Kekecewaan Arvina

Hal diluar batas yang dilakukan Arzena tadi malam benar-benar membuat Arvina selaku kakak kecewa. Ia bahkan menjadi susah tidur.

Selepas kepergian Dave, ia hanya duduk ditepi ranjang Arzena, menatap wajah kusut adiknya. Bahkan saat ia mencoba mengganti pakaian Arzena, Arvina mendapati banyak sekali tanda merah pada tubuh Arzena.

Arvina selaku kakak merasa gagal menjaga dan melindungi adiknya dari hal-hal yang bisa merusak kehidupan mereka. Arzena yang sudah terkontaminasi sejak kecil pun kini berani melakukan hal diluar batas, bahkan didepan muka publik.

Ia kecewa dengan Arzena dan dirinya sendiri. Arvina baru bisa memejamkan mata saat hari sudah subuh. Namun saat matahari mulai meyapa, Arvina dengan cepat sudah terbangun lagi dan sekarang sedang berkutat didapur untuk membuat sarapan untuk Arzena.

Semarah apapun dirinya terhadap Arzena, ia tetap perhatian pada adik kembarnya itu. Selesai membuat sarapan Arvina segera masuk kedalam kamar Arzena sambil membawa nampan yang berisi makanan serta minuman yang sudah ia buat tadi.

"Arzena, bangunlah!" Titah Arvina lembut saat sudah berada di samping Arzena.

Ia mengguncang pelan tubuh Arzena, namun Arzena tidak ada reaksi.

Sebenarnya Arzena sengaja pura-pura masih tidur untuk menghindari Arvina memarahi atau menasehati nya. Arzena tidak akan mau mendengar ocehan Arvina sekalipun itu untuk kebaikannya. Ia sudah terlanjur mencintai kehidupan bebasnya.

"Mungkin dia masih lelah." Gumam Arvina khawatir.

Ia pun mencoba mencari pulpen dan kertas dari dalam tas Arzena agar bisa menulis surat dan memberi pesan sebelum ia berangkat ke tempat magangnya.

Namun bukan kertas dan pulpen yang ia temukan, melainkan berbagai jenis alat kontrasepsi untuk pria.

Arvina luruh terduduk dilantai. Air mata tanpa sadar mulai membasahi pipinya. Ia benar-benar merasa gagal untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Kembarannya sudah rusak separah itu.

"Kenapa kau harus seperti ini Arzena? Kita bahkan tidak pernah kekurangan apapun sejak kita lahir. Bahkan kasih sayang dari orang tua dan keluarga kita selalu mereka utamakan untuk kita." Batin Arvina menangis memeluk lututnya dan menenggelamkan wajahnya diantara lututnya.

"Kenapa kau melakukan hal yang belum pantas kau lakukan dengan seorang pria? Kau merusak dirimu sendiri." Batin Arvina lagi.

Ingin sekali ia membangunkan adiknya dan menampar adiknya, namun ia tahu kekerasan hanya akan membuat adiknya semakin bertindak diluar batas.

"Arvina." Lirih Dave yang baru saja sampai dirumah nya dan melihat Arvina menangis sesenggukan didalam kamar Arzena.

Dave segera menghampiri Arvina setelah meletakkan asal kantong makanan bawaannya.

"Kenapa kau menangis?" Tanya Dave merengkuh tubuh mungil tersebut.

Arvina tidak bereaksi untuk menjawab pertanyaan Dave.

"Sayang, sudah jangan menangis. Semua bukan kesalahan mu." Ucap Dave yang seolah mengerti keadaan Arvina saat ini.

"Ayo, kita keluar dari kamar ini dan biarkan adikmu beristirahat." Ajak Dave menuntun paksa Arvina untuk berdiri dan membawa Arvina keluar dari kamar Arzena.

Dave sedikit banyak juga merasa bersalah karena ia sadar salah satu orang yang mengkontaminasi Arzena dengan hal-hal tidak wajar adalah dirinya, ketika mereka masih di PAUD dulu. Dave selalu memberikan rekaman video Ibunya sedang melakukan kegiatan panas dengan kekasihnya.

"Sudah, jangan menangis lagi." Ucap Dave menghapus air mata Arvina.

Arvina hanya diam.

"Maafkan aku. Aku juga bersalah dalam hal ini." Pinta Dave, namun Arvina menggeleng.

Arvina bukan tipe orang yang suka menyalahkan dan melemparkan kesalahan pada orang lain.

"Sudah, ayo kita sarapan dulu." Ajak Dave.

"Aku tidak lapar." Jawab Arvina.

"Baiklah, nanti saja jika sekarang tidak lapar." Ucap Dave lembut.

Keadaan seperti ini ia sadar tidak baik jika terlalu memaksa pada Arvina.

