa sudah merasa lebih baik?" Tanya Ken khawatir.

Arvina tidak langsung menjawab karena ia sedang melamun dan berkutat dengan pikirannya yang tiba-tiba memikirkan Dave.

"Sayang, apa kau sudah merasa lebih baik?" Tanya Ken lagi menjentikkan jarinya didepan wajah Arvina membuat Arvina sedikit tersentak.

"Ah..iya..aku baik-baik saja." Jawab Arvina.

"Syukurlah. Jika kau merasa sakit lagi, sebaiknya kita periksa kedokter." Usul Ken.

"Ya..tapi aku sudah tidak apa-apa." Jawab Arvina bingung.

Ken mengangguk dan kembali melanjutkan pekerjaan mereka, sedangkan Arvina kembali berkutat dengan pikiran nya.

Diam-diam ia mencoba membuka ponselnya dan memanggil nomor Dave, namun saat terhubung pun tidak ada yang menjawab.

"Semoga saja tidak ada hal buruk yang terjadi." Batin Arvina ragu dan khawatir.

......~ 🅃🄾 🄱🄴 🄲🄾🄽🅃🄸🄽🅄🄴 ~......

Terpopuler

Comments

IG: Saya_Muchu

IG: Saya_Muchu

Semangat berkarya

2021-07-22

2

el Putriᵉˡ̳༆

el Putriᵉˡ̳༆

Jangna dimatikan kak

2021-07-18

1

Emak Femes

Emak Femes

omegoooodddddd 😨😨😨

daveee

2021-06-30

1

lihat semua
Episodes
1 Kesempatan Magang
2 Dad and Mom
3 Berangkat
4 Hari pertama Magang
5 Dave Alexon
6 Kau milikku Arvina!
7 Ken Cemburu
8 Menemani Dave
9 Arzena Masuk Club
10 Kekecewaan Arvina
11 Derex Austin
12 Nasehat Derex
13 Pesona Seorang Derex Austin
14 Aku mencintaimu!
15 Tertembak
16 Baik, jika itu maumu!
17 Rencana menghancurkan
18 Devil!
19 Sakaw
20 Bayar dengan tubuhmu!
21 Dave masih perhatian
22 Janji Arvina
23 Ken Berulah
24 Keresahan Dave
25 Rencana Dave
26 Kau akan menyesal!
27 Lebih baik aku mati!
28 Aku merindukan kalian.
29 Nona Lingerie
30 Tekad Hansen
31 Firasat Darvin
32 Kebohongan Ken
33 Keraguan Keanu
34 Hamil
35 Ayo pulang!
36 Pengakuan
37 Mimpi buruk
38 Arvina Diculik
39 Berhasil Kabur
40 Dave membutuhkanmu!
41 Keajaiban terbesar
42 Manja atau posesif?
43 Will you Marry me?
44 Double Wedding
45 After wedding party.
46 Petaka Membawa.....
47 Impas
48 Bahagia
49 Cerita masing-masing
50 Aku tidak punya madu lagi
51 Mengajak Kerja Sama
52 Mengunjungi Derex
53 Kecemburuan Dave
54 Pulang
55 Keduanya menghilang?
56 Kau lagi?
57 Aku Harus Bisa!
58 Masa Lalu Aston
59 Masa lalu
60 Dua Sisi Aston
61 Siasat Keanu
62 Sakit perut?
63 Endometriosis?
64 Aku tidak mencintaimu!
65 Luka Hati yang berbeda
66 Kebohongan yang terbongkar
67 Kejujuran Arvina
68 Kedatangan Rexa
69 Mengunjungi Jeymian
70 Ajari aku cara memaafkan!
71 Mengunjungi Jeymian Lagi
72 Arzena Cemburu
73 Wanita Bangkai
74 Mengunjungi Mansion Dave
75 Biarkan aku yang pergi!
76 Sebuah Fakta
77 Jangan sentuh kakakku!
78 Arvina yang lain?
79 Ceraikan Dia!
80 ???
81 Meninggalnya Rexa
82 Permintaan Maaf
83 Hiduplah dengan baik
84 Menyusun rencana
85 Kegundahan Velano
86 Obat Kesuburan
87 Kau harus bisa!
88 Kabur?
89 Perasaan Aneh
90 Sindrom Simpatik (1)
91 Memilih Jujur
92 I LOVE YOU, DAD
93 Bahagia Bersamamu
94 Menyemangati
95 Tidak takut ancaman!
96 Pendamping masing-masing
97 Elviana Aliara
98 Jebakan Gagal