Arvina kemudian berjalan masuk kedalam kamarnya dan Dave segera mengikutinya.

"Aku lelah." Gumam Arvina duduk di tepi ranjangnya.

Dave menghampirinya dan ikut duduk di sampingnya. Dave kemudian merangkul Arvina.

"Jika lelah, istirahatlah sejenak. Bukankah kau bilang padaku pria juga ada saatnya perlu menjadi lemah? Sekarang kau juga perlu menjadi lemah dan aku akan mejadi kuat untuk mu." Ucap Dave menenangkan Arvina.

Arvina merasa nyaman saat Dave seperti ini, namun entahlah? Tetap saja hatinya tidak bisa mencintai Dave. Arvina terlalu memuja Ken.

Arvina saat ini butuh tempat untuk bersandar hingga akhirnya ia memeluk tubuh kekar Dave namun hatinya menginginkan Ken yang ada diposisi itu.

"Kau tidak perlu bekerja dulu hari ini. Aku akan mengatur semuanya untuk mu. Beristirahatlah." Ucap Dave mengecup beberapa kali puncak kepala Arvina.

"Kau tidak perlu melakukan semua itu Dave. Aku tidak ingin mengecewakan mu dan aku juga tidak mampu membalas kebaikanmu." Ucap Arvina melepas pelukannya.

Dave memutar Arvina untuk menghadapnya. Kedua telapak tangan lebarnya menangkup wajah Arvina.

"Kau tidak perlu membalas apapun. Kau hanya perlu mencintai ku." Ucap Dave lembut.

Arvina menghela nafas kasar.

"Itu dia masalahnya Dave. Aku tidak mungkin bisa mencintaimu. Aku mencintai orang lain. Aku tidak ingin membohongi dirimu dan diriku sendiri." Ucap Arvina mencoba memberi pengertian pada Dave.

Namun Dave tetaplah Dave yang sekali mempunyai ambisi, maka ia harus mewujudkan ambisi itu dengan cara apapun juga.

"Tidak sekarang. Tapi nanti. Aku yakin itu." Ujar Dave menatap Arvina lembut.

Dave tidak akan memaksa Arvina, namun ia juga tidak akan mengijinkan pria lain menyentuh seorang Arvina yang sudah ia tandai sebagai miliknya sejak kecil hingga saat ini.

"Mungkinkah aku bisa Dave? Sedangkan aku tahu betul hatiku untuk orang lain." Batin Arvina.

Dave tersenyum lembut pada Arvina.

"Istirahatlah!" Titah Dave penuh kasih sayang.

Arvina menggeleng.

"Aku tidak mengantuk sedikitpun." Ucap Arvina jujur.

"Ya sudah. Sekarang kau bersihkan dirimu, aku ingin membawamu ke suatu tempat." Ucap Dave lembut.

Arvina mengernyit bingung.

"Sudah, cepatlah!" Titah Dave dengan suara manja ala dirinya.

Arvina kembali menurut dan segera beranjak kekamar mandi dan membersihkan dirinya.

Setelah selesai ia keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian lengkap, hanya rambutnya yang sedikit basah dan wajah yang belum dirias namun Dave merasa Arvina lebih cantik sepuluh kali lipat disaat seperti ini, namun Dave tidak melarang Arvina bersolek.

"Sini, biar aku membantu mu." Tawar Dave merebut lembut handuk kecil Arvina lalu mengeringkan rambut Arvina dengan lembut.

Dave bahagia bisa memanjakan Arvina seperti ini.

Setelah selesai semuanya, Dave pun mengajak Arvina keluar dari kamar bahkan keluar dari rumah Arvina.

"Dimana Ken?" Gumam Arvina yang baru teringat sejak bangun tadi ia tidak melihat Ken.

"Tadi aku lihat dia sudah pergi saat aku kesini." Jawab Dave jujur.

Arvina mengangguk paham.

Dave menuntun Arvina masuk kedalam mobilnya. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke suatu tempat yang ingin ia tunjukkan pada Arvina.

Lama diperjalanan akhirnya mereka sampai disebuah taman yang sangat luas.

Dave segera turun dari mobil dan menuntun Arvina turun dari mobilnya.

Dave menggenggam setia tangan Arvina, membawa Arvina masuk semakin dalam ke taman tersebut hingga tampak sebuah telaga yang sangat indah dan menyejukkan mata.

Arvina dibuat terpukau dengan pemandangan yang ada didepan matanya.

"Ini indah sekali." Ucap Arvina berbinar.

Dave memilih memeluk Arvina dari belakang dan menopang dagunya dengan pundak Arvina.

"Kau suka?" Tanya Dave mengecup pipi Arvina dari belakang.

Arvina mengangguk.