99 Arvina Posesif?
100 Sindrom Simpatik (2)
101 Ijin
102 Kedatangan Arzevin
103 (๑` ̤◡ ̤)◞ღԵհɑղƘՏღ
104 Berita Bahagia, Kegilaan Elviana
105 Miliki Aku, Ken!
106 Dijodohkan
107 Melatih Ken
108 Shock Terapi
109 Rencana Dave
110 Rencana Penculikan
111 Ken Kritis
112 Negosiasi
113 Sadar
114 Terima Kasih
115 Jangan mau direndahkan!
116 Rencana Pernikahan
117 Saling Menghormati
118 Wedding
119 Hana dan Kenzie
120 Feeling
121 Elviana berulah
122 Mimpi Buruk
123 Pendarahan
124 Kebahagiaan
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Kesempatan Magang
2
Dad and Mom
3
Berangkat
4
Hari pertama Magang
5
Dave Alexon
6
Kau milikku Arvina!
7
Ken Cemburu
8
Menemani Dave
9
Arzena Masuk Club
10
Kekecewaan Arvina
11
Derex Austin
12
Nasehat Derex
13
Pesona Seorang Derex Austin
14
Aku mencintaimu!
15
Tertembak
16
Baik, jika itu maumu!
17
Rencana menghancurkan
18
Devil!
19
Sakaw
20
Bayar dengan tubuhmu!
21
Dave masih perhatian
22
Janji Arvina
23
Ken Berulah
24
Keresahan Dave
25
Rencana Dave
26
Kau akan menyesal!
27
Lebih baik aku mati!
28
Aku merindukan kalian.
29
Nona Lingerie
30
Tekad Hansen
31
Firasat Darvin
32
Kebohongan Ken
33
Keraguan Keanu
34
Hamil
35
Ayo pulang!
36
Pengakuan
37
Mimpi buruk
38
Arvina Diculik
39
Berhasil Kabur
40
Dave membutuhkanmu!
41
Keajaiban terbesar
42
Manja atau posesif?
43
Will you Marry me?
44
Double Wedding
45
After wedding party.
46
Petaka Membawa.....
47
Impas
48
Bahagia
49
Cerita masing-masing
50
Aku tidak punya madu lagi
51
Mengajak Kerja Sama
52
Mengunjungi Derex
53
Kecemburuan Dave
54
Pulang
55
Keduanya menghilang?
56
Kau lagi?
57
Aku Harus Bisa!
58
Masa Lalu Aston
59
Masa lalu
60
Dua Sisi Aston
61
Siasat Keanu
62
Sakit perut?
63
Endometriosis?
64
Aku tidak mencintaimu!
65
Luka Hati yang berbeda
66
Kebohongan yang terbongkar
67
Kejujuran Arvina
68
Kedatangan Rexa
69
Mengunjungi Jeymian
70
Ajari aku cara memaafkan!
71
Mengunjungi Jeymian Lagi
72
Arzena Cemburu
73
Wanita Bangkai
74
Mengunjungi Mansion Dave
75
Biarkan aku yang pergi!
76
Sebuah Fakta
77
Jangan sentuh kakakku!
78
Arvina yang lain?
79
Ceraikan Dia!
80
???
81
Meninggalnya Rexa
82
Permintaan Maaf
83
Hiduplah dengan baik
84
Menyusun rencana
85
Kegundahan Velano
86
Obat Kesuburan
87
Kau harus bisa!
88
Kabur?
89
Perasaan Aneh
90
Sindrom Simpatik (1)
91
Memilih Jujur
92
I LOVE YOU, DAD
93
Bahagia Bersamamu
94
Menyemangati
95
Tidak takut ancaman!
96
Pendamping masing-masing
97
Elviana Aliara
98
Jebakan Gagal
99
Arvina Posesif?
100
Sindrom Simpatik (2)
101
Ijin
102
Kedatangan Arzevin
103
(๑` ̤◡ ̤)◞ღԵհɑղƘՏღ
104
Berita Bahagia, Kegilaan Elviana
105
Miliki Aku, Ken!
106
Dijodohkan
107
Melatih Ken
108
Shock Terapi
109
Rencana Dave
110
Rencana Penculikan
111
Ken Kritis
112
Negosiasi
113
Sadar
114
Terima Kasih
115
Jangan mau direndahkan!
116
Rencana Pernikahan
117
Saling Menghormati
118
Wedding
119
Hana dan Kenzie
120
Feeling
121
Elviana berulah
122
Mimpi Buruk
123
Pendarahan
124
Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!