"Ini adalah tempat persembunyian ku. Saat aku lelah dengan semuanya, aku hanya bisa datang kesini dan meluapkan segalanya sendirian." Ucap Dave sendu dan memejamkan matanya menghirup aroma tubuh Arvina yang menenangkan.

Arvina hanya mengangguk.

"Dan mulai sekarang ini tempat persembunyian mu juga. Kau bisa datang kesini kapanpun kau, tanpa atau bersama ku." Ucap Dave.

Sungguh Dave sangat sangat mencintai Arvina, entah apa yang akan ia lakukan jika Arvina memilih pergi darinya?

"Terima kasih Dave." Ucap Arvina lalu berbalik dan memeluk Dave. Arvina hanya merasa tersentuh dengan yang Dave lakukan, itu saja.

"Tidak perlu berterima kasih. Ingatlah satu hal, semua yang aku miliki itu milikmu. Tak peduli apapun itu, segalanya yang aku punya adalah milikmu juga." Ucap Dave tulus.

"Cintai aku sedikit saja Arvina." Pinta Dave dan tak ingin melepas pelukannya dari Arvina.

Ingin sekali Dave menarik Arvina pulang ke mansion nya sekarang dan memiliki Arvina seutuhnya, namun selama masih bisa dengan cara baik walaupun perlahan, Dave akan melakukannya.

...~ To Be Continue ~...

#####

Jangan nagih konflik dulu yah..semuanya satu persatu dijabarin nanti..so, bersabarlah!

Terpopuler

Comments

Naraa 🌻

Naraa 🌻

Sumpah ya si Arzena sudah terjebur di dunia bebas dan terlalu nakal mesti dapet suami yg bisa mengarahkan lebih baik

2022-07-14

0

Little Peony

Little Peony

Semangat selalu Thor ✨✨✨✨✨

2021-07-22

1

el Putriᵉˡ̳༆

el Putriᵉˡ̳༆

Dave ternyata so sweet bgt

2021-07-18

1

lihat semua
Episodes
1 Kesempatan Magang
2 Dad and Mom
3 Berangkat
4 Hari pertama Magang
5 Dave Alexon
6 Kau milikku Arvina!
7 Ken Cemburu
8 Menemani Dave
9 Arzena Masuk Club
10 Kekecewaan Arvina
11 Derex Austin
12 Nasehat Derex
13 Pesona Seorang Derex Austin
14 Aku mencintaimu!
15 Tertembak
16 Baik, jika itu maumu!
17 Rencana menghancurkan
18 Devil!
19 Sakaw
20 Bayar dengan tubuhmu!
21 Dave masih perhatian
22 Janji Arvina
23 Ken Berulah
24 Keresahan Dave
25 Rencana Dave
26 Kau akan menyesal!
27 Lebih baik aku mati!
28 Aku merindukan kalian.
29 Nona Lingerie
30 Tekad Hansen
31 Firasat Darvin
32 Kebohongan Ken
33 Keraguan Keanu
34 Hamil
35 Ayo pulang!
36 Pengakuan
37 Mimpi buruk
38 Arvina Diculik
39 Berhasil Kabur
40 Dave membutuhkanmu!
41 Keajaiban terbesar
42 Manja atau posesif?
43 Will you Marry me?
44 Double Wedding
45 After wedding party.
46 Petaka Membawa.....
47 Impas
48 Bahagia
49 Cerita masing-masing
50 Aku tidak punya madu lagi
51 Mengajak Kerja Sama
52 Mengunjungi Derex
53 Kecemburuan Dave
54 Pulang
55 Keduanya menghilang?
56 Kau lagi?
57 Aku Harus Bisa!
58 Masa Lalu Aston
59 Masa lalu
60 Dua Sisi Aston
61 Siasat Keanu
62 Sakit perut?
63 Endometriosis?
64 Aku tidak mencintaimu!
65 Luka Hati yang berbeda
66 Kebohongan yang terbongkar
67 Kejujuran Arvina
68 Kedatangan Rexa
69 Mengunjungi Jeymian
70 Ajari aku cara memaafkan!
71 Mengunjungi Jeymian Lagi
72 Arzena Cemburu
73 Wanita Bangkai
74 Mengunjungi Mansion Dave
75 Biarkan aku yang pergi!
76 Sebuah Fakta
77 Jangan sentuh kakakku!
78 Arvina yang lain?
79 Ceraikan Dia!
80 ???
81 Meninggalnya Rexa
82 Permintaan Maaf
83 Hiduplah dengan baik
84 Menyusun rencana
85 Kegundahan Velano
86 Obat Kesuburan
87 Kau harus bisa!
88 Kabur?
89 Perasaan Aneh
90 Sindrom Simpatik (1)
91 Memilih Jujur
92 I LOVE YOU, DAD
93 Bahagia Bersamamu
94 Menyemangati
95 Tidak takut ancaman!
96 Pendamping masing-masing
97 Elviana Aliara
98 Jebakan Gagal
99 Arvina Posesif?
100 Sindrom Simpatik (2)
101 Ijin
102 Kedatangan Arzevin
103 (๑` ̤◡ ̤)◞ღԵհɑղƘՏღ
104 Berita Bahagia, Kegilaan Elviana
105 Miliki Aku, Ken!
106 Dijodohkan
107 Melatih Ken
108 Shock Terapi
109 Rencana Dave
110 Rencana Penculikan
111 Ken Kritis
112 Negosiasi
113 Sadar
114 Terima Kasih
115 Jangan mau direndahkan!
116 Rencana Pernikahan
117 Saling Menghormati
118 Wedding
119 Hana dan Kenzie
120 Feeling
121 Elviana berulah
122 Mimpi Buruk
123 Pendarahan
124 Kebahagiaan
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Kesempatan Magang
2
Dad and Mom
3
Berangkat
4
Hari pertama Magang
5
Dave Alexon
6
Kau milikku Arvina!
7
Ken Cemburu
8
Menemani Dave
9
Arzena Masuk Club
10
Kekecewaan Arvina
11
Derex Austin
12
Nasehat Derex
13
Pesona Seorang Derex Austin
14
Aku mencintaimu!
15
Tertembak
16
Baik, jika itu maumu!
17
Rencana menghancurkan
18
Devil!
19
Sakaw
20
Bayar dengan tubuhmu!
21
Dave masih perhatian
22
Janji Arvina
23
Ken Berulah
24
Keresahan Dave
25
Rencana Dave
26
Kau akan menyesal!
27
Lebih baik aku mati!
28
Aku merindukan kalian.
29
Nona Lingerie
30
Tekad Hansen
31
Firasat Darvin
32
Kebohongan Ken
33
Keraguan Keanu
34
Hamil
35
Ayo pulang!
36
Pengakuan
37
Mimpi buruk
38
Arvina Diculik
39
Berhasil Kabur
40
Dave membutuhkanmu!
41
Keajaiban terbesar
42
Manja atau posesif?
43
Will you Marry me?
44
Double Wedding
45
After wedding party.
46
Petaka Membawa.....
47
Impas
48
Bahagia
49
Cerita masing-masing
50
Aku tidak punya madu lagi
51
Mengajak Kerja Sama
52
Mengunjungi Derex
53
Kecemburuan Dave
54
Pulang
55
Keduanya menghilang?
56
Kau lagi?
57
Aku Harus Bisa!
58
Masa Lalu Aston
59
Masa lalu
60
Dua Sisi Aston
61
Siasat Keanu
62
Sakit perut?
63
Endometriosis?
64
Aku tidak mencintaimu!
65
Luka Hati yang berbeda
66
Kebohongan yang terbongkar
67
Kejujuran Arvina
68
Kedatangan Rexa
69
Mengunjungi Jeymian
70
Ajari aku cara memaafkan!
71
Mengunjungi Jeymian Lagi
72
Arzena Cemburu
73
Wanita Bangkai
74
Mengunjungi Mansion Dave
75
Biarkan aku yang pergi!
76
Sebuah Fakta
77
Jangan sentuh kakakku!
78
Arvina yang lain?
79
Ceraikan Dia!
80
???
81
Meninggalnya Rexa
82
Permintaan Maaf
83
Hiduplah dengan baik
84
Menyusun rencana
85
Kegundahan Velano
86
Obat Kesuburan
87
Kau harus bisa!
88
Kabur?
89
Perasaan Aneh
90
Sindrom Simpatik (1)
91
Memilih Jujur
92
I LOVE YOU, DAD
93
Bahagia Bersamamu
94
Menyemangati
95
Tidak takut ancaman!
96
Pendamping masing-masing
97
Elviana Aliara
98
Jebakan Gagal
99
Arvina Posesif?
100
Sindrom Simpatik (2)
101
Ijin
102
Kedatangan Arzevin
103
(๑` ̤◡ ̤)◞ღԵհɑղƘՏღ
104
Berita Bahagia, Kegilaan Elviana
105
Miliki Aku, Ken!
106
Dijodohkan
107
Melatih Ken
108
Shock Terapi
109
Rencana Dave
110
Rencana Penculikan
111
Ken Kritis
112
Negosiasi
113
Sadar
114
Terima Kasih
115
Jangan mau direndahkan!
116
Rencana Pernikahan
117
Saling Menghormati
118
Wedding
119
Hana dan Kenzie
120
Feeling
121
Elviana berulah
122
Mimpi Buruk
123
Pendarahan
124
Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!